System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Buku Sihir


__ADS_3

Setelah tiba di restoran mewah tersebut. Terlihat seorang pelayan langsung menghampiri mereka dan memilihkan tempat untuk mereka.


“Selamat datang di Los Costite tuan dan nyonya.”


Chloe yang memang sudah pernah ke sana langsung memesan meja vip untuk mereka bertiga.


“Tolong bawa kami ke tempat vip.”


“Baik nyonya, silahkan ikuti saya.”


Lalu mereka sampai di tempat vip yang berada di sebuah ruangan pribadi yang sangat besar.


Evan yang memang sudah sangat lapar langsung memesan seluruh menu favorit yang ada di sana.


“Menu makan siang apa yang ingin tuan dan nyonya pesan?”


“Hemmm, apa menu rekomendasi di sini?”


“Ada total tiga puluh empat menu favorit tuan dan tiap menu memiliki rasa dan ciri khas masing masing.”


“Kalau begitu saya pesan semua menu favorit itu.”


“Baiklah silahkan di tunggu tuan...”


Lalu si pelayan dengan pakaian maid tersebut langsung meninggalkan Evan, Chloe dan Lilia.


Sampai tak lama kemudian makanan mewah datang silih berganti ke meja mereka. Semua makanan kelas atas yang baru saja di masak itu langsung di santap oleh mereka yang memang sudah sangat lapar.


“Heemmm, makanan di sini enak sekali.”


“Ya benar, semuanya di sajikan dalam keadaan fresh.”


“Hehehe...ini adalah restoran terbaik di kota Berne, dulu aku dan Victoria pernah ke sini sekali.”


Setelah menyantap makan siang di sana, akhirnya Evan dan yang lainnya yang sudah kenyang mulai membahas soal harta yang mereka dapatkan di dungeon sebelumnya.


“Ngomong ngomong soal harta itu totalnya kita mendapatkan 123 buku sihir mulai dari rank B sampai A dan ada 3 buah rank S.”


“Woah benarkah itu Evan, jadi ada sebanyak itu ya...”


“iya, terus ada juga 76 artefak dan senjata dari kisaran rank C sampai A dan ada satu yang rank S.”

__ADS_1


“Woah senjata rank S, apa itu?” ucap Chloe dengan rasa penasaran.


“Itu sebuah pisau terbang dengan atribut racun yang sangat kuat.”


“Hohoho, sayang sekali...coba aja dapet staf atau orb pasti lebih berguna untukmu?”


“Lalu total emas dan batu mulia yang ada juga sangat banyak, jadi semuanya akan kita bagi tiga, apa kalian setuju?”


“Ba-bagi tiga?...tapi yang mengalahkan bos dungeon itukan kamu sendirian dan juga aku tak terlalu banyak membantu jadi mana bisa hartanya di bagi tiga.” Lanjut Chloe dengan ekspresi terkejut karna Evan dengan senang hati membagi tiga semua harta sedangkan ia adalah orang yang bisa di bilang menaklukkan dungeon itu seorang diri.


“Jadi bagimana apa kalian setuju?....”


“Sebelum itu, darimana tuan tau kualitas harta yang di dapat dan bisa membagikannya berdasarkan rank hanya dalam waktu satu malam?”


“Benar juga, bagimana cara kamu mengetahui itu semua Evan?”


Evan yang lagi lagi di ajukan pertanyaan yang penuh dengan rasa penasaran dari mereka berdua hanya menjawab dengan santai sambil meminum wine kelas atas yang ada di tangannya.


“Itu karna salah satu skill miliku, jadi mudah bagiku mengetahui kualitas sebuah barang.”


Ketika mendengar jawaban Evan, Lilia dan Chloe hanya bisa percaya karna memang mereka sudah seperti tak terlalu heran lagi jika kata kata itu berasal dari mulut Evan.


Tapi bagi Evan yang memiliki sistem itu semua bisa ia ketahui hanya dalam sekali lihat.


“Terus jenis buku sihir macam apa yang berada dalam rank S tersebut? Lanjut Chloe.


“Satu jenis sihir dengan elemen petir lalu satu lagi ada elemen api dan terakhir elemen cahaya.”


“E-Elemen cahaya...wah itu pasti sangat mahal jika di jual.” Ucap Chloe dengan rasa kagum.


“Apakah buku sihir memang semahal itu?” tanya Evan.


“Benar tuan, semakin langka elemennya maka harganya akan semakin mahal bahkan untuk buku sihir rank S bisa saja suatu kerajaan akan berperang hanya untuk mendapatkannya, biasanya yang termahal mulai dari elemen petir, kegelapan dan cahaya. Tapi juga ada buku sihir yang menggabungkan dua elemen atau lebih yang juga memiliki harga tak kalah mahal contohnya elemen Es, gravitasi, ilusi dan sebagianya tergantung kombinasi elemen itu sendiri.” Jawab Lilia.


Dan benar apa yang di katakan Lilia, sedikit penjelasan tentang skill atau sihir di dunia itu. Mungkin bagi Evan yang dapat membuat skill Rank S dengan hanya bermodalakan CP tak terlalu paham dan tau sulitnya mempelajari sebuah skill kelas atas.


Untuk mempelajari skill atau sihir tingkat tinggi biasanya memakan waktu bertahun tahun.


Berbeda dengan mereka yang memilikinya sejak lahir atau biasa di sebut skill bawaan yang tak terlalu perlu bersusah payah mengembangkannya.


Tapi jika kita memiliki buku sihir maka waktu bertahun tahun itu bisa di persingkat karna di buku sihir sudah di jelaskan cara dan langkah langkah untuk mempelajari dan mengembangkan sihir yang di tuliskan.

__ADS_1


Buku sihir sendiri dan beberapa artefak kuno sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan itu juga merupakan peninggalan dari masa yang telah lama hilang.


Jadi tak terlalu banyak buku sihir yang ada di dunia itu sekarang dan jikapun ada maka harganya akan sangat mahal.


“Jadi bagimana, apa kalian menginginkan buku sihir rank S ini, jika mau untuk kalian saja.”


“Heh...ta-tapi bukankah itu terlalu berlebihan...”


“Benar tuan, kami tak banyak membantu saat di dungeon jadi sepertinya tuan yang lebih berhak atas buku sihir rank S tersebut.”


“Heh...aku tanya apa kalian menginginkanya atau tidak, bukan soal kontribusi dan bantuan kalian di dungeon.”


“Jujur saja aku tak terlalu membutukan buku sihir ini jadi aku akan memberikannya pada kalian.”


“Hehehe, baiklah jika kamu memaksa maka aku menginginkan yang beremen cahaya karna aku memiliki elemen dasar cahaya.”


“Nah gitu kan jelas...”


Lalu dalam sekejap mata Evan mengeluarkan buku sihir berwarna emas dan memberikannya pada Chloe. Terlihat ukiran dan desain unik dan aneh menghiasi buku sihir rank S tersebut.


“Nih...di dalam sini mungkin ada lebih dari sepuluh sihir elemen cahaya kelas tinggi yang bisa kamu pelajari.”


Dengan gampangnya Evan menyerahkan sebuah buku sihir rank S yang sangat langka itu kepada Chloe. Chloe yang di berikan itu terlihat sangat senang.


“Terima kasih Evan, aku janji akan berlatih keras untuk mempelajari sihir yang di tuliskan di buku ini.”


“Terus Lilia, kamu mau yang mana?”


“Sebenarnya aku tak terlalu mem-“


“Seeettt....sudah ku bilang, aku tak bertanya soal itu, yang ku tanya kamu mau yang mana...”


“Jika boleh saya ingin yang berelem petir tuan.”


“Yasudah ini ambil...lalu Evan mengeluarkan dan memberikan buku sihir rank S berelemen petir kepada Lilia. Di buku itu juga terukir lambang dan ukiran yang unik dan indah seperti mahakarya.


“Terima kasih tuan...”


“Sisa yang api nih apa gak ada yang mau lagi?”


Ketika mendengar perkataan Evan, Lilia dan Chloe hanya saling menatap dan tak bisa berkata kata lagi. Buku yang tak ternilai dengan uang itu di mata Evan seperti tak ada harganya.

__ADS_1


__ADS_2