System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Terdesak


__ADS_3

Ketika melihat last bos setinggi delapan puluh meter lebih di hadapan mereka, Evan Chloe dan Lilia langsung bersiap untuk bertarung.


Lilia langsung mengaktifkan mode Raja Iblis Lustfull King Asmodeus dan Chloe langsung mengaktifkan perisai pelindung andalannya yang berwarna keemasan.


Evan yang sudah siap lebih dulu langsung terbang dengan secepat kilat lalu mengeluarkan Walachia Sword yang telah di alirinya dengan lima elemen dasar dan langsung menyerang bos dungeon yang berbentuk robot besar tersebut.


Bentuk robot itu sendiri seperti halnya manusia yaitu memiliki dua tangan dan dua kaki. Lalu ia seakan memakai zirah besi yang menyelimuti seluruh tubuhnya dan mengeluarkan cahaya merah dari kedua matanya dan yang terpenting juga terlihat jelas adalah bagian dadanya yang mengeluarkan cahaya biru terang khas material surga yaitu Oriharukon shard.


Dengan tinju besarnya, robot itu beradu serangan dengan Evan. Evan yang menahan tinju besar sang penjaga lantai lima langsung di buat kaget karna bahkan dengan seluruh kekuatan fisiknya, ia tak dapat menahan serangan tinju robot tersebut dan terpental dengan keras.


Lilia dan Chloe yang melihat Evan terkena serangan telak langsung panik dan menghindari serangan robot besar itu yang kini mengarah pada mereka.


“Evannn.”


“Tuan bertahanlah.”


Evan yang sadar jika serangan dan tenaganya seperti di hisap saat beradu serangan dengan Ravaria langsung menanyakan kecurigaanya pada sistem.


“Sistem, sepertinya tubuh robot itu terbuat dari Oriharukon shard, apa benar yang ku pikirkan?”


[Benar tuan, seluruh tubuh lapis bajanya di lapisi oleh Oriharukon shard]


Lalu sambil berdiri kembali dan meminum potion yang baru saja di belinya di toko sistem, Evan langsung berteriak dan memperingati yang lainnya tentang keunikan dan kemampuan tubuh Ravaria.


“Lilia, Chloe, jangan sampai tertangkap oleh monster besar itu, tubhnya terbuat dari material yang sama pada pipa baja di lantai tiga, jadi jika kalian tertangkap maka tamatlah sudah.”


Saat mendengar peringatan Evan, Lilia dan Chloe langsung mengambil jarak lebih aman sambil terus menghindari tangan besar Ravaria.


Walaupun Ravaria memiliki level 200 dan status yang tinggi, tapi tetap saja dengan tubuh baja besarnya itu membuat serangannya yang kuat juga sedikit melambat.


Jadi jika mereka fokus dan berkonsentrasi sepertinya masih mudah bagi mereka untuk menghindari serangan tangan besar Ravaria.


Tapi itu semua berubah saat monster robot besar itu tiba tiba saja mengeluarkan cahaya biru dari dalam tubuhnya. Kemudian tubuh robot itu mengecil dan berubah bentuk menjadi lebih ramping dan fleksibel dengan tubuh kini hanya setinggi lima meter.


Evan yang melihat perubahan Ravaria langsung paham dan mengerti dengan bahaya yang akan segera mereka hadapi.


Dan benar saja, dengan tubuh rampingnya, kini Ravaria dapat bergerak secepat kilat dan dalam sekejap mata Chloe tertangkap oleh monster robot itu.

__ADS_1


Pelindung emas yang selama ini melindunginya dan terlihat kokoh itu dengan mudah di netralkan oleh Ravaria.


“Chloe...”


Evan yang melihat Chloe tertangkap dan di hisap mana dan energi kehidupannya langsung menerjang ke arah Chloe untuk menyelamatkannya.


Dengan Ethereal Staf yang kini di pegangnya ia menggunakan serangan cahaya tipis bagai tombak jarum dan tajam untuk menyerang Ravaria.


Tapi seragan elemen cahaya milik Evan yang mengenai telak tubuh Ravaria dengan mudahnya justru di serap dan di jadikan energi. Evan yang bingung harus berbuat apa menjadi sedikit panik karna Chloe saat ini sedang di remas oleh bos dungeon tersebut.


“Chloee...”


“E-Evan...”


Dengan panik Evan menyerang Ravaria dengan seluruh skill yang ia punya.


“Chain Frost.”


“Lighning Spear."


“Fire Arrow.”


“Aerial Dark.”


Semua serangan Evan lancarkan, tapi itu semua sia sia saja karna robot itu kebal terhadap semua serangan, lebih tetapnya dia menyerap semua serangan yang di lancarkan padanya.


“Sialan...sistem, apa tidak ada cara untuk menghancurkan monster itu.”


“Kenapa semua seranganku tak berefek, sebenarnya sehebat apa sih material suci Oriharukon itu?"


[Oriharukon Shard adalah material langka yang hanya ada di tanah para dewa dan mustahil untuk di hancurkan oleh serangan magic dan fisik]


[Satu satunya cara menghancurkannya adalah dengan menyerangnya mengguakan material yang sama atau lebih kuat]


“Jadi bagaimana caraku mengalahkannya?...apa aku bisa membuat senjata dari pipa baja yang sebelumnya ku dapatkan di lantai tiga?”


[Bisa tuan, tapi proses peleburan dan pembuatan senjata tingkat tinggi memakan cukup waktu]

__ADS_1


“Berapa lama kira kira?”


[Untuk proses peleburan pipa besi itu dan memisahkan semua materialnya setidaknya memerlukan waktu dua jam, lalu untuk membuat senjata memerlukan waktu satu jam]


“Baiklah, buatkan senjata yang cocok untukku sekarang dengan semua material yang ada di inventoryku.”


[Perintah di terima]


[Memulai proses peleburan material yang di inginkan]


[Waktu proses peleburan 01:59:59]


Sambil menunggu proses peleburan, Evan terus menyerang Ravaria dengan semua skill yang ia miliki, walaupun itu percuma tapi Evan tak punya pilihan karna saat ini ia hanya bisa meladeni monster robot itu sambil menunggu proses pembuatan senjata barunya.


Sampai akhirnya seluruh energi Chloe habis di hisap dan terlihat kini Chloe di lemparkan begitu saja setelah energinya habis.


Ketika melihat itu, Lilia yang awalnya menjaga jarak langsung menolong Chloe dan mengamankannya, sedangkan Evan terus bertarung melawan Ravaria agar ia hanya terfokus padanya.


"Chloe bertahanlah."


Lilia yang menolong Chloe yang sudah di hisap mana dan seluruh energinya tanpa pikir panjang menggunakan salah satu skill miliknya yaitu Bloody Trasmutation yang berfungsi untuk memindahkan darah dan energi mananya pada target.


Setelah memberikan pertolongan pada Chloe, Lilia yang sadar kalau musuh yang kini mereka hadapi sangat berbahaya langsung menjauh agar Evan tak lebih terbebani lagi.


Dengan kekuatan jubah dan armor raja iblis Tiamat yang Evan kenakan membuat semua serangan baik fisik dan magic kecuali cahaya tak berefek padanya.


Tapi ketika melawan robot besar itu semua kelebihan itu sirnah seketika karna efek Oriharukon yang ada pada tubuh robot itu selalu menghisap mana Evan tiap kali mereka beradu serangan dan parahnya lagi efek oriharukon juga menetralkan pertahanan mutlak milik Evan.


“Sialannn....”


“Karna berdekatan saja manaku serasa di hisap oleh robot ini...”


“Jika sampai tertangkap maka habislah aku.”


Evan yang melawan Ravaria kini bahkan merasakan kalau energi mananya seakan di tarik keluar karna pertarungan jarak dekatnya dengan Ravaria.


Dengan Walachia Sword di tangan kanannya dan Ethereal staf di tangan kirinya, Evan bertarung di udara dengan kecepatan luar biasa melawan Last bos dungeon sendirian yaitu Eternal Dimension Ravaria.

__ADS_1


Pergerakan dan kecepatan pertarungan mereka sudah di tahap yang berbeda, kini di udara hanya terlihat dua cahaya yang saling beradu. Satu cahaya berwarna biru dan satu lagi berwarna merah.


Bahkan dengan seluruh item dan kemampuan yang ia miliki, Evan di buat terdesak oleh bos dungeon terakhir ini.


__ADS_2