
“Hahahaha, lumayan langsung naik sebelas level.”
Evan yang mendapatkan banyak exp langsung memungut semua bangkai moster yang ada di sana. Ratusan monster besar itu ia ambil dan simpan ke dalam inventory.
“Huh...capek juga mungutin satu satu.”
“Sistem, emang kamu gak ada mode auto pick kayak di game game yang aku mainkan ya?”
[Tidak ada tuan]
“Ya sudah bikin skill baru lah, capek juga lama lama kalo harus mungutin satu satu begini dan banyak memakan waktu.”
[Perintah di terima]
[Maaf tuan, jumlah CP tidak mencukupi]
“Huh, owalah sisa CP tinggal 12.345, berarti mahal juga nih skill.”
“Sistem, jual semua benda yang tak berguna dari monster monster yang ada di inventoryku selain yang langka dan Core mereka]
[Perintah di terima]
[Memulai proses pemilihan barang yang akan di jual]
[Proses selesai]
[Apakah tuan bersedia menjual semua barang ini dan merubahnya menjadi CP]
Lalu terlihat daftar barang di layar hologram dan Evan tanpa membaca daftar itu langsung menjual semuanya.
“Ya, jual semuanya.”
[Selamat, Tuan mendapatkan 205.235CP]
“Yasudah, buatkan aku skill auto pick sekarang.”
[Perintah di terima]
[Apakah tuan bersedia membayar biaya 150.223CP untuk biaya pembuatan skill baru]
“Ya, aku setuju.”
[Jawaban di terima, memulai proses pembuatan skill baru]
[10%]
[20%]
[30%]
[50%]
[70%]
[90%]
[100%]
[Selamat tuan berhasil mendapatkan skill rank S Auto Picker]
__ADS_1
{Skill Auto Picker, skill pasif rank S yang dapat menyimpan segala sesuatu yang Evan inginkan dengan instan ke dalam inventory]
“Yasudah simpan semua sisa sisa monster ini.”
Lalu secara mengejutkan semua bangkai monster yang ada di sana menghilang secara tiba tiba dan berpindah ke dalam inventory milik Evan.
Evan yang masih belum puas berenang kembali sambil memancarkan energi kehidupan yang lebih pekat. Ia berenang dengan sedikit pelan sambil memancing monster monster lainnya.
Terlihat kini banyak monster yang mengikutinya dari belakang.
“Hahaha, bagus ayo berkumpul sini kalian semua...”
Evan terus menggiring semua monster aneh berbagai bentuk itu yang terus mengejarnya. Setelah hampir satu jam lamanya ia mengumpulkan semua monster besar itu, kini jumlah monster yang mengikutinya telah sampai ribuan.
“Hahahaha, tempat ini benar benar hebat, ada banyak monster yang levelnya lumayan tinggi.”
Evan yang merasa cukup mengumpulkan monster yang berjumlah ribuan itu berniat menghabsi mereka semua sekaligus. Sesaat sebelum Evan melepaskan sihir miliknya, sesosok mahkluk yang sangat besar tiba tiba saja muncul dari dasar danau dan melahap ribuan monster besar itu dalam sekali lahap.
Karna gelombang besar yang di timbulkan. Kini pusaran air kuat bahkan membuat Evan kesulitan untuk berenang di dalam sana.
“Sialan ...mangsaku...”
Evan yang sudah lelah mengumplkan semua monster itu selama satu jam di buat marah. Semua jerih payahnya di lahap menjadi cemilan oleh seekor monster besar seperti ular laut kuno.
Tubuh ular itu besarnya bukan main. Mungkin tubuhnya yang panjang itu berdiameter seratus meter dan panjangnya ribuan meter. Lalu di kepalanya ada mutiara mustika besar berwarna putih dan dua buah tanduk berwarna merah.
“Kau....”
Evan yang sudah sangat kesal langsung memancarkan energi kehidupan lebih banyak lagi untuk memancing ular besar tersebut. ular besar yang merespon energi kehidupan yang Evan keluarkan langsung mengejarnya.
Evan yang di kejar langsung berenang dengan cepat ke atas permukaan danau. Sampai saat Evan sampai di permukaan danau, monster ular super besar itu memunculkuan dirinya.
Tubuhnya besar bukan main. Kulit dan sisiknya memancarkan cahaya berkilauan. Dengan tubuh besarnya itu bisa di bilang ia adalah penunggu danau tersebut.
Nama : Ell Basilik Cartos
Ras : Ell
Level : 325
HP : 6.162.334.221
MP : 402.332.662
STR : 662.491
AGI : 330.221
INT : 303.824
Skill : ETC-
Title : Penunggu Danau Cartos
“Dasar belut sialan, kenapa kau memakan mangsaku?...sekarang aku yang akan memakanmu sebagai bayarannya.”
“Rasakan ini, Freezing Atmosphere.”
Evan yang sudah sangat kesal langsung membekukan seluruh area sekitarnya dan seketika itu juga belut besar tersebut membeku.
__ADS_1
“Hemm...ternyata kau tak segarang levelmu ya.”
Evan yang melihat belut besar itu membeku dengan mudah mengira ia hanya monster besar biasa. Tapi secara mengejutkan mustika di kepalanya memancarkan cahaya terang. Evan yang melihat cahaya itu secara langsung langsung mendengar peringatan bahaya dari sistem.
[Awas tuan baha......]
Secara mengejutkan Evan kehilangan kesadarannya. Lalu tiba tiba saja ia tenggelam dalam kegelapan tanpa ujung dan terbangun di sebuah kamar yang membuatnya bernostalgia.
“kreekkk...kreekkkk...kreekkk.”
“kreekkk...kreekkkk...kreekkk.”
Suara serangga musim panas membangunkan Evan yang tertidur pulas.
“Ini...di mana ini...bukankah aku.”
Lalu pintu kamarnya terbuka dan terlihat gadis kecil langsung mendekatinya.
“Kakak...dasar tukang tidur, bukankah kakak sudah berjanji akan jalan jalan dengan Lily pagi ini!”
“Huh, Lily?...”
Kini di hadapannya terlihat jelas sosok gadis kecil dengan rambut hitam panjangnya. Evan yang melihat itu tanpa sadar menetes kan air matanya.
Air matanya tiba tiba saja mengalir dengan sendirinya tanpa ia sadari.
“Ihhh...kakak kenapa sih, kok malah nangis?”
“Liliy...”
“Cepat mandi kak...ayah, ibu dan kak Christine sudah menunggu di lantai bawah, jangan bilang kakak masuk angin lagi."
Lalu sang adik mendekat ke arahnya dan memegang keningnya yang sedikit berkeringat.
“Hemmm...gak panas.”
“Cepat mandi, Lily udah gak sabar pengen berenang di pantai bali.”
“Eh...bali?”
Evan yang sedikit bingung dengan apa yang terjadi langsung keluar kamar. Ia yang sedikit mengenal tempat itu mulai mengingat ngingat kembali.
“Ini ...kalo gak salah ini villa papa yang ada di bali.”
Sambil berjalan keluar dari kamarnya, Evan beranjak dari kamar lantai dua menuju ruang tengah. Di ruang tengah ia melihat tak ada orang satupun dan terdengar suara pantai dari luar rumah tersebut.
Evan yang penasaran langsung keluar dan saat membuka pintu itu ia langsung melihat pemandangan yang ia ingat secara samar.
“Ini...inikan waktu liburan musim panas.”
Sambil berjalan ke arah pantai, secara samar terdengan suara wanita yang memanggilnya dari belakang. Suara wanita yang membuat seluruh tubuhnya tak bisa bergerak. Suara wanita yang paling ia sukai.
“Evan...”
“Evan...kamu ngapain tiba tiba keluar vila terus ke pantai?”
Evan yang mendengar suara yang paling ia nanti nantikan itu berbalik arah dan kini ia dapat melihat dengan jelas seorang wanita yang paling ia cintai sedang berdiri di hadapannya.
Seorang gadis sma yang membuat Evan tergila gila dan rela melakukan apa saja untuk bisa bersamanya.
__ADS_1
Seorang wanita yang membuat Evan rela tak bermain game online kesayangannya dan lebih memilih belajar.
Ya, wanita cantik itu adalah sang kekasih tercinta Christine Anastasya, cinta pertama sekaligus terakhir Evan.