System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Babel Castle


__ADS_3

Saat pagi hari datang, Evan terbangun karna sinar matahari pagi yang membangunkannya. Evan yang sudah melepaskan beban pikirannya semalaman bersama wanita super cantik dan sexy kini terlihat lebih santai dan percaya diri.


Walaupun Adams Guild sudah kalah, tapi masih ada babak tambahan di akhir acara untuk tim tim yang sudah gugur. Walapun itu hanya untuk satu orang saja dan siapapun boleh ikut jika berkenan dan tak ada paksaan.


Evan sendiri merasa kalau dia lebih baik kali ini pergi sendirian ke menara langit. Karna katanya di menara langit tempatnnya sangat berbahaya dan banyak jebakan dan monster kuat di tiap lantainya yang sering berubah ubah.


Jadi kekalahannya ini juga seperti berkah tersendiri karna Evan tak ingin terlalu banyak beban seperti saat ia menaklukkan dungeon Valley Of Obivilium.


Dengan hanya dia sendiri saja, ia bisa lebih fokus leveling tanpa ada gangguan. Sebenarnya ia juga ingin membantu teman temannya untuk lebih kuat lagi. Tapi karna membunuh monster tak membuat teman partynya mendapatkan xp, ia kini memutuskan untuk kembali ke jalan yang benar yaitu leveling sendirian.


Pagi itu semua kelompok Evan sedang sarapan bersama....


“Tuan, akhirnya tuan datang juga.”


“Hohoho, kenapa wajah tuan Evan senang sekali, apa ada sesuatu yang bagus terjadi?”


“Berisik Alucard, apa semua Crone dan harta sudah selesai di urus?”


“Sudah bos, semuanya sudah di urus bawahanku, hahahaha.”


Lalu Evan mulai sarapan di sana bersama yang lainnya, sudah lama Evan tak makan bersama seperti itu. Selama di dunianya dulu ia bahkan hanya makan seadanya dan itupun kadang masih kekurangan.


Tapi kini di hadapannya semua orang tertawa bahagia dan banyak makanan enak yang memenuhi meja makan. Semua orang makan di meja yang sama dan tak ada perbedaan di sana walaupun mereka berbeda ras.


“Tuan, untuk babak tambahan hanya ada satu orang yang bisa lolos, jadi apa tuan akan tetap pergi sendirian?” ucap Lilia yang kini duduk di hadapan Evan.


“Iya benar, apa bos yakin mau tetap pergi?” lanjut Alucard.


“Hemm, aku akan tetap pergi.”


“Begitu ya, tapi aku yakin di dalam sana tak akan ada yang bisa mengalahkan bos.”


Lalu setelah sarapan mereka semua pergi ke Freedom Arena dan mulai menyaksikan babak terakhir seleksi memasuki menara langit.


Dua hari lagi pintu menara langit akan terbuka dan antusias penonton dan kontestan lainnya sudah di puncaknya.


Kini bahkan jumlah penonton lebih banyak lagi dan sebagian kini terpaksa menonton di luar arena.


Babak selanjutnya di muali dari grub delapan. Di grub delapan pertarungan sudah sengit di awal awal mulai. perwakilan kerajaan Siren, Ghoul dan Guild White Fox menjadi tiga teratas dan berhasil lolos.


Lalu di Grub sembilan dan sepuluh juga sama. Hampir semua tiga teratas di pimpin oleh kerajaan besar dan kuat. Sampai sore hari acara Freedom Arena mencapai babak terakhir yaitu babak tambahan.


“Huh, sepertinya sekarang saatnya kita memasuki babak terakhir.”

__ADS_1


“Karna semua kontestan dari tiap Grub sudah terpilih dan untuk menghormati perjuangan dan kegigihan dari para kontestan yang gugur, maka Kekaisaran Escapia akan mengadakan babak tambahan seperti yang sudah di beritahu kemarin.”


“Sekarang setiap kontestan yang merasa dapat bersaing dan masih ingin mencoba untuk mengambil tiket ke menara langit bisa memasuki lapangan pertandingan.”


“Siapapun boleh ikut dan tak ada paksaan, tapi ingat, dari semua orang yang berpartisipasi hanya ada satu yang akan lolos dan mendapatkan tiket ke menara langit.”


“Jadi pertandingan ini pastinya akan sangat sulit dan panas, hohoho.”


Akhirnya Hedon mempersilahkan siapapun yang ingin mengikuti babak tambahan untuk memasuki lapangan pertandingan. Evan yang memang sudah menunggu nungu babak terakhir langung bersiap siap turun.


“Tuan, berjuanglah.”


“Master, kamu pasti bisa...”


“Evan...semangat.”


“Terima kasih dukungannya, maaf sudah mengecewekan kalian karna kita tak bisa pergi bersama sama memasuki menara langit, tapi kali ini aku pasti menang.”


“Tidak apa apa, lagipula itu bukan salahmu kok.”


“Iya benar tuan, kami saja yang masih terlalu lemah.”


Lalu dengan senyuman tipis di wajahnya, Evan pergi meninggalkan ruangan vip kelompoknya.


Bahkan saat ini tak sampai sepuluh orang yang memauski lapangan pertandingan. Tapi dari sepuluh itu sudah pasti mereka adalah orang orang yang sangat kuat dan kebanyakan adalah mereka yang sial saja karna harus melawan perwakilan yang kuat atau yang lainnya.


Dan kesialan itu juga menimpa Evan yang tak hadir di pertandingannya sampai akhirnya Guildnya kalah.


“Heee, jadi cuman delapan orang ya.”


“Ku pikir akan lebih banyak lagi, hohoho.”Ucap Hedon yang sebenarnya sudah tau pasti kalau tak akan lebih dari sepuluh orang yang akan ikut.


Walaupun semua kerajaan dan Guild hebat di seluruh dunia di persilahkan ikut. Hanya saja perbedaan yang terlalu besar antara kerajaan besar dan mereka yang ingin di perlakukan sama dan adil bagaikan tembok tinggi yang tak akan bisa di panjat.


Kekaisaran Escapia sendiri sudah memperkirakan hal ini dan mengadakan acara pertandingan di Freedom Arena untuk formalitas saja supaya tak ada yang merasa di rugikan dan semuanya di berikan kesempatan yang sama.


Lalu yang terpenting untuk menyadarkan orang orang lemah di luar sana kalau kekuatan masihlah menjadi kunci utama untuk memasuki menara langit.


“Baiklah, jika hanya segini saja yang ingin berpartisipasi maka babak tambahan sekaligus babak terakhir akan kita mulai.”


Dengan aba aba dari Hedon, kini sebuah kastil terbang yang megah dan sangat besar muncul di hadapan delapan kontestan. Besar dan megahnya kastil terbang itu membuat banyak orang terpukau.


“Hebat, kasti apa ini? Desainnya juga sangat keren.”

__ADS_1


“Benar, dan terdapat pelindung mana yang sangat kuat di sana.”


Banyak penonton mulai merasa takjub dengan kastil terbang yang sangat besar tersebut. bagaimana tidak, kastil yang besarnya hampir sebesar Freedom Arena itu sendiri kini terbang melayang di atas tempat tersebut.


“Hohohoho, perkenalkan ini "Babel Castle" kastil besar ini adalah salah satu maha karya Ratu Seno, kastil ini biasa di gunakan pasukan Golden Lion dan kesatria lainnya untuk latihan.”


“Di dalam sini ada sepuluh ribu monster mulai dari rank D sampai rank SSS.”


“Lalu untuk delapan kontestan pemberani akan di pilih secara random untuk memasuki kastil ini dan mereka yang membunuh paling banyak monster adalah pemenangnya.”


“Harap bijak dalam bertindak, karna monster yang ada di dalam sini bukanlah monster sembarangan, walaupun itu hanya berbentuk ilusi dan program, tapi mereka juga bisa melukai kalian dan tak akan ada yang bisa menolong kalian selain kekuatan kalian sendiri di dalam sana.”


“Jika sudah tak kuat lagi untuk bertarung harap beri aba aba menyerah agar saya dapat mengaktifkan pelindung dan memindahkan kalian dari dalam sana, hohoho.”


Akhirnya Hedon mulai menjelaskan peraturan pertandingan tambahan itu. Jadi setiap monster yang di bunuh baik rank D atau SSS akan medapatkan 1 poin.


Jadi mau sebanyak apapun dan sekuat apapun monster yang kita bunuh tiap monster hanya akan di hargai 1 poin saja.


Di dalam sana keberuntungan menjadi kunci utama karna di tiap pintu yang ada akan ada mini bos yang sangat kuat dan jika kau sedang sial maka kau bisa saja menghadapi monster dengan rank SSS yang tak mungkin di kalahkan sendirian.


“Baiklah para kontestan jika sudah mengerti harap ambil nomor undiannya di sini.”


Lalu para kontestan mulai mengambil nomor undian. Karna nomor yang keluar akan random jadi siapapun bisa saja mendapatkan nomor pertama dan terakhir.


Evan yang mengambil nomor undiannya langsung tersenyum lebar saat melihat nomor undian miliknya.


“Hehehe, sepertinya pemenang dari pertandingan ini sudah di pastikan.”


“Huh, apa maksudmu tuan?”


“Sekarang ini bukan pertandingan lagi, karna aku akan membunuh semua monster itu.”


“Hum?...tuan, saya tau tuan kuat, tapi menghadapi semua monster di Babel kastil sendirian itu sama saja dengan bunuh diri.” Ucap Hedon yang sedikit heran dengan perkatan Evan.


Sedangkan kontestan lainnya yang sudah tau kehebatan Evan karna kejadian kemarin malam hanya bisa bingung dan diam.


“Hahaha, sepertinya tuan ini lucu juga ya.” Ucap salah seorang kontestan wanita.


“Iya benar, melawan sepuluh ribu monster itu mustahil.” Lanjut kontestan yang lainnya.


“Terserah kalian mau percaya atau tidak, yang jelas aku akan membunuh semua monster yang ada di sana jadi kalian semua bisa duduk manis dan menyaksikan dari sini.”


Lalu Evan yang mendapatkan nomor undian pertama berjalan dengan santainya menaiki tangga yang menjulang tinggi ke arah Babel kastil.

__ADS_1


Hari itu seluruh dunia akan di kejutkan dengan kekuatan sebenarnya pria bernama Evan Adams.


__ADS_2