
Mendengar perkataan yang selama ini sering ia mimpi mimpikan, Deluna yang saat itu menatap Evan tanpa sadar menitihkan air matanya.
Wajah kusut dan keriputnya mengeluarkan air mata yang menunjukkan betapa besar harapan dan kebahagiaan jika hal itu bisa di wujudkan.
Tapi walaupun begitu, ia juga tau kalau perkataan Evan itu hanyalah sebuah kata dan tak lebih dari itu.
“Terima kasih, tapi tidak ada cara untuk keluar dari tempat ini, jadi terima kasih untuk tawarannya.”
“Tidak ada yang mustahil di dunia ini, kita tidak akan tau kalau belum di coba.”
“Aku senang sekali karna kamu sangat peduli padaku, tapi aku sendiri sudah melakukan segala macam cara untuk keluar dari tempat ini dan semuanya gagal, jadi lebih baik kamu sekarang segera pergi karna jika kelamaan di sini energi kehidupan ini akan mulai mempengaruhi tubuhmu.”
Mendengar perkataan Deluna yang sudah pasrah dan tak ingin di tolong, Evan teringat kembali pada dirinya yang dulu. Dirinya yang lama pasti juga berfikiran sama seperti itu jika berada pada posisinya sekarang.
Tapi Evan yang kini memiliki sistem akan mengubah takdir hidupnya sendiri, bahkan takdir orang lain.
“Santai saja, beri aku waktu sebentar untuk mencari cara melepaskanmu dari penjara ini.”
Lalu Evan yang sudah membulatkan tekadnya duduk di sana sambil bertanya pada sistem.
“Sistem, apakah aku bisa menyerap semua energi kehidupan yang ada di sini sampai habis dengan skill yang saat ini ku pikirkan?”
[Energi kehidupan dari pohon kehidupan tak akan bisa di serap sampai habis tuan]
[Itu karna pohon kehidupan sendiri adalah jantung dari dunia ini jadi mustahil untuk menyerapnya sampai habis]
[Tapi jika tuan berencana hanya menyerapnya sampai titik di mana wanita itu bisa terbebas, mungkin saja bisa]
Mendengar jawaban dari sistem yang belum tau pasti, Evan di buat sedikit bimbang. Ia memikirkan beberapa skill yang sekiranya bisa menyerap energi yang terlalu banyak di sana sampai Deluna bisa setidaknya terbebas dari kekangan yang selama ini menyiksanya.
“Sistem, pilihkan dari semua skill yang ku pikirkan saat ini yang memiliki change tertinggi untuk dapat membebaskan Deluna.”
Setelah beberapa saat sistem menganalisa, akhirnya sistem memilih beberapa skill kelas atas yang sedang di pikiran Evan dan mungkin saja dapat menyelamatkan Deluna.
Satu kelemahan dari kemampuan Evan dalam membuat dan menciptakan skill adalah ia harus memikirkan sendiri skill yang ingin ia buat.
Jadi kemampuan sistem yang Evan miliki bisa merubah imajinasi Evan menjadi kenyataan dengan hanya bermodalkan CP.
Imajinasi itu sangat luas, Artinya Evan dapat melakukan apa saja dengan imajinasinya, tapi permasalahannya adalah kehebatan sistem ini justru di batasi oleh kemampuan pengguna itu sendiri.
Jika pengguna memiliki imajinasi yang sempit maka kekuatannya akan sangat terbatas dan hal inilah yang menjadi titik lemah kemampuan Evan karna sempitnya imajinasi yang Evan miliki saat ini.
[Lapor tuan, sistem telah memilih beberapa skill yang memungkinkan tuan untuk menyelamatkan gadis itu]
Lalu daftar skill yang memungkinkan Evan untuk menyelamatkan Deluna kini tersusun rapi di hologram mulai dari rank tertinggi sampai rank terterdah.
__ADS_1
Dari semua skill kelas atas yang di pikirkan Evan kala itu, terlihat ada satu skill dengan rank SSS yang berada di posisi teratas. Tapi saat melihat harga yang harus di bayar sangat mahal, Evan berpikir sejenak sebelum membuatnya.
“Anjir 500.000CP, karna kemaren abis bikin tubuh baru Ravaria sekarang sisa CPku cuman 525.258.”
Akhirnya setelah berdebat lama dengan dirinya sendiri, Evan kini memutuskan untuk membeli skill di posisi paling atas dengan rank SSS.
Walaupun harganya sangat mahal, tapi menurut Evan lebih baik mahal tapi berhasil dari pada setengah setengah dan gagal.
“Sistem aku pilih skill ini.”
“Baiklah tuan, apakah tuan setuju membayar 500.000CP sebagai biaya pembuatan skill baru]
“Ya, aku setuju.”
[Jawaban di terima]
[Memulai proses pembuatan skill baru]
[10%]
[20%]
[40%]
[60%]
.
[100%]
[Proses pembuatan skill selesai]
[Selamat uan mendapatkan skill Gluttony King Dimension dengan rank SSS]
{Skill Gluttony King Dimension, skill kelas tertinggi dengan rank SSS}
{Mampu menyerap dan menyimpan semua energi di dimensi lain dengan kapasitas tanpa batas dan dapat di gunakan di saat yang di butuhkan}
Setelah selesai membuat skil baru tingkat tertinggi, Evan yang kini sudah menghabiskan hampir semua CP miliknya lalu duduk bersila dan mulai bersiap siap mengeluarkan skill barunya.
“Huh, semoga dengan skill ini aku bisa membebaskannya.”
“Aku sudah menghabiskan hampir semua CP yang sudah ku kumpulkan selama sebulan ini jadi ini harus berhasil.”
Deluna yang melihat Evan berjalan mendekatinya dan duduk di hadapanya hanya bisa sedikit bingung dan bertanya tanya.
__ADS_1
Apa yang sebenarnya sedang di pikirkan manusia itu sekarang dan apa yang akan ia lakukan membuat Deluna sedikit khawatir.
“Apa yang mau kamu lakukan?...jangan bilang kamu mau menyerap semua energi kehidupan di sini?”
Mendnegar perkataan Deluna yang seperti melarangnya, Evan hanya menatap wajah wanita itu dan menjawabnya dengan singkat.
“Diam dan perhatikan dari sana, saat ini aku akan mencoba membebaskanmu.”
Sesaat Evan mengatakan itu, dalam sekejap mata ia mengeluarkan aura mana yang sangat kuat dan pekat. Dengan cepat seluruh ruangan itu di penuhi oleh energi mana Evan dan iapun mengaktifkan skill baru miliknya.
“Serap semua energi ini, Gluttony King Dimension.”
Dalam sekejap mata semua energi yang ada di sana di serap oleh Evan dengan sangat cepat. Deluna yang menyaksikan itu di buat kaget bukan main dan langsung berteriak.
“Bodoh, apa yang kau lakukan?...hentikan.”
Tapi Evan yang kini duduk di hapan Deluna sambil memejamkan matanya hanya diam mematung sambil terus menyerap energi kehidupan dengan cepat.
Deluna yang melihat itu menjadi marah dan mulai berteriak sambil mencoba menghentikan tindakan gila Evan.”
“Hentikan...apa yang kau lakukan dasar bodoh.”
“Jika kau terus menghisapnya kau akan meledak dan kau juga akan terperangkap di sini.”
Saat itu Deluna mencoba menghentikan tindakan Evan yang di matanya adalah tindakan yang gila dan bodoh.
Baru beberapa saat yang lalu ia menyerap energi kehidupan sampai melebihi batas tubuhnya dan hampir saja terbunuh karena itu.
Tapi bukannya kapok, ia kini justru menghisap kembali energi kehidupan yang memenuhi tempat itu. Bahkan kini daya hisapnya menjadi lebih kuat berkat skill Gluttony King Dimension.
Evan yang menghisap energi kehidupan di sana secara cepat mulai merasakan efeknya. Kini terlihat di wajahnya ekspresi sedikit tertekan karna bahkan skill Gluttony King Dimension yang berada di rank SSS tak dapat menahan efek panas yang di timbulkan karna terlalu banyak menyerap energi kehidupan.
Sebenarnya bukan skill itu, lebih tepatnya tubuhnya yang tak kuat menerima lebih banyak energi kehidupan.
Energi kehidupan, energi ini adalah energi positif yang akan membuat siapapun yang menyerap dan mendapatkannya merasakan efek hebat seperti hilangnya rasa lelah, bertambah kuatnya tubuh dan tenaga, bahkan juga bisa memperpanjang umur hidup seseorang.
Tapi balik lagi, semua hal yang baik belum tentu baik juga jika di konsumsi secara berlebihan dan itu juga berlaku untuk energi kehidupan.
Walaupun saat ini Evan menyerap dan memindahkan semua energi itu ke ruang dimensi lain di dalam tubuhnya seperti halnya baterai cadangan, tetap saja energi positif yang terlalu banyak itu mempengaruhi tubuh aslinya.
Tubuh Raja abadi yang dasarnya dapat menghisap seluruh enegi di dunia itu seperti menjadi senjata makan tuan bagi Evan.
Kini terihat tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dingin dan wajahnya mulai memerah. Deluna yang melihat itu tidak bisa lagi berkata apa apa.
Gila, hanya itu yang ada di pikiran Deluna ketika melihat seorang manusia yang bahkan tak mengenalnya dan baru saja bertemu denganya kini sedang mempertaruhkan nyawanya untuk sesuatu yang bisa di bilang mustahil.
__ADS_1
Tapi ketika melihat Evan yang terus menyerap energi di sana tanpa henti, Deluna saat ini dapat merasakan bahwa energi dari pohon kehidupan mulai menyusut dan pohon itu kini terlihat makin mengecil.
Deluna yang menyaksikan hal aneh itu mulai mengingat perkataan Evan sebelumnya bahwa tak ada yang mustahil di dunia ini.