
Pagi harinya Evan terbangun karna suara burung dan sinar matahari yang mulai menyinarinya. Evan yang terbangun kini pergi meninggalkan hutan Treant yang sudah hancur lebur.
“Hoaammmm...pagi pagi gini enaknya makan yang seger seger.”
Evan yang lapar langsung mengeluarkan bekal makanan yang ia bawa. Semalam Lilia membuatkan banyak makanan kesukaannya untuk menemaninya selama di menara langit. Kini di tangannya ada roti isi daging dan salad buah manis kesukaannya.
“Hemmmm, rasanya sangat enak, seperti yang di harapkan dari Lilia.”
Sambil terbang di langit, Evan yang memakan sarapannya kini tiba di sebuah pintu besar. Pintu itu bentuknya sama seperti pintu di lantai dua{Zwei}. Hanya saja desain dan warnanya berbeda. Pintu itu memiliki desain dan corak berwarna merah.
“Apa ini pintu ke lantai tiga?...apa aku gak akan melawan last bos atau semacamnya di sini?”
Evan yang sudah berada di depan pintu itu langsung mendorong dan terlihat portal berwarna terang seperti di pintu lantai dua. Ia yang sudah tak merasakan apa apa lagi di lantai dua langsung masuk ke portal tersebut.
Setelah masuk ia langsung berpindah ke sebuah tempat baru. Tempat yang ia masuki kini di penuhi oleh gunung berapi yang mengeluarkan larva panas di mana mana.
“Sialan tempat apa ini...kenapa semuanya gunung berapi.”
Evan yang tak nyaman dengan hawa panas di sana langsung mencari harta apa yang ada di sana sampai ia merasakan aura kuat dari gunung terbesar yang terlihat dari jauh.
Karna besarnya gunung itu, Evan yang berada ratusan kilo meter jauhnya saja masih bisa melihat besarnya gunung itu.
“Ayo kita ke sana sistem, aku dapat merasakan aura kuat dari gunung besar itu.”
Evan dengan cepat melesat bagai kilat menuju gunung terbesar yang berada di tengah tengah dunia yang luas itu. Karna kecepatannya, Evan tiba di sana hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Kini gunung berapi super besar dan panas itu tepat berada di hadapannya. Semua tempat itu sendiri hanyalah lahan kosong dan di penuhi larva panas yang mengalir dari gunung gunung layaknya sungai.
Berbeda dari lantai kedua yang memiliki energi kehidupan melimpah dan banyak monster, di lantai tiga ini Evan bahkan tak merasakan adanya tanda tanda kehidupan.
“Bagaimana ini, aku tak merasakan energi kehidupan dari lantai tiga ini.”
“Sistem, kekuatan besar yang ku rasakan di dalam gunung besar ini sebenarnya apa?”
[Lapor tuan, sistem sedang menganalisa, harap tunggu sebentar]
Setelah beberapa saat menunggu, Evan akhirnya di beritahu sistem energi apa yag ada di dalam gunung berapi tersebut.
Energi itu adalah energi panas yang sudah di luar batas wajar sampai sampai energinya memancarkan kekuatan yang dapat di rasakan bahkan dari jarak ratusan ribu kilo meter.
Lalu ada juga energi aneh yang menjadi inti dari gunung tersebut yang seakan sedang tertidur. Evan yang menggunakan armor raja iblis Tiamat yang pada dasarnya tahan elemen api pun tetap merasakan hawa panas itu dan sedikit membuatnya tak nyaman.
“Ayo kita cek sebelum pergi dari tempat ini, semoga saja ada harta atau monster yang bisa kita kalahkan.”
Evan akhirnya masuk ke dalam gunung besar tersebut. ia masuk dari atas mulut gunung itu yang menyemburkan larva panas tida hentinya.
__ADS_1
Tapi dengan armor tahan api miliknya, ia sama sekali tak terkena dampak dari panas luar biasa yang ada di sana. Sampai akhirnya Evan tiba di dasar gunung besar tersebut dan di sana hanya ada lautan larva yang memenuhi seisi gunung berapi tersebut.
Jika di lihat itu seperti danau besar di dalam gunung tapi airnya adalah larva.
“Aku merasakan energi misterius itu lebih pekat dari dalam sini.”
“Ayo kita coba cek apa yang ada di bawah sini sistem.”
Dengan cepat Evan menggunakan salah satu jurus andalannya.
“Epicenter.”
Seketika itu juga tanah bergetar hebat. Semuanya bergoyang dan tempat berdirinya Evan yang menjadi pusat dari itu semua mengalami efek paling parah.
Semua bebatuan dan tanah yang ada di dalam gunung besar itu berguncang hebat. Bahkan kini larva panas yang memenuhi tempat itu mulai naik ke atas permukaan karna seperti terdorong sesuatu yang sangat besar dari dasar gunung itu.
Evan yang sadar ada sesuatu yang mulai bergerak dari dasar larva itu makin menguatkan sihir miliknya dan skill Epicenter makin menggila.
Gempa bumi maha dahsayat kini memporak porandakan gunung besar itu dari dalam. Gunung besar yang terlihat kokoh itu kini mulai rubuh secara perlahan dan sesosok makluk mengerikan mulai keluar dari dasar gunung seperti ia baru saja terbangun dari tidur panjangnya.
Evan yang melihat sosok itu mau keluar dari dasar larva langsung terbang meninggalkan tempat itu yang sudah hampir roboh. Dengan cepat Evan keluar dan kini sudah berada di luar gunung besar itu.
”Ayo kita lihat monster apa yang baru saja kita bangunkan.”
Dalam seketika gunung besar itu hancur dan larva super panas dan bebatuan yang hancur bertebaran kemana mana. Saat ini di hadapan Evan sebuah gunung super besar hancur lebur dan mulai muncul sosok monster yang sangat besar dari sana.
Lalu dari dalam gunung besar itu seekor burung besar dengan warna merah dan di selimuti aura panas mulai keluar dan berteriak.
“Kkkkeeeeee....”
Suara pekikan burung besar itu menggema di seluruh lantai tiga dan kini burung super besar yang besarnya ribuan meter itu terbang tinggi ke angkasa.
Evan yang melihat itu langsung melihat statistik burung merah tersebut.
Nama : Heavenly Vermilion Bird
Ras : Bird
Level : 1.000
HP : 12.162.334.221
MP : 550.332.662
STR : 10.762.491
__ADS_1
AGI : 11.430.221
INT : 22.503.824
Skill : Heavenly Fire
Title : Penguasa langit dari selatan, Lord of Fire
Evan yang melihat statistik burung besar itu langsung mengeluarkan Ethereal Staf dan bersiap menyerangya.
“Level 1000, hahaha berapa level yang akan ku dapatkan jika berhasil membunuh burung besar ini.”
Burung besar itu yang merasakan hawa keberadaan Evan langsung menerjang ke arahnya. Ia terlihat sangat marah karna Evan telah menggangu tidurnya.
Evan yang saat itu juga sudah bersiap langsung menyerang burung besar tersebut dari jauh.
“Light Spear Thousand.”
Ribuan tombak cahaya sepanjang dua meter melesat bagai kilat ke arah burung Vermilion. Tapi dengan tubuh besarnya itu dan aura panas miliknya, ia menabrak semua serangan Evan sampai hancur lebur dan tak terlihat menerima luka sedikitpun. Evan yang melihat burung itu makin mendekatinya menggunakan salah satu skill baru miliknya.
“Nampaknya sekarang saat yang cocok untuk skill baruku yang lain unjuk gigi.”
“Rasakan ini burung besar, Chaos Edge.”
Sebuah retakan dimensi berbentuk sabitan pedang besar muncul secara tiba tiba dan menyerang burung besar itu, tapi ternyata serangan Evan tak berefek sama sekali dan Evan yang sudah sangat dekat dengan burung itu langsung lari secepat kilat.
“Freezing Atmosphere.”
“Arrow Cassade.”
Semua udara di sekitar Evan membeku, tapi udara dingin itu dengan cepat meleleh dan menjadi larva panas karna panasnya aura burung Vermilion.
Bahkan skill Arrow Cassade yang merupakan salah satu skill andalan Evan terlihat langsung hangus menjadi debu sebelum mengenai burung besar tersebut.
Sambil berlarian di kejar burung itu, Evan akhirnya lagi lagi meminta bantuan sistem untuk masalah yang ia hadapi.
“Sialan, semua seranganku tak beefek.”
“Sistem, sebenarnya api apa yang menyelimuti burung itu? Kenapa semua seranganku tak bisa melukainya.”
[Lapor tuan, itu adalah Api Surgawi]
[Api surgawi adalah elemen api tertinggi di dunia, jadi serangan sihir biasa tak akan mempan padanya]
[Dan juga hati hati terhadap api miliknya, jika tuan sampai terkena maka sudah dapat di pastikan tuan akan menjadi debu]
__ADS_1
Ketika mendengar peringatan dari sistem, Evan hanya bisa menelan ludahnya. Ia yang awalnya senang karna burung itu memiliki elemen api tak menyangka kini api surgawi burung itu bisa membunuhnya.
Armor Raja iblis Tiamat yang sejatinya kebal api hanya menjadi sampah di hadapan api surgawi burung Vermilion.