System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Atlantis


__ADS_3

Dengan cepat Evan menghantam pintu besar itu dengan tinjunya yang di perkuat elemen bintang. Dengan sekejap pintu kuat bagai baja itu bolong dan kini Evan dapat merasakan energi yang keluar dari tempat itu lebih kuat lagi.


Tapi sesaat pintu itu terbuka, ia dapat mencium aroma busuk yang keluar dari tempat itu.


“Wuehkk, sialan bau apa ini.”


Evan yang tak tahan dengan bau itu langsung melapisi dirinya dengan elemen angin agar ia bisa tetap bernafas dengan udara yang tak tercemar oleh bau menyengat tersebut.


Dengan cepat ia melompati pintu besar yang sudah bolong itu dan masuk ke dalammnya. Di dalam tempat itu sangat gelap dan tak terlihat apa apa. Evan yang baru masuk langsung mengaktifkan skill cahaya miliknya dan cahaya terang milik Evan langsung menyinari tempat gelap yang luas tersebut.


Ia kini dapat melihat ada banyak sekali tabung tabung yang berjejer dan memenuhi tempat itu sudah kosong dan hancur. Tabung tabung yang jumlahnya banyak sekali itu sudah hancur semua dan isinya tidak terlihat sama sekali.


Evan yang merasakan ada yang aneh dengan tempat itu langsung mengeluarkan Dragon God Sword.


Sambil berjalan mendekati tabung tabung yang hancur itu, ia melihat ada tulisan aneh di tabung itu yang ia sama sekali tak tau apa itu.


“Sistem, tulisan apa ini?”


[Lapor tuan, itu adalah tulisan dari bangsa Atlantis]


[Di sana di tuliskan Projec MP-1178]


“Huh, Atantis?”


[Benar tuan]


“Jadi kota besar ini dulunya adalah salah satu kota Atantis ya?”


[Ya, benar sekali]


“Hooo, pantas saja aku sedikit tak asing dengan kota bawah laut ini. Di dunia lamaku dulu bahkan cerita mengenai Atlantis ini sangat populer, aku tak menyangka ternyata mereka benar benar ada.”


“Tapi kenapa kota mereka ini bisa hancur?”


“Apa yang mereka hadapi sebenarnya sampai bangsa maju seperti mereka bisa seperti ini?”


[Ntahlah tuan, yang jelas mereka pasti berperang degan musuh yang jauh lebih kuat dari mereka]


Lalu Evan yang mulai berjalan kembali mengikuti energi misterius yang ada di sana di buat sedikit tak nyaman. Ia yang biasanya sangat senang dan tak sabaran ingin melihat apa yang akan ia temui kini sedikit berubah.

__ADS_1


“Makin dekat dengan energi ini aku dapat merasakan hawa yang tak enak sistem.”


“Apa ada bahaya di sana sistem?”


[Lapor tuan, energi ini berasal dari sebuah gumpalan aneh yang ada di ujung lorong tempat ini]


[Jika tuan tak ingin melanjutkan sampai ke sana sistem sarankan pergi sekarang karna bisa jadi tuan akan menemukan monster kuat seperti sebelumnya]


Saat mendengar peringatan dari sistem, Evan hanya bisa menelan ludahnya. Ia mengingat kembali kenangan buruknya yang hampir mati di lantai tiga karna di kejar kejar burung Vermilion.


Ia yang saat itu tak tau sedang membangunkan monster mengerikan hanya bisa berlari seperti merpati yang di kejar elang. Karna hal itu Evan yang kini dapat merasakan energi misterius itu lebih dekat menjadi sedikit bimbang.


Tapi karna sudah sampai sejauh ini, Evan yang merasa tak percaya diri memukul wajahnya sendiri dan menyadarkan dirinya.


“Plak...”


“Ayolah Evan, kau pasti bisa.”


“Tujuan utamamu memasuki menara langit adalah untuk mencari kekuatan.”


“Di kehidupan keduamu ini kau harus menjadi kuat agar tak kehilangan orang orang yang kau sayangi lagi.”


Evan yang kini sudah menenangkan dirinya berjalan kembali ke arah energi misterius itu. Ia berjalan sambil di terangi oleh cahaya miliknya sampai ia akhirnya tiba ke tempat yang memancarkan energi misterius super kuat itu.


Sambil mengamati gumpalan itu, Evan yang menyadari kalau gumpalan itu tak cuman satu melainkan ada banyak mulai merasakn hal aneh. Semua gumpalan itu seperti berubah bentuk seakan mereka sadar dengan kehadiran Evan.


Evan yang menyadari mereka akhirnya bangun langsung bersiap siap. Sampai gumpalan yang paling dekat dengannya terjatuh dari tempat ia menempel di dinding dan berubah ke bentuk aneh menyerupai manusia.


Karna tak ingin menungu monster aneh itu sampai berubah seutuhnya, Evan langsung menembakkan salah satu skill miliknya.


“Fire Arrow.”


Dengan cepat sihir api super panas milik Evan membakar mahkluk itu. Mahkluk aneh itu terbakar dan mulai berteriak. Teriakkannya menggema di seluruh bangunan dan membangunkan semua gumpalan yang ternyata saling terhubung.


Evan yang menyadari hal aneh itu bersiap siap untuk kabur karna jika bertarung di ruangan sempit itu ia sedikit tak di untungkan.


Saat ingin kabur ia melihat monster yang sudah terbakar oleh api panas miliknya entah kenapa tak menjadi debu dan malah bergerak gerak lagi.


“Sialan, dasar monster menjijikkan.”

__ADS_1


Evan yang menyadari keanehan dari monster yang ia hadapi kali ini langsung terbang dan meluncur ke pintu keluar. Jika ingin mengahadapi monster monster itu ia ingin setidaknya menghadapi mereka di tempat yang luas karna dengan itu jumlah mereka yang banyak tak akan terlalu merepotkannya.


Kini suara teriakan dari monster itu yang ternyata memenuhi tempat tersebut mulai menggema dan dengan cepat monster aneh itu mengejar Evan dengan sangat cepat. Evan yang melihat itu membekukan mereka semua sekaligus.


“Freezing Atmosphere.”


Dalam seketika semua ruangan itu membeku, tapi monster aneh itu yang awalnya membeku mulai bergerak kembali seakan akan udara yang membeku di tempat itu tak dapat menghentikan mereka.


Bahkan ketika Evan menggunakan skill Freezing Atmosphere kembali monster aneh itu sama sekali tak terpengaruh dan seperti kebal terhadap elemen es.


Dengan cepat Evan keluar dari tempat itu dan kini sudah tiba di luar. Evan yang sudah terbang dan memegang Ethereal Staf di tanganya mulai bersiap menyerang monster yang mulai keluar dari tempat itu.


Kini terlihat monster aneh yang seperti manusia tinggi besar berbentuk cairan mulai keluar dari dalam tempat yang sebelumnya Evan hancurkan dan kini Evan dapat melihat dengan jelas statistik dan level mereka yang sangat tinggi yaitu level 300.


“Level 300 dan jumlahnya ada puluhan, jika aku dapat membunuh mereka semua bisa dapet banyak exp nih.”


Evan yang melihat monster itu mulai keluar langsung menghujani mereka dengan skill andalan miliknya.


“Hujan meteor.”


“Arrow Cassade.”


Secara cepat dan tak henti hentinya serangan milik Evan menghujani monster aneh itu dari jarak jauh. Monster monster itu terkena serangan telak milik Evan dan hancur berkeping keping.


Setiap dari mereka yang baru keluar dari lobang di dinding di hancurkan dan di bakar oleh skill milik Evan tanpa pandang bulu.


Monster itu yang seperti tak memiliki kecerdasan karna mereka hanya terus keluar dari dalam sana padahal setibanya di luar mereka di bantai satu persatu terus saja keluar tanpa henti.


Tapi anehnya sebanyak apapun mereka hancur notifikasi naik level tak terdengar di kepala Evan.


Evan yang merasa aneh tapi juga tak mau memberi ampun terus menghujani mereka semua sampai tempat itu tak terlihat dan tertutup oleh asap dan debu dari serangan yang Evan lancarkan.


Setelah tak terlihat adanya pergerakan di bawah sana, Evan meghentikan seranganya sejenak dan langsung bertanya pada sistem kenapa ia sama sekali tak mendengar suara notifikasi naik level padahal ia jelas jelas sudah membunuh monster itu.


“Sistem, kenapa aku tak dapat exp dari membunuh mereka?”


[Lapor tuan, sampai saat ini belum ada monster yang tuan berhasil bunuh]


Ketika mendengar penjelasan dari sistem, Evan akhirnya paham dengan keanehan yang ia rasakan saat pertama kali melihat monster cairan tersebut.

__ADS_1


Lalu saat tempat yang sudah hancur lebur akibat serangan bertubi tubi milik Evan itu mulai terlihat kembali, kini ia dapat melihat monster monster cairan aneh itu menyatu kembali dan seperti tak menerima luka sedikitpun dari serangan yang ia lancarkan barusan.


Kemudian monster cairan itu dengan cepat membentuk sebuah sayap dan terbang dengan cepat bagai kilat menuju tempat Evan. Evan yang melihat itu hanya tersenyum dan mengeluarkan Dragon God Sword.


__ADS_2