
Ketika mendengar Zeno mengatakan Bumi, saat itu juga Evan terkejut dan langsung bertanya pada pria yang sejak awal kedatangannya selalu tersenyum kepadanya.
“Bumi ...jadi kau tau tentang bumi ya?”
“Sepertinya dugaanku benar...”
Bukannya menjawab pertanyaan Evan, Zeno justru tersenyum kembali ke arahnya. Evan yang melihat itu bertanya kembali tentang pernyataan Zeno yang membahas soal Bumi.
“Jadi apa kau juga berasal dari bumi?...”
“Bukan, tapi aku memiliki kenalan yang berasal dari sana.”
Ketika mendengar jawaban dari Zeno, Evan saat itu hanya bisa percaya dan mulai bertanya tentang teman Zeno yang katanya berasal dari Bumi tersebut.
“Ooohhhh, apakah dia yang menciptakan dan membuat kekaisaran timur ini menjadi seperti sekarang?.”
“Kalau boleh tau di mana dia?...aku sangat ingin bertemu dengannya.”
“Dia saat ini sedang tak ingin di ganggu jadi kau tak bisa menemuinya sekarang.”
“Tapi aku akan menyampaikan kabar ini kepadanya jadi kau tenang saja.”
Ketika mendengar perkataan Zeno, Evan yang awalnya duduk manis sampai di buat berdiri karna mendengar nama Bumi. Tapi akhirnya duduk kembali karna tak bisa segera menemukan orang yang ia ingin temui tersebut.
“Hemmm, jadi bukan Kaisar Zeno orang yang berasal dari duniaku, aku jadi makin penasaran siapa orang itu...” Ucap Evan dalam hati.
Lalu Zeno yang saat itu duduk tepat di hadapan Evan bertanya padanya sesuatu yang membuatnya sedikit waspada.
“Evan, kekuatan apa yang kamu miliki?”
Saat mendengar ucapan Zeno, Evan yang sudah jelas tak akan menjawab tiba tiba saja merasakan sesuatu yang aneh dan saat itu juga ia langsung mendengar suara sistem di kepalanya dan membawa kembali kesadaran Evan yang hampir hilang.
[Lapor tuan, sistem dapat merasakan aura aneh dari pria itu, sepertinya dia mencoba membuat tuan masuk dalam ilusinya]
Ketika mendengar suara sistem di kepalanya, Evan yang saat itu memang merasa aneh dan seperti terhipnotis langsung mengeluarkan aura mana yang sangat besar untuk keluar dari dominasi aura Zeno.
Saat melihat itu Lilia langsung kaget karna Evan tiba tiba saja mengeluarkan aura mana yang sangat kuat dan mengintimidasi.
“E-Evan apa yang kamu lakukan?”
__ADS_1
Melihat itu, Louise langsung berdiri dari kursinya dan memegang sebuah pedang yang ada di sampingnya.
“Apa yang mau kau coba lakukan...berani sekali kau mengeluarkan aura mengintimidasi di depan kaisar Zeno.” Ucap Louise sambil memegang pedang berwarna merah darah yang masih belum ia keluarkan di sampingnya seakan ia sudah siap menebas kepala Evan saat itu.
“Harusnya itu perkataanku, aku tak peduli kalian siapa tapi jangan coba coba mengganguku...”
Lalu dalam keadaan yang mulai tegang itu, Kaisar Zeno tiba tiba saja bertepuk tangan seakan akan ia memberikan penghormatan kepada Evan.
“Luar biasa, sungguh luar biasa...sepertinya aku sedikit meremehkanmu.” Ucap Zeno sambil menepuk tangannya.
“Maafkan untuk ketidaksopananku barusan, aku hanya sedang mengujimu saja...jadi mari lupakan masalah itu.”
“Heh, setelah menggunakan skill milikmu secara diam diam dan sekarang kau bilang aku harus melupakan masalah itu?”
“Sepertinya Kaisar Zeno tak seramah senyumannya.” Ucap Evan dengan santai di hadapan Zeno dan Louise saat itu.
Lilia yang mendengar Evan mengatakan kebenarannya akhirnya tau alasan Evan mengeluarkan Aura mana yang sangat besar secara tiba tiba.
Evan sendiri saat ini benar benar marah. Jika bukan karna sistem yang menyadarkan Evan kembali, mungkin saja saat ini ia sudah di kendalikan oleh Kaisar Zeno.
“Kau...berani sekali kau bicara seperti itu.” Louise yang saat itu sudah siap menebas kepala Evan di hentikan oleh kaisar Zeno.
Sebelum Zeno menyelesaikan perkataannya, Evan saat itu langsung berdiri dan menghentikan kembali Aura mana yang ia keluarkan.
“Ayo kita pergi Lilia, sudah tak ada yang perlu kita bahas di sini.”
Dengan santainya Evan menjulurkan tanganya ke arah Lilia. Lilia yang melihat itu langsung meraih dan menggengam tangan Evan lalu dalam sekejap mata mereka berteleport.
Evan sendiri sudah di peringatkan ole sistem kalau di sana ada banyak jebakan dan penghalang yang akan sangat mengganggu jika Evan terpaksa sampai harus bertarung di sana. Terlebih lagi mereka tak tau apa apa mengenai kekuatan Zeno.
"apa tak apa membiarkan orang tak sopan itu pergi begitu saja."
"santai saja, pada akhirnya mereka semua akan tunduk padaku." ucap Zeno sambil tersenyum sinis.
Dalam sekejap mata mereka kembali ke hotel dan Evan langsung berbaring di tempat tidur sambil memikirkan sesuatu. Lilia yang melihat itu bertanya kembali pada Evan apa yang sebenarnya terjadi.
“Tuan, kenapa tuan tiba tiba saja mengeluarkan Aura yang sangat kuat? Apa mereka mencoba melakukan sesuatu?”
“Iya, si bajingan itu berniat mengendalikanku saat itu.”
__ADS_1
“Huh, benarkah itu?...berani sekali dia melakukannya, sepertinya kita sudah salah menerima undangan pria itu.”
“Ya sudah mau bagaimana lagi, sekarang tak ada juga yang bisa kita lakukan dan jika dia masih berniat mengganguku, maka aku tak akan segan segan.”
Mendengar ucapan Evan yang sangat menyakinkan itu membuat Lilia makin terpukau oleh keberanian dan kehebatan pria muda yang saat itu ada di hadapannya.
Ia tau jika Evan sangat kuat, tapi untuk berani berbuat seperti yang baru saja ia lakukan tadi sudah lain cerita. Mungkin di dunia itu hanya ia yang berani bersikap arogan di depan kaisar Zeno dan pengawal pribadinya.
Selama satu minggu itu Evan yang bosan karna ia sendiri tak terlalu memerlukan senjata dan artefak yang di lelangkan karna memiliki banyak barang yang lebih bagus hanya menghabiskan waktunya leveling di benua Gondwana.
Sesekali ia berteleport dungeon atau ke tempat yang di huni banyak monster kuat dan membasmi mereka semua dengan mudah.
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan mendapatkan kotak hadiah misterius]
“Huh...akhirnya naik ke level 180.”
Kini terlihat Evan yang sedang duduk di hutan belantara yang di kelilingi oleh mayat monster monster besar yang sudah meregang nyawa di tangannya.
Evan yang sudah duduk santai mulai melihat ke inventory dan matanya kini tertuju pada sebuah kotak hadiah yang paling ia cari cari.
“Semoga dapat bagus....”
Dengan cepat Evan membuka kotak hadiah misterius dan kini ia mendapatkan sebuah artefak rank S yaitu Null Talisman.
“Wih dapat jimat...”
Dengan cepat Evan melihat deskripsi dari jimat yang berbentuk lingkaran dengan segel dan lambang aneh yang ia sendiri tak tau makna dari lambang tersebut.
{Null Talisman, jimat peninggalan dari Raja Kehampaan}
{Di katakan siapapun yang menggunakan jimat ini akan kebal terhadap segala jenis kutukan, sihir pengendalian ataupun kemampuan dan buff yang dapat merugikan penggunanya}
Ketika melihat kegunaan barang yang ia dapatkan, Evan hanya tersenyum tipis karna saat itu ia seakan mengingat kembali saat dirinya hampir di kendalikan oleh salah satu kemampuan Kaisar Zeno.
Lalu kini ia mendapatkan artefak yang mampu menangkal segala jenis kutukan dan skill yang merugikan dirinya. Dengan itu, ia sedikit lebih tenang.
Sampai waktu sudah berlalu satu minggu lamanya dan acara yang Evan tunggu tunggu akan segera di mulai. acara tersebut adalah pertandingan Coloseum yang melibatkan banyak guild guild kuat dari seluruh dunia.
__ADS_1