
Dalam kecepatan yang melebihi suara itu, serangan Naraka di tahan oleh Evan dengan menggunakan Dragon God Sword. Merasakan energinya yang di serap dengan cepat. Naraka di buat sangat terkejut.
Jika bukan di malam hari mungkin energinya akan terserap hanya dalam beberapa detik saja. Tapi di malam hari, ia yang memasuki mode Raja Iblis “Greedy King Mammon” memiliki energi mana yang tak terbatas.
Night King, sebuah gelar yang tak main main karna di malam hari tak akan ada orang yang berani berusuran dengan Raja Iblis yang satu ini karna di malam hari ia bisa di bilang tak terkalahkan.
“Membunuhku? Apa kau bisa melakukannya?”
Dengan cepat Naraka mengeluarkan energi mana super kuat. Seluruh orang yang ada di Freedom Arena kini berada di bawah dominasi mana yang Naraka keluarkan.
“Ahhhh, tekanan ini...”
“Sialan...ini tekanan dari aura raja iblis Naraka.”
Terlihat banyak penonton mulai kesakitan bahkan hanya karna menerima efek dominasi mana yang Naraka keluarkan.
Beberapa bangsawan dan petarung dari kerajaan lain pun sama, tapi di malam hari tak akan ada orang bodoh yang berani berurusan dengan Raja iblis yang satu ini.
“Cih, padahal acara berjalan lancar lalu aku bisa pulang dan tidur setelah ini, tapi dua orang bodoh itu justru membuat masalah.” Ucap seorang wanita cantik yang tak lain adalah Seno Blackworld.
“Hahaha, kalau kamu sudah lelah maka beristirahatlah, masalah ini biar aku saja yang selesaikan.”
“Yasudah, dan tolong jangan terlalu terbawa suasana, aku tak ingin tidurku terganggu malam ini.”
Lalu Seno pergi meninggalkan Ruangan vip utama yang sangat besar di ikuti oleh Louise. Zeno yang saat ini bersama beberapa orang terkuatnya hanya melihat perselisihan di antara Narakan dan Evan.
Kini Zeno dan pasukan Khususnya yaitu pasukan Black Dragon terlihat sedikit tertarik dan menunggu momen yang pas untuk menghentikan mereka.
“Apa tuan yakin membiarkan dua makhluk mengerikan itu bertarung di Freedom Arena?” ucap salah seorang dari pasukan khusus Zeno.
“Santai saja, jika sudah berlebihan maka kita hentikan mereka dan aku sedikit tertarik dengan kekuatan orang yang berasal dari dunia yang sama dengan Seno, jadi anggap saja ini sebagai pertunjukan penutup acara malam ini.”
Naraka yang melihat Evan tak terpengaruh oleh dominasi mananya dari dekat hanya tersenyum jahat.
“Begitu ya, ternyata cerita kau yang membunuh Zakiro benar adanya.”
“Jadi bagaimana sekarang? Aku akan mengangap tak terjadi apa apa jika kau mau menyerahkan gadis itu padaku sekarang.”
“Kau ini bodoh atau apa, bukankah sudah ku bilang jika kau berani macam macam dengan gadis ini maka aku akan membunuhmu!"
Mendengar jawaban dari Evan, Naraka menjadi makin marah dan mengeluarkan aura mana yang lebih dahsyat lagi. Kini aura pekat dan gelap miliknya mememenuhi seluruh lapangan pertandingan.
__ADS_1
“Kau, dasar kurang ajar, jika itu maumu maka matilah dengan gadis ini sekarang.”
Dengan cepat Naraka mengeluarkan skill tingkat tinggi. Kini sebuah bola hitam pekat sebesar gunung terlihat jelas di atas Freedom Arena.
Karna besar dan kuatnya kekuatan itu banyak penonton lari kalang kabut karna takut terkena efek dari serangan tersebut.
“Sialan, apa mereka tak memperdulikan penonton di sini.”
“Lari...aku tak yakin penghalang ini mampu menahan serangan sebesar itu.”
“Kemana pasukan kekaisaran? Apa mereka tak akan menghentikan pertarungan kedua orang itu?”
Para penonton yang panik berlarian meninggalkan Freedom Arena. Kini di atas Freedom Arena lebih tepatnya di atas lapangan pertandingan gumpalan energi kegelapan sebesar gunung langsung mengarah ke Evan.
“Matilah manusia rendahan...”
“Night Eater.”
Dengan arahan tangannya yang besar, Naraka mengarahkan serangan super besarnya dan maha dahsyat itu kepada Evan. Semua orang yang menyaksikan itu terlihat diam dan hanya mengamati saja.
Bukan karna apa apa, di Freedom Arena sendiri setiap petarung bebas mau mengikuti pertandingan atau tidak dan tidak ada paksaan jika tak ingin ikut.
Semuanya tergantung tekadmu sendiri dan kekuatanmu. Lalu yang jelas mereka yang memasuki area pertandingan dan menggangu jalannya pertandingan dengan alasan apapun tidak di benarkan.
“Kekekekeke, di pertandingan sebelumnya dia tak hadir dan sekarang malah berbuat rusuh.”
“Adams Guild, aku penasaran orang seperti apa yang berhasil menundukkan raja iblis Lilia.”
Banyak penonton dari kerajaan lainnya hanya melihat dan ingin menyaksikan seberapa kuat orang yang di kabarkan telah membunuh monster pembawa malapetaka seorang diri.
Evan yang melihat serangan super besar mengarah padanya dan Chloe hanya diam tak bergerak. Dengan armor dan jubah raja iblis Tiamat, ia terlihat gagah dan tetap tenang walapun energi kegelapan super besar itu mengarah kepadanya.
Chloe yang melihat itu menjadi panik dan ketakutan. Ia yang melihat energi kegelapan yang tak berujung di atas Freedom Arena tak dapat berkata kata lagi.
Saat energi itu mulai turun dan mengarah pada Evan, Chloe hanya bisa berteriak karna sangking takutnya.
“Evan....”
Tapi Evan hanya tersenyum dan tetap berdiri santai. Semua orang yang melihat tindakan Evan yang terlalu santai itu tak habis pikir dan mulai mengoceh.
“Apa dia ketakutan?”
__ADS_1
“Sepertinya dia sudah pasrah dan tak bisa lari lagi.”
“Apakah benar begitu? Yang ku lihat pria itu tersenyum seakan akan ia kini melihat sesuatu yang membuatnya lucu.”
Banyak ocehan dan spekulasi mulai memenuhi pikiran orang yang melihat Evan yang hanya diam tak bergerak.
Sampai akhirnya energi kegelapan super besar itu sampai padanya dan dalam sekejap mata Evan mengeluarkan skill miliknya.
“Lahap mereka semua sampai tak tersisa.”
“Gluttony King Dimension.”
Dengan sangat cepat energi yang mengarah pada Evan langsung di serap oleh sebuah portal dimensi yang keluar di hadapannya.
Semua energi kegelapan yang pekat itu di serap sacara cepat oleh portal aneh yang Evan keluarkan. Sampai akhirnya gumpalan energi kegelapan yang besarnya bagaikan gunung itu di serap sampai tak tersisa sedikitpun.
Serangan maha dahsyat yang Naraka lancarkan dapat dengan mudah di hentikan oleh Evan. Semua orang yang menyaksikan kehebatan Evan di buat tak dapat berkata kata lagi.
Kuat, hanya itu yang ada di pikiran mereka semua. Serangan maha dahsyat yang harusnya menghancurkan Evan dan seluruh lapangan pertandingan menghilang begitu saja seakan tak pernah ada.
Naraka yang melihat salah satu serangan terkuatnya dapat di tahan dengan mudah oleh Evan hanya tersenyum jahat dan mulai tertawa kembali.
“Hahahahaha, begitu ya...dengan ini semuanya menjadi lebih menarik bagiku.”
Naraka yang melihat kehebatan Evan bukannya takut tapi justru merasa senang. Pria yang di juluki Night King itu kini terlihat makin bersemangat.
Evan yang menyaksikan senyum dan wajah kegembiraan dari Naraka hanya tersenyum tipis dan menjawab pernyataan pria iblis itu.
“Begitu ya.”
“Mungkin ini akan menjadi menarik juga bagiku jika kau berhasil selamat dari seranganku ini.”
Lalu Evan mengeluarkan Ethereal Staf dan mengarahkannya ke atas langit malam.
“Rasakan ini iblis bodoh.”
“Arrow Cassade!”
Dalam sekejap langit malam di kota Skypea berubah warna. Langit malam yang gelap itu kini terlihat terang benderang karna saat ini jutaan anak panah muncul dari langit dengan berbagai macam elemen.
Cahaya anak panah yang memenuhi langit malam kota Skypea itu turun dengan sangat cepat dan langsung mengarah pada Naraka.
__ADS_1
Semua orang yang menyaksikan skill hebat milik Evan yang bahkan jangkauanya bukan hanya Freedom Arena tapi juga seluruh kota besar Skypea tersebut di buat sangat kagum dan sedikit ketakutan.