
Evan yang melihat Elven tertawa jahat hanya bisa kesal saat mendengar tawaan pria itu. Ia yang saat itu hanya bisa tetap bersandiwara mencoba menahan dirinya sampai semua rencananya berjalan lancar.
“Aku mengerti, sekarang apa yang harus ku lakukan untukmu?”
“Hemmm, apa ya...pertama tama kita akan kembali ke istanaku dulu, kau sangat bau, lebih baik bersihkan dirimu itu karna sekarang kau akan menjadi bawahanku.”
Akhirnya Evan di tuntun si penjaga pergi ke dalam istana Elvas yang terlihat sangat besar. Jika di bandingkan dengan semua kerajaan yang Evan pernah kunjungin sudah jelas kalau yang satu ini adalah yang terbesar dan termegah.
Bahkan jika di bandingkan kekaisaran Escapia, istana kerajaan Sargon ini jauh lebih besar dan megah. Evan yang tiba di kamar yang telah di sediakan langsung mandi karna memang dia sangat menginginkan itu juga.
“Ahhh, akhirnya aku bisa mandi...”
Evan yang telah membersihkan dirinya langsung bergegas menemui Elven yang memang sudah menunggunya. Kini Evan yang pergi ke ruangan utama yang merupakan ruangan Raja memasuki tempat besar tersebut.
Di dalam sana ia bisa melihat Elven dengan tujuh istrinya yang sangat cantik. Ke tujuh istri Elven merupakan putri atau ratu dari kerajaan yang berbeda beda.
Ada dari manusia, Elf, Iblis dll. Bahkan ada yang merupakan keturunan ras naga dengan dua sayap dan ekor besarnya.
Satu hal yang sama dari semua wanita wanita Elven adalah mereka semua memiliki tanda segel kutukan yang berada di masing masing tubuh mereka. Evan dapat mengetahui itu karna ia juga memilikinya.
“Akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggumu.”
Elven yang melihat kedatangan Evan langsung menyambutnya. Di sana Elven memajang dan meletakkan semua barang barang milik Evan secara beraturan dan langsung bertanya saat itu juga pada Evan tentang keanehan dari barang barang miliknya.
“Aku dapat merasakan kekuatan maha dahsyat saat kau menggunakan barang barang ini, tapi kenapa saat aku melepaskannya darimu efek kekuatan itu juga ikut menghilang?”
Evan yang sudah mempersiapkan jawaban dari pertanyaan Elven langsung menjawab itu semua.
“Tentu saja kau tak bisa menggunakan semua barang barang ini, bahkan jika kau bisa menduplikatnya semua barang ini hanya aktif pada tuan mereka yaitu diriku.”
“Itu karna semua barang ini adalah barang pemberian guruku dan aku juga tak tau kenapa, yang jelas barang barang ini hanya bisa di gunakan olehku saja.”
“Hemmm, begitu ya, tapi kenapa tombak Enki dan cincin dengan permata merah ini berbeda?”
__ADS_1
“Kalau itu karna dua item tersebut bukan dari pemberian guruku, aku menemukannya saat berpetualang.”
“Hooo, siapa gurumu?”
“Entahlah, aku hanya tau kalau dia adalah utusan Dewa tapi asal usulnya juga masih belum jelas.”
Saat mendengar jawaban Evan, Elven mengaktifkan salah satu skill miliknya yaitu Truth Eyes yang dapat melihat semua kebenaran dari lawan bicaranya dengan hanya melihatnya saja.
Dan hasil dari skill miliknya itu sama sekali tak bisa melihat benar atau tidaknya yang Evan katakan. Itu seperti ada sesuatau dalam tubuh Evan yang bahkan ia dan Truth Eye saja tak bisa melihat kebenaran tersebut. Tapi satu hal yang ia ketahui adalah apa yang di katakan Evan adalah kebenaran.
“Begitu ya, terserahlah kau mau mengatakan apa...yang jelas aku menginginkan kekuatan dari barang barang ini jadi bisakah kau melakukan sesuatu pada mereka?”
“Maaf, bukannya sudah ku bilang kalau aku juga tak tau menahu soal itu, itu semua adalah hadiah dari guruku jadi hanya dia yang bisa melakukan hal itu.”
Saat mendengar jawaban dari Evan, semua istri Elven hanya bisa menunduk dan terlihat sangat ketakutan. Mereka semua belum pernah bertemu dengan sosok yang berani bicara santai seperti itu di hadapan Elven.
Elven Chandra, seorang pria dari clan Black Elf yang terkenal dengan kekuatan sihirnya yang tida tara di dunia tersebut dan menjadi satu satunya Raja di dunia mereka yang berhasil menyatukan dan menundukkan semua musuh musuhnya dengan kekuatan kini sedang berbicara dengan orang asing yang terlihat tak takut sama sekali dengan Raja yang di juluki sebagai Raja penakluk tersebut.
“Heeee, yasudah ambil semua barang barang ini.”
“Saat waktunya tiba nanti aku sendiri yang akan bertanya pada gurumu itu.”
Evan yang mendengar jawaban dari Elven di buat sedikit terkejut karna pria itu dengan mudahnya menyerahkan semua barang barang miliknya.
Evan pikir dia akan menyimpan ataupun melakukan hal lainnya yang membuat Evan kesulitan jika ingin mendapatkan barang barangnya. Tapi pria berkulit hitam pekat itu terlihat tak tertarik lagi setelah mengetahui fakta sebenarnya yang Evan sampaikan.
Walaupun Evan sedikit berbohong tapi yang dia katakan adalah kebenaran mutlak karna memang semua item itu tak akan berguna bagi orang lain selain dirinya. Lalu Elven saat itu juga langsung menyuruh Evan mengambil semua perlengkapan miliknya.
Evan yang mendapatkan kesempatan emas itu tak menyia nyiakan itu semua dan mengambil semua barang miliknya.
“Terus di mana pedang yang kau gunakan waktu itu?”
“Ohh, kalau itu aku menyimpannya di salah satu skill milikku.”
__ADS_1
“Begitu ya, jadi kau bisa menyimpan benda di dimensi lain juga.”
“Ya, kurang lebih seperti itu.”
“Yasudah keluarkan pedang itu, aku sedikit penasaran dengan pedang yang bercampur Oriharukon Shard tersebut, aku dengar dengar material itu hanya ada di dataran para dewa.”
“Tapi bukankah kau menyegel keku-.”
“Seeeeehhh.”
“Jangan bermain main denganku, aku tau segel lemah seperti itu bukanlah masalah bagimu.”
“Jadi keluarkan pedang itu sekarang.”
Evan yang mengetahui fakta bahwa Elven tau kalau segel miliknya sudah tak mengekangnya hanya bisa tetap tenang. Walaupun ia sedikit terkejut karna Elven mengetahui fakta tersebut padahal ia belum melepaskan segel itu sama sekali membuat Evan makin berhati hati.
Dengan cepat Evan akhirnya melepaskan segel dari Elven dan mengeluarkan Dragon God Sword.
“Ini...”
Kini pedang sepanjang satu meter dengan ukiran unik berbentuk naga emas di ganggangnya muncul dan Evan langsung memberikannya pad Elven.
Elven yang memegang Dragon God Sword langsung tau kehebatan pedang itu dan langsung menciptakan duplikat dari pedang tersebut.
Kini sebuah pedang yang sama percis dengan Dragon God Sword muncul di genggaman Elven. Bedanya dari milik Evan yang memancarkan aura berwarna biru, pedang duplikat milik Elven berwarna hitam mengkilap dengan desain dan ciri khasnya sendiri.
Tapi satu hal yang pasti adalah pedang hitam itu sama kuatnya dengan Dragon God Sword yang asli. Evan yang sudah menjalankan rencana lainnya langsung bertanya pada sistem.
“Sistem, apakah sudah selesai?”
[Lapor tuan, sedikit lagi]
Kini Evan yang menyuruh sistem untuk memindai ulang tubuh Elven hanya bertindak santai dan biasa saja padahal saat ini ia sedang merencanakan hal gila yang akan membuat pria dengan gelar Raja Penyihir itu merasakan kekalahan untuk pertama kalinya.
__ADS_1