
Evan yang selesai mengupgrade tubuhnya lalu tesadar kembali. Sesaat setelah ia membuka matanya, ia bisa melihat sesosok manita dengan telinga panjang dan rambut putih berlian sedang memeluknya yang tengah tertidur.
Wajah cantik wanita itu seketika itu juga seperti menghipnotis Evan yang baru saja terbangun. Wajah yang awalnya keriput dan mengkerut itu berubah menjadi sangat cantik dengan Bibir pink merona seperti bayi, mata biru sebiru lautan serta dua gunung super besar yang saat ini tepat di hadapan Evan membuatnya hampir mimisan.
Wanita itu yang tak lain adalah wanita yang baru saja di tolongnya langsung tersenyum manis ketika mengetahui Evan sudah tersadar dari tidurnya.
“Akhirnya tuan sadar juga.”
Evan yang mulai mendapati kesadarannya seutuhnya akhirnya mulai mengingat semua kejadian sebelum ia pingsan. Kini di wajahnya terlihat jelas senyum kebahagiann dan kepuasan karna semua usahanya tidaklah sia sia.
“Begitu ya, jadi aku berhasil."
“Ya, tuan telah berhasil mengeluarkanku dari penjara ini.”
“Baguslah kalau begitu.” Ucap Evan dengan senyum penuh kepuasan.
“Lalu bagimana caranya kamu bisa lepas? Bukannya aku saat itu pingsan?”
“Itu...sebenarnya karna tuan menyerap energi kehidupan yang sangat banyak membuat pohon kehidupan menyusut sampai akhirnya tubuhku yang terjebak dan menyatu dengan pohon ini bisa terbebas.”
“Saat aku bisa bergerak kembali, saat itu juga aku yang melihat tuan sudah di ambang batas mencoba membantu tuan sebisaku.”
“Begitu ya, jadi yang saat itu memelukku dan memberikan bantuan adalah kamu ya.”
“Benar tuan.”
Deluna yang sejak awal sudah sangat di buat penasaran tetang apa maksud dan alasan sebenarnya pria yang kini ada di pelukannya itu sampai rela mati matian menyelamatkan dirinya yang bahkan mereka tak saling mengenal itu langsung bertanya pada Evan.
“Kenapa tuan mau menolongku? Apa alasan tuan melakukan semua itu?”
Mendengar Deluna yang bertanya apa alasan Evan menolongnya membuat Evan tersenyum tipis.
Sambil tersenyum ia menjawab pertanyaan wanita cantik yang kini menatapnya dari atas sambil memeluk tubuhnya dengan erat.
“Apa aku butuh alasan untuk menolong seseorang?”
“Huh...tapi-“
“Sudahlah, yang penting kamu sekarang sudah terbebas jadi tak usah memikirkan hal hal seperti itu.”
Lalu Evan yang merasakan sesuatu yang luar biasa dari tubuhnya langsung bangkit dari posisinya yang sekarang dan meregangkan badan.
Kemudian ia bertanya pada sistem tentang tubuhnya yang kini terasa jauh berbeda. Evan sendiri sudah bisa merasakan hal luar biasa dari tubuh barunya itu. Dari kepalan tangannya yang penuh energi saja sudah membuatnya penasaran.
“Sistem, apa yang terjadi pada tubuhku? Kenapa enegi dalam diriku bergejolak seakan tak ada habis habisnya?”
[Lapor tuan, itu karna efek upgrade tubuh baru yang tuan miliki]
__ADS_1
“Begitu ya, jadi apa kehebatan dari tubuh baruku ini?”
Lalu secara cepat sistem menampilkan layar hologram yang menunjukkan kehebatan tubuh baru Evan.
{Tubuh Dewa Abadi, tubuh yang hanya di miliki oleh para dewa, memiliki keunikan dan kelebihan tiada tara dan dapat terus bertambah kuat tanpa ada batasan}
{Tubuh Dewa Abadi, memiliki kehebatan yang dapat memperkuat semua status secara terus menerus, memperkuat fisik dan jiwa, serta tak akan tertekan oleh tingkatan dunia yang lebih rendah atau lebih tinggi}
{Mereka yang memiliki Tubuh Dewa Abadi akan kebal dari segala macam penyakit dan memiliki keabadian dalam segi umur dll}
Ketika melihat penjelasan yang bahkan jika terus di baca seperti tak ada habisnya itu, Evan hanya bisa tersenyum.
Ia sendiri di beritau sistem kalau change untuk mendapatan tubuh ini di dunia tersebut tak lebih dari 1% dan dengan keajaiban dan berkah yang terus berdatangan padanya membuat Evan benar benar senang.
Tak sia sia semua usaha yang ia lakukan. Bukan hanya membebaskan Deluna, tapi ia juga seperti mendapatan hadiah besar karna sudah mengalahkan takdir dirinya sendiri yang ada di masa lalu.
“Hahaha, tubuh ini benar benar hebat, bahkan sekarang energi kehidupan yang ada di sini sama sekali tak membuatku tertekan.”
Kini di hadapan Evan terlihat statusnya yang makin gila dan hebatnya lagi mana dan darahnya terus meningkat. Juga tak lupa status yang Evan miliki juga meningkat dengan sendirinya.
Saat ini ia bisa melihat angka statusnya yang meningkat dengan sendirinya bahkan tanpa harus leveling.
Nama : Evan Adams
Ras : Demigod
HP : 362.334.221+
MP : 500.332.662+
STR : 327.556+
AGI : 330.221+
INT : 400.329+
Skill : Hujan Meteor, Thunder Bold, Arrow Cassade, Heartstooper Aura, Anti Curse, Map Teleportasi, Costume Change, Exp Boost DLL
Title : Dragon Slayer, Manusia Setengah Dewa
“Ini benar benar gila, semua statusku meningkat pesat dan terus bertambah.”
”Baiklah sekarang waktunya kembali...”
Evan yang sudah mendapatkan apa yang ia mau bahkan lebih, memutuskan untuk segera kembali ke Freedom Arena.
Deluna yang melihat Evan akan segera meninggalkan tempat itu merasakan sesuatu yang aneh pada hatinya.
__ADS_1
Walaupun dia adalah orang paling berpengaruh dan kuat di ras elf sepuluh ribu tahun yang lalu. Ia merasa kalau kehilangan kesempatan untuk terus bersama Evan maka akan sangat di sayangkan.
Dan juga untuk membayar kebaikan Evan yang sudah menolongnya hanya ada satu cara, yaitu dengan mengabdikan hidupnya dan akan selalu ada jika ia membutuhkan bantuan.
“Urusanku di sini sudah selesai, jadi aku akan kembali ke Freedom Arena, terima kasih atas segala sesuatunya.”
Mendegar Evan yang justru berterima kasih padanya membuat Deluna kebingungan. Pria yang ada di hadapannya bahkan tak meminta hadiah atau bayaran karna sudah melepaskannya dari penjara tersebut.
“Apa tuan sudah mau pergi?”
“Ya...aku masih harus kembali ke tempat teman temanku.”
Lalu Evan pergi berjalan dan mulai meninggalkan Deluna di sana. Walaupun ia sudah di bebaskan dan sekarang ia sudah bebas melakukan apapun yang ia mau. Tapi wanita itu justru merasa sudah terpenjara di tempat yang berbeda.
Saat melihat Evan yang terus berjalan meninggalkannya, Deluna akhirnya memutuskan untuk mengikuti Evan dan menjadi bawahannya.
“Tuan...tunggu.”
Mendengar suara wanita yang memanggilnya, Evan berhenti berjalan dan berbalik arah.
Tapi kini di hadapanya wanita yang cantik itu sedang bersujud dan meminta sesuatu yang sudah ia duga.
“Tuan, tolong biarkan saya membayar semua kebaikan tuan.”
“Saya tau apapun yang saya lakukan itu tak akan bisa membalas kebaikan yang sudah tuan berikan pada saya, tapi...saya tetap ingin membalas budi, apapun akan saya lakukan untuk tuan.”
“Hohoho, apapun ya...tapi bukankah sudah ku bilang kalau aku menolongmu bukan karna ingin mendapatkan sesuatu.”
“Setidaknya, setidaknya biarkan saya menjadi bawahan tuan untuk membayar balas budi ini...”
Lalu Deluna menundukkan kepalanya di hadapan Evan. Ia seakan akan tunduk seutuhnya pada pria yang kini ada di hadapannya.
Melihat itu Evan merasa tak enak hati dan menghentikan tindakan merendahkan dirinya sendiri itu.
“Hentikan, aku bukan dewa yang sampai harus kamu sembah!”
“Jika kamu bersikeras ingin menjadi bawahanku ya sudah.”
“Tapi ingat ini, jika kamu ingin bersamaku maka jangan pernah merendahkan dirimu dengan menjadi bawahanku, anggap aja kita ini teman atau semacamnya.”
“Ba-baiklah tuan...”
Lalu dengan gembira Deluna berdiri dan kini mendekat ke arah Evan. Evan yang melihat tingkah aneh Deluna mencoba tetap tenang dan kalem.
Pelukan penuh kebahagiaan dan kemesraan dari Deluna kepadanya saat itu seperti sudah Evan perkirakan dan telah ia tunggu tunggu.
“Hehehe, dapet satu lagi...”
__ADS_1
Lalu mereka berdua jalan meninggalkan pohon kehidupan yang saat ini bentuknya sudah menyusut.