
Evan yang melihat ada dua buah makam yang terlihat sangat tua langsung mendekatinya. Tapi karna sebuah penghalang berwarna kemerahan, ia tak bisa memasuki makam tersebut.
Dengan cepat Evan mengeluarkan Dragon God Sword dan menebas penghalang tersebut. penghalang yang awalnya terlihat kokoh dan tak bergeming itu di tebas oleh senjata terkuat milik Evan, lama kelamaan cahayanya memudar karna di serap oleh efek spesial dari material surgawi yaitu Oriharukon Shard dan mulai menghilang.
“Hehehe, segel seperti ini tak akan bisa menghentikanku.”
Dengan cepat Evan memasuki area peti mati dan sekarang berdiri tepat di depan dua buah peti mati yang terlihat sudah sangat kuno.
Evan yang penasaran apakah di dalam sana ada harta langsung membuka peti mati pertama yang ada di sebelah kanan. Saat membukanya terlihat jasad yang sudah tinggal tulang yang jika di lihat dari rambut dan pakaiannya itu adalah seorang wanita.
“Cih, gak ada apa apa nih?”
Evan yang tak mendapatkan apa apa di makam pertama lalu membuka makam kedua. Saat membuka makam itu Evan di buat terkejut bukan main karna saat ini di hadapannya ada tubuh seorang pria yang terlihat masih utuh.
Hanya saja bagian wajah dan lainnya sedikit hancur dan mengkerut. Saat melihat jasad yang menjijikkan dan sangat bau itu, Evan hanya bisa menutup hidungnya sambil melihat apakah ada barang berharga yang bisa ia dapatkan.
Sampai ia melihat dan merasakan energi dari cincin yang di gunakan jasad pria yang terlihat seperti seorang raja tersebut. Batu di cincin itu berwarna merah darah dan memancarkan energi unik yang berwarna kemerahan. Evan yang melihat itu langsung bertanya pada sistem cincin apa itu sebenarnya.
“Sistem, cincin apa ini? Apakah cincin ini memiliki kehebatan seperti cincin raja Solomon yang ku miliki?”
[Lapor tuan, sistem sedang memindai cincin tersebut harap tunggu sebentar]
Sambil menunggu jawaban pasti dari sistem, Evan mencopot cincin itu dari jari jasad yang sudah membusuk dan hampir hancur tersebut. kini di tangannya ia merasakan energi hebat seperti mengalir ke dalam dirinya.
[Lapor tuan, itu cincin raja Valir]
[Cincin ini memiliki efek memperkuat kekuatan jiwa tuan]
“Hooo, memperkuat kekuatan jiwa ya, jadi dengan ini teknik ilusi seperi milik belut raksasa itu bisa ku tangkis dengan mudah dong?”
[Benar sekali tuan dan cincin ini juga memiliki kegunaan lain sebagai benda yang dapat memperkuat kekuatan ilusi seseorang]
“Jadi begitu ya, Raja Valir ini siapa sih sebenarnya?”
[Ia adalah raja dari masa lalu yang terkenal suka mengoleksi budak wanita, di puncak kekuatan miliknya ia dapat menjadikan musuhnya sebagai budak dengan kemampuan miliknya]
“Hoooo, hebat juga nih orang.”
__ADS_1
Setelah mendapatkan apa yang ia mau, Evan langsung menggunakan cincin Raja Valir di tangan kanannya dan kini ia dapat merasakan efek dari energi unik cincin itu yang mengelilingi tubuhnya bahkan kekuatan jiwanya terus bertambah secara perlahan karna kekuatan dari cincin tersebut.
Dengan kekuatan itu Evan kini tak rentan lagi dengan serangan ilusi seperti sebelumnya.
Evan yang hanya mendapatkan sebuah cincin dari makam itu langsung melanjutkan perjalanannya.
Kini ia memasuki sebuah terwongan besar yang basah dan becek. Saat berjalan di tempat itu ia di sergap secara tiba tiba oleh monster lumut aneh yang berwarna hitam.
Evan yang kaget dan mengira mereka awalnya hanyalah air berwarna hitam kini di buat terkepung.
“Sialan, monster lumut ini menjijikkan sekali.”
Dengan cepat Evan membekukan semua lumut itu. Dengan skill Freezing Atmosphere, Ia yang tak ingin sampai menyentuh mahkluk menjijikkan itu membekukan mereka semua seketika.
Tapi anehnya monster lumut itu tak kunjung mati bahkan ketika tubuh mereka sudah membeku seutuhnya.
“Lumayan kuat juga kalian ya?”
Lalu Evan yang berjalan, mulai membakar mereka dengan sihir api miliknya.
“Kalau tak mempan dengan es berarti lemah sama api dong."
Dengan Ethereal Staf di tangannya, Evan mulai membakar mereka satu persatu. Karna panasnya api milik Evan, Monster lumut berwarna hitam dengan level 150 itu mati seketika.
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
“Lumayan tiga level...”
Evan yang berjalan pelan kini mulai meninggalkan terowongan gelap dan berair tersebut dan kini sampai di sebuah ruangan yang sangat luas.
Luasnya ruangan yang terlihat tua itu membuat Evan berpikir kalau itu bukanlah di bawah tanah karna luas ruangan itu tak berujung. Bahkan dengan cahaya terang milik Evan, ia tetap tak bisa melihat ujung ruangan tersebut.
Lalu secara tiba tiba dari atasnya muncul monster laba laba berwarna hitam dan langsung menyemburkan jaring miliknya. Tapi Evan yang memang sudah merasakan dan tau ada sesuatu di atasnya dengan mudah menghindari jaring tersebut.
__ADS_1
Evan yang kini sadar ada banyak laba laba raksasa di atasnya langsung memperterang penerangan elemen cahaya miliknya dan kini terdapat ratusan laba laba hitam super besar dengan level 170 yang memenuhi tempat besar tersebut.
“Hahaha, beruntung, ada banyak exp yang mendatangiku.”
Evan lalu mengeluarkan energi kehidupan miliknya agar memancing semua laba laba itu mendekatinya. Ratusan laba laba super besar kini mengejarnya dan menembakkan jaring super lengket.
Tapi dengan pergerakkan cepat Evan, menghindari jaring itu sangat mudah. Bahkan ia tak perlu menggunakan jubah raja iblis Tiamat.
Setelah semua monster di kumpulkan, Evan lalu membekukan area sekitarnya. Dalam radius seribu kilometer lebih, kini semuanya membeku berkat skill Freezing Atmoshphere.
Dengan cepat laba laba yang membeku sampai ke inti mereka itu mati dan kini suara yang Evan sukai mulai terdengar di kepalanya.
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan menerima kotak hadiah misterius]
“Huh dah level 300 padahal baru dua hari dah naik lima puluh level di sini.”
Evan yang kini berjalan sambil melihat kotak hadiah misterus yang telah ia simpan sebanyak lima buah berjalan dengan pelan sambil membuka kotak hadiah tersebut.
Tapi sayangnya kali ini Evan kurang beruntung karna dari kelima kotak itu ia hanya mendapatkan artefak kelas atas biasa yang tak terlalu berguna baginya dan beberapa skill rank A yang membuatnya hanya bisa tepok jidat.
“Ahhhh, dari lima kotak isinya sampah semua.”
“Malah dapet dua artefak gak guna lagi.”
Evan yang mendapatkan artefak sebuah cambuk dan tombak rank A hanya bisa menerima nasib sialnya hari itu. Bukan karna apa apa. Semua barang yang berasal dari hadiah sistem hanya bisa Evan gunakan sendiri.
__ADS_1
Jadi itu semua hanya menjadi barang tak berguna bagi Evan karna ia bahkan tak bisa memberikan artefak itu pada orang lain karna efeknya tidak akan aktif jika di gunakan oleh orang lain.
Bisa di bilang semua hadiah dari sistem no trade dan hanya Evan yang dapat menggunakannya. Tapi jika barang yang ia beli di toko atau Craft sendiri baru bisa di gunakan untuk orang lain.