System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Legolas Arena


__ADS_3

“Begitu ya, jadi banyaknya orang orang kuat yang berkumpul di sini karna di undang oleh Raja Elven?”


“Benar, ini sudah berlangsung sejak lima puluh tahun yang lalu ketika Raja Elven berhasil menjadi satu satunya Raja di dunia ini.”


“Ngomong ngomong namamu siapa, perkenalkan namaku Helena Selvina...kau bisa memanggilku Helen.”


“Ahhh, perkenalkan namaku Evan Adams, panggil saja Evan.”


Setelah berkenalan dengan Helen, Evan yang menyadari satu bulan lagi mereka akan berperang dengan orang orang dari dunia lain menjadi tau kalau pada saat itulah ia harus kabur.


Pasti pada saat melakukan invasi itu Elven akan membuka segel dunia dan saat itulah waktu yang paling pas bagi Evan untuk kabur.


Lalu tepat pukul dua belas siang nampak sebagian orang mulai keluar dari bar dan pergi entah kemana. Evan yang melihat itu menjadi penasaran dan bertanya pada Helen.


“Helen, kenapa mereka semua pergi secara bersamaan?”


“Ohwhh, sekarang sudah jam dua belas siang...berarti Legolas Arena sudah di buka.”


“Legolas Arena?...apa itu?”


“Itu tempat bagi semua orang untuk saling bertarung, tentu saja akan ada hadiah besar menanti mereka.”


“Begitu ya, jadi ada tempat seperti itu juga di sini.”


Terlihat Evan yang mengetahui itu sedikit tertarik dan ingin mengikutinya. Helen yang melihat Evan sangat tertarik dengan itu langsung memperingatkan dirinya akan bahaya Legolas Arena.


“Lebih baik jangan ikut, di Legolas Arena hanya kekuatanmu yang akan menentukan nasibmu, banyak orang orang yang penasaran dan mencoba ikut justru malah mati mengenaskan di sana.”


“Heh, begitu ya....”


“Setidaknya ayo kita nonton dulu, aku sedikit penasaran.”


“Hemmm, sudah ku duga...baiklah ayo pergi, aku juga bosan belakangan ini hanya nongkrong di bar.”


Akhirnya Evan dan Helen pergi meninggalkan Bar dan menuju Legolas Arena. Saat di perjalanan ternyata ada banyak juga orang yang ingin menonton di sana. Mungkin hampir setengah orang orang kuat di kota Legolas menuju ke titik yang sama yaitu Legolas Arena.


“Banyak juga yang ingin menonton...sepertinya ini lebih seru dari perkiraanku.”


“Tentu saja, di dalam kota pembunuhan di larang, tapi di Legolas Arena pembunuhan di perbolehkan jadi banyak orang orang psikopat yang mencari mangsa di sana.”


“Aku tau kamu kuat, tapi jangan coba coba hal aneh ya, di sana banyak pemuda nanggung sepertimu yang menjadi korban.”


Terlihat Helen yang memang lebih tua dari Evan mencoba menasehati bocah yang jika di lihat masih berumur delapan belas tahun tersebut.


Evan yang di nasehati oleh mbak mbak cantik dan sexy hanya bisa menganguk dan menuruti perkataannya.

__ADS_1


“Ngomong ngomong ada banyak monster dan ras lainnya yang berkumpul di sini, sejak kapan dunia ini menjadi tempat damai seperti sekarang?”


“Damai?...hahahaha, kau ini lucu sekali ya Evan.”


“Kenapa kau malah tertawa?”


“Tidak ada kedamaian di dunia ini, di dunia yang sekarang kekuatan adalah segalanya dan..., sudahlah jangan membahas hal itu sekarang, jika penjaga melihat kita bisa di adili.”


Akhirnya Evan dan Helen sampai di Legolas Arena, tempat tersebut cukup mirip dengan sebuah Coloseum pertarungan gladiator hanya saja lebih luas dan di tengah tengah Arena para petarung akan saling bertanding dan di sana sama sekali tak ada segel untuk melindungi penonton yang ingin menonton karna memang itu tak di butuhkan.


Bisa di bilang pertandingan di Legolas Arena untuk menonton saja kau harus bisa melindungi dirimu sendiri. Di arena yang kuat membunuh yang lemah tak ada aturan pasti, semua di tentukan oleh kekuatanmu.


“Hebat...tempat ini ramai sekali dan penonton yang berkumpul juga sangat kuat.”


“Benar, untuk setidaknya menyaksikan pertandingan ini kau harus mampu melindungi dirimu sendiri dan penontonpun bisa saja menjadi korban jadi kita harus hati hati.”


“Begitu ya, benar benar menarik...”


Lalu dari bawah lapangan pertandingan keluar seseorang berbadan kekar. Jika di lihat lihat dia adalah monster menyerupai manusia dengan tubuh badak yang memiliki tubuh besar dan cula besar seperti badak di kepalanya.


Evan yang penasaran langsung melihat statistik pria monster yang muncul dari bawah arena.


Nama : Snacher Rex Hugo Huts


Ras : Snacher


HP : 5.162.334.221


MP : 350.332.662


STR : 5.762.491


AGI : 5.430.221


INT : 2.503.824


Skill : Steel Body, Berseker, King Horn


Title : Warrior of Snacher


Lalu dari tempat khusus seekor monster kecil seperti kadal gurun langsung berbicara dan menjadi juri di Legolas Arena.


Monster kadal kecil itu biasa di sebut sebagai Kon dan dia memang sudah menjadi pembawa acara di sana sejak lama.


“Baiklah pemirsa, saat ini juara bertahan sejak kemarin sudah muncul, ayo kita sambut sang juara...Hugo Huts.”

__ADS_1


“Woooo...”


“Yey...ayo Hugo, bunuh semua penantang.”


“Hugo...”


“Hugo...”


Banyak sorakan dan dukungan mengarah pada Hugo yang memang sejak tiga hari yang lalu telah banyak membunuh penantang lainnya. Sistem pertandingan di Legolas Arena sendiri adalah bebas.


Di sana tidak ada aturan tertulis dan semua cara di perbolehkan untuk membunuh musuhmu. Tapi dari keras dan brutalnya pertandingan itu ada hadiah besar menanti mereka.


Hadiah besar itu berupa koin emas yang banyaknya bukan main dan akan terus berlipat jika kita berhasil menang.


Sebagai contoh jika kita mengikuti pertandingan dan menang satu kali maka hadiah yang kita dapatkan adalah seribu keping emas, lalu jika berhasil menang lagi maka seribu keping emas itu akan menjadi dua ribu keping dan dari dua ribu keping jika menang lagi maka akan menjadi empat ribu keping dan begitu seterusnya.


Buat perbandingan seribu keping di dunia itu sudah sangat banyak dan mungkin setara satu milyar di dunia kita dan karna hadiah yang banyak itulah yang membuat Legolas Arena tak pernah sepi oleh penonton dan petarung yang menginginkan hadiahnya.


“Baiklah...untuk pembukaan siapakah di antara kalian yang berani masuk dan melawan sang juara bertahan Hugo Huts, buat informasi saja saat ini Hugo sudah mengumpulkan tiga puluh dua ribu keping emas dan bagi penantang yang berhasil mengalahkannya maka semua hadiah akan menjadi milik kalian.”


“Gila...tiga puluh dua ribu keping emas.”


“Sialan...jika saja aku bisa mengalahkannya mungkin akan ku rebut hadiah besar itu dari Hugo.”


“Hahaha, untuk tiga puluh dua ribu keping emas...ayo kita lihat siapa orang bodoh yang berani menantang Hugo.”


Terlihat para penonton mulai berdiskusi satu sama lain. Mereka mengoceh tentang banyaknya uang yang berhasil Hugo dapatkan.


Lalu untuk sistem claim hadiah di Legolas Arena sendiri kita harus menang dan akan mendapatkan hadiah sampai tak ada lagi penonton atau penantang yang berani menantang dan saat itulah hadiah bisa kita bawa pulang dan akan terus meningkat sampai kita mengundurkan diri atau mati dan akan di reset kembali menjadi seribu keping emas jika sang juara bertahan berhasil di kalahkan atau mengundurkan diri karna tak ada yang berani menantangnya lagi.


Lalu dari bangku penonton secara tiba tiba saja seseorang meloncat ke dalam Legolas Arena. Ia nampak menggunakan jubah hitam dengan penutup wajah.


Saat melihat ada musuh yang berani menantang Hugo semua penonton langsung bersorak.


“Hohohoho, akhirnya ada penantang pemberani yang berani memasuki Legolas Arena.”


“Perkenalkan dirimu sebelum pertandingan ini di mulai wahai pria misterius...”


“Saya Shin dari kota Jiangshi.”


Saat mendengar nama Jiangshi, banyak orang langsung terkejut dan tak percaya dengan apa yang di katakan orang misterius tersebut.


Jiangshi adalah ibukota dari kerajaan Jiang yang beritanya telah di bumi hanguskan oleh Raja Elven saat menaklukan kerajaan dari timur tersebut.


Dari berita yang beredar hanya kerajaan Jiang yang bertahan dan melawan sampai titik darah penghabisan saat melawan invasi Elven dan karna itulah kerajaan itu di bumi hanguskan dan diratakan dengan tanah oleh Elven.

__ADS_1


Bahkan hampir semua penduduknya di bunuh dan di bantai pada saat itu dan hanya ada sedikit yang tersisa dan berhasil selamat.


__ADS_2