
“Jadi ini sisanya mau di apain...ada banyak sekali buku dan artefak yang aku tak butuhkan.”
Ketika mendengar perkataan Evan, Chloe langsung teringat dengan sesuatu.
“Haaa aku ingat sekarang, kalau tidak salah sebulan lagi akan ada acara pelelangan tahunan yang di adakan setiap sepuluh tahun sekali.”
“Ohhh, acara itu ya, pas sekali dong.” Lanjut Lilia.
“Acara pelelangan tahunan?...acara apa itu?”
“Itu adalah acara yang biasanya di adakan oleh seluruh kerajaan yang ada di dunia.”
“Selain untuk melelang senjata, artefak dan barang berharga lainnya, acara itu juga sebagai sarana untuk membuat kedekatan dan persatuan antar ras yang sudah ada sejak lama.”
“Hemm benar sekali, di sana juga akan ada banyak acara lainnya yang tak kalah seru seperti pertarungan antar guild dan kesatria kerajaan. Lalu yang paling di tunggu tunggu pastinya adalah pertarungan di menara langit yang biasanya di ikuti oleh orang orang kuat di dunia.”
“Woahhh...jadi ada acara seperti itu ya...”
Terlihat Evan yang mendengarkan penjelasan Lilia di buat sangat bersemangat.
“Jadi kita bisa sekalian menjual semua barang ini dong.”
“Yahh, aku yakin di sana semua barang dan harta pasti bisa laku dengan harga yang tinggi.”
“Jadi di mana kita bisa mendaftarkan barang barang ini.” Ucap Evan dengan sangat bersemangat.
Sebenarnya ia sangat senang bukan karna bisa menjual harta yang mereka dapatkan. Tapi juga karna ia sudah tak sabar untuk setidaknya mengikuti dan melihat apa yang di katakan Lilia barusan.
“Kalau masalah itu kita hanya harus mendaftar sebagai perwakilan guild atau kerajaan saja.”
“Hooh, benar juga aku sangat ingin membuat guild.”
“Ehhh, serius kamu mau buat guild?”
“Iya...cuman katanya butuh tujuh orang ya buat bikin guild?”
“Iya benar...terus...apa boleh aku bergabung dengan guildmu Evan?”
“Iya, saya juga mau bergabung tuan...”
Terlihat kini dua gadis cantik itu menatap evan dengan tatapan penuh harapan. Evan yang melihat itu hanya bisa menghela nafas dan menjawabnya dengan santai.
“Jangan lihat aku seperti itu, tentu saja kalian boleh bergabung...”
“Hehehe, terima kasih ketua.”
“Lalu jika ingin mendaftar kita bisa mendaftar sebagai perwakilan kerajaan Vampire milikku saja.”
“Woah...ide yang bagus...”
“Tapi sebelum itu kita harus kembali dulu ke kota Everest karna sudah lama aku tak kesana, dan mungkin saja mereka menganggap aku sudah mati.”
“Tapi setauku kerajaan Vampire saat ini di kuasai oleh pangeran Alucard...jadi apa tak akan ada masalah?”
__ADS_1
“Hooh, jadi adikku sekarang yang mengambil alih...”
“Ehhh, jadi bagimana ini Lilia?”
“Hahaha santai saja tuan, ketika dia tau kakaknya ini sudah kembali dia akan menyerahkan kursi raja kepadaku.”
“Dan jika dia tak mau maka aku sebagai kakanya yang akan mengurus masalah itu jadi tuan santai saja.”
Setelah berdiskusi cukup lama, Evan, Lilia dan Chloe langsung bergegas pergi ke kota Everest yaitu ibukota kerajaan Vampire.
Setelah menunggu waktu Cooldown skill map telepotasi yang memerlukan waktu lima jam akhirnya mereka berpindah dari kota Berne dan langsung tiba di kota Everest.
Sesampainya di sana terlihat keadaan kota sedikit berantakan dan tak terusus. Lilia yang melihat itu di buat sangat kaget dan bertanya tanya.
“Ini...apa ini benar benar kota Everest?...sejak kapan kota kelahiranku menjadi seperti ini?”
“Kalau masalah itu aku baru ingat kalu dulu pernah dengar kalau beberapa tahun yang lalu kerajaan Vampire pernah berperang melawan kerajaan Ghoul dan WareWolf.”
“Sialan...berani sekali mereka melawan ras Vampireku...”terlihat Lilia sedikit marah karna hanya dalam waktu sepuluh tahun kota yang dulunya indah dan sangat ramai itu kini terlihat kusam dan tak terawat.
“Baiklah ayo kita menuju istanaku...”
Lalu berjalanlah mereka bertiga menuju istana Dracula. Istana Dracula sendiri berada di atas bukit yang tepat berada di tengah tengah kota Everest.
Sambil berjalan ke sana terlihat jelas banyak ras Vampire yang terluka di sepanjang jalan. Lilia yang melihat itu makin berjalan dengan cepat menuju istana.
Sampai mereka bertiga tiba di gerbang istana dan di sana ada banyak pasukan yang berjaga.
“Tunggu...siapa kalian...kenapa manusi-“
“Ra-Ratu Liliana...”
“Ratu...anda benar benar kembali...”
Karna teriakan dan tangisan penjaga tersebut seluruh penjaga lainnya langsung mendekat dan mereka terlihat sangat bahagia ketika melihat Lilia telah kembali.
“Ratu...”
“Itu Ratu Lilia...akhirnya pemimpin kita telah kembali...”
“Ratu...selamat datang kembali..”
Melihat sesama ras Vampire menyambutnya dengan penuh suka cita membuat Lilia sangat senang sekaligus terharu. Bahkan Lilia dapat melihat beberapa penjaga ada yang terluka dan tetap bertugas.
Lilia yang penasaran dan sudah tak sabar ingin tau masalah apa yang menimpa kerajaan mereka langsung bertanya pada para penjaga.
“Sebenarnya apa yang telah terjadi sepuluh tahun ini?"
“Dimana Caspian?"
“Lalu dimana adik bodohku itu.”
“Ratu...apa ratu tak tau beritanya?”
__ADS_1
“Berita apa?”
“Lima tahun yang lalu kerajaan Dracula berperang dengan ras Ghoul dan WareWolf.”
“Karna kepergian ratu dan para petinggi lainnya yang tak pernah kembali dari dungeon membuat kerajaan kita di serang oleh aliansi kedua ras tersebut.”
“Lalu Jendral besar Caspian saat ini sudah meninggal dan raja Alucard sedang terluka di istana.”
“Huh...a-apa maksudmu...”
Ketika mendengar berita tersebut, Lilia benar benar syok dan tak percaya.
Caspian yang merupakan salah satu jendral terkuatnya sudah mati dan adiknya yang kini sedang sekarat membuat Lilia benar benar murka.
Sepuluh tahun yang lalu kerajaan Vampire adalah salah satu kerajaan terkuat dari tujuh kerajaan di benua iblis. Bahkan sangking kuatnya mereka sampai di sandingkan dengan kerajaan Crimson yang merupakan kerajaan iblis murni dari keturunan raja neraka terkuat yaitu Lucifer.
Dengan cepat Lilia langsung masuk ke istana raja iblis Dracula yang sudah ada sejak raja Vampire pertama yaitu Ihtsar Dracula.
Dengan cepat Lilia masuk ke dalam istana. Di dalam istana ternyata makin banyak pasukan yang terluka sedang di rawat dan seketika itu juga kedatangan Lilia yang mengejutkan di sambut isak tangis bahagia ras Vampire.
“Ratu telah kembali...”
“Ratu Lilia telah kembali...”
“Ratu selamat datang kembali..”
“Ahh Ratu Li-uhuk uhuk uhuk..”
“Dimana Alucard?”
Saat bertanya pada banyak orang yang mendekatinya itu. Seorang pelayan yang merupakan succubus langsung tunduk dan menunjukkan lokasi Raja Allucard sedang beristirahat.
“Silahkan ikuti saya ratu Lilia...”
Akhirnya Lilia, Evan dan Chloe pergi mengikuti pelayan tersebut sampai mereka tiba di sebuah kamar dan ada dua penjaga di depan kamar tersebut. Penjaga yang melihat Ratu mereka telah kembali langsung bersujud dan Lilia pun tanpa basa basi lagi langsung masuk.
“Alucard....”
Saat membuka pintu kamar itu, Lilia di buat makin marah dan tak bisa berkata kata lagi. Sang adik tercinta yang terkenal dengan sifatnya yang manja dan suka berburu lempik basah saat ini sedang terbaring dengan luka parah di sekujur rubuhnya.
“Ka-kakak...ak-akhirnya kakak kembali...”
“Alucard...jangan bicara lagi...sekarang aku akan mengobatimu dahulu...”
Lalu dengan cepat Lilia menggunakan salah satu skill tingkat tinggi miliknya yaitu Blody Manipulation dan memberikan darahnya sendiri pada sang adik.
Seketika itu juga luka di tubuh Alucard mulai membaik. Evan yang melihat Hp Alucard yang sekarat langsung memberikan sebuah potion kelas atas pada Lilia.
“Lilia...berikan potion ini pada adikmu..”
“Terima kasih tuan."
Dengan cepat Lilia mengambil potion pemberian Evan dan memberikannya pada sang adik.
__ADS_1
Sampai sang adik tertidur dan keadaanya mulai membaik dengan cepat.