System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Pertarungan Sengit


__ADS_3

Merasa pelindung mana miliknya akan segera hancur, Vivian lantas mengeluarkan sebuah artefak tipe pertahanan. Dengan cepat wanita sexy itu mengeluarkan sebuah benda berbentuk kubus yang memancarkan aura kegelapan yang sangat pekat.


Tapi karna Tombak petir super besar dan kuat yang Lilia lancarkan,Vivian terkena telak serangan berelemen petir itu sebelum ia mengaktifkan artefak miliknya dan karena efek serangan yang di timbulkan hampir seluruh lapangan pertandingan hancur lebur.


Kini yang bisa di lihat penonton dan kontestan lainnya dari lapangan dan layar monitor hanyalah bongkahan pasir dan kerikil yang hangus tersambar petir.


Ya, bahkan pelindung pasir milik Vivian yang sejatinya dapat menahan dan menetralkan petir juga hancur lebur akibat efek serangan yang Lilia lancarkan.


“Astaga, sihir yang benar benar hebat.”


“Benar benar mengerikan, bahkan pelindung mana yang berelemen tanah milik Vivian tak dapat menahannya.” Ucap beberapa penonton.


Tapi di tempat vip lainnya terlihat beberapa anggota Guild Spriggan terlihat santai dan duduk manis di tempat mereka. Mereka semua tersenyum seakan yakin betul kalau Vivian yang akan menjadi pemenang dari pertarungan itu.


“Serangan wanita itu hebat juga, tapi untuk bisa mengalahkan Vivian serangan seperti itu belumlah cukup.” Ucap salah seorang anggota Guild Spriggan yang duduk sambil meminum wine. Ia tak lain adalah ketua Guild Spriggan, Joseph Porla.


Jika di lihat sekilas pria bernama Joseph itu seperti manusia biasa pada umumnya. Tapi yang membedakan adalah saat ini di bawah kakinya sedang tidur seekor monster aneh seperti anak katak yang memiliki ekor{berudu}.


Setelah debu dan serpihan tanah yang gosong mulai mereda. Kini para penonton mulai dapat melihat kembali apa yang sebenarnya terjadi di tengan tengah lapangan.


Setelah semua asap dan debu menghilang. Kini sosok wanita cantik bermbut putih itu terlihat berdiri dengan anggun dan tak terluka sama sekali.


“Heeeeh, beigutu ya, sepertinya ini akan memakan sedikit waktu.” Ucap Lilia sambil tersenyum ala psikopat saat melihat Vivian ternyata masih baik baik saja.


lalu Vivian yang terlihat kembali kini mulai menyerang dengan skill dan sihir yang ia punya. Kini sebuah pedang berjumlah ratusan mengarah dan menargetkan Lilia.


“Aqua Blade.”


Pedang Es yang berisikan energi mana super padat perpaduan dua elemen yaitu angin dan air mengarah dan meluncur ke arah Lilia. Lilia yang melihat itu juga mengeluarkan skill lain miliknya.


“Chain Lightning."


Seketika itu juga sihir berelemen petir yang berbentuk jaring yang sangat besar melahap semua serangan yang Vivian lancarkan.


Bahkan kini sihir milik Lilia itu mengarah ke Vivian dan dengan cepat bagai kedipan mata menyerang Vivian dan terlihat jelas kini tubuh Vivian terkena serangan milik Lilia dengan telak.


Tubuh seksi wanita itu hancur seketika. Tapi anehnya tubuh yang hancur itu tiba tiba saja menghilang dan kini Vivian yang baru muncul di tempat yang sama dari sebuah portal aneh dan seperti tak terjadi apa apa.


“Hoooh.”Lilia yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan langsung mengeluarkan skill kelas atas lainnya yang ia punya.


“Dimension Lock.”


Seketika itu juga seluruh area pertandingan di kunci oleh Lilia dari dunia luar. Dengan skill miliknya yaitu Dimension Lock, membuat semua skill dan sihir yang dapat memindahkan tubuh pengguna ke tempat astral atau dunia lain jadi tak berfungsi bahkan kemampuan atefak kelas atas sekalipun juga tak akan berfungsi lagi.

__ADS_1


Evan yang melihat itu hanya tersenyum tipis seakan akan dia dapat membaca pertarungan itu.


“Kenapa tubuh wanita itu tak terluka sama sekali Master, padahal sihir petir milik Lilia mengenai telak dirinya.” Ucap Ravaria yang kini duduk di sebelah Evan dan bertanya degan ekspresi ingin tau.


Evan yang melihat itu menjawab dengan singkat dan padat.


“Sepertinya dia memiliki artefak atau skill yang dapat memindahkan tubuh dan jiwanya ke tempat lain, karna itulah semua serangan Lilia seperti tak berefek.” jawab Evan.


Tapi saat melihat Vivian yang masih santai dan tak terlihat raut wajah kekhawatiran di wajahnya membuat Evan sedikit penasaran. Seluruh dimensi di area pertandingan sudah di segel oleh Lilia dan mustahil wanita itu bisa berpindah dimensi lagi.


Lalu Lilia yang sudah mengunci ruang dimensi di lapangan pertandingan langsung melancarkan serangan Elemen petir miliknya yang lain.


“Thunder Aerial Blast.”


Dalam seketika semua area di penuhi oleh petir berwarna biru milik Lilia dan petir petir yang memenuhi area pertarungan dengan ganas menyerang Vivian dari segala arah.


Vivian yang berada di tengah tengah lapangan pertandingan hanya diam tak bergerak seakan ia akan menerima semua serangan itu dengan senang hati.


Dan benar saja, semua serangan milik Lilia menghantam tubuh sexy Vivian sampai tubuh itu benar benar hancur tak bersisa. Para penonton yang melihat itu banyak yang tak kuat dan sebagain menutup matanya.


Saat ini di hadapan mereka semua tubuh seorang gadis di serang dengan petir kuat secara brutal dan itu terlihat seperti pembullyan.


Tapi anehnya setelah serangan super besar yang memenuhi seisi lapangan mengarah pada Vivian. Tubuhnya yang kini hancur lebur hilang kembali dan kini tubuh baru miliknya lagi lagi muncul di sana dengan kondisi prima.


Evan yang melihat itu di buat kaget. Lilia yang saat itu merasa di permainkan langsung menyerang Vivian lagi dan lagi.


“Thunder Bold.”


“Spear Bloody.”


“Vein Break.”


Segala macam serangan Lilia lancarkan. Tapi bukannya melukai Vivian, kini tubuh wanita sexy berambut putih itu justru muncul kembali dan jumlahnya makin banyak. Tubuh Vivian kini berjumlah lebih dari sepuluh dan mulai menyerang Lilia dari segala arah.


“Frost Nova.”


Sebuah sihir berelemen es berbentuk dinding es super besar langsung mengunci pergerakan Lilia. Lalu Vivian Juga mengeluarkan banyak sihir berelemen berbeda beda dari seluruh tubuh miliknya.


“Aqua Blade.”


“Frost Arrow.”


“Mist Shot.”

__ADS_1


“Blazzing Lance.”


Serangan berbagai elemen mengarah ke Lilia dengan cepat. Lilia yang melihat itu langsung menggunakan pelindung mana miliknya dan bertahan.


Lalu dari sepuluh lebih tubuh Vivian yang ada di sana, mereka menyerang Lilia secara terus menerus tanpa henti. Lilia yang mulai terdesak langsung mengeluarkan salah satu skill pamungkasnya.


“Sun Of Darknes.”


Dalam sekejap muncul bola energi besar berisikan energi negatif khas elemen kegelapan. Bola energi besar yang besarnya bahkan hampir sama dengan lapangan pertandingan itu dengan cepat menutup dan menyelimuti seluruh lapangan pertandingan.


Elemen kegelapan yang pekat itu kini memenuhi seluruh lapangan pertandingan sekaligus membunuh seluruh tubuh Vivian yang ada di sana dalam seketika.


Para penonton yang meliat sihir besar milik Lilia sangat kagum dan juga sedikti ketakutan.


Jika bukan karna pelindung super kuat yang menyelimuti dan melindungi area penonton, mungkin mereka semua sekarang sudah hangus dan menjadi tulang karna efek panas yang di timbulkan sihir milik Lilia.


Bahkan efek panasnya masih terasa dari luar pelindung dan membuat sebagian penonton merasakan efeknya.


“Aduh...panas...”


“Sialan...wanita itu sudah gila apa, apa dia tak memikirkan para penonton di sini.”


“Iya benar, dari tadi dia mengeluarkan serangan mengerikan dan berdampak luas, tapi...” terlihat mulai banyak penonton mengoceh karna sekarang pertarungan kedua wanita itu sudah mulai merambah ke bangku penonton.


Mungkin dari sekian banyak pertandingan dari awal hanya ini yang memiliki dampak serangan terparah dan membuat beberapa penonton tak nyaman.


Saat Evan melihat Serangan maha dahsyat Lilia membunuh seluruh tubuh Vivian dalam sekeika, ia lagi lagi di kejutkan karna tubuh wanita itu lagi lagi muncul di tengah tengah lapangan pertandingan dengan kondisi prima.


Evan yang tak tahan lagi melihat keanehan itu langsung bertanya pada sistem.


“Sistem, apa yang sebenarnya terjadi?”


“Skill apa yang di gunakan wanita itu sampai sampai seluruh serangan milik Lilia tak bisa mengalahkannya.”


"dan portal aneh itu juga seperti tak terpengaruh oleh skill pengunci dimensi."


[Sepertinya wanita itu menggunakan Artefak langka atau sejenisnya yang memiliki efek luar biasa]


“Aku tau itu, tapi bukannya tempat ini sendiri sudah di segel sejak awal, lalu Lilia juga sudah mengunci seluruh dimensi di tempat pertandingan agar kememampuan aneh wanita itu tak dapat di aktifkan.”


[Sepertinya tuan salah paham dengan kemampuan milik wanita itu]


[Wanita itu, Vivian, dia sudah menggunakan kekuatan Artefak miliknya bahkan sebelum pertandingan ini di mulai]

__ADS_1


__ADS_2