
Evan yang kini memasuki lantai ke tujuh di pindahkan ke tempat aneh di atas awan. Tempat itu di penuhi oleh pohon pohon besar yang berbuah sangat banyak.
Di sana juga terdapat banyak monster yang hidup damai karna banyaknya sumber daya makanan yang memenuhi tempat itu.
Mulai dari monster yang berukuran raksasa sampai yang kecil semuanya seperti hidup berdampingan dan tak ada yang saling memakan. Semuanya tertidur dengan damai.
Evan yang melihat itu menjadi sangat penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di lantai tujuh.
“Banyak sekali monster di sini.”
“Mereka semua nampak bahagia, apa karna memakan buah buahan aneh itu ya?"
Evan yang masuk ke sana juga merasakan energi kehidupan yang sangat banyak dari pohon dan buah buahan yang ada di sana. Ia yang melihat begitu banyak monster tentu saja sangat gatal untuk membunuh mereka semua.
Tapi di sana ada dua ekor monster besar yang sangat aneh yang memancarkan energi unik dan tentu saja sangat kuat yang membuat Evan berpikir dua kali untuk membuat kerusuhan di sana.
“Gila, energi kedua monster itu sampai memenuhi tempat ini.”
Evan yang penasaran juga melihat statistik dua monster aneh berbentuk singa yang berwarna biru dan kuning emas.
Singa besar itu tidur bersebelahan dan di belakangnya ada pohon buah terbesar yang di tumbuhi oleh banyak buah aneh dan saat melihat statistik mereka membuat Evan menelan ludahnya.
Nama : Frozen Moon Chariot
Ras : Kucing
Level : 1.000
HP : 80.162.334.221
MP : 550.332.662
STR : 50.351.532
AGI : 30.430.221
INT : 20.503.824
Skill : Ice Manipulation, Heavenly Moon Elemental
Title : Lord of Moon, King Of Ice
Lalu di sebelah singa biru itu tertidur juga singa berwarna emas yang kekuatannya tak kalah hebat.
Nama : Shining Sun Chairot
Ras : Koceng Oren
__ADS_1
Level : 1.000
HP : 100.162.334.221
MP : 750.332.662
STR : 70.762.491
AGI : 50.430.221
INT : 25.503.824
Skill : Heavenly Fire, Sun Of Gravity
Title : Lord Of Sun, God of Destroyer
“Sialan, apa apaan level dan statistk gila ini.”
Evan yang melihat statistik dua koceng barbar itu mengurungkan niatnya untuk membunuh para monster yang seperti tertidur pulas di sana.
Semua monster hanya nampak tertidur seperti kekenyangan setelah makan. Dan bukan hanya dua monster itu yang membuat Evan tak berani bertindak ceroboh.
Ada banyak monster kuat lainnya yang jika di lihat dari statistik hanya sedikit lebih lemah dari dua kucing besar tersebut.
“Sistem, kenapa monster monster yang ada di sini level dan kekuatannya tinggi sekali?”
“Hemmm, benarkan dugaanku.”
Karna tak ingin mengganggu monster monster yang sedang tertidur pulas di sana, Evan hanya terbang dengan pelan dan santai sambil sembunyi sembunyi.
Ia yang tau juga berkat sistem kalau sebaiknya tak membuat keributan di sana memilih untuk melewati lantai ke tujuh itu dengan damai.
Sebenarnya ia sangat ingin mengalahkan semua monster itu dan menjadikan mereka exp dan yang terpenting material dari monster kelas atas seperti itu pasti hebat jika di buat senjata dan sebagainya.
Tapi karna levelnya saja masih di bawah level 500 dan akan berbahaya jika melawan monster kuat seperti itu sekaligus Evan pun memilih bertindak bijak dan tak serakah.
Ia terbang dengan tenang menuju pintu selanjutnya sampai sesuatu di inventory miliknya bergerak dan mulai memaksa keluar.
“Heh, perasaan ini...”
[Tuan, sepertinya telur naga itu mau menetas]
“Aduh, kenapa harus sekarang sih...bisa gawat kalau bikin keributan di sini.”
Evan yang merasakan telur naga Zakiro mencoba keluar secara paksa menambah kecepatannya. Di tempat yang sangat luas itu Evan tak berani bahkan hanya untuk berhenti sejenak.
Itu karna hampir di semua tempat itu di tumbuhi pohon aneh yang berbuah sangat banyak dan yang terpenting di bawah pohon itu monster monster kuat sedang tertidur pulas dan akan bahaya jika sampai terbangun.
__ADS_1
Tapi semakin Evan pergi meninggalkan tempat itu semakin telur Zakiro memberontak dan akhirnya telur itu pecah di inventory milik Evan lalu secara mengejutkan bayi naga kecil berwarna hitam seukuran kucing keluar dan mengagetkan Evan.
“Sialan kau manusia...kenapa kau justru buru buru pergi dari tempat ini?”
Mendengar naga hitam itu keluar dan berbicara padanya, Evan akhirnya berhenti dan mencoba menenangkan bayi kecil yang terlihat tak ingin pergi dari sana.
“Kau?...kenapa kau keluar secara tiba tiba?...kembali, jika yang lainnya sampai bangun tamat riwayat kita.”
“Berisik, bisa bisanya kau pergi meninggalkan buah Surgawi ini...apa kau tak tau buah buahan ini adalah buah terlezat di seluruh dunia beast?”
“Berisik Zakiro, kembali sekarang atau ku paksa kau menjadi telur lagi!”
“Tidak mau, aku terpaksa keluar dari telur reinkarnasi karna kita saat ini berada di surga binatang buas, setidaknya aku harus memakan beberapa buah ini agar Evolusiku makin sempurna.”
Lalu Zakiro yang baru saja menetas itu melompat dan terbang menuju salah satu pohon.
“Ahhhh...buah surgawi...kalian milikku....”
Saat melihat Zakiro yang sudah tak tahan ingin memakan buah yang ada di sana Evan pun hanya bisa membantu bayi naga itu mendapatkan apa yang ia mau.
Dengan cepat Evan menarik bayi naga kecil itu dan mereka akhirnya sepakat untuk mengambil satu buah.
“Baiklah aku mengerti, akan ku ambilkan satu buah tapi jangan buat keributan.”
“Hehehe, bagus manusia ...cepat ambilkan buah surgawi itu untukku!”
Evan akhirnya terbang ke salah satu pohon dan mengambil satu biji buah berwarna merah darah sebesar buah melon lalu memberikannya pada Zakiro.
“Nih makan...”
“Hahaha, dengan ini aku akan berevolusi sampai ke tingkat tertinggi.”
Tepat sesaat Zakiro memakan buah merah itu, saat itu juga monster berbentuk kadal besar di bawah pohon yang mereka ambil terbangun dan langsung berteriak.
Sebenarnya Evan sudah di peringatkan oleh sistem untuk jangan mengambil buah itu dari pohonnya karna buah aneh itu seperti terhubung oleh monster monster yang ada di sana dan mereka akan tau jika ada yang mencuri buah tersebut.
Tapi karna mengira hanya satu buah tak akan membuat monster monster itu rugi dan Evanpun mengambilnya dan benar saja, hanya karna satu buah itu sekarang seluruh monster terbangun karna teriakan moster kadal yang ada di bawah Evan.
“Sialan, ayo kabur...”
Dengan cepat Evan dan Zakiro kabur dari sana. Karna teriakan monster kadal itu semua monster terbangun dan mulai mengejar Evan.
Zakiro yang sudah melahap habis buah surgawi langsung kembali ke inventory dan menyerahkan semuanya pada Evan.
“Terimakasih makanannya, sisanya ku serahkan padamu...”
“Sialan kau, Habis makan malah sembunyi.”
__ADS_1
Kini semua monster yang terbangun mulai mengejar Evan. Evan yang sudah tak punya pilihan lain langsung terbang bagai kilat dan dengan cepat kabur dari sana.