System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Lantai Empat{Vier}


__ADS_3

Evan yang di kejar kejar burung Vermilion kini hanya bisa lari sekencang mungkin. Ia yang sudah bingung harus berbuat apa karna semua serangannya tak berefek pada burung itu kini hanya bisa lari menjauh sekuat tenaga.


“Sistem, apa tak ada cara untuk mengalahkan burung itu?”


[Ada banyak cara tuan, salah satunya bisa dengan mengunakan elemen bintang milik tuan, tapi dengan level tuan yang sekarang sistem menyarankan tuan untuk tidak melawan burung itu]


Mendengar peringatan dari sistem, Evan langsung sadar kalau ia terlalu menganggap remeh monster tersebut. Evan yang kini mengelurkan energi bintang langsung mengalirinya ke Ethereal Staf.


Ia yang sadar akan bahaya api surgawi milik burung Vermilion hanya bisa bertarung dari jarak jauh.


“Baiklah sistem di mana pintu menuju lantai empat.”


[Lapor tuan, harap pergi ke arah utara]


Dengan cepat Evan meluncur ke arah utara. Ia yang di kejar burung Vermilion kini menyerang burung itu dengan segala skill yang ia miliki agar burung itu makin tertinggal.


“Rasakan ini.”


“Thunder Bold.”


“Wind Blade Splash.”


“Tornado.”


“Arrow Cassade.”


Karna berbagai serangan bertubi tubi milik Evan, burung itu sedikit tertinggal dan kini setelah terbang cukup lama, Evan bisa melihat pintu ke lantai empat yang berwarna coklat.


“Akhirnya terlihat.”


Dengan cepat Evan meluncur dan mendorong pintu itu. Burung Vermilion yang makin mendekat kini sudah hampir memangsa Evan.


Tapi Evan yang sudah membuka pintu itu terlihat hampir memasuki portal. Lalu burung Vermilion yang terbang makin kencang meluncur bagaikan cahaya dan mengejutkan Evan seketika.


“Sialan, mati aku...”


[Tuan...Gunakan Elemen Bintang sekarang]


Di detik detik menegangkan itu, Evan yang sudah mempersiapakan elemen bintang dan mengumpulkannya langsung menyerang Vermilion dengan sihir miliknya.


“Moon Star.”


Seranga elemen bintang berbentuk bulan sabit meluncur dan menahan mulut burung Vermilion yang sudah ada di depan wajah Evan.


Karna ledakan yang terjadi untungnya Evan terpental dan memasuki portal menuju lantai empat. Karna efek panas api surgawi bahkan armor raja iblis saja sampai rusak parah dan Evan merasakan rasa panas dari efek api surgawi di sekujur tubuhnya.


“Ahhhh, panas...”


“Sialan, padahal hanya terkena hawa panasnya saja sudah sampai seperti ini.”

__ADS_1


Evan yang kini terlempar ke lantai empat berada di tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. Kini di tempat Evan berdiri terlihat sangat gelap dan hanya ada cahaya dari bebatuan yang sedikit menyinari tempat tersebut.


Evan yang berhasil kabur kini menenangkan dirinya dan mulai menyembuhkan luka bakar akibat api surgawi.


“Huh, untung saja tidak parah.”


“Ngomong ngomong ini lantai empat kok gelap sekali ya, sekarang kita ada di dunia seperti apa sih sistem?”


[Sistem sedang menganalisa tempat ini tuan, harap bersabar]


Karna tindakan cerobohnya di awal tadi. Evan kini sadar kalau menara langit sangat berbahaya. Di lantai tiga saja ia bisa menemukan monster dengan level 1.000.


Kemungkinan juga ia bisa menemukan bahaya serupa di lantai empat dan kini ia lebih hati hati dalam bertindak.


Setelah beberapa saat istirahat dan memulihkan dirinya, Evan di beritahu oleh sistem keadaan lantai empat yang kini ia tempati.


[Lapor tuan, sepertinya tuan sedang berada di bawah tanah]


“Hemm, begitu ya...jadi lantai empat ini sekarang adalah dunia bawah tanah, pantas saja di sini sangat minim penerangan.”


Evan yang sudah menyembuhkan lukanya dengan energi kehidupan yang memang juga bisa di gunakan untuk menyembuhkan luka langsung beranjak dari tempat duduknya.


Kini ia mulai menelusuri tempat gelap yang hanya di terangi oleh cahaya dari bebatuan yang berwarna biru kehijauan yang memenuhi tempat tersebut.


“Gelap sekali di sini...”


Dengan sihir cahaya miliknya yang terbang di atas kepalanya, kini Evan dapat melihat jelas tempat tersebut yang ternyata sangat besar dan luas.


“Woah...besar juga tempat ini.”


Lalu dari kejauhan terdengar suara monster yang mulai mendekati Evan. Evan yang merasakan itu langsung bersiap siap.


“Sepertinya mereka tertarik dengan cahaya yang ku buat.”


Dengan cepat muncul berbagai monster dengan level kisaran 150-160. Monster aneh berbentuk tikus raksasa dengan jumlah sangat banyak langsung menyerang Evan.


Dengan cepat Evan menyerang semua monster itu dengan Dragon God Sword. Karna tak ingin sampai tempat bawah tanah itu roboh, Evan hanya menggunakan pedang miliknya.


Walaupun tempat itu sendiri terlihat kokoh, tapi karna kapok dengan kejadian sebelumnya, Evan kini jadi lebih hati hati dan melakukan segala cara untuk meminimalkan bahaya yang akan ia terima akibat tindakannya sendiri.


Monster tikus tanah raksasa dengan mulut bulat dan berlendir itu dapat Evan bunuh dengan mudah satu persatu.


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]

__ADS_1


Setelah membunuh puluhan monster tikus itu, Evan kini mulai berjalan kembali. Di perjalanan ia banyak menemukan batu berharga yang jika di jual akan sangat mahal.


Evan yang melihat itu sambil menelusuri jalan yang gelap mulai mengumpulkan semua benda yang bisa di ambil.


“Sistem, kumpulkan semua batu yang bisa di jadikan uang.”


“Mubazir kalo di tinggalakn gitu aja di sini.”


[Baik tuan]


Sambil menelusuri jalan gelap yang di penuhi oleh terowongan terowongan besar, Evan kini berdiri dan dapat melihat sebuah prasasti kuno.


“Hemm, gambar apa ini?”


Ia dapat melihat gambar gambar kuno yang terlihat sangat tua dan aneh. Lalu di batu prasasti yang entah mengapa ada di sana juga Evan dapat merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam batu prsasti kuno tersebut.


“Sistem, apa perasaanku saja atau memang ada sesuatu yang aneh di dalam batu ini.”


[Benar tuan, sistem juga dapat merasakan energi aneh dari dalam batu ini]


“Yosh, nampaknya kita harus melihatnya secara langsung.”


Evan lalu mengaliri tinju di tangan kanannya dengan energi bintang. Lalu dengan mudah ia menghancurkan batu itu dan dari dalam batu itu ia menemukan sebuah batu misterius yang memancarkan cahaya berwarna merah terang.


“Sistem, batu apa ini?”


[Ini adalah batu Bulan Darah, biasanya batu ini di gunakan untuk membuat pelindung kelas atas]


“Hoooo, jadi material untuk membuat penghalang ya?”


[Kurang lebih seperti itu tuan dan dapat di gunakan untuk banyak hal tergantung keperluannya]


“Yasudah simpan batu ini, mungkin suatu saat nanti berguna.”


Evan kini melanjutkan perjalanannya. Di dalam sana ia banyak menjumpai monster yang memang tinggal secara berkelompok di dalam sana.


Muali dari tikus raksasa, kalajengking besar dan juga cacing mutan berlendir yang mengeluarkan bau menjijikkan yang membuat Evan tak kuat lama lama berada di sana.


“Wueekk, sialan....”


“Cacing ini ketika mati mengeluarkan cairan busuk.”


Dengan cepat ia mencari jalan keluar dari tempat itu sambil berburu harta yang ada di sana, sampai ia secara mengejutkan menemukan sebuah makam yang sangat kuno.


Makam tersebut ada dua buah dan di sekelilingnya tersegel dengan segel aneh berwarna merah.


“Hohoho, kayaknya ada harta berharga di dalam nih makam.”


Evan yang menemukan jackpot langsung mencoba untuk membuka segel aneh yang melindungi makam kuno yang terlihat berpasangan itu.

__ADS_1


__ADS_2