System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Strongest Witch


__ADS_3

Evan yang sudah tak ingin berlama lama melawan monster berkulit hitam itu langsung mengeluarkan tombak Enki dan mengalirinya dengan energi bintang.


Elven yang melihat kekuatan tombak Enki tetap tenang seakan akan ia dapat memastikan kemenangannya.


“Tombak Enki.”


Dengan cepat Evan menerjang ke arah Elven dengan tombak Enki, ia yang menggunakan senjata terkuatnya berniat langsung mengakhiri pertandingan itu.


Dengan kecepatan cahaya, Evan menyerang Elven dengan tombak Enki. Kekuatan maha dahsyat elemen bintang yang memiliki daya hancur tiada tara langsung mengarah ke Elven.


Tapi pria berkulit hitam itu tetap santai dan menggunakan sebuah sihir yang sangat aneh.


“Dark Portait.”


Dengan cepat sesosok makhluk menyerupai Evan keluar dari bayangan Elven dan menghentikan serangan terkuat Evan saat itu juga.


Evan yang melihat serangan terkuatnya dapat di hentikan dengan mudah langsung di buat kaget bukan main. Saat ini di hadapannya terlihat jelas sosok hitam pekat menyerupai dirinya sendiri lengkap dengan tombak Enki tengah menahan serangan terkuatnya.


Bukan cuman itu, bayangan itu yang secara jelas menyalin kekuatan Evan langsung menyerang balik dirinya. Kekuatan tombak Enki hitam bercampur energi bintang yang mengelilinginya menyerang Evan secara bertubi tubi tanpa henti.


"Ini...bagaimana bisa dia memunculkan bayangan diriku dengan kekuatan yang sama kuatnya denganku?”


“Sistem, apa yang sebenarnya terjadi?”


[Lapor tuan, sepertinya monster itu menggunakan sihir aneh yang dapat menduplikat tubuh dan kekuatan tuan secara instan]


[Saat ini sistem sedang menganalisa dan mencari tau rahasia di balik bayangan tersebut]


“Sialan, menggunakan kekuatan seperti ini dengan mudahnya...”


Evan yang terus di serang oleh bayangan menyerupai dirinya sendiri terlihat sangat kewalahan. Serangan super mematikan yang menjadi ciri khasnya dalam mengunakan tombak kini mengarah tepat ke dirinya sendiri.


Bukan cuman itu, energi bintang yang menyelimuti bayangan dan tombak Enki tiruan juga terlihat tak ada habis habisnya dan terus mendesak Evan.


“Sialan...aku tak akan kalah....”


Dengan sekuat tenaga Evan menahan dan menyerang balik bayangan yang kekuatannya sudah di luar nalar tersebut.


Ia yang melawan bayangan super kuat seperti dirinya merasa di permainkan karna saat ini pria bernama Elven itu hanya diam dan melihat pertarungan Evan dan bayangan dirinya.


Saat melihat itu Evan menyadari hal aneh yaitu Elven sama sekali tak bergerak dan hanya menggunakan bayangannya saja untuk menyerang Evan.


“Mungkinkah?”

__ADS_1


Evan yang melihat keanehan itu langsung menerjang ke arah Elven, ia mencoba untuk memancing bayangan itu untuk menjauh dari Elven dan saat berhasil ia langsung melemparkan tombak Enki dari jarak jauh.


“Sekarang kesempatanku...rasakan ini...”


Dengan secepat Kilat Evan melemparkan tombak Enki ke arah Elven yang hanya diam menyaksikan pertarungannya.


Setelah melemparkan tombak Enki, Evan langsung menggunakan Dragon God Sword dan berusaha menahan kembali gempuran dari bayangan hitam tersebut.


“Rasakan itu, sekarang tak akan ada yang bisa menahan kekuatan tombak Enki."


Dengan cepat tombak Enki meluncur dan kini sudah tepat di hadapan Elven. Tapi pria berkulit hitam pekat itu terlihat santai dan kini justru tersenyum.


Evan yang melihat keanehan itu langsung di kejutkan karna secara tiba tiba Elven mengeluarkan tombak yang sama percis dengan miliknya, bahkan ia juga mengalirkan energi bintang yang jauh lebih kuat dan menahan tombak Enki yang meluncur padanya.


“Tenggg....”


“Booooommmmm.....”


Ledakan besar terjadi akibat dua buah serangan yang bertabrakan. Tapi setelah dua serangan besar itu mereda, Elven terlihat masih berdiri dengan menggunakan duplikat tomba Enki.


Evan yang melihat itu merasa makin jengkel, ia yang sedang di serang secara terus menerus tanpa henti oleh bayangannya di buat makin frustasi karna Elven kini juga menggunakan tombak Enki berwarna hitam yang sama kuatnya dengan yang Evan miliki.


“Hahaha, aku tak percaya ini, dari mana kau mendapatkan tomba Dewa Enki?”


“Aku sudah lama mencari cari tombak ini di seluruh samudera tapi tak pernah ketemu dan sekarang kau membawakannya padaku...hahahaha...”


Karna kuatnya tombak tersebut bahkan kini Dragon God Sword terlihat sedikit retak karna tak kuat beradu serangan.


Tapi untungnya tombak Enki milik Evan terbang kembali ke dirinya dan dengan itu Evan kini dapat menahan gempuran dari bayangan hitam tersebut.


Di tempat lain, Elven hanya diam saja dan terlihat sibuk memperhatikan tombak Enki hitam miliknya. Evan yang melihat itu sudah tak bisa berkata kata lagi.


Bukan hanya menduplikat bayangan dirinya yang super kuat, pria itu juga berhasil menduplikat tombak Enki yang merupakan senjata terkuat Evan, bahkan ia juga bisa menggunakan elemen bintang yang jauh lebih kuat dari Evan.


Evan yang terus di serang oleh bayangan hitam yang menyerupai dirinya akhirnya bertanya dan meminta pertolongan sang mukjizat.


“Sistem, apa yang harus ku lakukan searang?”


“Aku tak bisa lebih lama lagi menahan serangan bayangan aneh ini, kecepatan dan kekuatannya bahkan sudah melebihi diriku...terlebih lagi energi bintang milikku sudah benar benar kritis, jka ini terus berlanjut...”


[Lapor tuan, sistem sedang menganalisa sihir dan kekuatan aneh monster tersebut]


[Sedikit lagi sampai semua rahasia terbongkar]

__ADS_1


[Jika tuan merasa tak kuat lagi maka sistem sarankan untuk kabur kembali menuju crsytal Rubyshi dan menggunakan crystal itu untuk lari lalu menghancurkannya setelah berpindah dimensi]


Evan yang mendengar saran dari sitem yang menyuruhnya untuk kabur di buat sedikit bimbang. Sedikit lagi sampai sistem selesai memindai tubuh pria itu dan mendapakan rahasia dari kekuatannya.


Tapi di sisi lain ia sudah terlalu banyak menggunakan energi bintang dan kini sudah terdesak oleh bayangan dirinya sendiri. Yang paling keterlaluan dari bayangan itu setiap kali Evan berhasil menyerangnnya maka bayangan itu otomatis menghilang dan serangan Evan sama seperti tak berefek padanya.


Kini Elven yang sudah puas melihat lihat tombak Enki hitam miliknya menatap Evan dan bersiap menyerangnya. Evan yang menyadari itu akhirnya sudah memilih menyerah dan menjalankan rencana pelariannya.


Ia yang di sarankan sistem untuk kabur memilih opsi tersebut dari pada terus membahayakan nyawanya karna saat ini sistem sedang menganalisa tubuh dan kekuatan pria mengerikan itu.


“Sistem, apa masih lama?”


[Lapor tuan sedikit lagi...]


Tapi kini Elven yang memegang tombak Enki berwarna hitam mengkilap miliknya langsung menerjang ke arah Evan dan itu menjadi akhir dari perlawanan yang Evan lakukan.


Ia yang tak mungkin bisa bertahan melawan dua orang kuat dengan tombak mematikan langsung mengguanakn seluruh energi miliknya untuk kabur.


“Aku sudah tak memiliki waktu lagi, aku akan kabur sistem.”


Dengan sekuat tenaga Evan kini menggunakan kekuatan bintang terakhir miliknya, ia menggunakan semua energi yang ia kumpulkan dan bergerak melewati dua monster tersebut sekuat tenaga dan dalam sekejap mata ia tiba di depan crystal Rubyshi.


Evan yang tiba di sana langsung mengaktifkan portal teleportasi dan berniat kabur. Tapi anehnya portal berwarna hijau itu terlihat tak bereaksi dan Evan yang merasakan hal aneh itu kini melihat ke belakangnya yang ternyata sudah berdiri bayangan dirinya sendiri yang berwarna hitam pekat.


“Huh, sialan....”


Dalam kecepatan yang tak bisa lagi Evan hindari, serangan tombak bayangan hitam itu menusuk perutnya dan dari tusukan super kuat yang di perkuat energi bintang itu perut Evan langsung bolong tertembus tombak Enki hitam dan dari kuatnya serangan itu ia langsung terpental beratus ratus meter jauhnya.


Ia terpental dengan sangat kuat dan armor raja iblis Tiamat yang sejatinya dapat menahan semua serangan fisik hancur seketika seperti kertas.


Darah langsung berceceran keluar dari perut dan mulut Evan, pria bernama Evan Adams yang kini terkena serangan telak dari musuhnya itu tak menyangka dirinya dirinya bisa di kalahkan.


Ia yang kini sudah hampir kehilangan kesadaranya terpental sejauh ratusan meter dan berhenti di tengah tengah monster yang sedang bertarung dengan bayangan kematian.


Tapi sesaat Evan terkena serangan telak itu, saat itu juga bayangan kematian miliknya tak dapat mempertahankan wujud mereka dan hancur seketika.


Evan yang kini hanya terbaring di tanah dan sudah tak dapat bergerak lagi mulai kehilangan kesadarannya...


"Sialan, aku kalah?”


“Sistem, apakah aku...”


Sebelum ia kehilangan pandangannya, ia dapat melihat sosok pria hitam bernama Elven yang kini berdiri tepat di hadapannya dan sedang tersenyum jahat ke arahnya.

__ADS_1


Dengan sihir aneh dari tangannya, Elven akhirnya menyerang Evan untuk yang terakhir sampai Evan kehilangan pandangan dan kesadaran miliknya.


Di benteng yang di penuhi monster itu kini seluruh pasukan berteriak keras dan pria bernama Elven Chandra itu memenangkan pertandingan tersebut dengan telak.


__ADS_2