System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Benteng Naroom


__ADS_3

Evan yang kini berhasil menaklukan Menara Rubyshi kembali ke puncak menara besar itu dan kembali ke tempat yang memancarkan energi kuat tersebut. Ia yang melihat Crystal Rubyshi masih aktif dan terus memancarkan energi bertanya pada sistem tentang ide gilanya.


“Sistem, apakah jika aku memasuki portal hijau ini aku juga bisa berpindah ke tempat monster itu?”


[Bisa di bilang begitu tuan, selagi energi di Crsytal ini masih ada maka portal penghubung akan tetap bertahan]


“Yosh, ayo kita cek ada apa di balik portal ini.”


Kini Evan yang sudah memulihkan tubuh dan kekuatannya memasuki portal hijau itu dan dalam sekejap mata berpindah ke sebuah tempat.


Saat berpindah di sana ia langsung melihat ada banyak monster dan dengan cepat Evan mulai tersenyum dan membantai monster monster itu.


“Freezing Atmoshphere.”


Kini beberapa monster membeku dan langsung di bunuh oleh Evan. Tapi Evan yang berpindah tempat itu makin di buat senang karna ia ternyata baru saja berpindah ke benteng monster dan ada banyak monster di sana.


Evan yang melihat ada banyak monster yang berkumpul di sana seperti mereka bersiap untuk berperang langsung menghujani mereka semua dengan skill miliknya dari atas langit.


“Hujan meteor.”


“Arrow Cassade.”


Kini serangan Evan dari atas langit langsung menghujani monster monster yang memenuhi benteng tersebut. mungkin jika di perkirakan jumlah monster mencapai lima puluh ribu dan mereka semua sangat kuat.


“Rasakan juga ini, Epicenter.”


Kini baik dari atas langit dan dari bawah tanah semua monster di serang oleh skill milik Evan. Tapi karna memang monster monster itu sangat kuat mereka tak langsung mati karna serangan itu dan masih bisa bertahan.


Mereka semua hanya terlihat kebingungan karna secara tiba tiba saja mereka di serang dan orang yang menyerang mereka juga tak terlihat sama sekali.


Semua monster mulai berbicara dengan bahasa mereka dan di buat bertanya tanya tentag apa yang sebenarnya terjadi.


Lalu di sana ada seeokor monster yang seperti memiliki pangkat tinggi mencoba menenangkan semua monster dan memberikan arahan.


Tapi Evan yang melihat itu tak tinggal diam dan mengeluarkan pasukan bayangan kematian dan pertarungan epic pun berlanjut.


Evan dengan pasukan bayangan yang makin bertambah kini melawan pasukan monster yang jumlahnya mencapai lima puluh ribu.


Evan sendiri menyerang semua monster itu dari jarak jauh dan membunuh banyak dari mereka sekaligus.


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


Evan terus melakukan itu dan membuat kekacauan di benteng besar tersebut sampai dari salah satu ruangan keluar monster yang membuat Evan sangat tertarik.


Monster itu juga langsung mengetahui lokasi Evan dan langsung terbang ke arahnya. Sesampainya di tempat Evan tanpa di sangka sangka monster itu bisa berbicara menggunakan bahasa yang Evan tau dan merekapun mulai berbicara di langit saat itu.


“Apa yang membawamu sampai sampai membuat kerusuhan di Benteng Naroom?”

__ADS_1


“Apa kau tak tau sedang berurusan dengan siapa?”


“Maaf maaf ,aku hanya sedang lewat dan juga mau menyerang siapa kalian sampai sampai menyiapkan pasukan sebanyak ini?”


“Kau tak perlu tau, sekarang juga hentikan sihir aneh milikmu ini atau aku akan membunuhmu!”


“Membunuhku? Apa kau bisa melakukannya?”


“Hemm, dasar manusia sombong, sekarang aku akan mengirimku ke tempat manusia manusia lainnya yang sudah banyak ku bunuh.”


Monster yang kini ada di hadapan Evan sendiri tak terlalu besar tapi dari penampilannya yang menyerupai manusia itu terlihat level dan status yang bahkan lebih tinggi dari monster yang sebelumnya Evan lawan.


Lalu yang kali ini memiliki pergerakkan yang lebih cepat dan aura yang sangat kuat berbeda dengan yang sebelumnya Evan lawan yang lebih mementingkan kekuatan penghancur dan yang kali ini memiliki gaya bertempur yang unik dan mirip seperti Evan.


Evan yang melihat status monster itu juga menjadi sangat bersemangat dan langsung mengeluarkan Ethereal Staf. Di mata Evan kini ia bisa melihat statistik dan skill milik monster tersebut.


Nama : Elven Chandra


Ras : Black Elf


Level : 750


HP : 10.162.334.221


MP : 250.332.662.448


STR : 10.762.491


AGI : 25.430.221


Skill : Elemental Force, Teleport, Ice Dragon, Black Particel, Telekenesis, Spell Steal dll.


Title : Lord Of Elemental, King Of Witch


Dengan cepat monster bernama Elven itu mengeluarkan tongkat berwarna hitam pekat dan menyerang Evan menggunakan sihir miliknya.


Evan yang akhirnya bertemu dengan seorang lawan yang bia di bilang sama sepertinya yaitu seorang magician juga tak tinggal diam dan membalas serangan milik Elven.


“Fire Arrow.”


“Fire Blade”


“Booommmm...”


Dua serangan super kuat beradu dan menciptakan ledakan yang sangat besar. Lalu monster aneh dengan telinga panjang layaknya ras Elf itu juga menggunakan skill milik Evan yang membuat Evan makin tersenyum jahat.


“Hujan Meteor.”


“Arrow Cassade.”


Dari langit kini turun sihir yang sama seperti milik Evan, bedanya sihir milik Elven memiliki keunikan sendiri yaitu warna dan bentuknya yang seperti memiliki ciri khas tersendiri.


Evan yang sadar serangan miliknya bisa di gunakan oleh monster itu dengan leluasa tertawa dengan keras.

__ADS_1


“Hahahaha, hebat...ku akui kau hebat juga bisa menggunakan sihir yang sama sepertiku.”


Kini di langit di atas benteng besar bernama benteng Naroom itu serangan milik Evan dan Elven saling beradu dan ledakan ledakan besar di langit mulai memenuhi tempat itu.


“Spear Light Shooter.”


Tombak cahaya berjumlah ribuan kini mengarah ke arah Elven. Tapi Elven juga tak tinggal diam dan menggunakan sihir yang sama dengan yang Evan gunakan dan kedua serangan itu saling bertabrakan.


“Spear Light Shooter.”


“Ice Dragon.”


Kini Elven mengeluarkan salah satu sihir miliknya dan seekor naga es yang sangat besar muncul dan menyerang Evan. Evan yang melihat itu juga mengeluakran skill miliknya seakan tak mau kalah.


“Wind Turtel Chaotic.”


Kini muncul kura kura super besar dan menahan serangan Es berbentuk naga milik Elven dan dari tabrakan sihir kuat mereka badai salju besar langsung tercipta dan memenuhi benteng tersebut.


Terlihat dua pria itu saling menyerang satu sama lain dengan sihir dan kemampuan mereka. Semua serangan mereka terlihat seimbang dan sama kuatnya.


Evan yang melawan Elven benar benar membuat tempat itu hancur lebur. Bahkan saat ini mereka sudah tak mempedulikan monster yang ada di sekitar mereka dan hanya sibuk dengan orang yang ada di hadapannya masing masing.


“Tornado.”


Kini tornado besar tercipta dari sihir milik Evan. Tapi Elven terlihat santai dan menahan angin tornado besar itu dengan sihir miliknya yang lain.


“Thunder Predator.”


Secara tiba tiba muncul petir berbentuk binatang aneh dan langsung menghancurkan angin tornado besar ciptaan Evan. Evan yang melihat Itu juga mengeluakran sihir petir miliknya.


“Thunder Bat.”


Kini jutaan kelelawan berelemen petir melahap monster aneh yang di ciptakan Elven dan sihir petir milik mereka meledak di udara.


Elven yang merasakan kemampuan Evan dalam mengendalikan sihir sangat kuat menjadi tertarik dengannya dan mengajak Evan untuk bergabung dengan pasukan Dewa Tartaros.


“Ku akui kemampuanmu hebat juga.”


“Selama aku hidup ratusan ribu tahun baru kali ini aku bertemu manusia yang bisa menandingiku dalam ilmu sihir.”


“Ku beri kau dua pilihan, bergabung dengan pasuka Dewa Tartaros atau mati di sini.”


“Begitu ya, aku merasa tersanjung tapi aku tak ingin bergabung dengan pasukan manapun dan kemampuanku masih lebih dari ini.”


Kini Evan yang sadar serangan biasa tak akan bisa mengalahkan Elven mengeluarkan tombak Enki dan mengalirinya dengan energi bintang.


Elven yang melihat Evan dapat mengunakan elemen bintang langsung tersenyum dan memujinya kembali.


“Bahkan kau dapat menggunakan elemen bintang, sepertinya kau memang layak untuk menjadi salah satu bawahan Dewa Tartaros.”


Kini Evan yang mengeluakran tombak Enki dan mengalirinya dengan energi bintang bersiap menyerang Elven.


Tapi pria monster berkulit gelap itu terlihat tak bergeming sedikitpun dan tetap santai ketika melihat Evan mulai serius.

__ADS_1


Ia seperti memiliki sesuatu yang membuatnya tetap bisa tenang dan percaya diri akan kemenangan.


__ADS_2