
Akhirnya Evan yang sudah bertempur selama 20 jam lamanya itu terduduk dan beristirahat di dalam goa kecil tersebut.
“Huh...lelahnya...untuk mengalahkan Zakiro aku sampai menghabiskan 176.235CP.”
“Untung saja aku banyak mendapatkan xp setelah mengalahkannya.”
Lalu kini terlihat Evan yang beristirahat sambil melihat tebel hologram yang menunjukkan statistik dirinya.
Nama : Evan Adams
Ras : Manusia
Level : 124
HP : 25.349
MP : 50.233
STR : 1.750
AGI : 1.750
INT : 3.550
Skill : Hujan Meteor, Thunder Bold, Chain Frost, Arrow Cassade, Heartstooper Aura, Anti Curse, Map Teleportasi, Weapon Mastery, Costume Change, Exp Boost.
Title : Dragon Slayer
“Hemm...ada 340 status tambahan....ku naikin ke int lagi lah biar tiap skill milikku makin kuat.”
“Lalu ini ada Title Dragon Slayer yang membuat status milikku meningkat pesat.”
{Title Dragon Slayer, meningkatkan semua status sebanyak 500 dan meningkatkan kekuatan fisik]
Dengan Title Dragon Slayer yang Evan dapatkan di tambah equipmen miliknya, kini status Evan meningkat makin gila lagi. Bahkan dengan Title barunya itu yang juga meningkatkan kekuatan fisik Evan membuat tubuhnya sekeras Naga.
“Hahaha....tak sia sia aku menghabisan banyak poin hanya untuk mengalahkan Zakiro dan kini aku memiliki tiga buah kotak hadiah misterius."
Evan yang sudah tak tahan langsung membuka ketiga kotak hadiah misterius yang baru saja ia dapatkan karna naik level.
Di kotak yang pertama Evan mendapatkan sebuah skill baru yaitu, Elemental Master.
“Huh skill Elemental Master, wih kayaknya cocok buat aku nih...”
Dan benar saja, Evan yang melihat Efek skill Elemental Master hanya bisa tersenyum karna skill itu adalah skill yang ia cari cari.
{Skill Elemental Master, skill pasif yang dapat menguatkan semua sihir elemen sampai titik tertinggi}
{Jika menggabungkan dua elemen atau lebih, maka efek skill ini makin dahsyat}
Lalu Evan mendapatkan sebuah item dari kotak hadiah misterius ke dua yang juga sangat ia cari cari yaitu sebuah staf{Tongkat} yaitu Ethereal Staf.
“Akhirnya dapat tongkat.”
“Dengan ini aku bisa menjadi penyihir beneran dong, hehehe.”
Evan sendiri jika bermain game dulu lebih suka menjadi seorang magician atau penyihir. Ia yang tak terlalu suka pertarungan jarak dekat selalu mengambil job sebagai penyihir jika memankan sebuah game.
Lalu terlihat jelas efek hebat dari staf yang baru saja Evan dapatkan.
{Ethereal Staf, tongkat peninggalan raja penyihir Galan}
{Dikatakan jika di gunakan oleh orang yang tepat maka dapat menghancurkan sebuah kota dalam sekali rapalan mantra}
“Waduh, keterangannya mengerikan sekali....”
“Cuman aku gak ada niatan buat ngehancurin kerajaan orang lain.” {belum aja nak hahahaha}
Lalu Evan langsung membuka kotak hadiah ketika sekaligus yang terakhir. Kemudian ia langsung mendapatkan sebuah Armor yang memang sangat ia cari cari.”
__ADS_1
“Astaga ini...”
“Hahaha....akhirnya dapat juga.”
Terlihat kini sebuah armor yang terlihat serasi dengan jubah miliknya sudah ada di inventory Evan yaitu Armor of Tiamat.
{Armor of Tiamat, Armor peninggalan Raja Iblis Tiamat, memiliki ketahanan fisik tiada tanding}
{Dikatakan jika di gunakan dengan Jubah Raja Iblis maka akan membangkitkan efek spesial yaitu ketahanan terhadap segala macam elemen kecuali elemen cahaya}
Setelah mendapatan apa yang dia mau, Evan akhirnya langsung menggunakan Armor barunya itu dan juga tongkat barunya.
“Hahaha....jubah dan Armor raja iblis ini sangat keren, bahkan sangat ringan untuk di gunakan..kayaknya selera aku sama raja Iblis Tiamat sama deh, hehehe."
Terlihat kini Evan sedang terbang di atas hutan Envil, yaitu hutan di bagian barat kota Ignis yang sudah rata dengan tanah sebagiannya.
“Dengan Armor dan jubah raja iblis ini, serta Ethereal Staf...aku akan menjadi penyihir terkuat di dunia...hahaha...”
Malam itu Evan senang bukan main. Ia terbang melayang layang di atas Hutan Envil sambil mencoba armor barunya yang terlihat keren dan gagah dengan warna hitam mencoloknya dengan sedikit corak kemerahan menghiasi lambang unik khas raja Iblis Tiamat.
Sampai akhirnya Evan puas melampiaskan kebahagiaanya di atas hutan Envil, lalu ia kembali malam itu ke kota Ignis.
Terlihat kondisi luar kota Ignis yang sudah hancur lebur dan banyak mayat monster berserakan di mana mana, sedangkan para pejuang kini telah berkumpul di pos pos pemeriksaan dan sebagian di istana penguasa kota untuk mengobati beberapa orang yang terluka serta memberikan penghargaan bagi mereka yang gugur dalam pertarungan melawan Zakiro dan mempertahankan kota Ignis.
Evan yang terbang dengan jubah raja iblis langsung pergi ke istana penguasa kota dan sesampainya di sana ia langsung di sambut bak pahlawan.
“Itu dia....”
“Dia masih hidup...sang pahlawan masih hidup...”
“Mana mana...aku mau lihat.”
Terlihat kini banyak orang yang berebut hanya sekedar untuk melihat Evan dari dekat.
“Wahh...dia masih sangat muda...”
“Hebat sekali...dia melawan Zakiro sendirian...”
“Evan...”
Victoria yang melihat Evan kembali langsung menghampirinya dan memeluk Evan.
“Victoria...”
“Hahaha...syukurlah...aku kira kau mati karna ledakan yang di timbulkan saat itu.”
Terlihat Evan yang di peluk oleh Victoria mulai merasa sesak karna kuatnya pelukan Victoria. Lalu Chloe juga datang menghampiri Evan sambil tersenyum padanya.
“Selamat datang kembali Evan...”
“Aku sudah menebak kalau kau tak akan mati semudah itu.”
“Hehehe...aku hanya beruntung.”
Lalu Reinhard dan Amelia serta beberapa petinggi juga ikut menghampiri Evan.
“Perkenalkan, namaku Reinhard Van Igrassia...terima kasih sudah berjuang bersama kami semua untuk menghentikan Zakiro...”
“Salam kenal sang pahlawan, Aku Ignis Van Amelia, pemimpin kota Ignis.”
“Aku juga ingin mengucapkan terima kasih karna perjuangan dan keberanianmu melindungi kota Ignis lebih dari pada siapapun.”
“Iya ...salam kenal.”
“Salam kenal pahlawan....”
Malam itu semua orang mulai mengerubungi Evan seperti semut yang mengerubungi gula. Evan yang sejatinya sedikit sulit untuk beradaptasi dan bersosial di dunianya sama sekali tak merasakan hal demikian di sana.
Dengan senyum bagaikan mentari pagi, Evan membalas semua rasa kekaguman dan terima kasih semua orang malam itu...
__ADS_1
**************
Sampai akhirnya setelah satu minggu berlalu....
Kini di ibukota kerajaan Igrassia sedang di adakan pesta besar, lalu lebih tepatnya di dalam istana kerajaan...
Terlihat banyak pejuang yang di berikan gelar kehormatan dan bangsawan oleh sang Raja.
Sampai akhirnya sang pahlawan yang kini menjadi topik perbincangan hangat di seluruh kerajaan Igrassia bahkan sampai kerajaan tetangga akhirnya mendapatkan giliran untuk di berkati.
“Sekali lagi selamat datang di kerajaan Igrassia sang pahlawan....”
“Aku Reinhard Van Igrassia, Raja kerajaan Igrassia dengan ini memberikanmu gelar pahlawan dari Igrassia dan menjadikanmu salah satu bangsawan dari negri ini.”
“Saya sebagai raja sangat berterima kasih atas kerja kerasmu dalam pertempuran melawan Zakiro.”
Lalu Reinhard melakukan ritual ala barat sambil mengangkat dan memberkati Evan dengan pedang miliknya.
Sampai akhirnya acara penghargaan dan penobatan itu selesai dan kini nampak Evan yang terlihat sangat gagah dengan baju ala bangsawan Igrassia sedang berada di pesta besar sebagai acara penutup upacara tersebut.
Dengan cerita dan kesaksian para pejuang yang menyaksikan kehebatan Evan malam itu, banyak orang di sana mulai mendekati si pahlawan, termasuk para gadis bangsawan yang kini mengelilingi Evan bagaikan semut.
“Evan...kamu sebenarnya dari mana?.”
“Evan...bagaimana rasanya melawan Zakiro satu lawan satu?.”
“Evan...apakah setelah acara ini kamu mau mampir ke kediamanku?.”
Terlihat Evan yang di kerubungi gadis gadis bangsawan di sana terlihat sedikit kesulitan, sampai akhirnya sang raja yaitu Reinhard datang dan menyelamatkannya.
“Baiklah nona nona sekalian...jika ingin berbincang dengan sang pahlawan kalian bisa melakukannya di lain waktu kan?.”
Ketika melihat raja yang mendekati dan membawa Evan menjauh, para gadis hanya bisa pasrah karna mereka tak mungkin menentang peritah Raja.
Lalu Reinhard membawa Evan ke luar lebih tepatnya ke bagian taman yang terlihat hanya ada sedikit orang di sana.
“Ahh ...Raja...”
“Makasih...aku benar benar bingung harus menghadapi mereka seperti apa..”
“Hahaha, santai saja, dan jangan terlalu formal, cukup panggil namaku jika kita sendirian seperti ini.”
Lalu di siang itu Reinhard dan Evan mengobrol sambil menyantap beberapa makanan yang di sediakan di taman sampai akhirnya mereka di datangi oeh Chloe dan Victoria.
“Evan...”
“Halooo...”
Raja Reinhard yang melihat gadis kecil bernama Chloe yang awalnya terkena kutukan abadi dari raja iblis dan tak dapat berbicara itu kini menjadi teringat dengan tujuan awalnya membawa Evan ke taman.
“Evan...apa benar kau yang menyembuhkan Chloe?.”
Chloe yang mendengar Raja bertanya pada Evan langsung menjawab pertanyaan itu.
“Iya benar sekali Raja...dia mengangkat kutukan dari raja iblis Naraka dengan mudahnya.”
“Hem...tak di ragukan lagi, pahlawan kita ini benar benar hebat.” Lanjut Victoria.
Evan yang melihat ekspresi Reinhard yang seperti ingin meminta bantuan itu tanpa basa basi langsung mengkonfirmasi sendiri pada orangnya.
“Kenapa Reinhard?...jika ada yang ingin kau katakan maka katakanlah."
" Jika aku bisa membantu, pasti ku bantu kok."
Mendengar Evan yang mengatakan itu secara jelas, Reinhard akhirnya merasa sedikit malu dan langsung bicara yang sejujurnya.
“Evan...sebenarnya ada yang ingin ku mintai tolong padamu?.”
“Apa itu?...jika aku bisa bantu maka akan ku bantu sebisaku.”
__ADS_1
Akhirnya Reinhard menceritakan masalah yang ia miliki pada Evan dan lainnya.