System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Kabar Kembalinya Lilia Draculea


__ADS_3

Dalam satu minggu kabar kembalinya raja Iblis Lilia Draculea sudah tersebar dengan cepat ke seluruh penjuru benua Panotia yang merupakan benua iblis.


Selama seminggu itu juga Lilia sibuk mengurus kerajaan Vampire yang akhirnya mulai bangkit kembali.


Para kesatria dan bangsawan yang sebelumnya berpencar kini sudah menyatu kembali dan mulai menempati kota kota dan perbatasan sambil terus terhubung dengan ibukota Everest.


Raja Alucard juga telah sembuh dan mulai memerintah kembali atas arahan Lilia. Seminggu itu juga Chloe mulai berlatih dengan giat. Ia yang biasanya hanya menjadi support dan tak memiliki banyak skill untuk menyerang mulai berlatih teknik teknik baru dari buku sihir.


Chloe yang memang sejak kecil memiliki elemen dasar Cahaya terlihat tak terlalu kesulitan mempelajari apa yang ada di buku sihir kelas tinggi tersebut. Sedangkan Evan yang sudah mengurung dirinya selama seminggu penuh di mansion mewah miliknya akhirnya sudah memutuskan pilihannya.


“Huh....baiklah, ayo semangat Evan...ayo kita bertambah kuat lagi agar kali ini kau dapat menentukan takdir hidupmu sendiri dan melindungi orang yang kau sayangi.”


Dengan cepat Evan langsung berteleport ke istana Dracula. Lilia yang menyadari hawa keberadaan Evan langsung menghampirinya dan menyambutnya.


“Selamat datang kembali tuan, akhirnya tuan mau berkunjung ke sini...”


“Jangan panggil tuan saat di tempat umum.”


“Tapi...”


“Tak ada tapi tapian...”


“Baiklah tuan..Evan...”


Setelah kembali ke istana Dracula, Evan dengan Lilia langsung melihat Chloe yang kini sedang berlatih dengan giat di salah satu taman yang ada di sana. Terlihat gadis mungil itu berlatih dengan sangat serius. Evan yang melihat level Choe yang naik dua level hanya dalam seminggu mulai bertanya pada sistem.


“Sistem, bagaimana cara orang orang di dunia ini menaikkan levelnya?...aku melihat level Chloe naik menjadi 94 lalu level Lilia tetap di level 150 dan tak ada perubahan statistik juga.”


“Lalu saat berhasil mengalahkan bos dungeon saat itu mereka berdua tak mendapatkan xp sedikitpun sedangkan aku mendapatkan banyak bahkan jika bukan aku yang membunuh monsternya.”


[Kalau masalah itu sebenarnya level yang saat ini tuan lihat hanyalah perhitungan dasar dan tak dapat menjadi acuan kuat atau lemahnya seseorang]


[Kemudian masalah xp sendiri ada perbedaan besar antara tuan dan mereka yang berasal dari dunia ini]


[Mungkin bagi tuan menaikkan level cukup dengan membunuh monster tapi bagi orang orang di dunia ini menaikkan level bukan hanya dari membunuh monster tapi lebih ke pengalaman bertarung dan pemahaman tentang mana itu sendiri]


[Bagi tuan yang memiliki pemahaman mana di tinggkat tertinggi tak terlalu berpengaruh, tapi bagi mereka semua aspek akan berpengaruh pada perhitungan level mereka]

__ADS_1


[Dan yang terpenting sistem yang saat ini ada pada tubuh tuan adalah copian data pribadi tuan dari masa lalu jadi semua ini seperti halnya game di dunia tuan tapi sebenarnya tidak begitu]


“Hooh jadi begitu.”


Ketika merasa ada yang melihatnya, Chloe yang menyadari itu melihat ke belakang dan ternyata sudah ada Evan dan Lilia di sana berdiri sambil melihatnya latihan. Chloe yang melihat Evan akhirnya bekunjung setelah seminggu lebih langsung berlari mendekat.


“Evan, akhirnya kamu kembali juga.”


“Kemana saja kamu selama ini...kenapa baru kembali sekarang?”


“Hehehe...aku hanya sedang malas bergerak dan mengurung diri di mansion.”


“Heeeeh apa apaan itu.”


Akhirnya siang itu mereka bertiga makan siang di taman yang luas tersebut. Di sana Evan di sajikan banyak makanan mewah khas Vampire. Walaupun itu terlihat aneh awalnya dan sedikit mengerikan. Tapi ketika mencicipi rasanya Evan yang memang sedang kelaparan itu menyantap semua hidangan dengan lahap.


“Ahhh kenyangnya...”


“Syukurlah kalau tuan suka...”


Lalu ketika selesai makan terlihat seorang pria ras vampire mendatangi mereka. Ia tak lain adalah raja Vampire ke 19 yaitu Alucard Ihtsar Dracula.


“Iya, dia adalah pria yang sudah menyelamatkanku di dungeon.”


“Heeee, apa benar pria ini yang menyelamatkan kakak, dia terlihat sangat lemah.”


Ketika mendengar perkataan tak sopan adiknya sambil memegang megang wajah Evan, Lilia langsung memukul kepala sang adik dan menarik telinganya.


“Apa yang kau bilang barusan ha...”


“Berani sekali kau mengatakan hal seperti itu pada tuanku...”


“Haaa...aduh aduh sakit kak...ampun.”


“Sekarang minta maaf padanya...cepat.”


“Ma-maafkan aku...aku janji gak bakalan ngomong gitu lagi...”

__ADS_1


“Hehehe...sudah sudah cukup Lilia...telinga adikmu bisa putus itu...”


Ketika mendengar perkataan tuannya itu, akhirnya Lilia melepaskan tangannya dan seketika itu juga Alucard langsung terjatuh. Terlihat telinga panjangnya merah pekat karna habis di jewer sang kakak.


“Haduh sakit...maafkan aku, aku tadi hanya bercanda.”


“Santai saja...”


Lalu duduklah mereka berempat di sana. Saat itu Evan mulai mengobrol dan menyerahkan semua harta yang akan di lelang dan membagi bagian mereka masing masing.


Evan langsung membagi dan mengeluarkan semua harta yang saat ini bertumpuk dan menggunung memenuhi tempat itu.


Bukan karna apa apa Evan mengeluarkan itu semua. Hanya saja melihat ada banyak benda tak berguna bagi dirinya di inventroy, itu membuat inventorynya sedikit acak acakan dan Evan yang tak suka itu dengan gampangnya melemparkan semua harta itu seperti tak ada harganya.


“Astaga...banyak sekali hartanya..emas, belian, dan batu permata lainnya...dengan ini kerajaan Vampire akan bangkit kembali...tuan Evan benar benar sultan.”


“Hehehe...tentu saja.” Ucap Lilia seakan sedang memamerkan Evan pada sang adik.


“Lalu dengan buku sihir dan artefak sebanyak ini di pelelangan nanti pasti kita mendapatkan banyak uang.”


“Hemm...aku sendiri tak terlalu memerlukan barang barang ini jadi bagianku ingin ku lelang semuanya.”


“Oke oke...aku akan mengurus ini semua jadi tuan Evan tak perlu kuatir...”


“jangan pake tuan, cukup panggil namaku saja...”


“Tapi...”terlihat wajah kekhawatiran di wajah Alucard. Sambil melihat wajah kakaknya yang memang sering membullynya sejak kecil seperti tak keberatan, akhirnya iapun mengikuti apa kata Evan.


“Yasudah jika kakak tak keberatan...”


“Kurang lebih sebulan lagi acaranya akan segera di laksanakan jadi sisanya serahkan padaku.”


Siang itu atas arahan Alucard, semua harta di simpan dan mulai di bawa ke kekaisaran timur yang memang saat itu menjadi tuan rumah acara tersebut.


Sambil menunggu acara akbar tersebut Evan, Chloe dan Lilia mulai berlatih dan bertambah kuat dengan cara mereka masing masing. Chloe dan Lilia mulai berlatih mempelajari sihir baru yang ada di buku sihir. Sedangkan Evan mulai menjelajahi dungeon dungeon di seluruh dunia dan menaklukkannya secara diam diam.


Mungkin saat menaklukkan Valey Of Obivilium yang memang sudah di segel dan tak terpakai lagi tak ada orang yang memasukinya. Tapi di dungeon lain terutama di dungeon rank C-A masih banyak petualang yang mejelajahi dungeon sambil berburu beast core dan ada beberapa peraturan yang harus di isi sebelum memasuki dungon tersebut.

__ADS_1


Jadi Evan sering menggunakan skill kamuflase dan masuk secara diam diam saat malam hari untuk leveling dan mencari harta di malam harinya.


__ADS_2