System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. kekuatan Tombak Enki


__ADS_3

Dengan cepat goa besar itu bergetar hebat seperti mau roboh. Evan yang menyadari itu langsung mengambil semua harta yang ada di sana dan menyimpannya.


Setelah selesai menyimpan semua harta, Evan langsung terjun dan berenang kembali menuju atas kolam sebelumnya. Dengan tombak Enki di tanganya, ia merasakan energi dari tombak itu memenuhi tubuhnya dan ia kini dapat bergerak makin cepat lagi di dalam air.


“Hahaha, tombak ini hebat sekali, berbeda dengan senjataku yang lainnya, yang satu ini seperti mahkluk hidup dan mengerti akan diriku.”


Dengan cepat Evan meluncur dan meninggalkan dasar kolam tersebut yang seperti sudah mau roboh dan benar saja, ketika inti kekuatannya di ambil, air laut suci mulai menyusut dan tempat itu runtuh dengan sendirinya.


Evan yang berenang bagai kilat kini di kejar oleh reruntuhan tempat tersebut yang sudah hancur lebur. Tapi dengan kecepatannya, Evan dapat sampai di atas kolam lebih dulu sebelum tempat itu hancur seutuhnya.


Evan yang sampai di atas sana langsung di kejutkan dengan adanya tiga orang pria berbadan tegap yang sedang berenang di mulut kolam. Seketika kedatangan Evan di sertai hancurnya kolam itu mengagetkan tiga orang pria ras ikan yang tak lain adalah raja Slardar dan dua pengawalnya.


“Hoahhh...”


“Ka-kamu...”


Terlihat Raja Slardar dan dua pengawalnya kaget bukan main karna melihat Evan yang tiba tiba saja muncul dari dasar kolam suci.


“Yoh, apa yang kalian lakukan di sini?” ucap Evan kepada tiga pria ras ikan yang mengagetkannya.


“Harusnya kami yang bilang begitu, kau tiba tiba saja muncul dan mengagetkan kami.”


“Hahaha, maaf jika aku menggangu kalian, lanjutkan saja main airnya, aku sudah selesai dan ingin pergi dari sini.”


Kini Evan yang muncul sambil memegang tombak berwarna emas itu makin menarik perhatian raja Slardar. Tapi tetap saja, karna tau dengan kehebatan Evan sebelumnya, Raja Slardar dan kedua pengawalnya sangat hati hati dengan Evan karna ia bisa di bilang tak mau sampai berurusan dengan pria gila yang pergi sendirian ke dalam menara langit.


“Tunggu, apa kau tak mau membawa air suci ini?...jika kau yang lebih dulu menemukan tempat ini maka kau juga berhak memilikinya kan?”


“Hahahaha, ambil saja semua air suci itu untuk kalian, aku sudah tak membutuhkannya lagi.”


Ketika mendengar jawaban dari Evan, Raja Slardar dan pengawalnya hanya bisa bengong. Kini di hadapan mereka ada air laut suci yang sangat berharga dan Evan yang bisa di bilang lebih dulu menemukannya terlihat tak tertarik dan malah meninggalkan semua itu begitu saja.

__ADS_1


“Se-serius kau tak mau megambil beberapa air ini?”


“Aku tidak perlu...lagian sejak kapan kalian tiba di sini?”


“Kami baru tiba beberapa menit yang lalu, karna energi dari tempat ini mengalir keluar dengan kuat mangkanya kami dapat menemukan kolam ajaib ini.”


“Begitu ya...ya sudah ambil saja semua yang kalian mau dari kolam ini.”


“Terima kasih banyak tuan Evan....”


“Iya terima kasih banyak tuan...air laut suci ini sangat penting untuk kami ras manusia ikan.”


“Santai saja...yasudah kalau begitu aku pergi dulu ya...”


Dengan santai Evan yang memegang Enki Spear meninggalkan Raja Slardar dan dua pengawalnya. Tentu saja mereka penasaran dan tau tentang kekuatan dan kehebatan dari tombak yang Evan pegang. Tapi siapa yang berani menyinggung pria bernama Evan Adams itu. Bahkan jika mereka bertiga bekerja sama mereka masih tak yakin bisa menang melawan Evan yang bahkan terlihat lebih kuat lagi dari sebelumnya.


“Huh, ku pikir dia akan marah karna kita mengambil air laut suci ini tapi ternyata dia malah memberikan semuanya pada kita.”


“Apa yang kalian bicarakan...cepat kumpulkan semua air ini.”


“Ba-baik Raja.”


Di tempat lain, Evan yang sudah memanen banyak harta tengah bersiap siap meninggalkan kota Atlantis yang hancur tersebut. ia kini kembali ke portal awal dan kembali ke dalam lautan Atlanta.


Walaupun masih ada beberapa tempat yang memancarkan energi, tapi Evan memilih untuk melanjutkan ke lantai berikutnya.


“Sistem, di mana pintu ke lantai selanjutnya?”


[Ada di ujung utara tuan]


Dengan cepat Evan meluncur di dasar laut menuju pintu lantai selanjutnya. Ia yang menuju ke sana di jegat oleh beberapa monster laut dalam yang ingin memakannya.

__ADS_1


Tapi Evan yang penasaran dengan kekuatan tombak Enki menggunakan tombak itu untuk membunuh semua monster yang menghalanginya.


Kekuatan tombak Enki yang dapat membunuh dan menghancurkan tiap monster yang menghalanginya membuat Evan sedikit terkesima. Bahkan tanpa mengaliri tombak itu dengan mana miliknya, tombak Enki sudah sangat kuat dan hanya dalam sekali serang maka tiap monster yang menghalangi jalannya akan di pastikan mati karna kekuatan tombak Enki yang mampu menebus semua tubuh monster yang menghadang Evan.


“Sistem, sebenarnya seberapa kuat tombak Enki ini?”


[Lapor tuan, tombak Enki berada di rank yang tidak di ketahui]


[Mungkin saat ini kekuatannya yang bisa di gunakan masih belum semuanya, tapi tombak ini adalah tombak peningalan dewa laut yang dapat menghancurkan apa saja dan di puncak kekuatannya maka pemiliknya bisa memerintahkan laut dan semua yang ada di dalamnya]


“Woah, padahal hanya sebuah senjata tapi bisa sampai seperti itu...”


Evan yang senang karna mendapatkan tombak super kuat itu hanya tersenyum puas. Walaupun ia tak terlalu suka pertarungan jarak dekat, tapi dengan tombak yang dapat menghancurkan apa saja yang ada di hadapanya membuat Evan kini makin tak terkalahkan.


Dengan cepat ia kini meluncur ke pintu lantai selanjutnya. Setelah tiga jam akhirnya ia sampai di pintu ke enam dan memasukinya.


Pintu ke enam ini berwarna abu abu dengan corak dan desain yang sangat kuno. Evan yang tak mengerti makna dari itu semua langsung masuk ke dalam pintu itu dan kini tiba di lantai ke enam.


“Hemmm, tempat ini...”


Seketika Evan tiba di lantai ke enam, ia di pindahkan ke sebuah daratan yang terlihat porak poranda. Sejauh mata memandang hanya ada tempat yang hancur dan tanah yang di penuhi oleh tengkorak di mana mana. Semua tempat hancur dan tak ada yang tersisa. Jika di lihat sekilas itu seperti tempat kuburan masal yang sangat besar.


“Sepertinya di sini pernah terjadi perang yang sangat besar.” Ucap Evan yang terbang sambil melihat lihat tempat tersebut yang di penuhi oleh mayat dan tengkorak manusia ataupun binatang.


Sejauh Evan terbang, tempat itu sama sekali tak berubah, hanya ada tumpukan mayat dan tengkorak yang sudah hancur berkeping keping. Lalu di tempat itu juga di penuhi oleh energi kekacauan yang sangat banyak. Energi kekacauan itu memenuhi hampir seluruh tempat yang sudah rata dengan tanah.


“Hemmm, sepertinya tak ada apa apa di sini...sejauh ini aku tak merasakan energi aneh dan hanya ada energi kekacauan.”


Evan yang terbang kini turun dan mulai menyerap energi kekacauan yang memenuhi tempat tersebut.


Ia yang tau energi kekacauan juga merupakan energi penting tak menyia nyiakan itu semua dan melahap habis semuanya.

__ADS_1


Sampai sebuah aura mengerikan mendekatinya secara cepat dan membuat Evan tersenyum lebar.


__ADS_2