System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Last Carpet


__ADS_3

Evan yang menyaksikan tubuh besar dan berotot Hugo dengan mudahnya terbelah menjadi dua hanya bisa diam membisu.


Pria besar dengan level 500 dan memiliki status tinggi bukan main itu di bunuh dengan mudahnya oleh seseorang misterius yang hanya berlevel 420.


Saat ini suasana Legolas Arena benar benar sunyi, sampai darah terakhir yang bercucuran dari tubuh besar Hugo mulai mereda dan perlahan hilang saat itulah suara sorakan dan kekaguman langsung terdengar jelas di seluruh Legolas Arena.


“Hebat...”


“Hemmm, sepertinya dia benar benar dari kota Jiangshi.”


“Ya, teknik berpedang seperti itu adalah ciri khas penduduk timur.”


“Begitu ya, jadi dia sisa sisa yang selamat...teknik berpedangnya hebat juga.”


“Hahahaha, mana mungkin ras Snacher bisa menang melawan orang orang dari negeri Jiang, teknik berpedang mereka bahkan sudah di setarakan dengan dewa.”


Mulai banyak penonton yang di buat takjub dan mengingan kembali tetang kehebatan orang orang dari timur lebih tepatnya dari kerajaan Jiang.


Dulu kerajaan tersebut merupakan kerajaan terbesar di dunia mereka sampai sosok terkuat bagai dewa yaitu Elven Chandra mulai menginvasi dan membunuh setiap kerajaan yang tak mau menjadi bawahannya.


Dalam masa masa kekacauan tersebut kerajaan Jiang adalah salah satu kerajaan yang melawan ke arogansian Elven.


Tapi mau apapun yang di lakukan kerajaan besar tersebut mustahil bagi mereka mengalahkan sosok Elven yang kuatnya bagaikan dewa.


Bahkan saat itu Elven juga di bantu oleh sosok dewa lainnya yang bahkan kehadiaran dan ada atau tidaknya mereka masih di pertanyakan sampai sekarang.


Yang jelas selama masa masa kekacauan tersebut Elven Chandra benar benar mengukir namanya dalam sejarah sebagai Sang Raja Penakluk dari ras black Elf dan saat ini menjadi Raja tertinggi di dunia mereka bahkan dia sudah di anggap seperti dewa.


“Se-selamat untuk penantang kita karna telah memenangkan pertarungan.”


“Saat ini hadiah sebelumnya yaitu tiga puluh dua ribu keping emas telah di lipat gandakan dan menjadi enam puluh empat ribu keping emas dan resmi menjadi milik sang pemenang yaitu Shin.”


Saat di umumkannya pemenang pertarungan siang hari itu semua penonton langsung bersorak. Mereka semua terlihat sangat puas dengan pertarungan pembukaan yang baru saja terjadi.


Tapi di sana ada seseorang pria yang terlihat hanya diam saja dan masih syok dengan apa yang ia lihat. Pria tersebut adalah Evan. Helen yang melihat wajah syok Evan akhirnya mencoba menenangkan dirinya.


“Evan, kau tidak apa apa?”


“Huh, ya...aku baik bak saja.”


“Apa kau tak bisa melihat pergerakan pria bernama Shin itu?”


“Ba-bagaimana kau tau?”


“Tentu saja aku tau, kau kira aku ini siapa...yang tadi itu adalah salah satu teknik berpedang khas dari clan Carpet.”


“Teknik itu di sebut teknik pedang surgawi, itu adalah salah satu teknik berpedang terhebat di dunia ini dan yang menjadi kekuatan utamanya adalah kecepatan.”


Terlihat Helen seperti mengajari dan memberitahu Evan tentang kehebatan dari teknik berpedang milik Shin yang berasal dari clan Carpet yang di kabarkan sudah musnah yang juga masih menjadi bagian dari kerajaan Jiang.


“Sebenarnya apa itu teknik pedang surgawi?”

__ADS_1


“Hemmm, aku juga tak tau, tapi orang orang dari clan timur memiliki teknik berpedang mereka masing masing dan salah satunya yaitu clan Carpet memang terkenal dengan salah satu dari tujuh teknik berpedang clan timur yang sangat di takuti.”


“Yang pertama adalah yang kita lihat saat ini yaitu teknik pedang surgawi, lalu ada juga teknik pedang bintang, terus ada teknik pedang kehampaan dan masih banyak lagi.”


“Yang jelas dari teknik berpedang mereka yang berbeda beda itu memiliki satu kesamaan yaitu seni terkuat dari skill berpedang.”


“Jadi jika kau bertemu dengan orang yang mengaku berasal dari timur lebih baik kau menyerah saja karna mereka bukanlah orang yang bisa di kalahkan dengan mudah.”


“Apa mereka sehebat itu?”


“Tidak juga, bahkan dalam perang besar seratus tahun yang lalu mereka semua di bantai dan saat ini hanya tersisa sisa sisa dari clan mereka yang berhasil selamat.”


“Aku dengar dari cerita yang beredar di masyarakat kalau Raja Elven bahkan saat itu meminta bantuan dari dewa lainnya untuk mengalahkan kerajaan Jiang dan dengan kekuatan tujuh dewa itulah ia berhasil mengalahkan dan membumi hanguskan kerajaan Jiang yang merupakan kerajaan terbesar dan terkuat pada saat itu.”


“Lebih baik kita tak membicarakan masa itu karna jika ketahuan penjaga maka kita bisa di adili nanti.”


“Baiklah terimakasih informasinya.”


Evan yang mendengar penjelasan panjang lebar dari Helen hanya menyimak dan memikirkan sesuatu.


Ia memikirkan tentang kemampuan berpedang miliknya yang dia rasa sudah cukup hebat padahal itu masihlah amatiran.


Dengan skill Weapon Mastery, Evan sejatinya sudah memiliki kemampuan berpedang tingkat tinggi.


Tapi itu hanyalah kemampuan berpedang dasar dan dari teknik berpedang miliknya ia sama sekali tak memiliki yang namanya ciri khas atau kekuatan sesungguhnya dari seni berpedang.


Ia memang ahli menggunakan pedang, tapi itu karna skill Weapon Mastery miliknya dan skill itu hanya membuat Evan mengerti dasar dasar dalam berpedang dan selebihnya hanya ia kembangkan sendiri.


Lalu kalau soal teknik berpedang seperti yang di jelaskan Helen sudah pasti Evan tidak memilikinya.


Tapi dari itu semua justru yang menjadi kekuatan terkuatnya adalah item dan barang barang langka pemberian sistem yang makin membuat skill miliknya berada di level yang berbeda.


“Begitu ya, aku terlalu menganggap diriku ini hebat.”


“Jika di ingat ingat lagi saat pertarunganku melawan Elven waktu itu dia juga belum terlihat serius.”


“Bahkan saat itu aku yang menggunakan tombak Enki yang merupakan senjata terkuatku juga tak bisa mengalahkannya.”


“Huh, sepertinya aku harus membuat skill berpedang milikku sendiri atau semacamnya agar kemampuanku dalam menggunakan senjata menjadi lebih hebat lagi.”


Kini di lapangan pertandingan Evan dapat melihat darah dan seluruh kekuatan milik Hugo terserap oleh dinding dengan ukiran aneh.


Dari ukiran yang ada di lapangan pertandingan itu ia akhirnya ingat kembali kalau ukiran tersebut sangat mirip dengan ukiran khas Raja Elven.


Evan yang melihat keanehan itu langsung bertanya pada Helen.


“Helen, kenapa darah dan kekuatan Hugo terhisap oleh lantai dan dinding aneh itu...apa yang sebenarnya terjadi?”


“Ohhh, itu...kalau itu memang dari dulu seperti itu, sejak di dirikannya Legolas Arena memang setiap orang yang mati di sini pasti tubuh dan energinya di hisap oleh tempat aneh ini.”


“Aku juga tak tau kenapa, tapi itu sudah menjadi hal yang biasa di lihat.”

__ADS_1


“Heh...begitu ya.”


Evan yang penasaran akhirnya bertanya pada sitem tentang kekhawatirannya tersebut.


“Sistem, apa rahasia sebenarnya dari Legolas Arena ini?”


[Lapor tuan, sistem dapat merasakan kekuatan Elven dari tempat besar ini...bisa di bilang tempat ini merupakan salah satu tubuhnya dan dari sini ia biasa menerima pasokan energi dari para pejuang yang gugur di sini]


“Hemm, begitu ya...tepat sesuai perkiraanku, pantas saja ia berani memancing orang orang kuat dengan bayaran yang banyak, saat ada yang mati maka seluruh kekuatannya akan di serap oleh tempat ini dan itu juga akan menambah kekuatan miliknya.”


[Yap tepat seperti itu]


“Sepertinya Elven ini memiliki banyak trik dan cara untuk menambah kekuatannya ya.”


Lalu dari lapangan pertandingan yang akhirnya bersih kembali, Kon memulai pertandingan selanjutnya.


Saat ini darah dan bahkan tubuh Hugo sudah menyatu dengan Legolas Arena dan sudah tak tersisa apa apa darinya kecuali nama.


“Baiklah para penonton pemberani, apakah ada dari kalian yang berani menantang petarung hebat kita yang berasal dari kota Jiangshi ini?”


“Buat mengigatkan saja kalau pemenang pertandingan kali ini akan mendapatkan enam puluh empat ribu keping emas, jadi siapa penantang selanjutnya....”


Saat Kon si pembawa acara berteriak dan mencari penantang baru. Tanpa di duga duga seorang wanita cantik dan seksi dengan telinga panjang yang memiliki tubuh putih bersih terbang dan turun ke arena pertandingan.


“Hooo...itukan...”


“Sialan, itu...itu nona Salamandina.”


“Hebat, ada salah satu komandan Raja Elven yang mengikuti pertandinagn di Legolas Arena.”


“Hahaha, ini pasti menjadi pertarungan yang seru.”


Kini seorang wanita cantik ras Elf yang menggunakan pakaian khas kerajaan Sargon dan merupakan salah satu dari komandan Raja Elven langsung turun dan berniat menantang Shin di arena pertandingan.


Evan yang melihat masih ada orang yang berani menantang Shin yang baru saja membelah Hugo menjadi dua hanya bisa takjub dan langsung melihat statistik wanita cantik tersebut.


Nama : Salamandina


Ras : Elf


Level : 700


HP : 10.162.334.221


MP : 25.850.332.662


STR : 8.762.491


AGI :15.430.221


INT : 55.503.824

__ADS_1


Skill : Heavenly Fire, Dust Of Darknes, Ligh Saber, Salamander dll


Title : Commander of Div 5, Penyihir Api.


__ADS_2