
Karna serangan berelemen kegelapan yang sangat panas tersebut. Ratusan pasukan Ghoul langsung terbunuh seketika.
“Ini...”
“Inikan skill milik wanita itu?”
“Ja-jangan bilang raja iblis Lilia telah kembali.”
Terlihat beberapa pasukan yang selamat mulai mengingat kembali serangan maha dahsyat yang sebelumnya membunuh lebih dari setengah pasukan mereka dalam sekejap mata.
Mereka mulai mengingat kenangan buruk saat raja iblis Lilia masih memerintah kerajaan Vampire. Saat itu ras ghoul sering di jadikan bahan berburu para bangsawan ras vampire.
Lalu dari kejauhan mulai terdengar suara yang makin membuat mereka semua yakin bahwa raja iblis ras vampire telah kembali.
“Wrrroooaaaarrrr...”
Terdengar suara pekikan Black Wyvern milik Lilia mulai mendekat. Pasukan yang menjaga di sekitar menara mulai menembaki Wyvern besar tersebut.
Tapi berkat armor lapis bajanya, para pasukan penjaga dapat di bunuh dengan mudah. Dengan mudahnya Lilia yang lebih dulu sampai membunuh para penjaga tower dan turun di tengah tengah pasukan yang sudah rata setengah akibat serangan besar yang sebelumnya ia lancarkan.
Dengan jelas kini Ras Ghoul dapat melihat sosok yang mereka takuti kini berdiri di hadapan mereka semua.
“Hiiiihhhh...”
“Ra-raja iblis Vampire.”
“Lilia Draculea...dia telah kembali...”
Lilia yang turun di tengah tengah pasukan itu langsung membantai mereka tanpa ampun. Ia mulai membunuh membabi buta pasukan Ghoul satu persatu.
Sampai akhirnya pasukan Vampire yang lainnya datang dan mulai ikut berpesta dalam pembantaian besar besaran di kota Gothi.
“Dasar sekumpulan budak...hari ini akan ku ingatkan kalian kembali pada hakikat kalian yang hanyalah seekor monster berdarah kotor.” Ucap Lilia sambil mengeluarkan cambuk berwarna hitam yang mengeluarkan Aura gelap.
Dengan cambuk itu ia mulai membunuh pasukan Ghoul yang lari terbirit birit. Setiap dari mereka yang terkena cambukan itu langsung di hisap energi kehidupannya dengan cepat lalu hancur menjadi debu.
Itu adalah salah satu senjata rank S milik Lilia yaitu Whip Bloodfalen yang terkenal dengan kengeriannya.
“Jangan takut...dasar kalian semua...dia hanya sendiri, jika kit-“
Sebelum pangeran kedua kerajaan Ghoul yaitu Gasia menyelesaikan perkataannya, sebuah tombak hitam langsung melesat bagai kilat dan tepat menusuk jantungnya yang di lapisi armor tebal itu.
__ADS_1
“Ka-kau....”
“Berisik, dasar budak kurang ajar....”
“Monster menjijikkan sepertimu tak pantas berbicara di depanku.”
Hanya dalam hitungan menit hampir seluruh pasukan Ghoul yang saat itu berjumlah ribuan orang mati di kota Gothi. Beberapa yang mencoba lari juga di kejar dan di bunuh oleh pasukan Vampire yang sudah bergabung dengan Lilia.
Evan yang saat itu hanya menyaksikan pembantaian itu dari atas langit bersama Chloe hanya bisa melihat dan tak melakukan apa apa.
Lilia yang biasanya bersikap manja di hadapannya kini berubah menjadi monster menakutkan yang membunuh musuhnya tanpa kenal ampun.
Jangankan untuk membantunya jika di butuhkan. Saat ini bahkan Lilia dan pasukan Vampire membunuh seluruh pasukan Ghoul tanpa tersisa dan bukan hanya mereka, hampir semua orang yang ada di kota itu baik WareWolf, Iblis, dan bahkan Vampire lainnya yang ada di kota Gothi semuanya di bunuh karna mereka adalah beberapa bangsawan yang berkhianat.
Evan yang menyaksikan pembantaian itu merasa mual dan menjauh dari sana...
“Evan...mau kemana kamu?”
“Aku hanya ingin mencari udara segar dan sepertinya Lilia tak membutuhkan bantuan kita untuk menghabisi musuhnya itu.”
Evan terbang dengan pelan menjauh dari kota Gothi yang saat itu sedang kacau balau. Sampai akhirnya ia sampai di sebuah sungai kecil yang jernih dan turun di sana di ikuti oleh Chloe.
Evan saat itu hanya sedikit bingung harus berbuat apa. Ia dulu sempat melihat ada sebuah misi mencegah perang dan menyatukan seluruh ras. Tapi ia yang hanya orang asing di dunia tersebut merasa tak memiliki hak untuk mencampuri urusan ras lainnya.
“Chloe...apa yang seharusnya aku lakukan?”
“Apa maksudmu?”
“Apa menurutmu aku bisa menyatukan semua ras yang ada di dunia ini dan mencegah peperangan seperti yang kita lihat tadi?”
Ketika mendengar curhatan hati Evan, Chloe hanya diam dan duduk di sebelahnya.
“Ntahlah...saat ini dunia memang makin kacau.”
“Ras Manusia sedang bersitegang dengan ras Elf, lalu di benua Iblis ini juga sama.”
“Bahkan di benua lainnya aku dengar keadaannya jauh lebih parah lagi.”
“Jadi aku tak tau jawabannya....tapi...mungkin saja suatu hari nanti keadaan bisa berubah dan aku yakin perdamaian yang dulu pernah terjalin bisa kembali membaik.”
Saat itu Chloe hanya bisa menjawab sebisanya saja. Jujur ia sendiri tak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Mungkin di benua Laurasia tempat Chloe tinggal belum terjadi apa apa tapi yang namanya perang pasti akan menyebar bagai kobaran api yang akan membakar apa saja yang berdekatan.
__ADS_1
Sampai keadaan mulai gelap dan akhirnya pasukan Vampire berhasil menduduki kota Gothi. Lilia yang sudah membersihkan seluruh musuhnya langsung pergi mencari Evan.
Lilia yang sebelumnya sudah menghisap darah Evan bisa tau betul di mana lokasi pria itu dan datang menghampirinya.
“Tuan, Chloe jadi kalian di sini...”
Terlihat Lilia yang sudah berganti ke mode damai berjalan mendekati Evan yang hanya duduk di pinggir sungai bersama Chloe. Saat melihat ekspresi Evan, Lilia langsung sadar kalau Evan saat itu terlihat aneh dan tak seperti biasanya.
“Apa tuan terganggu dengan hal yang ku lakukan barusan?”
“Tidak...itu hakmu untuk membela ras dan kerajaanmu.”
“Tapi....ehhhm sudahlah itu tak penting...”
“Apa urusanmu sudah selesai di sini?”
“Sudah tuan, saat ini pasukan yang tersisa sudah ku perintahkan kembali ke kota Everest.”
“Baguslah kalau begitu...hari ini aku sangat lelah jadi aku ingin beristirahat...”
“Jika tuan berkenan, tuan bisa beristirahat di istana Dracula, saya juga akan menyiapkan segala kebutuhan tuan."
“Tak perlu...aku akan kembali ke rumahku dan beristirahat di sana, kamu lebih baik saat ini fokus mengurus kerajaan Vampire dahulu.”
“Baik tuan, saya mengerti...”
“Chloe, kamu juga sebaiknya mulai berlatih mempelajari buku sihir itu, kita tak tau apa yang akan terjadi di masa depan nanti, jadi kita semua harus bertambah kuat lagi...”
“Baik Evan, aku akan berlatih dengan giat.”
“Ya sudah, aku kembali dulu.”
“Eva-“
“Hemm...sepertinya banyak yang dipikirkannya hari ini...”
“Jadi biarkan saja dia sendiri dulu.”
“Ya...kau benar, dia sedikit aneh sejak siang tadi.”
Akhirnya hari itu Chloe kembali ke istana Dracula bersama Lilia sedangkan Evan hanya tidur di mansion mewah miliknya sendirian.
__ADS_1
Malam itu Evan benar benar lelah, tak seperti biasanya ia bahkan tak ingin untuk membuka kota hadiah yang sebelumnya ia dapatkan ketika naik level.