System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Sumpah Setia


__ADS_3

Evan yang melihat Lilia sudah kembali prima dari hanya meminum darahnya langsung melanjutkan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Lalu Lilia menceritakan kalau sepuluh tahun yang lalu ia dan pasukannya mencoba menaklukkan dungeon rank S yang baru muncul.


Pasukan mereka adalah orang pertama yang menjelajahi dungeon Valey Of Obivilium. Karna keserakahan akan kekuatan, Lilia ingin menjadi orang pertama yang menaklukkan dungeon rank S yang saat itu baru saja muncul dan mendapatkan harta di dalamnya.


Tapi sialnya, ia dan pasukannya malah terjebak di lantai tiga dan setelah bertahan cukup lama mereka satu persatu akhirnya tertangkap pipa besi yang tak dapat di hancurkan itu dan mati.


“Jadi bagimana caranya kau dapat bertahan?”


Terlihat Evan juga mulai penasaran karna selama sepuluh tahun Lilia bahkan masih hidup dan mananya tak habis di hisap. Lalu Lilia menjawab dengan sedikit ragu.


“Mungkin itu karna skill milikku yaitu Mana Regeneration yang dapat memulihkan manaku dengan sendirinya.”


“Atau mungkin pipa besi aneh itu sengaja tak membunuhku agar dapat terus menghisap mana dari diriku.”


“Hemm...benar juga, walaupun mereka hanya program tapi mereka seperti makhluk hidup jadi tak mustahil mereka mengetahui skill milikmu dan membiarkanmu hidup agar bisa terus menyerap manamu.” Lanjut Evan.


Lalu Lilia sekali lagi menunduk dan berterima kasih pada Evan karna sudah menolongnya.


“Sekali lagi terima kasih, jika ada yang bisa ku bantu maka aku akan dengan senang hati membalas jasamu ini.”


“Santai saja, jika kau sudah baikan maka pergilah...kau masih ingat jalan keluarnya kan?”


“Aku sendiri tak terlalu memerlukan bantuan atau sesuatu, anggap saja ini hadiah karna selama sepuluh tahun ini kau tak menyerah dan tetap berusaha bertahan hidup.”

__ADS_1


“Jika sudah selesai maka aku akan lanjut pergi ya...”


Terlihat Evan langsung meninggalkan Lilia dan berjalan ke arah pintu lantai empat.


“Chloe ayo lanjut ke lantai empat.”


“Ehhh...ta-tapi...”


Akhirnya Chloe mengikuti Evan dari belakang dan mulai meninggalkan Lilia sendirian. Sambil berjalan Chloe berbicara pada Evan karna penasaran.


“Kenapa kamu tak meminta hadiah atau sebagainya?...kelihatannya dia sangat berterima kasih padamu?”


“Aku tak memerlukan apa apa darinya, aku hanya membantunya karna ia terlhat sangat menderita.”


Dan memang benar, ketika melihat kondisi Lilia saat itu, Evan teringat dengan penderitaannya dulu dan menolongnya tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun.


“Ada perlu apa?...kenapa mengikutiku?...”


“Aku...aku hanya sangat tertarik padamu."


“Huh...apa maksudmu?”


“Dari semua mahluk yang darahnya pernah ku hisap hanya darahmulah yang bisa membuatku sampai seperti ini...kau harus bertanggung jawab.” Terlihat wajah Lilia memerah karna sagne setelah menghisap darah milik Evan.


“Huh...kau pasti bercanda kan...itu mungkin karna kau belum menghisap darah selama sepuluh tahun.”

__ADS_1


“Aku tau betul dengan rasa darah dari setiap mahluk yang pernah ku hisap dan darah tuan adalah yang terbaik.”


“Jadi....bolehkan aku terus mengikuti tuan...karna aku sendiri sudah kehilangan banyak teman temanku dulu dan sebelum kembali ke benua iblis biarkan aku membalas jasaku pada tuan dahulu."


“Aku Lilia Draculea bersumpah akan setia pada tuan.”


Terlihat Lilia langsung mendekat pada Evan sambil memeluk tangan kanan Evan. Ia menyelipkan tangan kanan Evan ke sela sela boba besar miliknya.


Evan yang di perlakukan seperti itu terlihat hanya bisa menikmati sambil sedikit bersifat cool.


“Ya-yahh...setidaknya kau boleh mengikutiku sampai kita keluar dari dungeon ini.”


“Baik tuan, terima kasih.” Lalu Lilia makin memeluk Evan dengan kuat. Chloe yang melihat itu menjadi jengkel dan juga tak mau kalah.


“Evan...jangan termakan bujuk rayuan wanita ini.”


“Dia adalah raja iblis, pasti dia merencanakan sesuatu.” Terlihat kini Chloe juga memegang tangan kiri Evan seakan ia ak mau kalah.


“Apa kau cemburu gadis kecil?”


“Huh....cemburu apanya, aku yang lebih dulu bertemu dengannya jadi aku tak akan kalah darimu...wuekkk.” Ucap Chloe sambil cemberut ke arah Lilia.


Evan yang di perebutkan dua gadis cantik sempat terbang melayang ke angkasa sampai akhirnya ia mendapatkan ketenanganya kembali dan jatuh kembali ke bumi.


“Huh...baiklah baiklah, sudahi pertengakarn tak berarti ini.”

__ADS_1


“Sekarang kita harus fokus menyelesaikan dungeon ini terlebih dahulu, jadi lepaskan tanganku.”


Akhirnya berkat perkataan Evan kedua gadis itupun melepaskan pelukannya dan mereka bertiga melanjutkan perjalanan ke lantai empat.


__ADS_2