System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Night King "Greedy King Mammon"


__ADS_3

Evan yang merasakan hawa membunuh dari tengah lapangan langsung mengaktifkan salah satu skill miliknya.


Walaupun ia sebenarnya tau kalau Chloe yang sekarang memang sudah bertambah kuat, tapi melihat lawannya yang bukan sembarang orang, Evan yang sejak awal sudah jaga jaga langsung mengaktifkan salah satu skill miliknya.


“Shield of Aramis.”


{Shield of Aramis adalah skill rank S yang merupakan sebuah pelindung tak kasat mata yang dapat melindungi Evan dan orang yang ingin ia lindungi}


Kehebatan skill ini adalah bisa bertahan selamanya selama Evan masih memiliki mana dan masih dalam jangkauannya. Lalu semakin dekat maka pelindung tak kasat mata itu akan semakin kuat.


Walaupun saat ini penghalang mana menghalangi Evan dan membuat pelindung itu sedikit melemah, tapi tetap saja pelindung itu bukanlah sekedar pelindung biasa karna kekuatan dan kehebatannya sudah melampaui nalar.


Chloe yang sadar Naraka belum kalah dan mengeluarkan hawa membunuh langsung mengaktifkan sihir pelindung.


“Light Shield Aeron.”


Dalam sekejap mata sebuah pelindung bulat berelemen Cahaya yang sangat kuat langsung menyelimuti Chloe.


Lalu dari dalam penjara cahaya itu kini terlihat Naraka yang sudah terluka parah karna terpenjara di dalam sana. Tubuhnya mengeluarkan darah berwarna hitam dan pakaiannya hancur lebur.


Sontak kondisi Naraka yang terlihat jelas kini membuat semua orang yang melihatnya kaget bukan main. Naraka yang merasa dirinya di permalukan sampai seperti itu langsung memegang sel penjara dan berniat menghancurkannya.


Chloe yang melihat itu tak tinggal diam dan mengaktifkan sekali lagi serangan miliknya.


“Kau tak akan bisa lepas dari penjara itu.” Ucap Chloe sambil mengangkat tongkatnya lebih tinggi.


Lalu gadis mungil itu memadatkan mana yang ada di dalam penjara itu kembali dan menyerang Naraka yang berusaha keluar dari penjara tersebut.


“Sialan kau gadis kecil...”


“Ku bunuh kau sialan.”


“Aaahhhhh.....”


Dengan sekuat tenaga Naraka berusaha menghancurkan penjara buatan Chloe, tapi Chloe yang melihat itu tak tinggal diam dan makin memadatkan mana di pelindung itu dan membuat penjara itu makin kokoh.


“Prison Demon, aktifkan phase kedua.”


Dalam sekejap muncul cahaya berbentuk tali lalu langsung mengikat kedua tangan dan kaki Naraka. Naraka yang kini merasakan energi kehidupannya di hisap secara cepat makin menggenggam sel penjara itu dengan sekuat tenaga.


Ia berusaha menghancurkan penjara itu dengan kekuatan fisiknya karna di dalam sana ia sama sekali tak bisa menggunakan mana.


Tapi kini tali berelemen cahaya itu mengikat lehernya dan mencoba menghentikan pergerakan Naraka. Dengan cepat, lagi lagi penjara itu mengeluarkan cahaya berwarna terang dan Naraka yang ada di dalam sana lagi lagi berteriak keras.


“Sakit....”


“Sialan....”


“Ahhhhh....”


Karna terangnya cahaya itu para penonton tak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana. Mereka hanya bisa mendengar suara rengekan raja iblis Naraka yang berteriak kesakitan.

__ADS_1


Karna teriakan keras itu terus terdengar membuat semua orang tak dapat berkata kata lagi. Raja Iblis Naraka saat ini di buat tak berdaya ketika menghadapi gadis kecil yang tak di kenal dari guild yang juga masih asing bagi mereka.


“Aku pikir di guild itu hanya Raja iblis Lilia yang kuat, tapi ternyata aku salah.”


“Iya benar, sebelumnya ketua Guild mereka bahkan tak muncul di lapangan pertandingan.”


“Iya, ku pikir ia ketakutan, tapi sekarang anggotanya saja bisa membuat Raja iblis sampai seperti ini.”


Banyak penonton mulai mengoceh satu sama lain. Terlebih lagi ras iblis yang di buat tak percaya dengan apa yang mereka saksikan.


Bahkan pasukan kerajaan iblis malam di tempat vip mulai tak bisa menahan emosi mereka ketika melihat raja mereka berteriak kesakitan.


“Sialan, siapa sebenarnya gadis itu?”


“Apa yang ia lakukan pada Raja.”


“A-aku ingat dia...dia petualang rank S yang dulu pernah di kutuk raja Naraka.”


“Sialan...raja bertahanlah...”


Evan yang melihat Chloe dapat menyudutkan Naraka hanya bisa kagum pada gadis mungil itu. Sepertinya Evan yang terlalu meremehkan pertumbuhan Chloe merasa malu pada tindakannya yang ingin membantu pertarungan itu.


Evan juga sudah bertanya pada sistem tentang penjara Cahaya yang saat ini mengurung Naraka.


Penjara itu sendiri adalah skill di rank SS yang dapat mengurung seseorang dan seseorang yang sudah terkurung tak mungkin bisa lepas dan pelindung itu tak mungkin di hancuran dari dalam.


Lalu parahnya lagi pelindung itu memiliki efek lebih jika di gunakan untuk ras iblis. Dan benar seperti yang di terangkan sistem, bahkan Raja ibilis Naraka yang awalnya meremehkan Chloe sekarang di buat tak berdaya di dalam penjara itu.


Akhirnya teriakan Naraka yang menggema di seluruh penjuru Freedom Arena mulai mereda. Setelah cahaya terang itu mulai menghilang, kini para penonton dapat melihat tubuh besar Naraka yang terikat tali cahaya sudah tak bergerak.


Hedon yang melihat itu mencoba memastikan keadaan Naraka dan berniat mendekatinya. Tapi tiba tiba saja terdengar suara tawaan seseorang.


“Hahahaha...ini benar benar hebat.”


“Untuk pertama kalinya aku di buat sampai seperti ini.”


“Hahahaha....”


“Hahahahaha.....”


Para penonton yang mendengar teriakan tawa Naraka dari penjara itu di buat kebingungan. Kini Raja iblis yang sudah tak dapat bergerak itu justru tertawa kencang.


Tapi para penonton dari ras iblis hanya tersenyum seakan mereka sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Astaga, matilah gadis itu.”


“Hemm...dia berani berbuat seperti itu pada Raja Iblis Naraka, aku rasa mau di sini atau di luar sana nasibnya sudah dapat di pastikan.”


Terlihat beberapa penonton ras iblis justru merasa kasihan pada Chloe karna sudah berani berbuat seperti itu kepada raja iblis yang terkenal dengan keserakahannya itu.


Lalu hari yang sudah sore itu perlahan mulai menjadi gelap. Sinar matahari yang menyinari Freedom Arena perlahan menghilang dan tergantikan oleh malam.

__ADS_1


Lilia yang tau akan terjadi sesuatu yang akan sangat berbahaya langsung berteriak pada Chloe untuk segera mengakhir pertandingan dan menyerah.


“Chloe, cepat menyerah...”


Evan yang melihat Lilia berteriak sangat keras sambil memegang kaca di arena vip hanya bisa kaget dan bertanya pada Lilia yang terlihat sangat khawatir pada Chloe.


“Hoi, kamu taukan suara kita tak akan terd-.”


Tapi seketika itu juga Evan merasakan sesuatu yang di takutkan Lilia benar benar terjadi.


“Aura ini...” ucap Evan dengan ekspresi dingin.


“Tuan, cepat suruh Chloe untuk menyerah.”


Lalu Evan yang merasakan aura aneh dari lapangan kini melihat Naraka tiba tiba saja sudah berubah bentuk.


Kini tubuhnya berubah menjadi hitam pekat lalu dua sayap muncul dari punggungnya dan dua cakar yang sangat besar kini ada di kedua tanganya.


Chloe yang melihat itu dan merasakan aura yang sangat mengerikan langsung memperkuat penjara cahaya miliknya.


Tapi Naraka yang sudah berubah ke mode Raja Iblis “Greedy King Mammon” langsung menggenggam tali bercahaya itu dan merobeknya dengan mudah.


Chloe yang melihat itu menjadi kaget bukan main dan sedikit panik. Bahkan kini Naraka memegang sel penjara yang berelemen cahaya pekat itu dan dapat menghancurkannya dengan mudah.


“Sudah cukup main mainya gadis kecil, hari ini adalah hari kematianmu!"


Lalu secepat kilat Naraka menerjang ke arah Chloe, tapi karna pelindung milik Evan, kekuatan Naraka seakan di serap dan di tahan.


Tapi Naraka dengan wujud raja iblisnya yang terkenal dengan julukan “Night King” dapat menghancurkan pelindung milik Evan dengan mudah dan menerjang ke arah Chloe.


Chloe yang saat itu di buat ketakutan dan gemetaran karna skill Prison Demon yang merupakan sihir terkuatnya dapat di hancurkan dengan mudah hanya bisa pasrah dan tak dapat bergerak.


“Mati aku...”


Dengan mudah cakar Naraka menghancurkan pelindung mana milik Chloe dan Chloe yang melihat itu memejamkan matanya seakan akan ia sudah pasrah kalah dan menerima nasibnya karna sudah berani bermain main dengan Raja Iblis.


“Evan...maafkan aku...”


“Sepertinya aku hanya menjadi beban saja bagi dirimu...”


Dalam kecepatan yang gila, Naraka menyerang Chloe. Kecepatannya yang bagaikan cahaya itu membuat Chloe tak dapat bereaksi dan hanya memejamkan matanya saja.


Tapi tiba tiba saja terdengar suara keras bagaikan dua buah pedang yang beradu.


“Tengggg....”


Chloe yang mendengar itu langsung membuka matanya kembali dan kini terlihat di depannya sosok Evan muncul dan menahan serangan Naraka dengan pedang miliknya.


“kau...apa kau ingin melawan ku bajingan?” ucap Naraka dengan ekspresi sangat marah karna Evan sudah menggangu pertarugannya.


“Tidak, aku akan membunuhmu jika kau berani melukai gadis ini.” Jawab Evan dengan Ekspesi dingin.

__ADS_1


__ADS_2