System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Lilia Draculea VS Vivian Aguera


__ADS_3

Lalu pertarungan untuk menentukan siapa saja yang berhak masuk ke menara langit pun di mulai.


kenapa harus di seleksi terlebih dahulu, itu karna slot untuk memasuki menara langit sangat terbatas.


Kemudian Hedon mulai meroling nama nama kelompok dan peserta yang mendaftar untuk saling bertarung. Ia memulai pertandingan dari grub satu dan seterusnya.


Di pertandingan itu, terlihat kerajaan besar dan Guild guild kuat bisa dengan mudah menang. Sebenarnya dari awal siapa saja yang akan menang di tiap kelompok sudah bisa di lihat. Bahkan penonton yang ada di sana juga sudah bisa menebak itu.


Anggap saja di kelompok satu ada kekaisaran Escapia, Kerajaan Sirius dan Dwarf. Dari ketiga nama besar itu saja sudah cukup menjadi acuan siapa saja yang akan lolos di tiap grub yang ada.


Cuman ya balik lagi, untuk mempererat hubungan tiap ras dan kerajaan, Zeno selaku Raja yang menguasai benua Gondwana memilih cara ini agar tak terjadi diskriminasi ras dan semua orang yang merasa mampu dan cukup kuat bisa bersaing dengan kerajaan besar lainnya untuk tiket memasuki menara langit.


Dulu sebelum Zeno berkuasa, tiap kerajaan tak akan segan segan untuk saling bunuh agar dapat memasuki menara langit dan berburu harta yang ada di sana. Bahkan mereka yang dari benua Gondwana saja tak di berikan kesempatan untuk masuk.


Tapi semenjak dua puluh tahun yang lalu, tradisi barbar itu di hentikan dan Zeno membuat acara World Unity Festival sebagai langkah awal untuk menciptakan perdamaian dunia dan menghentikan arogansi kerajaan kerajaan besar dan memberikan kesematan yang sama bagi mereka yang ingin masuk ke menara langit.


Tapi balik lagi, jika ingin masuk maka harus membuktikan kalau kau memang layak untuk itu.


Pertarungan di tiap grub berlangsung cukup sengit dan seru. Walaupun ada juga yang tak sebanding dan dapat menang dengan mudah. Mereka sudah pasti perwakilan dari kerajaan kerajaan besar dan kuat yang tak akan memberikan ampun pada kerajaan kecil dan bahkan guild kecil yang mencoba untuk ikut seleksi memasuki menara langit.


Sampai akhirnya kini pertandingan sampai ke grub tujuh.


“Baiklah sekarang kita akan mulai masuk ke grub tujuh.”


Saat Hedon meroling nama yang akan bertanding, munculah nama Lilia Draculea dari Adams Guild dan Vivian Aguera dari Spriggan Guild.


“Hehehe, namaku yang muncul...”


“Semangat Lilia, aku yakin kamu pasti menang.”


“Iya kakak, hajar mereka semua, beritau pada dunia ini kalau ras Vampire sudah bangkit kembali.”


“Tentu saja...aku tak akan mengecewakan kalian terutama tuan Evan.”


“Hati hati ya, soalnya musuhmu itu lumayan kuat.”

__ADS_1


“Baiklah tuan, saya berjanji akan membawa kemenangan untuk tuan.”


Lalu Lilia turun dari ruangan vip dan berjalan menuju lapangan pertandingan. Lapangan pertandingan itu sendiri sangat luas dan sudah di lapisi oleh pelindung mana kelas atas yang tak akan mudah di hancurkan bahkan oleh sihir kuat sekalipun.


Lalu kini telah berdiri dua orang wanita cantik dan seksi yang siap bertarung. Evan yang sebelumnya memperingati Lilia untuk hati hati bukan tanpa alasan.


Itu karna musuh yang saat ini Lilia hadapi juga memiliki level yang hampir sama dengannya yaitu 150. Mungkin sebelumnya level mereka sama,Tapi sejak sebulan yang lalu, level Lilia meningkat pesat dan sekarang sudah level 156.


“Lilia Draculea, Raja Iblis dari ras Vampire, sepertinya aku aku benar benar tidak beruntung berhadapan dengan wanita sepertimu, tapi maaf saja, di pertandingan ini akulah yang akan menang.” Ucap Vivian yang saat ini berdiri tepat di hadapan Lilia.


Siapa orang di dunia itu yang tak kenal dengan Lilia Draculea, ia adalah raja iblis dari ras vampire yang menyandang salah satu dosa besar.


Tapi wanita yang kini di hadapannya juga bukan wanita sembarangan. Vivian Aguera, ia adalah salah satu penyihir terkuat dengan gelar salah satu dari lima penyihir abadi di dunia.


Di benua Rodinia sendiri Guild Spriggan adalah yang terkuat, guild yang berisikan orang orang kuat dari tiap ras itu sudah berdiri sejak ribuan tahun yang lalu dan dominasi kekuatan mereka bahkan membuat kerajaan kerajaan besar di benua itu sangat menyegani dan menghormati mereka.


Lalu wanita cantik dengan rambut putih dan mata putih bagai berlian itu juga sudah hidup ribuan tahun dan memiliki pengalaman serta kemampuan yang tak perlu di ragukan lagi.


“Hemmm...Ratu dari ras vampire melawan penyihir terkuat dari benua Rodinia...sepertinya pertandingan kali ini akan berlangsung sengit.”kata salah satu komentator tua yaitu Aras Rendo.


“Benar sekali kata tetua Aras, walaupun sepuluh tahun yang lalu Lilia di beritakan menghilang di dungeon, tapi kini ia kembali dan terlihat bertambah jauh lebih kuat dari sepuluh tahun yang lalu.” Ucap Barbatos yang merupakan komandan tertinggi dari pasukan Golden Lion.


“benar sekali, walapaun aku tak terlalu mengerti tapi kecantikan mereka berdua juga hampir sama.”


Kemudian Hedon mendekat ke arah Lilia dan Vivian dan segera memulai pertandingan tersebut.


“Baiklah nona nona cantik, pertandingan akan segera di mulai, ingat untuk bertarung semaksimal mungkin dan tak ada peraturan resmi dalam pertandingan ini.”


“Kalian bebas menggunakan semua skill dan senjata yang kalian punya, tapi harap mematuhi satu hal.”


“Di Freedom Arena di larang membunuh musuh, jika kalian ketahuan dengan sengaja melakukannya, maka orang yang ada di atas sana yang akan menjadi lawan kalian,hohohoho.”


Orang yang ada di atas sana mengacu pada kaisar Zeno dan kekaisaran Escapia itu sendiri. Karna di kota Skypea sendiri pembunuhan itu di larang dan siapaun yang melanggar akan di hukum berdasarkan peraturan yang ada di sana.


“Jika sudah siap, ayo kita mulai pertandingan ini.”

__ADS_1


Lalu Hedon berjalan menjauh dari tengah lapangan dan meninggalkan Lilia dan juga Vivian.


Lalu di layar monitor besar yang ada di sana muncul tombol hitung mundur sebagai tanda di mulainya pertandingan.


[Pertandingan akan segera di mulai]


[3]


[2]


[1]


[Start]


Sesaat setelah suara di mulainya pertandingan terdengar, Vivian langsung mengeluarkan sebuah Artefak kelas tinggi yaitu sebuah senjata berupa tongkat aneh dari kayu.


Mungkin tongkat itu terlihat biasa saja karna terbuat dari kayu. Tapi kayu yang di pakai sebenarnya adalah batang kayu dari pohon kehidupan yang dapat memperkuat daya serangan dan di atasnya ada sebuah Crystal berwarna merah darah yang memancarkan cahaya terang.


Crystal itu adalah Orbion Crystal yang sangat langka. Karna sadar dengan lawannya yang kuat, Vivian langsung mengeluarkan skill serangan berdaya hancur luas.


“Sand Storm”


Dalam sekejap badai pasir super besar muncul dan pasir pasir kecil itu mulai membentuk duri kecil yang berjumlah ribuan dan langsung mengarah pada Lilia.


Lilia yang melihat itu hanya tersenyum sambil mengangkat tangannya. Ketika Lilia mengankat tangannya, langit seketika berubah gelap.


“A-apa apaan ini...”


“Lihat, langitnya berubah menjadi gelap.”


Terlihat banyak penonton sedikit panik, bahkan beberapa kesatria juga terkejut karna Lilia dengan mudahnya mengeluarkan sihir dengan area super besar dan ia bahkan tak menggunakan senjata sama sekali.


Kini seluruh Freedom Arena yang sangat luas itu telah tertutupi oleh awan gelap dan dalam kecepatan yang gila sebuah petir berbentuk tombak yang sangat besar langsung mengarah ke Vivian.


“Spear Thuder God.”

__ADS_1


Karna efek kuat dari serangan yang Lilia lancarkan, bahkan kini badai pasir milik Vivian musnah seketika dan tombak petir super besar itu langsung mengarah tepat ke arah Vivian dan bergerak secepat Kilat.


Vivian yang melihat itu dengan reflek membuat penghalang mana. Tapi karna kuatnya serangan yang Lilia lancarkan, kini terlihat pelindung mana yang di buat Vivian retak dan mulai hancur.


__ADS_2