
Kini total dua puluh empat monster cairan aneh itu menerjang ke arah Evan. Evan yang sudah siap menyambut mereka langsung menyerang semua monster itu dengan Dragon God Sword.
Monster cairan yang berubah bentuk berbeda beda itu menyerang Evan secara bergantian. Ada yang berubah menjadi sosok manusia ikan dengan menggunakan sebuah tombak super keras.
Lalu ada yang berubah dan menjadi sebuah senjata aneh dan menyerang Evan dari jarak jauh. Bahkan ada yang hanya diam dan tak melakukan pergerakan seakan ia sedang menganalisa pertarungan tersebut.
Evan yang menebas setiap monster yang menyerangnya dan menghancurkan mereka semua menjadi sangat kesal karna setiap kali monster itu di tebas mereka justru bertambah banyak dan tak mati. Bahkan efek oriharukon shard pada Dragon God Sword seperti tak berefek pada monster cairan aneh itu.
“Sialan, monster apa sih mereka ini?”
“Sistem, apa tak ada cara bagiku untuk mengalahkan mereka?”
[Lapor tuan, saat ini sistem sedang menganalisa tubuh monster itu dan akan memerlukan sedikit waktu]
[Selagi sistem menganalisa tubuh monster aneh itu harap tuan jangan sampai terekena atau menyentuh monster aneh itu karna sepertinya mereka memiliki kemampuan mengcopy apa saja yang mereka sentuh]
“Begitu ya, baiklah ku percayakan padamu.”
Evan yang sudah tak mengerti lagi cara mengalahkan monster aneh itu kini hanya terbang sambil menghindari mereka semua. Serangan dan tembakan dari monster itu Evan hindari dengan sangat Evisien.
Dengan jubah raja iblis Tiamat, mudah bagi Evan menghindari mereka semua sambil menunggu sistem selesai menganalisa tubuh aneh mereka. Tapi sebuah tembakan yang sangat kecil tak terlihat oleh penghilatan Evan dan mengenai kakinya.
Evan yang dapat merasakan kakinya seperti tersengat melihat ke arah kaki kirinya tapi ia tak melihat apa apa dan terus menghindari semua serangan monster cairan itu.
Sampai akhirnya hal mengejutkan Evan terjadi dan monster itu berubah bentuk menjadi dirinya dan kini puluhan monster cairan berbentuk dirinya sendiri mengejar Evan.
Monster cairan yang meniru bentuk Evan juga meniru kecepatannya, karna itu Evan sedikti kesulitan menghindari mereka dan di buat makin kesal.
“Sialan, sejak kapan mereka menyerang dan menduplikat diriku?”
Lalu hal mengejutkan tiba tiba saja terjadi. Salah satu monster yang terbang di atas langit melepaskan sebuah skill milik Evan dan menyerang Evan dari atas langit. Kini sebuah serangan yang Evan ciptakan sendiri mengarah ke arahnya dan mengenai telak dirinya.
Sebuah serangan super kuat atau bahkan serangan terkuat miliknya yaitu Moon Splash Star menyerang Evan sampai membuatnya tersungkur ke tanah.
__ADS_1
Evan yang tak menyangka monster aneh itu bahkan sampai bisa mengcopy sihir miliknya menjadi makin kesal dan di buat murka. Bahkan kini mereka semua menyerang Evan dengan berbagai skill miliknya dan Evan yang tak mungkin bisa menahan semua serangan itu hanya bisa menghindarinya dan lari layaknya tikus. Ia yang biasanya memburu monster sekarang seperti sedang di buru balik.
“Sialan...berani beraninya kalian...”
Evan yang di buat terpojok dan hanya bisa menghindari serangan yang mengarah ke arahnya dengan bertubi tubi dan tanpa henti itu di buat tak bisa lagi berkata kata.
Semua kecemasan dan ketakutannya benar benar terjadi. Evan yang terus menghindari serangan yang mengarah padanya mati matian tetap bertahan sambil menungu sistem selesai menganalisa tubuh monster cairan aneh tersebut.
“Sistem, masih belum selesai?”
[Sebentar lagi tuan, tubuh monster itu sangat aneh dan misterius jadi sistem memerlukan waktu untuk menganalisanya]
“Sialan, monster cairan aneh ini kuat sekali...mereka terus menyerangku sepeti mana di tubuh mereka tak ada habis habisnya.”
Evan yang terus di buat berlarian hanya bisa menahan amarahnya. Bagimana ia tak marah, saat ini ia sedang di kejar kejar oleh meteor dan panah miliknya. Bahkan udara sudah di bekukan yang membuat Evan dapat merasakan sesaknya nafas karna oksigen di sana sudah mulai habis akibat udara yang membeku.
“Ahhh...aku hampir tak bisa bernafas.”
“Sistem...masih belum selesai?”
Bahkan jika ia tak membeku, udara di sekitarnya juga ikut membeku dan menyulitkanya untuk sekedar bernafas. Evan yang terus menghindari semua serangan itu hanya bisa tetap fokus dan menghindari semua serangan yang mengarah padanya.
Untung saja ia memiliki banyak stok energi di dalam tubuhnya. Karna itu ia bisa terus menghindari semua serangan yang mengarah padanya sampai akhirnya suara yang Evan tunggu tunggu terdengar.
[Lapor tuan, sistem telah selesai menganalisa tubuh monster tersebut]
“Baiklah sistem, bagaimana caraku mengalahkan monster aneh itu?"
[Pergilah ke tempat awal tuan menemukan monster itu]
[Di dalam laboratorium tersebut harusnya ada cairan yang memang di ciptakan oleh bangsa Atlantis untuk membunuh mahkluk tersebut]
“Hooo, jadi monster aneh ini ciptaan bangsa Atlantis?”
__ADS_1
[Benar tuan, mereka menciptakan monster ini untuk keperluan perang, tapi naasnya sebelum selesai mereka di serang oleh musuhnya dan tak sempat menggunakannya]
“Baiklah ayo kita cari cairan yang yang dapat membunuh mereka dan semoga saja kita bisa menemukannya.”
Dengan cepat Evan bergerak masuk kembali ke dalam lubang di lantai yang sebelumnya ia ciptakan. Ia yang di kejar oleh monster cairan yang berbentuk dirinya sendiri itu terus di kejar dan di serang dari segala arah.
Tapi Evan menambah kecepatannya dan mulai mencari cari benda yang di beritahu sistem. Evan mulai terbang dengan sangat cepat sambil menghancurkan kaca kaca yang memenuhi laboraturium tersebut.
Ia mencari dengan seksama dan tentunya di bantu oleh sistem. Saat ia terus berkeliling labolatorium super luas tersebut, sistem akhirnya menemukan apa yang mereka cari.
[Lapor tuan, sistem sudah menemukannya]
“Di mana?”
[Di ujung timur tempat ini dan itu ada di dalam tabung yang sangat besar]
Evan yang di beritahu sistem langsung melesat lebih cepat lagi. Sambil menyerang dan menghentikan pergerakan monster cairan itu untuk sesaat, Evan yang kini sudah menjauh dari monster cairan itu tiba di sebuah tempat yang memiliki banyak tabung besar dengan tulisan yang ia tak tau apa maknanya.
Tanpa basa basi Evan menghancurkan salah satu tabung dan benar saja, cairan berwarna putih silver keluar dari tabung yang Evan hancurkan. Evan yang melihat itu langsung mengumpulkan semua cairan itu dan mengendalkannya.
Monster cairan yang kini melihat Evan berdiri sambil mengendalikan cairan aneh itu seperti tau dan mulai berlari meninggalkan Evan.
Evan yang sadar para monster cairan itu takut dengan cairan berwarna silver yang ia kendalikan tersenyum jahat dan mengejar mereka satu persatu.
Dengan cepat Evan menembak mereka yang kabur dan membunuh mereka.
“Satu.”
“Dua.”
“Tiga.”
“hahaha, siapa lagi...sini kalain bajingan...rasakan pembalasanku ini karna kalian sudah berani bermain main denganku.”
__ADS_1
Evan yang memegang senjata paling di takuti monster cairan itu mulai mengejar dan membantai mereka satu persatu.
Kini suara tawa Evan menggema di dalam laboratorium super besar tersebut. ia yang awanya di kejar kejar monster cairan aneh itu sekarang balik mengejar mereka.