
“Hahahaha, sini kalian cairan menjijikkan.”
Evan dengan bringas menembakkan cairan putih berwarna silver itu ke monster cairan aneh yang berusaha lari darinya. Karna monster monster itu berpencar ke segala arah, Evan yang mengikuti mereka mengalami sedikit kesulitan saat ingin menghabismi monster cairan aneh tersebut.
“Cih mereka berpencar ke segala arah.”
“Sistem cari dan tentukan lokasi mereka semua.”
[Baik tuan]
Atas arahan dari Evan, Sistem mulai mendeteksi dan memberikan lokasi setiap monster yang bersembunyi. Karna itu Evan dapat dengan mudah menemukan mereka semua.
Bahkan monster yang berubah wujud menjadi benda mati supaya dapat mengelabui Evan tak luput dari radar dan di bunuh oleh Evan.
“Rasakan itu makhluk sialan.”
Kini hanya tersisa satu tanda merah yang memang jelas jelas memancarkan energi lebih kuat dari yang lainnya. Yang satu ini berbeda dengan monster cairan lainnya karna ia sama sekali tak lari dan takut pada Evan.
Bahkan ketika Evan datang ke tempat monster itu, sang monster hanya terbang melayang di langit sambil mengambil bentuk wanita sexy bertubuh tinggi dan cantik yang jika di lihat seperti ilmuwan dari bangsa Atlantis.
“Halo, sekarang tinggal kau sendiri yang tersisa.”
“Apa kau ada kata kata terakhir sebelum aku membunuhmu?”
Tanpa di sangka sangka monster cairan itu menjawab pertanyaan Evan. Ia mengatakan sesuatu yang membuat Evan sangat tertarik.
“Apa kau menginginkan kekuatan?”
Ketika mendengar jawaban dari monster cairan itu, Evan hanya tersenyum tipis sambil bersiap menyerangnya. Bagi Evan yang memiliki sistem, ia tak membutuhkan bantuan cairan itu untuk mendapatkan apa yang monster itu katakan padanya.
“Kekuatan ya, tentu saja aku menginginkannya.”
“Tapi aku bisa mendapatkannya sendiri jadi kau tak perlu repot repot membantuku.”
Dengan cepat Evan menyerang monster cairan itu dengan cairan timah putih yang ia bawa. Tapi monster itu dapat menghindari serangan Evan dengan mudah.
“Hooo, sepertinya bentuk yang kau pakai sekarang lumayan cepat ya.”
Evan lalu menyerang monster cairan yang berbentuk wanita cantik bangsa Atlantis itu dengan bertubi tubi. Semua tenaganya ia kerahkan untuk mengedalikan cairan putih timah tersebut. ia terus menyerang monster itu tanpa berbelas kasih.
“Coba hindari ini.”
“Ini.”
__ADS_1
“Dan ini juga...”
Evan terus menyerang monster itu sampai seranganya yang acak itu mengenai perut monster tersebut dan monster cairan aneh itu dalam seketika tak dapat mempertahankan bentuk manusianya dan berubah ke bentuk aslinya yatu cairan berwarna coklat yang terlihat sangat menjijikkan dan bau.
“Akhirnya kau memperlihatkan wujud aslimu monster sialan.”
“Kenapa kau tak mau mendengarkan perkataanku?”
“Aku bisa memberitahumu letak senjata terkuat bangsa Atlantis jika kau mau melepaskanku.”
Evan yang melihat monster itu seperti ingin bernegosiasi denganya hanya tersenyum dingin. Mungkin saja yang dia katakan ada benarnya. Tapi bagi Evan mencari lokasi senjata terkuat yang ia bilang sangat mudah dengan bantuan sistem.
Evan yang sudah tak memiliki apa apa lagi yang ingin ia katakan pada monster itu langsung menyerangnya. Tembakan terakhir cairan timah milik Evan tepat menghantam kepala monster cairan aneh itu dan ia langsung mati seketika.
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan menerima kotak hadiah misterius]
“Huh, akhirnya ia mati juga.”
Sebenarnya bukan tanpa alasan Evan lebih memilih untuk memusnahkan semua monster cairan tersebut. bayangkan saja mereka dapat mengcopy seluruh kekuatanmu bahkan hanya dari sentuhan kecil saja.
Setelah berhasil membunuh seluruh monster itu, Evan yang penasaran langsung bertanya pada sistem tentang apa yang monster itu sampaikan sebelumnya yaitu tentang senjata terkuat bangsa Atlantis.
“Sistem, apa benar yang monster itu katakan?”
“Apa benar di sini masih ada tempat rahasia yang menyimpan senjata terkuat bangsa Atlantis?”
[Lapor tuan, sistem tak tau pasti, tapi jika tuan mau sistem dapat mendeteksi semua yang ada di tempat luas ini dan jika ada yang mencurigakan sistem akan memberitahukannya pada tuan]
“Baik sistem, lakukan itu.”
Evan yang menunggu sistem mencari tau rahasia apa yang sekiranya masih tersembunyi di tempat itu hanya bisa berjalan jalan sambil berkeliling tempat tersebut.
Ia sambil berkeliling juga mengecek semua tempat mana tau ada harta yang tersisa. Tapi mau apapun yang Evan lakukan, semua harta yang ia cari tak dapat di temukan. Itu seperti kota besar tersebut sudah di jarah dan sudah tak menyisakan satu benda berhargapun di sana.
“Sialan, tempat seluas ini sama sekali tak ada yang bisa ku bawa.”
Sambil memikirkan itu semua, Evan menyadari kebodohan dirinya dan langsung kembali ke tempat ia menemukan energi misterius sebelumnya. Ia kini sampai di dinding lantai yang ia hancurkan sebelumnya dan menyuruh sistem menyimpan material super keras bernama Redemtion crystal tersebut.
“Hehehe, karna tak ada harta, benda ini pun jadilah.”
__ADS_1
“Sistem, simpan semua material berharga dari tempat ini, mungkin saja di waktu yang akan datang aku membutuhkanya.”
[Baik tuan]
Dengan cepat semua baja super keras yang sudah hancur tersebut di simpan oleh Evan. Ia menyimpan semua material yang berharga dan juga kembali ke laboraotrium tersebut dan mengambil semua benda yang sekiranya bisa di jual di toko sistem.
Ia memungkut semua benda yang ada di sana satu persatu dan menjualnya di toko sitstem. Bagi Evan yang memiliki sistem semua barang berharga bisa di jual dan di jadikan CP walaupun itu tak terlalu banyak tapi jadilah dari pada tak mendapatkan apa apa di sana.
“Huh, lumayan 70.000CP.”
Evan yang sudah megumpulkan semua barang yang sekiranya berharga dan menjual beberapa akhirnya mendengar suara yang ia nanti nantikan.
[Lapor tuan, sistem telah menemukan beberapa tempat yang mencurigakan dari kota besar ini]
“Apa itu dan di mana saja?”
[Yang paling mencurigakan adalah sebuah lorong bawah tanah yang ada di bawah kota besar ini]
[Jika tuan berjalan ke bagain selatan kota ini maka tuan akan menemukan pintu masuk ke dalam rungan bawah tanah yang berada tepat di bawah kota ini]
“Baiklah sistem, ayo kita segera ke sana.”
Dengan cepat Evan meluncur bagai roket dan tiba di tempat yang sistem beritahu. Tempat tersebut sendiri sudah hancur lebur dan tertindih oleh banyak bangunan besar di atasnya. Evan yang tiba di sana langsung menerbangkan semua bangunan itu dengan skill miliknya.
“Tornado.”
Dengan cepat angin ****** beliung besar menerbangkan semua bangunan yang menutupi akses ke ruangan bawah tanah yang di beritahu sistem.
Evan dengan cepat terbang dan memasuki tempat tersebut. ia meluncur bagai kilat selama beberapa menit tapi belum juga sampai di ujungnya.
“Hemm, sepertinya ruangan rahasia bawah tanah ini dalam juga.”
Evan yang kini lebih memacu kecepatannya melesat bagai cahaya dan akhirnya tiba di dasar jalan bawah tanah tersebut. ia dapat melihat pintu lapis baja dengan material super keras yaitu Redemtion crystal seperti sebelumya.
Ia yang lagi lagi melihat itu menjadi sedikit frustasi karna lagi lagi ia harus menggunakan energi bintang yang kian menitipis.
“Sialan, lagi lagi baja aneh ini.”
Evan yang sudah tau kalau tak ada cara lain selain menghancurkan pintu itu langsung mengalirkan energi bintang ke tangan kanannya dan memukul dengan kuat pintu tersebut sampai bolong.
Tapi pintu itu bukan hanya satu tapi ada banyak dan Evan di dalam sana menghabiskan banyak energi bintang untuk menghancurkan semua pintu keras lapis baja tersebut.
Tapi satu hal yang Evan tak ketahui adalah semua usahanya itu tak ada apa apanya di bandingkan dengan apa yang akan ia temukan di dalam sana nanti.
__ADS_1