
Evan yang terus menghisap energi kehidupan dari pohon kehidupan mulai merasakan efek sampingnya. Keringatnya bercucuran bagai hujan, tubuhnya memerah, bahkan kini dari hidungnya sudah mulai menetes darah karna tekanan yang ia terima.
“Hentikan, mustahil...kau tak akan bisa melakukannya.”
Deluna yang merasakan dan melihat Energi kehidupan yang mulai menipis seperti melihat secercah cahaya terang. Tapi ketika melihat kondisi seorang manusia muda yang menanggung beban itu semua sudah mencapai batasnya, Deluna merasa kalau itu sudah cukup.
Ia tak ingin gara gara menyelamatkannya manusia yang kini ada di hadapannya harus mati.
“Hentikan, kumohon...tinggalkan saja aku sendiri, kau tak harus menanggung beban ini.” Ucap Deluna sambil menahan air matanya yang kini mulai berjatuhan.
Tapi mau apapun yang Deluna katakan, Evan tetap bersikeras pada pendiriannya. Walaupun tubuh dan jiwanya sekarang sudah kacau balau dan sangat kesakitan, ia tetap berpegang teguh pada perkataannya di awal tadi.
“Ayo Evan...bertahanlah sedikit lagi...kau pasti bisa.”
Evan yang sudah membulatkan tekadnya terus menghisap energi dari pohon kehidupan. Satu jam, dua jam kini tubuhnya sudah mulai membiru. Tiga jam, empat jam tubuhnya kini sudah mulai mengeluarkan banyak darah.
Dari semua lobang yang ada di tubuhnya sekarang mulai mengeluarkan darah pekat dan hitam. Deluna yang melihat itu hanya bisa menangis dan sudah tak bisa berkata apa apa lagi.
Satu hal yang ia pelajari dari seorang manusia yang kini ada di hadapanya adalah semangat pantang menyerah dan keberanian tiada tara, serta kebaikan yang tak akan pernah bisa ia balas selama hidupnya.
Kini wanita itu hanya bisa melihat Evan yang sedang menderita karna berusaha membebaskannya. Sampai akhirnya suara yang paling evan takutkan terdengar di kepalanya.
[Lapor tuan, situasi darurat]
[Bahaya]
[Bahaya]
[Tubuh tuan sudah dalam keadaan tak terkendali]
Ketika mendengar peringatan sistem, Evan hanya bisa pasrah dan tetap melanjutkan tindakan bodohnya itu.
Ia sudah tau kalau yang ia lakukan adalah kebodohan yang luar biasa. Tapi ia yang sudah berjanji pada wanita yang ada di hadapannya mencoba terus bertahan.
Tapi walaupun begitu, sebenarnya ia saat ini sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Di kehidupan masa lalunya Evan hanyalah manusia biasa yang sangat menyedihkan.
__ADS_1
Jangankan untuk mengubah takdinya sendiri. Di dunia lamanya ia bahkan tak bisa hanya untuk sekedar membela dan mengungkapkan kasus pembunuhan sang pacar tercinta. Karna kegagalannya itu ia selama tiga puluh tahun di penjara serasa hidup bagai di neraka.
Tapi kini, di kehidupan keduanya sekarang ia telah menerima berkah yang luar biasa dari sang pencipta dan bertekat akan melakukan hal ia inginkan dan ia anggap benar.
[Bahaya]
[Situasi tak terkendali]
[Tuan harap hentikan tindakan tuan sekarang]
Evan yang sudah hampir pada batasannya terus berusaha bertahan sampai titik darah penghabisan. Walaupun suara sistem terus terdengar ia sama sekali tak mempedulikan itu.
Menolong Deluna sama halnya dengan menolong diri Evan di masa lalu. Ini seperti pertaruhan hidup dan mati bagi dirinya sendiri.
Sampai akhirnya setelah lima jam menyerap energi kehidupan tanpa henti, Evan yang sudah di ambang batasnya sudah hampir kehilangan kesadarannya.
Kini bahkan untuk sekedar mempertahankan kesadarannya ia sudah tak kuat. Bahkan seluruh tubuhnya sudah mati rasa. Evan yang memejamkan matanya samar samar mendengar tangisan seseorang dan secara mengejutkan suara sistem terdengar kembali.
Tapi anehnya suara sistem yang Evan kini dengar membuat semua jeripayahnya seakan terbayarkan.
[Setelah melewati kondisi kritis selama ini, kini tubuh Raja Abadi menerima berkah luar biasa dari pohon kehidupan]
[Dengan Change tak lebih dari 1% tubuh tuan mampu bertahan dan menerima berkah]
[Tubuh tuan sekarang bisa di upgrade ke tahap yang lebih tinggi karna kondisi ekstrem dan beberapa syarat yang sudah terpenuhi]
[Apakah tuan ingin mengupgrade tubuh Raja Abadi menjadi tubuh Dewa Abadi]
Mendengar keajaiban yang lagi lagi datang padanya di dunia itu. Evan kini terlihat tersenyum tipis.
Deluna yang melihat itu merasa sedikit aneh dan di buat penasaran. Apa yang manusia itu pikirkan sampai sampai di kondisinya yang sekarang ia masih bisa tersenyum.
Lalu Evan dengan tenang dan cepat langsung memberikan jawaban pasti pada sistem.
“Tunggu apa lagi, lakukan sekarang!”
__ADS_1
[Jawaban di terima, memulai proses upgrade tubuh baru]
[Waktu, 00:59:59
[10%]
[20%]
“Ayo Evan bertahanlah...”
[40%]
[60%]
“Sedikit lagi...”
[80%]
Evan yang harus menunggu proses upgrade sudah hampir kehilangan kesadaranya.
“Sialan...padahal sedikit la-.”
Evan yang sudah tak kuat lagi akhirnya mulai kehilangan kesadaran dan menutup matanya.
Tapi secara mengejutkan di detik detik terakhir, ia merasakan aura hangat mulai menyelimuti dan menyembuhkan tubuhnya yang sudah di ambang batas itu.
Evan yang merasakan aura hangat bagaikan pelukan seorang wanita yang penuh kasih sayang mulai mendapatkan kekuatan tambahan.
Berkat kekuatan misterius yang entah dari mana itu di detik detik terakhirnya ia akhirnya berhasil bertahan sampai proses upgrade tubuh barunya selesai.
[100%]
[Selesai mengupgrade tubuh baru]
[Selamat tuan mendapatkan tubuh Dewa Abadi dengan rank SS]
__ADS_1