
Evan yang sadar kini semua monster terbangun langsung kabur sekuat tenaga. Kini semua monster mengejarnya dengan sangat cepat.
Ada yang terbang ada juga yang berjalan dan melompat lompat. Lalu dari jauh ia bisa melihat dua singa besar itu juga terbangun dan kini mengejarnya.
“Rooooaaaarrrr....”
Aungan singa itu menggema di seluruh tempat dan semua monster makin gila mengejar Evan. Kini seluruh monster sudah terbangun dan mereka berusaha menghentikan Evan yang mencoba kabur.
Evan berusaha lari sekuat tenaga menuju pintu lantai delapan. Setelah masa masa sulit di kejar kejar monster, Evan kini bisa melihat pintu menuju lantai delapan tepat di hadapannya.
Evan yang melihat itu terbang makin cepat tapi hal yang tak terduga terjadi dan monster monster yang ada di sekitar pintu menutupi pintu itu seakan mencoba menahan Evan agar tidak masuk.
“Sialan, mereka tau ke mana arah tujuanku.”
Evan yang sudah tak punya pilihan langsung mengeluarkan tombak Enki dan mengalirinya dengan energi bintang. Dengan sekuat tenaga kini Evan menyerang monster monster yang menutupi pintu tersebut.
“Minggirlah.”
Dengan sekuat tenaga ia melempar tombak Enki yang sudah di perkuat energi bintang. Tapi secara mengejutkan monster singa besar itu sudah ada di dekatnya dan dengan kekuatan aneh dari monster singa berwarna biru kini sebuah kristal aneh berbentuk bunga menahan serangan tombak milik Evan.
Karna kekuatan dari kristal es aneh itu dan tombak Enki sama sama kuat, dua kekuatan yang saling bertabrakan itupun meledak dan ledakan besar terjadi di depan pintu lantai delapan.
Besarnya ledakan itu sampai menerbangkan beberapa monster kecil yang ada di sana. Tapi serangan tombak Enki ternyata tak cukup untuk menyingkirkan semua monster yang menutupi pintu menuju lantai delapan dan kini Evan terkepung oleh monster monster kuat yang ada di sana.
“Sialan...kenapa jadi begini.”
Dengan cepat monster singa biru dan emas itu kini berjalan dan mulai mendekati Evan. Evan yang sudah tak bisa pergi kemana mana lagi hanya bisa bersiap siap untuk bertahan.
Tapi kedua monster singa itu menahan semua monster lainnya yang ada di sana dan tiba tiba saja berbicara pada Evan.
“Hey nak, kembalikan buah yang kau curi itu!” ucap monster singa berwarna biru ke arah Evan.
Evan yang sadar buah itu sudah di makan oleh Zakiro mencoba mengulur waktu dan mencoba mengeles. Ia sambil melihat lihat celah untuk kabur mencoba bertanya pada monster singa besar yang kini ada di hadapannya.
“Apa maksudmu...aku tak ada mengambil buah dari tempat ini?”
__ADS_1
“Berhentilah berbohong nak, cepat kembalikan sebelum aku berubah pikiran!”
Evan yang sudah bingung harus berbuat apa akhirnya meminta tolong pada sistem.
“Sistem, apa yang harus ku lakukan?”
[..........]
Tapi karna situasi di sana sudah sangat parah, bisa di bilang kini nyawa Evan sudah di ujung tanduk karna perbuatannya sendiri. Sistem saja sampai bingung harus melakukan apa untuk menyelamatkan Evan dari situasi itu.
“Sistem...?”
[Lapor tuan, sudah tak ada jalan lain, hanya ada dua pilihan saat ini]
“Apa itu?”
[Lawan mereka semua sekuat tenaga atau kabur mengunakan gelang yang di berikan oleh Cardina]
Mendengar jawaban dari sistem yang menyarankan Evan untuk melawan sekuat tenaga atau kabur dari situasi itu membuat Evan benar benar syok dan mengeluarkan keringat dingin.
Lalu singa emas besar yang ada di sana secara mengejutkan mendekati Evan karna ia seperti merasakan sesuatu dari tubuh Evan.
“Perasaan ini...aku merasakan kehadiran sang pencipta dari tubuh anak ini!”
Ketika mendengar ucapan singa emas, si singa biru hanya bisa tertawa sambil mengejek temannya itu.
“Hahaha, apakah kau kebanyakan tidur sahabatku? Mana mungkin bocah ini memiliki berkah dari sang pencipta.”
“Terserah kau mau percaya atau tidak, yang jelas kita harus membunuhnya di sini karna ia telah berani mencuri buah surgawi.”
Evan yang bingung harus berbuat apa di kondisinya yang sekarang sudah bersiap siap melawan mereka semua sampai titik darah penghabisan dan jika ia tak bisa menang maka ia akan menekan gelang telepotasi yang di berikan Cardina.
Dengan menekan gelang itu ia otomatis akan di teleport ke lantai satu dan di nyatakan gugur. Tapi itu lebih baik dari pada mati di sana.
“Karna kau tak mau berbicara maka matilah nak.”
__ADS_1
Dengan cepat singa biru memerintahkan seluruh monster yang sudah mengerubungi Evan untuk menyerangnya sedangkan Evan sudah bersiap siap melawan balik.
Di saat saat genting itu tiba tiba saja suara seorang wanita menggema di seluruh tempat itu dan dengan cepat sebuah cahaya dengan segel dan tulisan kuno menyegel seluruh monster yang ada di sekitar Evan.
"Segel sepuluh penjuru dunia."
Evan yang melihat tiba tiba saja ada sebuah segel aneh secara mengejutkan di keluarkan dari dalam segel itu dan berteleport ke sebelah wanita cantik dengan rambut hitam pekat.
“Kau...”
Kini pasukan kekaisaran Escapia tiba tiba saja muncul dan datang entah dari mana dan mengaktifkan segel aneh yang sangat kuat. Kuatnya segel itu bahkan dapat menyegel seluruh monster yang memang sedang berkumpul akibat ulah Evan.
“Yo, kebetulan sekali ya kita bertemu di sini.” Ucap seorang pria yang tersenyum ke arahnya yang tak lain adalah Zeno.
“Zeno...sejak kapan?”
“Kami baru tiba di sini dan juga kebetulan memasuki pintu yang sama denganmu dan saat sampai di sini entah itu takdir atau kebetulan semata semua monster sudah berkumpul menjadi satu dan itu mempermudah rencana kami.”
Kini sepuluh orang pasukan Black Dragon dan seorang wanita cantik yang tak lain adalah Seno Katsuragi yaitu manusia yang sama dengan Evan dan berasal dari bumi mengaktifkan segel sepuluh penjuru dunia dan menyegel semua monster yang ada di sana.
Kuatnya segel itu bahkan mampu mengurung dua singa besar dengan level 1.000 dan seluruh monster yang ada di sana.
Evan yang melihat itu sudah tak dapat berkata kata lagi dan hanya bisa berterima kasih. Walaupun ia enggan mengatakan itu tapi kenyataannya Zeno dan pasukannya telah menolong Evan di saat saat genting barusan.
“Sekarang kumpulkan semuanya sebelum mereka meghancurkan segel ini.” Ucap Seno kepada Zeno dan Louise yang memang sudah bersiap siap mengumpulkan banyak buah surgawi yang ada di sana.
Dengan cepat Zeno dan Louise terbang dan mengambil banyak buah surgawi dari sana. Para monster yang terkurung di segel Sepuluh penjuru dunia mencoba menghancurkan segel kuat dan kuno tersebut. tapi apapun yang mereka lakukan segel itu tak bergeming dan tetap mengurung semuanya.
“Sialan...jadi ini rencana kalian sejak awal dasar para pencuri...”
“Roaaaarr.....”
Dengan sekuat tenaga singa biru mencoba keluar dari kurungan segel tersebut tapi apapun yang ia lakukan percuma. Segel sepuluh penjuru dunia adalah sebuah segel khusus yang memang sudah di ciptakan oleh Seno untuk mengurung semua monster di lantai itu.
Mereka semua sudah merencanakan mencuri buah surgawi di sana sejak dua puluh tahun yang lalu sampai akhirnya Seno berhasil membuat Segel kuat itu dari gabungan berbagai artefak kelas atas.
__ADS_1
Evan yang kini melihat kehebatan pasukan kekaisaran Escapia hanya bisa takjub dengan apa yang ia lihat.