System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Dragonoid Destroyer


__ADS_3

Evan yang kini melihat monster setengah naga dengan aura mana yang sangat kuat dan pekat langsung menyerangnya duluan.


Dengan cepat Evan membekukan udara sekitar dan melepaskan serangan magic berdampak luas.


“Freezing Atmosphere.”


Dalam seketika semuanya yang berada dalam radius lima ratus meter membeku termasuk si monster Dragonoid.


“Rasakan ini brengsek.”


“Light Moon Splash.”


Degan Ethereal staf, Evan mengeluarkan serangan berelemen cahaya sebesar sepuluh meter berbentuk tebasan pedang dan langsung mengarah pada monster tersebut.


Karna efek ledakan yang di timbulkan sangat besar. Kini lapangan pertandingan sedikit berasap karna uap air yang mendidih terkena panasnya elemen cahaya.


Tapi Evan yang dapat mengetahui kalau monster itu baik baik saja langsung mengeluarkan Dragon God Sword.


Dan benar saja, serangan milik Evan barusan tak berefek bahkan udara yang membeku di sana sama sekali bukan halangan bagi monster itu untuk tetap bertahan.


Dalam kecepatan cahaya monster tersebut menerjang ke arah Evan. Evan yang sudah bersiap siap langsung menyambut serangan monster Dragonoid itu dengan Dragon God Sword.


“Tengg.”


“Tinngg.”


“Tonngg.”


Kini dua buah cahaya berwarna merah dan hitam bergerak bagaikan kilat dan saling jual beli serangan. Monster tersebut dengan cakar besi miliknya menyerang Evan dengan membabi buta.


Kecepatan dan kekuatan serangannya sudah melampaui nalar, bahkan dari hasil beradunya dua kekuatan besar milik Evan dan monster itu suara nyaring menggema di kastil babel.


Mereka saling menyerang satu sama lain dan terlihat seimbang. Tapi itu hanya di awalnya saja karna Evan dengan Dragon God Sword secara perlahan menyerap mana milik monster itu sampai akhirnya pergerakannya melambat.


Lalu dengan skill pasif miliknya yaitu Weapon Mastery, skill berpedang milik Evan sudah berada di tahap mengerikan dan kini tubuh monster naga setengah manusia itu mulai tercabik cabik oleh serangan pedang milik Evan.


“Ayolah monster aneh, keluarkan semua kekuatanmu.”


“Hibur aku lebih lama.”


Setela sepuluh menit mereka beradu serangan kini monster tersebut yang kekuatannya makin menurun mulai melemah dan melambat. Evan yang melihat itu menjadi bosan dan menyerangnya lebih brutal lagi.


“Rasakan ini...”


“Ini juga...”


“Dan ini...”


Evan yang sempat mengira monster itu memiliki kekuatan yang sama dengan Zeno karna aura mereka yang sama menjadi sedikit kesal ketika membandingan mereka.

__ADS_1


Evan kesal karna bahkan dengan kekuatannya yang sudah hebat itu, ia masih tak bisa bergerak di dalam domain kuat milik Zeno dan itu membuatnya sedikit kesal.


Karna kesal, Evan melampiaskan semuanya pada monster itu dan kini Evan menghajar habis habisan monster itu. Atas, bawah, kiri kanan, kaki, tangan, punggung, semua tubuh monster itu di serang Evan dengan Dragon God Sword tanpa henti sampai akhirnya monster setengah manusia setengah naga itu mulai hancur.


Evan yang sedikit lengah karna melampiaskan emosinya pada samsak yang ada di sana telat menyadari sampai akhirnya sistem meberitahunya.


[Lapor tuan, bahaya]


[Monster itu akan meledakkan diri]


[Bahaya tuan, cepat menjauh]


Setelah mendengar pernyataan sistem, Evan yang akhirnya melihat cahaya inti monster itu bersinar gelap dan pekat mencoba untuk menjauh dan membuat penghalang.


Tapi anenya semua energi di sana di serap dan di jadikan energi ledak oleh monster itu. Dengan cepat cahaya hitam itu kini mengeluarkan domain yang sama seperti milik Zeno dan menghentikan waktu di kastil babel.


Evan yang terkejut dan tak bisa bergerak dalam domain tersebut menjadi panik dan mencoba melawan kekuatan aneh itu dengan seluruh kekuatan miliknya.


“Sialan lagi lagi kekuatan aneh ini.”


“Haaaaa...bergeraklah Evan...”


Tapi itu semua sudah terlambat. Monster itu yang sudah di ambang batasnya langsung meledakkan diri dan Evan yang terjebak domain aneh itu tak dapat menahan serangan maha dahsyat tersebut dan terkena telak ledakan energi yang besar itu.


“Evan menghindar.”


“Booooommmm”


Ledakan super besar terjadi di dalam kastil babel dan langsung mematikan layar hologram seketika itu juga. Semua penonton yang terkejut dengan kejadian itu sudah tak bisa berkata kata lagi.


Hidup atau mati pria bernama Evan itu akan mereka ketahui setelah layar hologram itu hidup kembali.


“Apa yang terjadi, kenapa semua layar hologram mati.”


“Mungkin karna efek kuat ledakan barusan yang menyebabkan sirkuit mana layar itu terputus.”


“Benar, mari tunggu sebentar dan itu pasti berfungsi kembali.”


“Hemmm, semoga saja dia baik baik saja.”


“Evan...”


Chloe yang melihat Evan tak bisa bergerak dan terkena serangan telak itu menjadi cemas. Lilia, Alucard dan semua bangsawan Vampire juga begitu. Bahkan Deluna yang juga melihat itu merasakan hal yang sama.


Selama sepuluh menit lebih layar monitor masih buram. Para penonton yang ada di sana menjadi di buat bertanya tanya dan penasaran.


Untungnya Hedon menenangkan semua orang dan mengatakan layar hologram akan kembali muncul dengan sendirinya jadi mereka hanya perlu menunggu.


Sampai akhirnya kurang lebih lima belas menit berlalu layar hologram yang mati mulai hidup kembali. Layar yang awalnya buram dan mulai membaik itu kini memperlihatkan keadaan kastil babel yang sudah hancur lebur.

__ADS_1


Semuanya hancur, bahkan puing pusing bebatuan yang ada di sana mulai menutupi area pertarungan Evan dan last bos tersebut dan masih terlihat sedikit asap yang menutupi tempat tersebut.


Sampai akhirnya kamera menemukan keberadaan hawa kehidupan dan langsung menyorotnya.


Lalu semua orang di buat terkejut bukan main karna saat ini mereka melihat sesosok pria yang mereka sudah kenal dengan jubah dan armor unik dan keren miliknya dengan warna merah sedikti kehitaman dengan lambang dan ukiran unik.


“Evan...”


“Tuan...syukurlah.”


“Woah, dia masih bertahan.”


“Hebat, menerima dari dekat serangan seperti itu dan dia masih bisa bertahan hidup.”


“Hahaha, pria itu, aku sudah tak bisa lagi memujinya, pokoknya ini sangat seru.”


Hari ke dua seleksi memasuki menara langit menjadi hari yang tak akan pernah terlupakan oleh semua orang, khususnya penduduk Skypea.


Di Freedom Arena, seorang pemuda yang tak di ketahui asal usulnya baru saja melakukan hal yang mereka anggap gila dan mustahil.


Seorang pria yang awalnya di tertawakan dan di maki karna kelakuan sombong dan gilanya kini berhasil menaklukan kastil babel seorang diri.


Seorang pria yang sudah mengubah pandangan setiap raja dan ratu di seluruh negri kini terlihat tetap berdiri dengan gagah.


Tak terkalahkan, hanya itu julukan yang cocok untuk penyihir hebat tersebut. bukan hanya memiliki serangan sihir dan magic jarak jauh yang kuatnya bukan main.


Pria itu juga memiliki kemampuan bertarung jarak dekat yang sangat mengagumkan dan pertahanan yang sudah di tahap yang berbeda.


“Sepertinya yang Zeno bilang benar, dunia ini sebentar lagi akan berubah dan tanda tandanya sudah mulai terlihat.” Ucap seorang Ratu cantik dari ras Elf yang duduk di ruangan vip dan ada banyak kesatria kuat di belakangnya.


“Aku tak menyangka pria yang dua bulan lalu mencuri tulang naga kehancuran dan membunuh peliharaanku berubah sekuat ini hanya dalam waktu singkat.”


“Benar Ratu, bahkan kekuatan auranya saja berubah sangat pesat, padahal baru dua hari yang lalu saya melihat sendiri kekuatannya dan sekarang dia sudah berubah menjadi lebih mengerikan lagi.” Ucap seorang kesatria wanita yang juga sangat cantik dengan tubuh super montok yang berdiri di belakang Ratu ras elf.


“Hemmm, sepertinya kita harus merelakan si pencuri itu kabur dan yang terpenting aku dapat merasakan aura yang familiar dari ruangan vip tempatnya juga.”


“Ya, saya juga merasakannya, energi kehidupan khas pohon kehidupan bisa saya rasakan dari pria itu dan wanita misterius ras elf yang ada di sana.”


“Apa cuman kekhawatiranku saja atau memang ada yang aneh dengan wanita yang ada di sana.”


“Flan, kirim utusan untuk mengecek ke pohon kehidupan dan selidiki juga wanita elf aneh yang ada di sana.”


“Lakukan dengan baik dan jangan sampai mereka menyadarinya.”


“Baik Ratu sesuai perintahmu.”


Hari itu akhirnya Hedon menutup acara terakhir di Freedom Arena dan semua penonton dan tamu langsung pulang ke tempat mereka masing masing untuk istirahat.


Semuanya bersiap siap karna dua hari lagi mereka akan pergi ke tempat yang sudah mereka nanti nantikan yaitu menara langit.

__ADS_1


__ADS_2