
Saat ini monster pohon raksasa bernama Spirit Eldebranch tiba tiba saja terbangun dari hutan lebat tersebut dan menghadang Evan.
Evan yang melesat bagai kilat langsung menyerang monster tersebut dengan tinjunya. Monster pohon setinggi ribuan meter yang terlihat sangat tua dan memancarkan cahaya hijau kekuning kuningan tersebut menyernag Evan dengan akar pohon yang sangat kuat.
Tapi dengan Jubah Raja Iblis Tiamat, Evan dapat dengan mudah menuju ke tubuh besar monster tersebut dan langsung meninjunya dengan tinju yang di perkuat elemen bintang.
Dalam seketika tubuh monster kayu itu bolong dan hancur. Tapi secara mengejutkan muncul kembali monster serupa dan kini jumlahnya ada dua.
Dua monster besar itu yang muncul dari dua arah langsung mengepung Evan dan menyerangnya. Kini akar pohon yang makin banyak menyerang Evan dan mencoba menangkapnya.
Tapi mau apapun yang monster kayu itu lakukan semuanya percuma. Evan yang terbang melesat bagai peluru dapat membunuh mereka berdua dengan mudah.
Evan yang biasanya lebih suka menyerang dari jarak jauh dan tempat amat seakan saat ini berubah tak terkendali dan terus membunuh apapun yang da di hadapannya.
“Hahaha, lemah...”
“Hibur aku lagi monster sialan...akan ku habisi kalian semua.”
Tapi lagi lagi monster kayu tersebut muncul kembali dan kini berjumlah empat yang langsung mengepung Evan dari segala sisi.
“Hahaha, ini menarik...”
“Ayo bertambah banyak semau kalian, kalian semua hanya akan menjadi expku.”
Monster pohon raksasa itu menyerang Evan. Kini cahaya hijau kekuning kuninganya terpancar makin kuat dan mengalir ke akar akar pohon yang mengepung Evan. Saat ini ribuan akar pohon mengejar Evan dengan sangat cepat.
Semua akar itu terus mengejarnya, tapi itu semua belumlah cukup dan ke empat monster itu lagi lagi di bunuh oleh Evan dengan mudahnya.
Tapi lagi lagi monster yang sama muncul kembali dan kini berjumlah delapan dan langsung mengepung Evan kembali dan menyerangnya.
Evan yag saat itu sudah lepas kendali terus membunuh monster pohon kayu tersebut yang memiliki level 200.
Evan terus membunuh mereka semua, tapi mau sebanyak apapun mereka di bunuh tetap saja mereka tak habis abis dan justru makin banyak. Evan yang sedikit lengah karna saat ini ada 54 Spirit Eldebranch mengepungnya tak sengaja tertangkap dan terbanting ke tanah.
Tapi dengan cepat ia terbang kembali dan membunuh monster itu satu persatu. Ia terus melakukan itu sampai ia dengan cerobohnya tak memperhatikan sekitar dan kini tempat itu telah di penuhi oleh ratusan monster besar tersebut.
Evan yang akhirnya merasa jengkel langsung bertanya pada sistem...
“Sistem, kenapa mereka tak ada habis habisnya dan kenapa juga aku tak naik level dari membunuh meeka semua.”
Tapi sistem tetap diam dan tak berkata apa apa. Evan yang merasa aneh bertanya kembali.
“Sistem, apa kau mendengar perkataanku?...tolong jawab pertanyaanku.”
[Lpaor tuan, sebelumnya tuan menyuruh sistem untuk diam jadi sistem akan diam dan tak akan mengangu tuan]
Ketika mendengar jawaban sistem, Evan di buat sedikit syok karna ternyata sistem bisa ngambek dan bertindak seperti itu. Evan yang merasa sudah bersalah dan bertindak kekanak kanakan akhirnya meminta maaf dan menenangkan kembali dirinya.
“Maafkan tindakanku sebelumnya.”
“Saat itu aku benar benar kesal karna monster itu berani mempermainkan kenangan berhargaku.”
“Sekali lagi maafkan aku sistem, jadi bisakah kamu memberitahuku rahasia kenapa monster aneh ini tak habis habis dan justru makin bertambah banyak?”
__ADS_1
[Lapor tuan, membunuh mereka semua tidak akan ada habisnya]
[Saat ini sistem dapat merasakan kekuatan yang maha dahsyat sedang mengendalikan monster pohon ini dari dalam tanah]
“Hooh, dari dalam tanah ya...”
Lalu Evan yang sudah tau rahasia dari keanehan itu langsung mengeluarkan Ethereal Staf dan menggunakan salah satu sihir miliknya.
“Epicenter...”
Dalam sekejap gempa bumi super besar dan kuat mengguncang hutan lebat itu. Tanah tanah berterbangan. Semuanya hancur lebur karna efek gempa bumi yang Evan keluarkan.
Lalu sesosok makhluk kecil berbentuk akar tanaman keluar dan berniat kabur dari sana. Evan yang melihat itu langsung megejarnya.
Tapi monster kecil itu ternyata memiliki keepatan yang di luar nalar. Evan yang menggunakan jubah raja iblis saja di buat kesulitan untuk menankap sosok kecil tersebut.
Sambil di serang dan di kejar oleh akar akar super besar yang sudah memenuhi hutan besar tersebut, Evan terus mengejar monster kecil yang terlihat bersusah payah lari darinya.
“Sialan...monster ini lincah sekali.”
Evan yang terus mengejarnya akhirnya mengeluarkan sebuah pisau kecil yang sebelumnya ia dapatkan. Lalu Evan melemparkan pisau itu ke arah monster kecil tersebut dan secara tiba tiba pisau itu menghilang.
Lalu secara mengejutkan pisau itu tiba di belakang monster kecil itu entah dari mana dan hampir mengenainya. Karna panik monster itu berbelok arah tapi Evan yang sudah memperkirakan hal itu sudah bergerak duluan dan dengan mudah menangkapnya.
“Hahaha...kena kau makhluk kecil.”
“Mimimimimi...”
Dengan cepat monster kecil itu mengikuti keinginan Evan seperti mengerti perkataannya dan semua monster pohon besar itu dengan cepat berubah kembali menjadi pohon biasa dan mulai berjatuhan dan hancur.
“Huh...akhirnya beres juga.”
Evan yang sudah bertarung tak terkendali berjam jam lamanya merasa bodoh sendiri dan sekarang ia sedikit kelelahan karna perbuatannya itu dan mulai bersitirahat.
Kini ia duduk sambil melihat dan menggenggam monster kecil yang sangat ketakutan itu. Dari level yang terlihat monster kecil itu hanya memiliki level kecil yaitu 50, tapi dengan level kecilnya itu ia bisa mengendalikan monster pohon yang levelnya jauh melampaui dirinya sendiri yaitu 200.
Evan yang memegang monster itu tersenyum jahat ke arahnya sambil sedikit memberikan intimidasi yang membuat monster itu sangat ketakutan.
“Hehehe, sepertinya kau enak untuk di jadikan sup.”
“Karna hari sudah mulai gelap, maukah kau menjadi bahan makan malamku?”
Monster kecil itu menangis ketakutan dan akhirnya memomoh ampun kepada Evan.
“Am-ampun saya tuan.”
“Saya tadi hanya khilaf dan tak sengaja menyerang tuan.”
“Hooo, baru kali ini aku melihat tanaman aneh yang bisa berbicara dan kau bilang tak sengaja?...tak sengaja tapi sampai mengeluarkan ratusan monster seperti itu, apakah itu yang di sebut tak sengaja?”
“Mimimimimi, ampun tuan, saya benar benar tak sengaja.”
“Saya hanya berusaha melindungi hutan Treant.”
__ADS_1
Kini terlihat raut wajah sedih dari monster akar tersebut. Evan yang sedikit tertarik bertanya pada sitem apa sebenarnya monster yang ada di hadapanya saat ini.
“Sistem, monster apa sebenarnya mahkluk kecil ini?”
[Monster itu adalah roh pohon penjaga hutan Treant]
[Mungkin karna suatu keajaiban atau karna hutan ini sudah terlalu tua mangkanya bisa tercipta penjaga sepertinya]
“Hemmm, jadi benar yang dia katakan kalau dia hanya melindungi hutan ini.”
“Lalu apakah dia bisa berguna untukku?”
[Bisa tuan, memakannya sekarang akan memperkuat tubuh tuan, tapi sistem menyarankan tuan untuk menunggunya sampai dewasa terlebih dahulu karna saat ia dewasa energi spiritual monster itu akan lebih stabil dan efek mengonsumsinya jauh lebih kuat]
“Efek apa yang ku dapatkan ketika memakannya?”
[Tuan akan memiliki kekuatan yang sama sepertinya, tapi kesempatan itu sangat kecil jika memakannya sebelum dewasa]
“Baiklah terima kasih infonya sistem, kamu memang yang terbaik.”
“Mahkluk kecil, sekarang kau adalah peliharaanku, jadi kau akan ku pindahkan ke inventory milikku apa kau setuju?”
“Jangan tuan, saya tak bisa meninggalkan tempat ini, saya mohon...”
“Yasudah kalau tidak mau, maka malam ini kau akan menjai makan malamku, hahahaha.”
“Mimimimimi...”
“Tolong jangan makan saya...”
“Hemmm, aku hanya bercanda...kau lumayan lucu jadi kalau kau berprilaku baik dan mau bekerja sama denganku mungkin aku akan memaafkanmu dan tak akan memakanmu.”
“Benarkah itu...terima kasih...”
“Tapi kau harus menjadi peliharaanku dan mau ku bawa pegi dari tempat ini.”
“Tapi tuan...”
“Heeehhhmmmm....”
“Mimimimimi, baiklah...apapun itu akan saya lakukan jadi jangan makan saya.”
“Hahaha, yasudah jangan mencoba kabur dariku dan sekarang masuklah ke dalam.”
Lalu Evan memasukkan monster akar kecil itu ke dalam inventory miliknya. Hutan lebat dan hijau itu kini berubah menjadi berantakan akibat perbuatan Evan.
Karna hari sudah mulai malam Evan akhirnya memutuskan beristirahat karna ia memang sedikit kelelahan setelah mengamuk tak karuan.
Malam itu akhirnya Evan hanya berbaring di tengah tengah hutan Treant dan melihat pemandangan malam yang menakjubkan dari tempat itu.
“Tempat ini benar benar hebat, bahkan bintang di langit malamnya terlihat seperti bintang sungguhan."
Malam itu Evan yang sudah kelelahan langsung memejamkan matanya dan beristirahat.
__ADS_1