
Evan yang merasakan energi kematian di dalam dirinya seperti berisonansi dengan energi miliknya yang lain merasakan kekuatan baru di dalam dirinya.
Kekuatan maha dahsyat yang entah kenapa terbangun dari serangkaian peristiwa tersebut kini memenuhi tubuhnya. Kekuatan baru itu muncul dan menyelimuti tubuh Evan secara keseluruhan.
“Kekuatan ini...”
Dengan cepat Evan menggunakan kekuatan barunya. Kini dengan kekuatannya itu ia bisa memanggil pasukan kegelapan dari dalam dirinya.
Kini semua pasukan Zombie yang awalnya memusuhinya menjadi satu denganya dan menjadi bayangan hitam yang bahkan lebih kuat dari pada sebelumnya.
Evan yang merasakan energi aneh itu dan menyadari memiliki kemampuan baru langsung bertanya pada sistem.
“Sistem, bagaimana aku bisa memiliki kemampuan ini?”
[Lapor tuan, sepertinya kekuatan itu tercipta dengan sendirinya karna berisonansi dengan energi milik tuan]
“Hahahaha, aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi tapi kekuatan ini sangat hebat.”
Dengan mudahnya Evan mengeluarkan pasukan bayangan yang sebelunya merupakan Zombie dan kini ribuan pasukan bayangan hitam yang memancarkan energi kematian memenuhi tempat tersebut.
Evan yang melihat serigala besar dan beberapa anggotanya ingin kabur langsung mengejar mereka dengan pasukan bayangan kematian miliknya.
“Kejar mereka semua.”
Dengan cepat pasukan milik Evan mengejar semua serigala yang mencoba kabur. Mereka dengan mudah membunuh serigala serigala itu satu persatu.
Walaupun mereka hancur ketika di serang, tapi pasukan bayangan kematian milik Evan bisa muncul kembali dan pertarungan hebat pun terjadi di sana.
Pasukan bayangan kematian milik Evan terus melawan pasukan serigala biru. Di awal awal pasukan Evan yang menang jumlah bisa di kalahkan dan di dorong oleh pasukan serigala, tapi ketika mereka bangkit kembali, pasukan serigala yang lengah di serang dan di bunuh oleh mereka satu persatu.
Parahnya lagi setiap serigala yang mati maka mereka akan di makan oleh pasukan bayangan kematian milik Evan dan di ubah menjadi pasukan baru. Karna itu saat ini pasukan serigala biru terpojok dan mencoba kabur dari sana.
__ADS_1
Evan yang melihat itu tak tingal diam dan ikut menyerang dari jauh. Karna tau dengan bahaya api surgawi, ia memilih menyerang dari jarak jauh yang relaif aman.
Kini pasukan serigala biru satu persatu mati dan di ubah menjadi pasukan bayangan kematian dan hanya menyisakan sang pemimpin yaitu serigala biru yang terlihat sangat marah.
“Sekarang tinggal kau sendirian.”
Kini sang peminpin serigala di kepung oleh pasukan kematian milik Evan. Banyaknya pasukan bayangan hitam milik Evan membuat sang serigala sudah tak bisa bergerak lagi dan terkepung.
“Lahap dia...”
Atas aba aba dari Evan, semua pasukan kematianya menyerang sang serigala biru secara brutal. Dengan api surgawi miliknya ia bisa dengan mudah bertahan. Tapi itu tak berlangsung lama.
Ribuan pasukan itu melompat dan mengerubunginya sampai membuat serigala besar itu terjatuh dan akhirnya mati.
Dengan cepat pasukan bayangan milik Evan memakan dan menjadikan serigala biru besar itu sebagai pasukan baru milik Evan.
“Hahahaha, kemampuan baruku ini benar benar hebat.”
Evan yang sudah mendapatkan kekuatan baru itu mengumpulkan mereka semua dan dalam aba aba Evan semuanya kembali ke dalam dirinya.
Evan yang sudah mengalahkan monster yang menyerangnya beristirahat sejenak sambil menyerap semua energi kekacauan yang memenuhi tempat itu.
Berjam jam lamanya ia menyerap energi kekacauan yang ada di sana dengan tubuh Dewa abadi dan Gluttony King Dimension sampai energi kekacauan di sana mulai menipis.
Evan yang sudah beristirahat dan menyerap hampir semua energi kekacauan yang ada di sana akhirnya mulai mencari harta yang sekiranya tersembunyi di tempat itu.
“Sistem, apa kau bisa merasakan atau menemukan tempat yang mencurigakan di sini?”
[Lapor tuan, sistem tak merasakan energi yang aneh tapi di ujung barat tempat ini ada tempat yang sangat aneh karna di sana seperti tersegel]
“Hooo, baiklah ayo kita lihat ada apa di sana.”
__ADS_1
Dengan cepat Evan terbang menuju barat tempat tersebut. tempat yang luas dan hanya ada tengkorak dan sisa sisa peperangan di mana mana itu kini mulai tergantikan dengan tempat yang sangat aneh.
Kini di hadapan Evan ia bisa melihat sebuah hutan yang sudah habis terbakar dan hanya ada debu putih yang memenuhi tempat itu.
Tapi benar kata sistem kalau di hutan itu ada sesuatu yang seperti tersegel dari luar. Evan yang dapat merasakan itu langsung masuk ke dalam hutan yang sudah hangus itu dan kini ia melihat ada sebuah pondok kecil yang masih utuh.
Mungkin dari semua bangunan yang ada di lantai enam hanya gubuk kecil Itu yang masih berdiri kokoh. Evan yang merasakan adanya penghalang langsung mengeluarkan Dragon God Sword dan menebas penghalang yang ada di sana.
Dengan cepat efek oriharukon shard menyerap energi dari penghalang yang melindungi gubuk kecil itu.
“Yosh, penghalangnya sudah beres.”
Dengan cepat Evan masuk ke dalam gubuk kecil yang terlihat sudah tak terawat dan hampir roboh. Sesampainya di dalam ia di kagetkan dengan menemukan dua mayat yang sudah tinggal tulang.
Satu di tempat tidur dan satu lagi di kursi. Evan yang melihat dua tengkorak itu hanya mendoakan mereka dan mencari benda berharga yang sekiranya bisa ia jumpai di sana.
Tapi ia sama sekali tak menemukan apa apa selain sebuah foto dan dua buah cincin yang sepertinya adalah cincin pernikahan. Karna tak ingin kualat dan kena karma, Evan tak mengambil cincin pernikahan itu dan hanya meninggalkannya di sana bersama sang pemilik aslinya.
“Hemmm, tempat ini tak ada isinya.”
Evan yang melihat sebuah foto yang berdebu mengambil dan membersihkannya. Lalu dari foto itu terlihat dua orang wanita dan pria yang sepertinya kekasih sedang berfoto bersama dengan senyum kebahagiaan terlihat jelas di wajah mereka. Mereka berdua tak lain adalah dua tengkorak yang ada di sana.
“Hemmm, dari foto ini aku bisa tau kalau orang orang di dunia ini terlihat normal dan damai tapi kenapa bisa terjadi perang sampai separah ini?”
Evan yang tak mendapatkan apa apa di sana kembali ke luar. Dari tempat itu yang berada di hutan dan sedikit tinggi ia bisa melihat sejauh mata memandang semuanya hanya ada kekacauan dari sisa sisa peperangan.
Evan yang sudah tak merasakan energi dari sana akhirnya berniat meninggalkan tempat tersebut.
“Di mana pintu menuju lantai selanjutnya sistem?”
[Di ujung utara tuan]
__ADS_1
Dengan cepat Evan meluncur dan pergi ke arah utara. Ia yang sudah menyerap energi kekacauan di tempat itu merasa sudah cukup dan bergegas ke lantai selanjutnya.
Setelah beberapa jam terbang, ia kini berada di depan pintu lantai ke tujuh yang berwarna putih seperti awan.