System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Menyerang Kota Gothi


__ADS_3

Setelah sang adik yang merupakan raja kerajaan vampire ke 19 saat itu sudah beristirahat, Lilia langsung mengumpulkan semua orang yang ada di istana.


Semua pasukan yang ada di istana langsung berkumpul dan terlihat beberapa dari mereka ada yang terluka cukup parah.


“Siapa yang bertanggung jawab di sini saat ini?”


Lalu seorang Vampire tua mendekat sambil menundukkan badannya ke hadapan Lilia.


“Ratu...itu saya.”


“Kamu...”


“Nama saya Victor Ratu..”


“Victor, sekarang kumpulkan semua pasukan yang sakit parah...bawa semuanya ke istana.”


“Baik Ratu...”


“Lalu bentuk beberapa kelompok pria dan wanita yang masih bisa bertarung dan kumpulkan mereka semua...”


“Bawa juga semua penduduk dan petuaang dari ras Vampire yang ada di kota Everest sekarang.”


“Kumpulkan semua yang masih bisa bertarung.”


“Baik Ratu...”


Lalu atas arahan Lilia, Victor dan beberapa orang lainnya langsung pergi menjalankan perintah tersebut.


Sambil menunggu semuanya berkumpul Lilia, Chloe dan Evan membantu beberapa orang yang terluka parah.


Di sini Evan sampai harus membeli beberapa potion kelas menengah dan atas untuk di bagikan kepada mereka yang memang benar benar membutuhkan.


Lilia yang melihat Evan lagi lagi membantunya bahkan tanpa di minta sangat senang sekaligus tak enah hati padanya.


“Tuan...terima kasih untuk semunya...”


“Hem, dan jangan memanggilku tuan di tempat umum, kamu adalah pemimpin negeri ini bukan...jadi tetap jaga wibawamu.”


“Termakasi Tu-Evan...”


Sambil menolong beberapa orang yang terluka, Lilia juga bertanya dan tau penyebab saat ini banyak orang yang terluka. Itu karna dua hari yang lalu pasukan kerajaan Ghoul yang di pimpin oleh pangeran kedua Gasia menyerbu perbatasan kota Everest.

__ADS_1


Raja kerajaan Vampire saat ini yaitu Alucard datang dengan beberapa pasukannya untuk mempertahankan daerah kekuasaan mereka yang terus di gerus oleh musuh mereka dan di sana ternyata pasukan WareWolf juga sudah menunggu dan terjadilah pertempuran hebat di sana.


Banyak pasukan yang mati dan yang berhasil selamat terluka parah termasuk sang raja yaitu Alucard.


Setelah berjam jam mengobati ratusan pasukan yang terluka. Akhirnya Victor dan pasukan yang sudah berkumpul memenuhi bagian depan istana Dracula.


Lilia yang saat itu sudah menahan amarahnya langsung memberitahukan rencana yang akan mereka lakukan.


“Aku Lilia Draculea, keturuan murni dari raja Dracula pertama.”


“Saat ini aku sudah kembali dan kalian semua tau itu.”


“Sekarang juga aku akan membalas perbuatan para budak tak tau diri itu dan memberitau pada mereka kalau ras Vampire bukan ras yang bisa mereka perlakukan seperti ini.”


“Bagi kalian yang masih bisa bertarung sekarang juga ikut dengaku dan kita akan membalas perbuatan mereka...”


Ketika mendengar perkataan pemimpin terkuat mereka yang akhirnya kembali. Seluruh pasukan ras Vampire menjadi bersemangat kembali dan terlihat tak sabar untuk menyerang musuh mereka.


Dengan adanya Lilia di pihak mereka yang terkenal dengan julukannya sebagai salah satu dari tujuh raja iblis dosa besar yang menyandang gelar Lustfull King Asmodeus membuat mereka semua makin bersemangat.


“Evan...maafkan aku, tapi saat ini aku sudah tak bisa menahan amarahku lagi dan akan membalas para bajingan itu.”


“Jadi apakah kamu bersedia membantuku?”


Mungkin jika membunuh monster ia akan dengan senang hati melakukannya. Tapi ketika ikut mencampuri perang antar ras yang pastinya akan memakan banyak korban jiwa ini Evan merasa ia yang tak ada sangkut pautnya karna ia merupakan ras manusia merasa tak ada alasan untuk membunuh orang yang Lilia anggap musuh yaitu ras Ghoul dan WareWolf.


“Aku akan melihat situasinya dulu...”


“Jika terpaksa aku pasti akan membantumu...”


Mendegar jawaban Evan, Lilia hanya tersenyum sambil berterima kasih padanya. Sebenarnya Evan di sini hanya berniat berperan sebagai pihak yang netral. Karna ia sendiri tak terlalu suka hal berbau perang seperti ini.


Tapi apa boleh buat, wanita yang saat ini ada di hadapannya adalah wanita pertama yang memadu kasih dengannya dan ada rasa kekhawatiran di hati Evan jika ada sesuatu yang menimpa wanita yang sebenarnya ia sendiri belum tau apa benar benar mencintainya atau tidak.


Yang jelas ia akan membantu gadis itu jika ia dalam bahaya...


Sampai akhirnya pasukan Vampire yang di pimpin Lilia mulai bergerak dan mendekat ke kota perbatasan antara kerajaan Ghoul dan Vampire yaitu kota Gothi.


Sebenarnya bukan tanpa alasan bagi Lilia untuk bergerak sekarang dan menyerang. Kenapa ia memilih menyerang sekarang, itu karna saat ini sang pangeran kedua kerajaan Ghoul yaitu Gasia Undying menurut informasi dari mata mata Victor masih berada di kota perbatasan dan belum kembali ke ibukota kerajaan Ghoul.


Jadi Lilia berniat membunuh pangeran kedua kerajaan Ghoul itu sebagai pembalasan awal dan untuk menyebarkan berita kembalinya dirinya.

__ADS_1


Dengan cepat pasukan Vampire bergerak dengan familiar mereka masing masing. Mereka terdiri dari penduduk, petualang dan guild, serta kesatria kerajaan Dracula yang masih bisa ikut bertarung.


Jika di lihat dari level mereka. Mereka semua memiliki level yang lebih tinggi jika di bandingkan dengan pasukan kerajaan Igrassia milik Reinhard yaitu kisaran level 90-100.


Dengan tunggangan yang beraneka ragam mulai dari kelelawar besar. Burung hantu dan beberapa serigala vampire dan kadal besar, pasukan itu bergerak dengan sangat cepat menuju kota Gothi.


Evan di sini terbang menggunakan Jubah raja iblis sedangkan Chloe menggunakan sapu terbang miliknya. Lalu Lilia terbang menggunakan familiar besar miliknya yaitu Wyvern berwarna hitam lengkap dengan armor perang.


Dalam waktu tak sampai lima jam mereka akhirnya tiba di kota Gothi. Di kota Gothi yang mayoritas di huni oleh ras Ghoul tersebut terlihat ada banyak pasukan yang berjaga di tiap menara yang ada.


Karna melihat ada pergerakan dari pasukan Vampire, para penjaga itupun mulai membunyikan bel tanda bahaya dan pasukan Ghoul yang ada di sana langsung bersiap siap bertempur.


Terlihat mereka yang habis berpesta semalaman karna berhasil membunuh banyak pasukan Vampire masih banyak yang tertidur dan tak siap akan serangan kejutan yang sebenarnya tak mungkin bisa di lancarkan.


“Gawat....ada serangan musuh...”


“ting...ting...ting...”


“Musuh menyerang...semunya bersiap siap.”


Terlihat Ras Ghoul yang memiliki tubuh tinggi dan sedikit bungkuk itu dengan telinga runcing dan rabut botak mulai bersiap siap berperang.


“Kikikiki...dasar para Vampire bodoh, berani sekali mereka menyerang kita ke kota.”


“Hahaha, saatnya berpesta anak anak...ayo kita buat para bangsawan bodoh itu berteriak kesakitan.”


“Hoahhh.....”


Kini pasukan Ghoul yang memang jumlahnya ada banyak di Kota Gothi mulai bersiap siap di posisi mereka masing masing.


Para pemanah mulai membidik target. Lalu para petarung jarak dekat menunggu di balik pintu untuk serangan dadakan.


Sedangkan terlihat sang pangeran kedua kerajaan Ghoul yaitu Gasia juga tersenyum jahat seakan ia tak sabar lagi untuk meminum darah para Vampire.


“Ayo para bajingan...kita buktikan pada mereka kalau ras Ghoul kita bukanlah budak yang bisa mereka perintahkan sesuka hati mereka...”


“Oraaa...”


“Oraaa....”


Tapi ketika mereka semua berteriak seakan sudah siap untuk menguliti dan memakan dan meminum darah para Vampire. Seketika itu juga sebuah bola sihir berwarna hitam pekat yang sangat besar turun dari langit kota Gothi dan dalam sekejap mereka semua terkena serangan super besar tersebut.

__ADS_1


Teriakan kesakitan dan kekacauan langsung terdengar bahkan sebelum pasukan Ras Vampire tiba di sana. Itu semua karna sebuah skill rank A yang Lilia lancarkan yaitu Sun Of Darknes.


“Rasakan panasnya matahari kegelapan milikku itu dasar orang orang bodoh...”


__ADS_2