System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Panen Dan Pelarian


__ADS_3

Kini di hadapan Evan sepuluh kesatria Black Dragon berpencar ke sepuluh arah mata angin dan dari tiap artefak yang mereka pegang segel berwarna emas yang sangat kuat tercipta.


Lalu dari wanita cantik yang ada di hadapannya segel itu di perkuat lagi dengan sebuah artefak lainnya yang membuat segel tersebut menjadi sangat kuat dan kokoh.


Evan yang melihat monster monster kuat yang ada di sana bahkan tak bisa menggores kuatnya segel itu menjadi sangat takjub. Ia yang awalnya sedikit meremehkan wanita cantik itu karna memiliki level yang kecil menjadi sadar dengan potensi sebenarnya gadis tersebut.


Zeno dan Louise yang menggunakan benda aneh juga dengan leluasa mengambil dan menyimpan semua buah surgawi yang ada di sana. Mereka berdua mengambil semua buah yang ada di sana dan tak menyisakan satupun.


Evan yang saat itu sudah di tolong hanya bisa melihat dari dekat kehebatan dari kekaisaran Escapia sampai dengan cepat Zeno dan Louise kembali.


“Semuanya sudah di ambil.”


“Baiklah sekarang bagian tersulitnya.”


Dengan cepat supuluh pasukan black dragon bergerak secara perlahan ke arah pintu keluar yang menuju lantai delapan.


Evan yang saat itu ada di sana hanya mengikuti mereka dan tak ingin menggangu konsentrasi mereka yang mengaktifkan segel.


Para monster di dalam segel itu ketika melihat buah surgawi di curi sampai habis menjadi menggila dan memberontak sekuat tenaga.


Kini segel kuat dan kokoh itu makin melemah karna mulai habisnya mana dan akibat kerusakan yang di perbuat para monster dari dalam.


“Roaaarrr....”


“Ku bunuh kalian semua bajingan.”


“Jangan harap kalian bisa kabur dari tempat ini....”


Dengan cepat Seno dan sepuluh ksatria Black Dragon kini bergerak dan sampai ke depan pintu ke delapan. Louise yang sudah lebih dulu berada di sana sudah membuka pintu tersebut dan membukanya lebar lebar.


“Semuanya...pintu lantai delapan sudah ku buka.”


“Bagus, sekarang giliranmu Zeno.”


Kini Zeno yang sudah berdiri di hadapan segel besar itu berubah ke mode tempur. Terlihat baju perang emas super mengkilap kini ia gunakan.


Lalu dari tangan kananya ia mengeluarkan sebuah Artefak berbentuk Tongkat yang juga nampak serasi dengan pakaian tempur miliknya. Lalu dari tongkat itu mulai keluar kekuatan maha dahsyat yang keluar secara terus menerus.

__ADS_1


Kekuatan super besar itu kini makin besar dan besar. Evan yang saat itu sudah berada di dekat pintu masuk juga terlihat tertarik dengan kekuatan yang Zeno keluarkan dan melihat itu. Louise yang melihat Evan bukannya masuk malah lihat lihat menjadi kesal.


“Woi, sana masuk duluan jangan ganggu.”


“A-aku hanya ingin menyaksikan sampai selesai, jika ada yang bisa ku bantu aku akan membantu, anggap saja sebagai balas budi.”


“Kami tidak memerlukan bantuanmu, kami bisa melakukan semuanya sendiri jadi cepat masuk dan jangan berbuat aneh aneh.”


“Iya iya...”


Lalu Zeno dengan sekuat tenaga mengarahan kekuatan maha dahsyat yang sudah ia kumpulkan dan secara mengejutkan mendorong segel besar itu dengan kekuatannya.


Segel super besar itu mulai terdorong menjauh seperti tertelan bola hitam aneh yang ia buat dan terbang melayang.


Karna makin jauh dari orang yang membuat segel, segel besar tersebut akhirnya pecah dan seketika itu juga ke sepuluh artefak yang di gunakan oleh kesatria Black Dragon juga pecah dan hancur.


Lalu suara Zeno yang berteriak kencang seperti menjadi ancang ancang bagi mereka semua untuk lari dari sana sekuat tenaga. Dengan secepat kilat mereka semua lari ke arah pintu lantai delapan.


Sedangkan Zeno pergi menjemput Seno dan membawa gadis itu yang terlihat sudah kehabisan mana.


Singa emas dan biru yang bergerak paling cepat juga mulai mengejar mereka semua. Tapi yang di lakukan monster monster itu sudah tak di perlukan lagi karna kini semua orang sudah masuk ke dalam lantai delapan.


Para monster yang kehilangan semua buah surgawi menjadi menggila dan bahkan sampai membunuh sesama monster. Mereka semua terlihat sangat marah tapi juga tak bisa melakukan apa apa karna semua pencuri itu sudah meningalkan lantai tujuh.


Evan dan pasukan kekaisaran Escapia yang tiba di lantai delapan yang terlihat seperti tempat aneh dan sangat besar dengan bangunan yang terlihat tua kini hanya duduk dan beristirahat. Seluruh orang terlihat sangat kelelahan.


“Hahahaha, aku tak menyangka kita berhasil melakukannya Seno, kamu benar benar jenius.” Ucap Louise yang kini berjalan mendekati Seno.


“Benar...aku tak menyangka ini semua bisa berjalan semulus ini tanpa kesulitan sedikitpun.” Lanjut salah seorang pasukan Black Dragon.


Kini semua orang terlihat meminum potion dan mengembalikan kekuatan mereka. Ketika kekuatan semuanya sudah kembali mereka mulai melihat Evan dan sedikit tak percaya dengan perkembangan pria bernama Evan Adams itu.


Belum seminggu mereka memasuki menara langit dan kini pria bernama Evan itu sudah bertambah lebih kuat dari saat mereka melihatnya terakhir kali.


Mereka yang bisa di bilang orang orang terkuat dari kekaisaran Escapia itu bisa melihat perubahan dari diri Evan dengan hanya melihat aura miliknya saja yang sudah berubah drastis.


Zeno yang ada di sana akhirnya mendekati Evan yang terlihat hanya duduk sambil termenung. Sebenarnya Evan sedang membuka kotak hadiah misterius dan merapikan inventory miliknya tapi mereka yang tak bisa melihat itu hanya bisa melihat Evan seperti melamun.

__ADS_1


“Yo, bagaimana keadaanmu?”


“Baik, terima kasih sebelumnya sudah menolongku.”


“Santai saja, sebenarnya kami juga terbantu karna kaulah kami bisa berhasil merencanakan semua rencana kami dan memanen banyak buah surgawi.”


“Ini...”


Terlihat Zeno menyerahkan beberapa buah surgawi yang ada di dalam kotak penyimpanan.


“Apa itu?”


“Ini kotak penyimpanan, anggap saja kau bisa menyimpan banyak benda di dalam kotak kecil ini dan di dalamnya ada beberapa buah surgawi yang menjadi bagianmu.”


“Heh, tapi aku tak membantu kalian saat itu jadi kenapa kalian memberikan buah ini?”


“Kan sudah ku bilang di awal tadi kalau berkat kau juga kami berhasil menjalankan semua rencana kami, jadi anggap saja ini sebagai imbalan karna sudah mengumpulan semua monster itu.”


Karna di berikan buah surgawi, Evan yang memang sangat tertarik dengan buah itu langsung mengambil kotak kecil berbentuk persegi itu dari Zeno.


Semua orang yang da di sana hanya melihat Evan dan Zeno tanpa ikut berbicara. Mereka semua seperti sangat waspada dengan kehadiran Evan di sana.


Evan yang juga merasakan itu akhirnya berdiri dan dengan jelas kini berterima kasih kepada mereka semua.


“Terima kasih sudah menolongku, tapi aku tak ingin memiliki hutang budi pada kalian lebih dari ini, jadi katakanlah apa yang harus aku lakukan untuk membayar bantuan kalian tadi?”


“Dasar tidak tau di untung, sudah di tolong masih bersikap sombong!”


Ketika mendengar perkataan Evan, Louise langsung marah dan mengatakan Evan terlalu sombong akan dirinya sendiri. Ia yang melihat sikap Evan yang seperti itu seperti tak menghargai bantuan mereka padanya.


Evan sendiri tak ingin ada utang budi pada Zeno dan mengatakan itu semua dengan jelas sebelum ia pergi meninggakan mereka.


Bisa di bilang Zeno sudah menolongnya tapi Evan juga tak pernah meminta itu. Saat itu Zeno dan pasukannya saja yang bertindak dengan sendirinya dan menggangu pertarungan Evan.


“Begitu ya, kalau kau bersedia berikan satu tetes darahmu untuk membayar bantuan yang tadi.”


Terdengar suara seorang wanita dari jauh ke arah Evan. Suara tersebut tak lain adalah suara Seno yang menginginkan darahnya sebagai bayaran.

__ADS_1


__ADS_2