System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Oriharukon Shard


__ADS_3

Setelah beristirahat sejenak, Evan dan Chloe melanjutkan kembali perjalanan mereka. Di lantai satu. Ada banyak monster silih berganti menghampiri Evan.


Tapi Evan yang memiliki level lebih tinggi dan kini berlevel 125 karna baru saja naik level dapat dengan mudah membunuh semua monster di lantai satu.


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan mendapatkan hadiah kotak hadiah misterius]


Sambil berjalan dengan Chloe, Evan membuka hadiah yang baru saja ia dapatkan lalu mendapatkan sebuah skill Rank S yaitu Vengeance Aura.


“Wih dapet skill Rank S, kotak hadiah misterius emang hadiahnya bukan kaleng kaleng.” Evan bicara dalam hati sambil terus berjalan menyusuri dungeon di lantai satu.


Lalu iapun melihat deskripsi skill yang baru saja ia dapatkan.


{Vengeance Aura, skill pasif rank S yang dapat meningatkan damage serangan fisik pemakai dan sekutu dalam radius 100 meter}


{Semakin kuat pemilik maka semakin kuat dan luas pula jangkauan skill ini}


“Cih, hanya meningkatkan serangan fisik, coba aja kalo magic makin gila lagi ini kekuatan magicku.”


Terlihat Evan yang baru saja mendapatkan skill rank S itu terlihat tak terlalu senang. Itu karna Evan sendiri tak terlalu suka pertarungan jarak dekat yang lebih mengutamakan kekuatan fisik, kecepatan dan pertumpahan darah.


Bisa di bilang Evan adalah salah satu orang yang ingin bertarung tanpa mengotori dirinya dengan yang namanya darah dan keringat.


Dengan mudahnya Evan dan Chloe mengalahkan seluruh monster di lantai satu sampai akhirnya mereka tiba di sebuah pintu besar. Di pintu itu lagi lagi berdiri dua buah patung besar seperti di altar pemujaan sebelumnya.


“Kayaknya ini ujung dan akhir lantai satu.”


“Hemm benar, apa kamu yakin kita mau lanjut ke lantai dua?”


“Udah sampe sejauh ini masa gak lanjut sih, ayo cepat...” terlihat Evan yang berjalan duluan di susul oleh Chloe mendekati pintu besar tersebut.


Lalu sampainya di sana Evan langsung mendorong pintu besar itu dengan tangannya sampai akhirnya mereka tiba di lantai dua.


Di lantai dua dungeon keadaannya sedikit berbeda. Di lantai dua ini sudah tak ada Crystal untuk di ambil oleh Evan. Tapi sebagai gantinya ada banyak monster aneh dengan kisaran level 80-90.


Ketika baru saja pintu di buka ratusan monster sudah menunggu mereka di dalam sana. Mulai dari serigala hybrid dengan nama Warbeast, lalu ada kadal besar seperti dinosaurus dengan nama Lunker lalu ada juga monster kecil seperti Zombie dengan nama Kurr. Mereka semua berlevel cukup tinggi kisaran 80-90 dan yang tertinggi adalah seekor singa hybrid lengkap dengan baju bajanya yang bernama Splinter Tiger.


Evan yang baru saja membuka pintu sudah di sambut banyak exp langsung mengeluarkan tongkat Ethereal dan melemparkan serangan magic tingkat dasar.

__ADS_1


Dengan hanya bermodalkan serangan elemen tingkat dasar seperti Fire Ball atau Freezing Ice sudah cukup bagi Evan untuk mengalahkan semua monster yang ada di depannya.


Perpaduan antara Ethereal staf dan Inteligent Evan yang besar membuat sihir kecil dan simple yang Evan keluarkan saja sudah berdamage sangat hebat.


“Hahaha...tak sia sia aku datang ke dungeon ini, ada banyak sekali monster dan mereka malah mendatangi kita dengan sendirinya.”


Terlihat Evan tertawa jahat sambil terus menyerang monster monster yang terus berdatangan dan suara yang paling Evan sukai juga terus berbunyi di kepalanya.


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


Sampai tak selang beberapa lama monster yang menghampiri Evan di lantai dua mulai habis dan Evanpun melanjutkan perjalannya dengan Chloe.


Chloe yang tak banyak melakukan sesuatu dan hanya berlindung di balik perisai emas miliknya merasa hanya menjadi beban bagi Evan dan mulai tak percaya diri.


Dia tau Evan sangat kuat tapi Chloe yang juga merupakan petualang rank S dengan skill penyembuhnya biasanya paling di butuhkan saat di dalam dungeon.


Bahkan bisa di bilang dia sudah membantai monster monster kuat yang biasanya sangat sulit di kalahkan dengan mudahnya seperti halnya membunuh serangga.


“Evan...maaf aku tak banyak membantu.”


“Santai saja, yang terpenting tetap jaga pertahananmu dan jangan sampai lengah.”


“Si-siap boss.”


Di lantai dua, Chloe hanya bisa melihat dan mendukung Evan dari belakang dengan sihir penyembuhnya walaupun ia tau kalau Evan tak membutuhkan itu semua, tapi sudah tak ada yang dapat ia lakukan lagi selain itu.


Sampai akhirnya tanpa sadar mereka sudah berada di pintu dungeon lantai tiga.


“Hemm...kalo full ngebut kayak gini cuman memerlukan waktu satu jam buat ke lantai tiga.”


Terlihat Evan dan Chloe berjalan medekati pintu lantai tiga yang terlihat sama dengan pintu sebelumnya.


Tanpa basa basi Evan langsung mendorong pintu itu dan kini di hadapan mereka hanya ada sebuah tempat aneh yang sangat luas dengan banyak aliran mana yang terus mengalir dari pipa pipa berwarna warni yang seperti mengarah ke bagian depan.

__ADS_1


Semua pipa itu seperti makhluk hidup saja dan sejauh Evan berjalan tak ada satupun monster yang ia temui.


Sampai mereka berdua berjalan ke tengah tempat itu dan secara tiba tiba, pipa pipa aneh itu langsung menyergap mereka dengan cepat dari bawah lantai yang secara mengejutkan terbuka sendiri.


“woahhh...Chloe Awas.”


“Haaa...Evan, tolong aku."


Dalam hanya kisaran waktu sepersekian detik Chloe tertangkap oleh pipa mana yang berlapis baja tersebut dan saat ini sedang di serap mananya oleh pipa pipa baja tersebut.


“E-Evan tolong aku...”


Kini terlihat jelas lekukan dan tonjolan di tubuh Chloe yang seperti di peras oleh pipa baja tersebut. Evan yang melihat tubuh Chloe menjadi tak fokus dan sedikit senang.


“Apa yang kamu tunggu...cepat lepaskan makhluk menjijikan ini dariku...”


“iyaa...iya...”


Kemudian Evan mengeluarkan Walachia Sword dan mengalirinya dengan gabungan 7 elemen berwarna warni dan menebas pipa baja itu.


Tapi anehnya bukannya terbelah justru mana yang Evan alirkan pada Walachia Sword ikut terhisap oleh pipa baja yang seperti tentakel monster.


Sambil menghindari serangan pipa lapis baja itu Evan terus menebasnya tapi itu semua percuma.


“Apa apaan ini...kenapa seranganku tak berefek.”


“Sistem, apa yang terjadi...benda apa sebenarnya pipa pipa besi ini?”


[Sepertinya mustahil bagi tuan untuk memotong benda itu]


“Huh?...mustahil?...jadi bagaimana caraku menyelamatkan Chloe dan apa sebenarnya pipa aneh yang memancarkan cahaya ini."


[Pipa besi itu bukanlah makhluk hidup tapi adalah benda yang terbuat dari logam mulia paling berharga di dunia ini yaitu Oriharukon Shard dan tak akan bisa di hancurkan jika bukan menggunakan material yang sama atau lebih kuat]


“Jadi bagaimana ini...” terlihat Evan mulai cemas karna Chloe sudah tak sadarkan diri dan mananya terus di serap oleh pipa lapis baja yang memancarkan cahaya warna warni itu.


[Hanya ada satu cara untuk menghentikan pipa besi ini tuan]


“Apa itu?...cepat beritahu aku...”

__ADS_1


__ADS_2