
Saat itu jutaan anak panah berwarna warni muncul secara tiba tiba dan menyinari kota Skypea.
Semua penduduk kota Skypea di buat takjub dan terpesona oleh keindahan langit malam yang saat itu bagaikan hujan panah yang berkilauan.
Banyak yang senang melihat itu dan banyak pula yang takut. Tentu saja mereka takut, sebab jika cahaya cahaya itu sampai menyerang kota dan seisinya maka sudah dapat di pastikan kota tersebut akan hancur lebur.
Tapi itu semua tak akan terjadi karna Evan yang saat ini menggunakan salah satu skill rank S miliknya mengarahkan semua anak panah itu ke satu titik.
Ya, itu adalah tempat Naraka saat ini terbang. Dengan dua sayap besar khas iblis malam, Naraka yang melihat serangan menakjubkan Evan mengeluarkan pelindung mana yang menyelimuti dirinya seperti perisai.
Kini tubuh besarnya sudah di lapisi oleh pelindung kuat dan ia seperti sudah siap menerima semua anak panah itu.
“Ku akui kau memang layak untuk menjadi lawanku.” Ucap Naraka yang kini terlihat sangat percaya diri untuk menghentikan semua serangan Evan.
Berbeda dengan Evan yang menelan semua seangan Naraka. Pria iblis itu kini menyombongkan tubuh kuatnya itu seakan akan ia tak takut dengan jutaan anak panah yang saat ini mengarah ke arahnya.
“Tidak bisa ku percaya, serangan seluas ini benar benar ada.”
“Benar, ini pertama kalinya aku melihat yang seperti ini.”
“Hebat, jadi pahlawan yang membunuh Zakiro itu dia ya, sekarang aku percaya dengan kabar tersebut.”
Banyak para petarung dari guild dan kerajaan lain merasa kagum dengan skill milik Evan. Walaupun Arrow Cassade hanyalah skill rank S. Tapi dengan kemampuan Evan yang sekarang sudah jauh melampaui orang orang yang ada di duna itu, Skill rank S tersebut berubah menjadi skill berskala besar dan mengerikan.
Bahkan daya hancur dan kekuatannya sudah jauh berbeda pada saat Evan melawan Zakiro kala itu.
Dengan cepat jutaan anak panah itu mengarah ke Naraka, Naraka awalnya menghindari semua anak panah itu. Tapi karna jumlahnya yang memang banyak sekali kini mustahil untuk dirinya menghindar.
Saat ini jutaan anak panah menyerang Naraka secara membabi buta dan tanpa ampun. Tubuh besarnya kini di serang secara terus menerus oleh anak panah berbagai macam elemen tersebut.
Tapi semua serangan yang mengarah padanya itu seperti tak berefek. Bukannya tak berefek, hanya saja Naraka dengan wujud Raja Iblis Greedy King Mammon memiliki pertahanan dan regenerasi yang sudah di luar nalar.
Bahkan di malam hari raja dengan Julukan Night King itu akan memiliki kapasitan mana tanpa batas.
Selama lima menit, jutaan serangan anak panah milik Evan menyerang tubuh Naraka dengan brutal. Karna ledakan dan cahaya yang menyilaukan itu berkumpul di satu titik, Itu membuat saat ini lapangan pertandingan di Freedom Arena tak dapat di lihat karna ledakan yang bertubi tubi tersebut.
__ADS_1
Sampai akhirnya anak panah terakhir melesat dan meluncur tepat ke arah Naraka. Semua orang yang menyaksikan skill hebat dan maha dahsyat milik Evan sudah tak dapat berkata kata lagi, hampir seluruh area pertandingan kini rusak parah karna efek ledakan yang tiada hentinya itu.
Bahkan setelah menggunakan skill berskala besar seperti itu Evan masih terlihat stay kalem enjoy dan diam di tempatnya.
“Gila, serangan seperti itu...tak mungkin ada orang yang berhasil selamat.”
“Benar sekali, mustahil ada yang berhasil selamat jika di serang bertubi tubi seperti itu, tapi...”
“Hemm...jika kita berbicara tentangnya, mungkin hanya dia yang mampu menahan serangan seperti itu.”
Kini banyak penonton dan petarung mulai mengoceh. Bahkan Raja raja dan Ratu dari kerajaan lain terlihat juga di buat syok dengan serangan maha dahsyat yang Evan lancarkan.
“Ini benar benar gila, dengan serangan seperti itu mungkin dia bisa meleyapkan satu kota dalam sekali serangan.” Ucap salah seorang raja dari kerajaan Dwarf.
“Evan, ternyata kamu berkembang lebih kuat lagi hanya dalam satu bulan ini ya.” Ucap Reinhard yang juga ada di Freedom Arena.
“Benar sekali, Anak itu benar benar telah berubah drastis hanya dalam waktu satu bulan saja.”Lanjut Victoria yang juga berada di ruangan yang sama dengan Reinhard dan lainnya.
Di tempat lain juga banyak orang yang mulai mengoceh dan kagum dengan kehebatan serangan milik Evan.
“Kalau tidak salah sebulan yang lalu ada kabar pria misterius yang berhasil mengalahkan monster pembawa malapetaka sendirian tuan, dan orang itu bernama Evan Adams.” Lanjut salah satu bawahannya.
“Jadi dia ya, sepertinya dunia ini benar benar akan berubah.” Ucap Raja terkuat dari benua Rodinia yaitu Hondo Sirius Black.
Di tempat lain seorang pria iblis dengan setelan serba hitam juga terlihat tersenyum melihat kehebatan Evan malam itu. Dengan seorang gadis kecil yang duduk manis di pangkuannya.
Iblis dengan dua tanduk itu juga tertarik dengan kehebatan Evan yg saat ini ia perlihatkan jelas di depan semua orang.
“Mengagumkan, dengan serangan seperti itu orang biasa akan menjadi debu dalam seketika, tapi Naraka bukanlah iblis lemah yang bisa di kalahkan dengan hanya serangan seperti itu.”
“Apa menurutmu begitu? Jadi kuat mana kamu atau dia?"Ucap gadis kecil yang duduk di pangkuan pria iblis tersebut.
“Tentu saja aku lebih kuat, lalu jika aku berhasil mengumpulkan lima lagi esensi raja iblis maka dia dan Zeno bukanlah tandinganku lagi.” Ucap pria iblis tersebut yang tak lain adalah Diablo Crimson yaitu Raja Iblis dengan Gelar Kesombongan.
Setelah efek ledakan mulai mereda dan asap yang memenuhi lapangan pertandingan mulai menghilang. Kini terlihat sosok Naraka yang berdiri dengan kokoh seperti tak menerima dampak apapun dari serangan maha dahsyat yang Evan lancarkan.
__ADS_1
Jutaan anak panah itu seperti tak mengenai tubuhnya. Tubuhnya yang hitam pekat itu terlihat baik baik saja tanpa lecet sedikitpun.
Evan yang melihati itu tersenyum dan Naraka juga tertawa keras.
“Hahahaha, serangan yang menakjubkan, tapi yang seperti itu tak mungkin bisa mengalahkanku.”
“Begitu ya, kalau begitu aku akan menggunakan skill yang lebih kuat lagi.”
Kini Evan dan Naraka yang seperti sudah tak sabar ingin bertarung langsung melesat bagaikan kilat.
Mereka berdua terbang dan ingin beradu serangan jarak dekat. Naraka yang tau keanehan kekuatan pedang milik Evan mengeluarkan pedang besar miliknya yaitu Dominic Sword.
Sedangkan Evan yang ingin menguji kekuatan Naraka dari jarak dekat juga mengeluarkan dan menggunakan senjata pamungkasnya yaitu Dragon God Sword.
Saat dua orang itu melesat bagai kilat dan sudah siap beradu serangan. Saat itu juga teriakan seseorang menggema di Freedom Arena.
“Chronosphere.”
Dalam sekejap mata seluruh Freedom Arena di tutupi oleh domain mana yang sangat kuat. Semua orang yang berada di Freedom Arena tak bisa bergerak bahkan hanya untuk mengedipkan mata. Semuanya kini diam mematung dan tak bisa bergerak sama sekali.
Seluruh orang termasuk Raja dan Ratu yang kuatnya bukan main juga mengalami kondisi yang sama. Bahkan Evan yang juga ada di sana juga terkena efek aneh tersebut.
“Apa ini? Kenapa tubuhku tak bisa bergerak?”
Lalu secara tiba tiba sesosok pria muda dengan pakaian khas kekaisaran timur muncul di hadapan Evan dan Naraka.
Evan yang sadar semua orang berhenti bergerak karna perbuatan pria itu mulai mencoba untuk melawan kekuatan anehnya.
Tapi apalah daya, bahkan dengan seluruh kemampuan Evan, ia tetap tak bisa bergerak di dalam kekuatan dominasi aneh milik pria yang mengenakan pakaian khas kekaisaran timur tersebut.
“Tuan Naraka dan tuan Evan.”
“Ayo sudahi pertarungan tiada arti ini.”
Ucap seorang pria muda yang tersenyum manis ke arah Evan dan Naraka yang diam mematung dan tak bisa bergerak sedikitpun.
__ADS_1
Pria tersebut tak lain adalah sang Kaisar Kekaisaran Timur yaitu Zeno Blackworld.