System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Menara Langit


__ADS_3

Evan yang akhirnya memenangkan pertarungannya di kastil babel mendengar notifikasi naik level yang memenuhi kepalanya.


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik ke level 250]


[Selamat tuan mendapatkan kotak hadiah misterius]


Evan yang akhirnya di teleportasikan keluar dari kastil babel kini berdiri di tengah lapangan. Ekspresinya dingin dan tak berbicara sedikit pun.


“Selamat tuan, anda benar benar hebat.”


“Hemm...aku mengaku kalah, dunia ini memang sangat luas ya.”


“Selamat sudah menang, yang tadi itu sangat mengagumkan.”


Evan yang baru keluar dari kasil babel hanya tersenyum tipis di hadapan kontestan lainnya dan semua penonton yang ada di sana.


Lalu setelah acara itu selesai, Evan langsung berjalan dengan pelan dan menuju ruangan vip kelompoknya.


Tapi saat masih di jalan menuju ruangan itu Deluna yang tiba tiba saja sudah menunggunya di jalan langsung menghampir Evan.


“Tuan, tak usah memaksakan diri lagi.”


“Tuan, sudah cukup untuk hari ini, sekarang beristirahatlah.”


Evan yang melihat Deluna menghampirinya dan langsung mendekati dirinya sambil menyuruhnya untuk beristirahat langsung terjatuh tak berdaya di pelukan wanita tersebut.


“Aku...aku sudah...”


“Hemm, saya tau tuan, sekarang serahkan sisanya padaku.”


“Teri-terima kasih...”


Dengan cepat Evan yang sudah di ambang batasnya pingsan di pelukan Deluna. Evan yang menerima serangan telak last bos kastil babel saat ini sudah tak berdaya dan pingsan.


Sebenarnya Evan juga di buat terkejut karna pada dasarnya armor dan jubah raja iblis Tiamat memiliki pertahanan mutlak dari segala serangan fisik dan magic kecuali cahaya.

__ADS_1


Tapi anehnya ledakan besar itu bukanlah serangan magic biasa dan efek dari serangannya membuat Evan benar benar terluka parah.


Jika bukan karna skill Gluttony King Dimension yang menyerap sebagaian efek ledakan tersebut dan memberikan Evan energi tambahan yang sudah ia simpan dari pohon kehidupan, mungkin saat ini Evan sudah mati dan berubah menjadi debu.


Bahkan karna ledakan itu ia sampai kehilangan semua energi yang sudah ia kumpulkan dari pohon kehidupan.


Deluna yang sudah tau kondisi Evan karna tubuh mereka seperti terhubung berkat ikatan mereka di pohon kehidupan langsung menyadari Evan yang sudah di ambang batasnya dan langsung bergerak cepat menyelamatkan tuannya itu.


Saat ini kondisi pria bernama Evan Adams itu sudah benar benar lemah dan Deluna dengan cepat menolong Evan dan menyalurkan energi yang ia miliki.


Di tempat lain...


Terlihat Zeno dan dua wanita cantik sedang duduk di ruangan vip terbesar mulai bersiap siap meninggalkan Freedom Arena karna memang acara hari itu sudah usai.


Di dalam sana Zeno, Seno dan Luoise mulai membicarakan kekuatan Evan yang sedang mereka analisa dengan kekuatan milik Seno.


“Aku tak percaya ini, dia benar benar dapat menahan ledakan itu.” Ucap Louise.


“Benar, mungkin di dunia ini hanya dia satu satunya orang yang dapat tetap hidup setelah menerima ledakan dari Dragonoid Destroyer.” Lanjut Zeno.


Lalu di sana seorang wanita cantik yang memakai kaca mata imut dengan rambut hitam lebatnya sedang mengotak atik sebuah layar hologram dan terlihat sangat serius.


Bahkan sangking serusnya ia sama sekali tak mempedulikan keadaan sekitar yang sudah mulai sepi.


Zeno yang melihat wanita kesayangannya itu sedang bekerja dan memasuki mode” Dewa pengetahuan” hanya melihatnya tanpa ingin menggangunya.


Sampai akhirnya Seno menutup layar hologram dan langsung memberitahukan apa yang telah ia dapat dari pertarungan Evan di menara babel.


“Huh...akhirnya selesai.”


“Bagaimana hasilnya?”


“Percuma, seperti sebelumnya, aku tak bisa memindai tubuh pria itu apapun cara yang ku lakukan.”


Zeno dan Louise yang mendengar perkataan Seno yang terlihat sedikit kelelahan setelah menggunakan mode Dewa pengetahuan di buat sedikit kaget.


Seno Katsuragi, seorang wanita super genius yang berasal dari dunia lain itu tak pernah gagal dalam pekerjaannya. Ia yang pada dasarnya sangat ahli dalam mencari tau informasi kini terlihat kelelahan dan cemberut.


Mungkin selama Zeno bertemu dan bersama wanita itu baru kali ini ia melihat Seno yang seperti itu.


Walapun itu sedikit lucu di matanya karna akhirnya ada juga yang tak dapat Seno lakukan dengan skill Dewa pengetahuannya dan itu sedikit membuat pria bernama Zeno itu tertawa.


“Hahaha, serius ini?”


“Hahaha, akhirnya aku bisa melihat wajahmu yang seperti itu.” Ucap Zeno yang justru tertawa dan seakan tak peduli dengan fakta bahwa mereka gagal untuk menganalisa tubuh Evan.


Seno yang melihat pria yang ada di hadapannya justru menertawainya setelah berjuang keras menjadi makin cemberut dan langsung bergegas pergi dari sana.


“Apanya yang lucu sih?... harusnya kita sekarang lebih waspada pada pria bernama Evan itu dan segera menyingkirkannya."


“Aku tau itu, tapi apa kamu yakin juga ingin menyingkirkannya? Bukankah dia berasal dari dunia yang sama denganmu?”


“Aku tak tau dia siapa, tapi jangan membicarakan masa laluku lagi, aku sangat membenci dunia yang penuh kemunafikan itu.”


“Jika dia berani menggangu rencana kita maka dia juga harus di singkirkan.”

__ADS_1


“Baiklah tuan putri, semuanya akan tetap berjalan sesuai rencana kita jadi santai saja.”


Lalu mereka bertiga pergi meninggalkan Freedom Arena beserta semua orang lainnya sedangkan Deluna berteleport sambil membawa Evan.


Bagi Deluna yang memiliki tubuh besar dan seksi itu, mengangkan Evan yang masih muda seperti berumur delapan belas tahun itu sengatlah mudah.


Saat sampai di ruangan vip Chloe, Lilia dan yang lainnya langsung cemas dengan kondisi Evan. Tapi dengan santainya Deluna menenangkan mereka semua.


“Apa yang sebenarnya terjadi pada Evan?”


“Iya benar, kenapa tuan Evan?”


“Tenanglah, saat ini tuan Evan sedang kelelahan dan hanya butus istirahat, jadi tak perlu kuatir.”


Setelah menenangkan semua orang, Deluna dan yang lainnya langsung kembali ke penginapan mereka.


Selama dua hari Evan hanya tertidur dan belum juga bangun padahal hari ini adalah hari di mana ia akan memasuki menara langit.


Alucard dan beberapa bangsawan Vampire lainnya juga sudah kembali ke kota Everest dan saat ini hanya ada empat orang wanita cantik yang masih tinggal di penginapan yaitu Chloe, Lilia, Ravaria dan Deluna.


Mereka berempat secara bergantian menjaga dan merawat Evan yang tak kunjung bangun. Sampai akhirnya saat siang hari Evan membuka matanya kembali.


Kini pria itu sadar setelah dua hari penuh beristirahat dan saat ini empat gadis cantik terlihat sedang menjaganya di dalam kamar yang luas tersebut.


Saat menyadari Evan sudah sadar mereka semua langsung mengerubunginya layaknya semut yang menyukai gula.


“Tuan, akhirnya tuan sadar juga.”


“Evan...syukurlah.”


“hohoho, selamat datang kembali master.”


Sesaat membuka matanya, Evan yang di sambut hangat oleh para wanita cantik yang pernah di tolongnya hanya tersenyum tipis. Ia secara tak sadar merasa bernostalgia dan mengingat masa masa terindah dalam hidupnya di masa lalu.


“Aku kembali, maaf sudah membuat kalian semua cemas.”


Lalu Evan yang tersadar dan lapar langsung di suapi secara bergantian oleh para bidadari yang merawatnya. Semua makanan yang telah di siapkan langsung di santap oleh Evan karna memang dia sendiri sangat lapar.


Setelah kenyang dan mandi, Evan yang menyadari dirinya sudah dua hari tertidur langsung bergegas ke menara langit.


“Apa sudah siap?”


“Sudah...”


Lalu mereka berlima berteleport ke menara langit. Dalam sekejap mata mereka langsung sampai di depan menara yang sangat besar, bahkan sangking besarnya tak terlihat ujung atasnya yang tertutup oleh awan.


Kedatangan Evan dan kelompoknya yang secara tiba tiba membuat banyak mata langsung mengarah pada mereka berlima.


Skill teleportasi adalah salah satu skill langka yang ada di dunia itu. Mungkin dari semua orang hanya ada beberapa dan bisa di hitung dengan jari yang memilikinya dan ada batasan dalam penggunaannya.


Tapi bagi Evan berpindah tempat sama mudahnya dengan membalikkan telapak tangannya.


Bahkan untuk membawa orang lain juga sangat mudah.


Evan lalu melihat Menara Langit yang berdiri tepat di hadapannya dengan kokoh dan memiliki aura aneh yang mengelilinginya langsung di buat bersemangat dan ingin segera memasuki tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2