
“Huh, dari kota Jiangshi?...”
“Serius nih orang.”
“Hahaha, sepertinya kita akan melihat kekuatan dari bangsa timur yang sudah lama menghilang.”
Kini dua petarung telah memasuki Legolas Arena dan pertandingan yang sudah di nanti natikanpun langsung di mulai.
“Baiklah, sepertinya kita mendapatkan penantang dari negeri yang sangat jauh kali ini.”
“Dan untuk mempersingkat waktu ayo segera mulai pertandingan pertama kita siang hari ini...”
“Di sudut kiri ada Hugo Huts sang juara bertahan selama tiga hari berturut turut dan di sebelah kanan saya ada sang penantang misterius yaitu Shin yang mengaku berasal dari kota Jiangshi.”
“Jika kedua petarung sudah siap maka pertandingan akan segera di mulai...”
“Tiga...dua...satu...”
[Tinggg]
Suara bel tanda pertarunganpun berbunyi. Lalu dari sudut kiri Hugo dengan cepat menerjang ke arah Shin dengan kapak besar yang ada di tangan kanannya.
Tapi Shin terlihat santai dan tak bergerak. Hugo yang melihat itu langsung berteriak dan menyerang pria misterius tersebut.
“Matilah kerdil...apanya yang berasal dari kota Jiangshi, kalian orang orang timur hanyalah para pecundang...”
Dengan cepat Hugo mengayunkan kapak besarnya, tapi Shin terlihat dengan santai dapat menghindari kapak besar itu dan secara cepat dan mengejutkan darah langsung keluar dari perut Hugo.
“Ka-kau...apa yang baru saja kau lakukan?”
Karna secara tiba tiba darah mulai bercucuran keluar dari tubuh besar Hugo membuat semua penonton pada saat itu terkejut bukan main.
Hugo Huts, seorang kesatria dari Ras Snacher yang memiliki tubuh kuat lapis baja yang kuatnya tiada tara kiri terluka dan mengeluarkan banyak darah dari perutnya.
Karna itu banyak penonton yang masih tak percaya dengan apa yang mereka lihat menjadi terheran heran.
“Hoi, seriusan nih?”
“Apa yang sebenarnya terjadi?...sejak kapan pria bernama Shin itu menyerang Hugo?”
__ADS_1
Banyak penonton mulai mengoceh pada saat itu. Tentu saja mereka mengoceh dan penasaran. Hugo Huts yang berasal dari Ras Snacher yang sejatinya memiliki fisik kuat berlapis baja dan sering di bangga banggakan oleh ras mereka sedang terluka.
Kini untuk pertama kalinya selama tiga hari berturut turut Hugo akhirnya terluka dan itu terjadi begitu saja seperti tubuh lapis bajanya dapat di lukai dengan mudah oleh pria misterius tersebut.
“Sialan...akan ku bunuh kau.”
Kini Hugo yang terluka langsung mengaktifkan salah satu skill miliknya.
“Berseker.”
Dengan cepat tubuh Hugo yang awalnya berwarna merah tua itu memancarkan aura merah yang sangat kuat dan berubah warna menjadi merah darah.
Semua penonton yang melihat itu juga dapat merasakan kekuatan Hugo meningkat pesat dan yang terpenting senjata terkuat Ras Snacher yaitu Cula mereka langsung bersinar terang dan memancarkan cahaya berkilauan.
“Sialan...ini teknik terkuat Ras Snacher.”
“Benar, tak salah lagi ini mode Berseker...matilah pria bernama Shin itu.”
Kini para penonton yang melihat dan merasakan kekuatan Hugo yang meningkat pesat hanya bisa menyaksikan pertandingan tersebut.
Selama tiga hari mereka melihat pertandingan Hugo baru kali ini pria monster berbadan besar itu terlihat sangat marah dan kemarahannya itu membuat sebagian orang ketakutan karna takut serangan kuat dari tanduknya akan sampai ke bangku penonton.
Tapi pria kecil dengan jubah dan topeng itu terlihat masih sangat santai. Lalu di pinggang kanannya juga masih terlihat pedang kecil yang bahkan belum ia gunakan.
“Itu...serangan yang bahkan lebih cepat dari pada cahaya dan dengan cepat ia menggunakan aura aneh di tangan kanannya dan dari aura itu ia berhasil melukai tubuh Hugo yang sangat keras...benar begitukan sistem?”
[Benar tuan, pergerakan pria misterius itu benar benar cepat bahkan sampai hampir berhasil menipu seluruh penonton yang ada]
Kini Hugo yang memasuki mode Berseker langsung menerjang secepat kilat ke arah Shin dengan cula besar miliknya.
“Rasakan ini.”
Dengan cepat Hugo melompat lalu menerjang dan berniat menyerang Shin dengan cula besarnya. Cula besar yang memancarkan energi super kuat itu bukanlah sembarang cula, cula panjang khas ras Snacher adalah senjata terkuat mereka.
Di katakan kekuatan cula itu bahkan dapat menghancurkan sebuah gunung dengan sekali serang.
Shin yang melihat Hugo yang langsung menggunakan serangan andalannya masih terlihat santai dan hanya memegang pedang kecil miliknya.
Ia seperti sudah bersiap siap dan mengambil ancang ancang untuk melawan serangan terkuat milik Hugo dengan serangan miliknya.
__ADS_1
Evan yang melihat aura aneh dari Shin langsung bertanya pada sistem karna ia bahkan tak tau aura apa itu.
“Sistem, aura apa yang pria itu keluarkan...dari sini saja aku merasa tak nyaman dan di buat merinding dengan aura yang ia keluarkan.”
[Lapor tuan, itu adalah aura niat membunuh yang sangat kuat]
[Saat ini pria bernama Shin itu sedang menggunakan salah satu teknik pedang tertinggi dan berfokus untuk membunuh Hugo dengan satu kali gerakan]
“Teknik Pedang Tertinggi?”
Dengan cepat bagai cahaya, Hugo melesat dan menyerang Shin dengan tanduk besarnya. Aura yang di keluarkan oleh Hugo sangat kuat dan mendominasi.
Tapi Shin juga mengeluarkan aura yang lebih berbahaya dan hanya dapat di rasakan oleh beberapa orang saja, salah satunya Evan.
Evan yang dapat merasakan aura kuat dan misterius itu bahkan dari jauh juga di buat tak nyaman.
Mungkin jika Evan yang menjadi lawannya maka Evan akan memilih menyerah atau kabur karna aura membunuh yang terlalu mengerikan tersebut membuat seluruh bulu kudupnya berdiri.
“Matilah berengsek...King Horn.”
Dengan kekuatan yang menggebu gebu, Hugo menyerang Shin dengan Cula besarnya. Tapi Shin yang terlihat mengambil ancang ancang menyerang terlihat tenang dan kalem.
Lalu dalam kecepatan yang melebihi apapun yang pernah Evan lihat, Shin mengeluarkan pedang kecil dan tipis miliknya.
Pedang itu terlihat putih bening dan aura super kuat mengaliri pedang tersebut dan dalam kecepatan yang gila itu Shin langsung menebas tubuh Hugo dengan kecepatan yang sudah tak bisa di lihat lagi bahkan oleh Evan.
“Pedang Surgawi teknik ke 3, Tebasan pembelah langit.”
“Sreenggg...”
Dalam kecepatan yang sudah di luar nalar itu, Shin membelah Hugo menjadi dua. Tubuh besar berlapis baja yang Hugo bangga banggakan langsung terbelah menjadi dua. Bahkan Cula besarnya yang menjadi kebanggaan dirinya dan seluruh Ras Snacher juga ikut terbelah dengan halus dan tipis.
Dalam sekejap mata Hugo langsung tewas dan tubuhnya yang terbelah menjadi dua membuat semua penonton diam dan tak bersuara.
Kini seluruh penonton yang melihat pertandingan Shin melawan Hugo hanya diam mematung. Legolas Arena yang awalnya berisik kini sunyi seperti kuburan.
Bagaimana tidak, sang juara bertahan selama tiga hari berturut turut yang telah banyak membunuh penantang kuat dan terkenal dengan pertahanan fisiknya yang tiada tara kini terbelah menjadi dua.
Pemandangan mengerikan dan darah Hugo yang memenuhi lapangan pertandingan tersebut membuat semua penonton diam tak bersuara.
__ADS_1
Bahkan Evan yang melihat itu juga diam dan terlihat sangat ketakutan.
Evan Adam, pria yang mengira teknik berpedang miliknya adalah yang terkuat kini tak dapat menyembunykan rasa takutnya ketika melihat sebuah teknik berpedang yang sudah berada di level yang jauh berbeda.