System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Tubuh Raja Abadi


__ADS_3

Setelah hampir sebulan leveling dan menaklukan banyak dungeon dungeon di seluruh dunia secara solo. Evan yang kini sudah level 175 menjadi lebih kuat lagi dengan skill dan perlengkapan kelas atas yang makin membuatnya op.


Ia selalu leveling secara diam diam dan sering kembali lewat tengah malam ke istana Dracula...


Di pagi hari...


Di salah satu kamar mewah di istana Dracula. Evan yang terbangun setelah semalaman memadu kasih dengan Lilia mulai membuka matanya.


Saat ini di sampingnya ada wanita cantik yaitu Lilia yang merupakan raja iblis dari ras vampire sedang tertidur dengan lelap tanpa busana karna memang sebulan ini mereka sering melakukannya bersama.


Evan yang bangun terlebih dahulu langsung mandi dan bersiap siap karna hari ini ia telah berhasil mengumpulkan semua material yang di butuhkan untuk menciptakan tubuh buatan bagi roh Ravaria yang sebelumnya ia simpan di lorong jiwanya.


Sambil mandi Evan mengecek keadaan Ravaria di dalam alam bawah sadarnya...


“Ravaria...”


“Apa kau bisa mendengarku?”


“Bisa master, ada masalah apa master memanggilku?”


“Saat ini aku telah berhasil mengumpulkan material yang dibutuhkan untuk menciptakan tubuh baru untukmu, jadi hari ini aku akan membuatkanmu tubuh baru.”


“Benarkah itu master?...aku sangat berterima kasih...akhirnya aku bisa kembali hidup secara normal.”


“Yah...dengan tubuh yang ku ciptakan ini harusnya kamu bisa hidup normal seperti yang lainnya, bahkan tubuh buatan ini juga perpaduan dari material langka dan sulit di cari, jadi tubuh barumu pasti akan sangat hebat nantinya.”


“Terima kasih master, aku sangat menantikannya.”


Sebenarnya selama sebulan ini Evan bukan hanya leveling. Ia juga sambil berpetualang juga mencari bahan dan material yang di butuhkan untuk menciptakan tubuh buatan bagi Ravaria.


Ya Ravaria, roh tersebut bernama Ravaria. Evan pernah bertanya pada roh itu dan yang ia ingat hanyalah sebuah nama yaitu Ravaria. Selain itu, roh tersebut tak memiliki ingatan lainnya.


Ia ingat betul memiliki dendam yang sangat kuat sampai ia terus mengingatnya. Tapi walaupun begitu ia tetap tak ingat dendam apa itu dan hanya merasakan rasa sakit yang selalu menyelimuti perasaannya seakan akan menyuruhnya untuk tetap hidup agar dapat membahaskan dendamnya kelak.

__ADS_1


Setelah mandi, Evan langsung memerintahkan sistem untuk memulai proses pembuatan tubuh baru milik Ravaria.


“Sistem, mulai proses pembuatan tubuh untuk Ravaria.”


[Perintah di terima]


[Apakah tuan bersedia mengubah seluruh material yang telah di kumpulkan menjadi tubuh buatan]


"Hemmm."


[Harap pilih tubuh buatan yang di inginkan]


Lalu terlihat semua bahan dan material yang di butuhkan di hadapan Evan. Dan terlihat di posisi teratas ada tubuh rank S yaitu tubuh Raja Abadi. Evan yang melihat itu tanpa pikir panjang memilih tubuh rank S tersebut.


“Ya, aku bersedia dan memilih yang ini."


[Membuat tubuh buatan memerlukan biaya 300.000CP dan 30.000Gold, apakah tuan bersedia membayar biaya crafting]


“Ya, cepat lakukan.”


[Memulai proses pembuatan tubuh baru, proses 09:59:59]


Hari itu akhirnya Evan memulai proses pembuatan tubuh buatan untuk Ravaria. Karna prosesnya memerlukan waktu berjam jam, ia seharian itu hanya duduk dan bersantai di istana Dracula.


Sambil bersantai ia sesekali melihat perkembangan Chloe yang sangat pesat. Gadis mungil itu sekarang bahkan sudah mencapai level 98 dan sudah berhasil mempelajari beberapa skill kelas atas walaupun belum terlalu sempurna.


Selama sebulan itu juga kota Everest berubah pesat. Dengan emas dan harta yang Lilia dapatkan membuat kota itu dapat memulihkan keadaanya dengan lebih cepat.


Evan yang sedikit bosan berdiam diri di istana akhirnya di temani Lilia dan Chloe memutuskan untuk berkeliling kota Everest yang sudah kondusif kembali. Walaupun masih banyak perbaikan di sana sini tapi beberapa toko dan tempat sudah di buka untuk umum.


“Waoah...semua orang sedang sibuk.” Ucap Chloe sambil berjalan dengan Evan dan Lilia.


“Hem, saat ini bukan hanya kota Everest, tapi seluruh kota kerajaan Vampire sedang berbenah dan di bangun ulang karna sebelumnya hancur akibat perang.”lanjut Lilia.

__ADS_1


“Apa tak apa seperti ini...apa kamu tak takut jika suatu saat nanti musuhmu menyerang lagi?.”


“Santai saja, jika mereka pintar maka sekarang mereka harusnya sedang bersembunyi ketakutan.”


“Heee...jadi kamu sangat percaya diri ya.”


“Tentu saja, saat semuanya sudah kondusif kembali barulah aku akan mulai menginvasi mereka...tunggu saja saat waktunya tiba, para budak itu akan ku binasakan.” Ucap Lilia dengan senyum dan wajah psikopatnya.


Mendnegar perkataan Lilia, Evan hanya bisa tersenyum sambil berjalan. Di malam hari wanita itu sering menggodanya dengan wajah wanis dan manjanya. Tapi ketika membicarakan musuh, wajah wanita itu berubah menjadi mengerikan seakan akan dia memiliki dua kepribadian di satu tubuh.


Siang itu sambil berjalan dengan Lilia, banyak penduduk yang melihat mereka menunduk dan memberikan hormat. Evan dan Chloe mulai merasa tak enak karna ketika bertemu setiap penduduk pasti menunduk kepada mereka. Walaupun sebenarnya mereka menunduk dan memberikan hormat pada Lilia dan bukan mereka berdua.


“Lilia, kenapa di sini tak ada ras lainnya, di kerajaan Igrassia aku bisa melihat banyak ras lain saling berinteraksi walaupun masih ada sedikit diskriminasi.”


“Mau bagiaman lagi...saat ini kerajaan Vampire memang sedang berperang dan sudah lima tahun ini banyak orang yang memilih untuk pindah karna takut terlibat konflik dengan ras Ghoul dan WareWolf. Bahkan beberapa ras vampire ada yang pergi ke benua lain agar lebih aman.”


“Begitu ya...perang benar benar merugikan banyak orang ya...”


“Iya, tapi keadaan ini akan segera berubah, aku yakin itu.”


“Yah...semoga saja.”


Hari itu mereka terus berjalan dan berkeliling kota Everest yang di bangun ulang tersebut. Sesekali mereka mampir ke toko yang sudah buka. Mereka banyak membeli kebutuhan seperti baju dan beberapa perlengkapan sihir yang di butuhkan.


Walaupun Evan tak terlalu membutuhkan itu tapi Chloe sangat membutuhkannya untuk pelengkap latihan. Sebenarnya bisa saja Evan membantu Chloe dengan memberikannya potion atau hal lainnya.


Tapi ia yang melihat Chloe berlatih dengan keras dan tak meminta bantuannya menjadi tak enak jika membantu Chloe lagi. Atau seperti itulah yang sebenarnya Chloe inginkan.


Ia bahakan tak pernah meminta potion atau sejeniskan kepada Evan ketika kehabisan mana saat berlatih dan Evan yang menyadari itu juga tak terlalu memanjakan gadis mungil tersebut.


Sampai akhirnya hari mulai gelap dan proses pembuatan tubuh buatan Ravaria telah selesai.


[Proses pembuatan tubuh buatan baru telah selesai]

__ADS_1


[Selamat tuan mendapatkan Tubuh Raja Abadi dengan rank S]


__ADS_2