System Cheat Magician

System Cheat Magician
SCM. Louise Fergies Sang Dewa Pedang


__ADS_3

Setelah keadaan tenang kembali. Mulai terlihat beberapa pasukan keamanan Golden Lion menghampiri Evan dan Lilia.


Meskipun hotel yang saat itu mereka tinggali sudah hancur lebur dan ada beberapa ras vampire yang terluka. Tetapi pasukan Golden Lion saat itu lebih dulu menolong beberapa korban terluka dan baru meminta penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.


“Selamat siang nona Lilia, apa yang sebenarnya terjadi di sini.”


Kini seseorang yang jika di lihat merupakan komandan pasukan divisi Golden Lion mendekati dan berbicara pada Lilia dengan hormat.


Lilia yang memang sudah tau penyebab dan masalahnya langsung memberitahukan kepada sang penjaga.


“Mohon maaf karna sudah membuat keributan, semua kejadian yang terjadi di sini adalah tanggung jawabku, jadi aku akan bertanggung jawab.”


“santai saja nona Lilia, nona tak perlu kuatir, biar semuanya saya yang urus.”


Tapi bukannya mendapatkan masalah, sepertinya sang komandan justru terlihat bersikap sangat korporatif dan memaklumi itu semua.


Evan yang saat itu sedikit panik karna takut di usir karna membuat onar akhirnya bisa lega.


“Huh, ku kira bakalan dapat masalah baru...”


“Hahaha, aku juga tak tau, tapi sepertinya ada yang ingin ia sampaikan.”


“Ya benar, semoga saja ia tak meminta hal hal aneh.”


Akhirnya setelah mengurus semua masalah dan pindah ke tempat baru. Sang komandan menemui Lilia kembali sambil membawa sebuah surat. Lilia yang sudah menyadari itu dengan santai menerima undangan dari surat tersebut.


“Apa isinya?”


“Sepertinya Kaisar Zeno sangat ingin bertemu dengan kita.”


“Woah kebetulan sekali, aku juga ingin bertemu dengannya.”


“Kalau begitu ayo kita temui dia sekarang."


Akhirnya siang itu Evan dan Lilia mengikuti sang komandan divisi Golden Lion menuju istana kekaisaran Escapia. Sedangkan Chloe menjaga Valeria yang kini sudah di amankan agar tak berulah kembali. Lalu Alucard dan beberapa bangsawan Vampire seperti biasa mereka mencari lempik basah dan bersenang senang.


Kini Evan dan Lilia di pandu sang komandan terlihat memasuki istana yang sangat megah. Jika di bandingkan dengan istana Dracula maka istana kekaisaran Escapia saat itu bagaikan rumah bersubsidi dan rumah mewah.


Terlihat istana yang sangat besar itu di hiasi oleh banyak batu mulia dan permata. Juga terlihat banyak lukisan lukisan antik dan kuno memenuhi tiap dinding istana besar tersebut.

__ADS_1


Sampai akhirnya mereka tiba di bagian dalam dan sang komandan pamit undur diri karna ia hanya bisa mengantar sampai sana.


Di dalam Lilia dan Evan yang memang sudah di tunggu oleh Kaisar Zeno langsung di hampiri oleh seorang wanita cantik berpakaian maid dan diantarkan ke tempat Kaisar Zeno.


“Silahkan tuan Evan dan nona Lilia, kaisar Zeno sudah menunggu kalian.”


Evan dan Lilia saat itu langsung mengikuti si pelayan sampai mereka tiba di sebuah taman yang sangat indah dan luas. Mungkin luasnya taman itu sendiri sejauh satu kilometer dengan di penuhi oleh berbagai macam bunga dan tanaman khas benua Gondwana.


Lalu di tengah tengah tempat tersebut terlihat seorang pria muda dan seorang wanita cantik sedang duduk sambil minum teh.


Menyadari kehadiran Evan dan Lilia, pria tersebut yang tak lain dalah Zeno Blackworld dan seorang wanita cantik dengan rambut ungu mengkilap serta bola mata berwarna ungu cerah yang di juluki sebagai dewa pedang yaitu Louise Fergies langsung menyambut kehadiran mereka.


Setelah membawa Evan dan Lilia, si pelayan langsung menunduk dan pergi meninggalkan mereka di taman bunga tersebut.


“Selamat datang Ratu Vampire Lilia Draculea dan sang pahlawan pembunuh Naga Evan Adams.”


“Saya sudah lama sekali ingin berbincang bincang dengan kalain berdua.”


Terlihat Zeno mengulurkan tangannya seakan ingin menjabat dan menyambut kehadiran Evan dan Lilia.


Evan yang melihat itu dengan reflek menggapai tangan yang Zeno ulurkan dan mereka pun bersamalam.


Setelah berkenalan mereka duduk di tempat yang sangat sejuk dan di penuhi aroma bunga. Di sana Evan yang penasaran langsung mengecek statistik wanita cantik yang ada di hadapannya.


Nama : Louise Fergies


Ras : Manusia


Level : 180


HP : 10.334.221


MP : 50.2662


STR : 170.752


AGI : 250.882


INT : 50.002

__ADS_1


Skill : Sword Dancer, Sword Elegancy, Divine Aura, Critical Strike, Time lock dll.


Title : Dewa Pedang, LordKnight, MoonLight knight, True Hero.


Evan yang melihat status wanita yang ada di hadapannya bahkan lebih tinggi dari dirinya dan Lilia di buat sedikit terkejut karna jika di lihat secara sekilas wanita itu seperti manusia normal dan tak terlihat kuat sama sekali.


Bahkan aura yang ia pancarkan juga tak terasa mengintimidasi. Mungkin dari semua orang yang telah ia temui gadis itulah yang memiliki level tertinggi sampai saat ini.


Setelah mereka berempat duduk, Zeno mulai membuka obrolan dengan santai.


“Apa hari kalian menyenangkan di sini?”


“Ya...di sini sangat damai dan indah.”


“Benar sekali bahkan tempat ini sampai mengingatkanku pada kampung halaman.”


Ketika mendengar ucapan Evan, Zeno hanya tersenyum dan mereka melanjutkan obrolan santai yang di penuhi basa basi tersebut.


Sampai akhirnya pembicaraan mereka mulai mengarah pada sesuatu yang membawa mereka sampai ke sana.


“Aku rasa sudah saatnya membahas topik sesungguhnya, jadi aku akan langsung saja ke inti permasalahan.”


“Aku dengar sepuluh tahun lalu nona Lilia dan pasukan Vampire lainnya terperangkap di dungeon Valey Of Obivilium, sejak saat itu dungeon tersebut di kategorikan menjadi dungeon rank S dengan bahaya luar biasa dan di segel. Tapi sekarang, sepuluh tahun kemudian kita bisa bertemu kembali.”


“Jujur aku rasa dengan menghilangnya nona Lilia, itu akan menggangu keseimbangan benua iblis dan dunia ini sendiri. Tapi ketika nona Lilia berhasil kembali dan hanya dalam waktu sebulan nona Lilia sudah berhasil mengembalikan kejayaan ras Vampire seperti semula benar benar membuatku kagum."


“Kalau boleh tau bagaimana Nona bisa bebas dari dungeon rank S tersebut? Karna saat itu aku mengirim beberapa pasukanku untuk membantu dan dia tak pernah kembali sampai saat ini, lalu dari kesadaran yang ia kirimkan padaku dan dari pesan terakhirnya, mereka semua terjebak di lantai tiga yang bisa di bilang sangat aneh karna apapun yang mereka lakukan semuanya percuma dan mereka satu persatu akhirnya mati di sana.”


Mendengar perkataan Zeno, Lilia yang sudah di persilahkan oleh Evan untuk mengatakan yang sebenarnya akhirnya mulai bicara.


“Jujur saja saat itu aku juga terjebak di lantai tiga, di sana ada pipa baja seperti robot yang tak dapat di hancurkan apapun caranya.”


“Jadi bisa di bilang aku juga tak terlalu paham apa yang sebenarnya ada di sana sampai akhirnya aku di bebaskan oleh Evan yang memang saat itu berhasil menaklukkan lantai tiga sendirian.”


Ketika mendengar perkataan Lilia, Zeno dan Louise lagi lagi hanya tersenyum ke arah Evan. Mereka seperti sudah menduga itu semua.


Lalu Zeno yang sudah yakin betul kalau tanda tanda tragedi sepuluh ribu tahun sekali yang akan segera datang langsung mengatakan sesuatu yang mengejutkan Evan.


“Sepertinya kamu benar benar berasal dari bumi ya Evan.”

__ADS_1


“Dengan ini semua elemen dan kepingan puzzel sudah lengkap dan semuanya hanya tinggal menunggu waktu.”


__ADS_2