
Evan yang terus melancarkan serangan tanpa henti ke tubuh Zakiro di buat makin frustasi karna semua serangannya bagaikan tak berefek pada tubuh besar lapis baja milik Zakiro.
“Monster sialan, mau sampai kapan dia bertahan...”
“Sistem, apa aku tak dapat melihat status milik monster ini?....kenapa selain level semuanya hanya tanda tanya.”
[Sepertinya level tuan terlalu kecil untuk melihat statistik Zakiro]
[Atau monster itu memakai penghalang untuk menutupi statistik dirinya]
“Heh...jadi mau sampai kapan aku membuang buang CP hanya untuk melancarkan serangan tak berguna pada monster besar ini?.”
Kini terlihat Evan yang sudah hampir kehilangan minat melawan Zakiro. Bukan hanya karna serangannya seperti tak berefek, tapi juga ia sudah terlalu banyak menghabiskan poin hanya untuk membeli potion di toko sistem.
“Sisa poinku hanya 120.358CP, jika terus berlanjut aku hanya akan membuang buang CP karna memakai skill area sebanyak ini memakan banyak mana.”
Lalu Zakiro dan Evan yang terus bertarung siang hari itu terus melancarkan serangan. Evan terus menembak Zakiro dengan Valkrie Bow dan juga semua skill yang dia punya.
Sedangkan Zakiro terus menyemburkan nafas api dan esnya kepada Evan. Tak lupa juga ia menggunakan sisik naganya yang keras untuk menyerang Evan.
Tapi walau begitu, Evan yang memiiki jubah Raja Iblis Tiamat dapat dengan mudah menghindari semua serangan Zakiro.
Sedangkan Zakiro dengan tubuh lapis bajanya seperti tak merasakan efek dari semua serangan yang Evan lancarkan.
Sampai akhirnya setelah lama jual beli serangan. Zakiro merasakan rasa sakit di dadanya.
Ia berteriak sangat keras sampai teriakannya itu menggema di seluruh kerajaan Igrassia bagian selatan yaitu tepat di kota Ignis.
Evan yang menyedari ada yang salah dengan Zakiro terus menyerang Zakiro tanpa henti.
Di langit sore hari, lebih tepatnya langit di kota ignis terus bermunculan skill milik Evan tanpa henti dan terus menghujani Zakiro.
“Rooooaaaaarrrr.”
Terlihat kini Zakiro sudah mulai kehilangan keseimbangan dan terlihat dari mata besarnya itu tanda tanda kesakitan dan kemarahan.
Zakiro yang merasa terancam mulai menyerang Evan membabi buta. Tapi setiap serangan Zakiro dapat di hindari Evan dengan mudah.
“Sepertinya dia sudah hampir mencapai batasnya.” Terlihat Evan yang terbang melayang sambil meminum potion mulai bicara pada sistem.
“Sistem, apakah ini karna efek Heartstooper Aura?.”
[Benar tuan, semakin besar hp musuh maka efek pasif Heartstooper Aura akan semakin kuat]
[Dan dari semua serangan yang tuan lancarkan sejak malam mulai membuat sekujur tubuh Zakiro merasakan efeknya]
“Ya...benar juga, tak peduli sekuat apapun dia, jika di serang secara terus menerus maka akan ada efeknya, berbeda denganku yang dapat menghindari semua serangannya, dia malah menerima mentah mentah semua serangan yang mengara padanya.”
Lalu Evan yang menyadari Zakiro sudah sekarat kini makin aktif menyerang monster besar itu. Dengan efek pasif Heartstooper Aura dan mana yang bisa di isi secara terus menerus dari potion, Evan terus bertarung dengan Zakiro tanpa henti.
Sesekali para pejuang yang sudah memulihkan kekuatan mereka juga ikut menyerang Zakiro dari jauh. Sampai hari sudah mulai gelap dan pertarungan Evan melawan Zakiro akhirnya sampai pada puncaknya.
Zakiro yang merasa terancam mencoba untuk kabur dari pertarungan itu. Monster besar yang terkenal dengan sebutan salah satu monster pembawa malapetaka itu kini berusaha kabur dan berniat menyembuhkan dirinya dahulu.
“Lihat...monster itu sepertinya mau kaburr....”
“Benar, bagaimana ini?.”
“Semuanya...yang masih memiliki sisa tenaga ayo ikuti aku dan kita kejar monster besar itu.” Ucap raja Reinhard kepada para pejuang di kota Ignis.
__ADS_1
Dan benar saja, Zakiro akhirnya kabur dari pertempuran lalu monster besar itu terus di ikuti oleh semua orang termasuk Evan.
“Hahaha....mau kabur kemana kau monster besar, karna melawanmu aku sudah kehabisan hampir seluruh CP milikku.”
“Kau tak akan ku biarkan kabur...”
Karna terus di kejar oleh Evan dan yang lainnya, Zakiro yang sudah sekarat akhirnya menggunakan serangan rahasianya. Dalam sekejap mata semua area di sekitar Zakiro tertarik oleh aura yang ia keluarkan.
“Apaaa....ini.”
“Woah...sepertinya monster itu mau meledakkan diri.”
“Semuanya...cepat lari.”
Terlihat rombongan yang mengejar Zakiro dari bawah mulai lari dari radius aura yang Zakiro lancarkan. Evan yang juga merasakan kalau Zakiro sudah di ambang batasnya dan berusaha meledakkan diri mencoba tetap tenang sambil menjaga jarak aman.
Dan sesuai perkiraan, ledakan besar langsung tercipta dari aura yang Zakiro keluarkan. Ledakan maha dahsyat itu menghancurkan hampir seluruh hutan tempat Zakiro meledakkan dirinya.
Semua orang yang mengikutinya terbang dan terpental jauh karna efek ledakan tersebut. Sedangkan Evan yang memiliki Armor of Cullahan yang tahan api dan jubah raja iblis langsung terbang menuju Zakiro setelah terpental jauh oleh efek ledakan tersebut.
“Huh...kemana dia?.”
“Sialan....kemana dia pergi sistem?....”
Terlihat Evan mulai panik karna ia sama sekali tak dapat melihat tubuh besar Zakiro di tempat ia meledakkan diri yang kini sudah hancur lebur.
Tapi secara mengejutkan terlihat kini bangkai besar Zakiro mulai terlihat dari bawah tempat ia meledakkan diri.
Kini terlihat bangkai monster naga itu sudah hancur lebur karna ledakan yang ia buat sendiri. Dan secara mengejutkan terdengar suara sitem yang paling Evan suka.
[Selamat tuan telah berhasil membunuh salah satu dari 12 monster pembawa malapetaka Zakiro]
[Selamat tuan mendapatkan Title Dragon Slayer]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
Terdengar kini notofikasi naik level menggema di kepala Evan tanpa henti.
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
__ADS_1
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
.
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
Sampai akhirnya suara itu berhenti berbunyi dan Evan hanya bisa di buat bingung.
“Apa sudah berakhir?....”
[Sepertinya begitu tuan, tapi sistem dapat merasakan aura Zakiro masih ada di bawah sana]
“huh...apa maksudmu?...bukannya dia sudah mati meledakkan diri?.”
[Memang benar tuan, tapi Zakiro adalah monster abadi jadi tak mungkin dia bisa mati membunuh dirinya sendiri]
Ketika mendengar penjelasan sistem, Akhirnya Evan kini sadar dengan maksud sistem.
“Baiklah ayo kita ke bawah sana sistem.”
Setelah menelusuri tempat yang sudah hancur lebur tersebut, Evan yang di bimbing sistem akhirnya sampai pada lokasi yang di sebutkan sistem di awal tadi.
[Aura Zakiro masih dapat terasa dari dalam tempat ini tuan]
Kini Evan yang berada hampir jauh dari lokasi ledakan makin di buat penasaran dan masuk ke dalam sebuah Goa kecil tak jauh dari lokasi ledakan.
Lalu di dalam Goa ia melihat ada sebuah telur yang cukup besar. Jika di perkirakan besarnya sampai satu meter.
“Inikan...telur?...”
[Benar tuan, ini adalah telur naga]
“Jadi siapa yang menaruh telur naga di sini...atau jangan jangan....”
Tersirat di pikiran Evan yang akhirnya paham dengan semua kejadian yang saling berkaitan tersebut.
Tentang Zakiro yang adalah monster abadi lalu tentang dia yang meledakkan dirinya sendiri. Dan yang terakhir tentang sistem yang dapat merasakan aura tipis Zakiro masih terasa dari tempat itu dimana Evan menemukan sebuah telur besar berwarna Kemerahan.
“Hahaha....mau mencoba kabur ya....sekarang kau akan menjadi milikku Zakiro.”
Lalu Evan yang tau kalau itu adalah Zakiro yang bereinkarnasi ulang menjadi telur langsung menyimpan telur itu kedalam Inventory miliknya.
“Sistem, simpan telur Zakiro ke dalam Inventory.”
[Perintah di terima]
Lalu secara cepat Evan mengarahkan tangan kanannya ke arah telur Zakiro dan menyimpannya ke dalam Inventory.
__ADS_1