System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Prolog


__ADS_3

Namaku adalah Rey Fam umurku 17 tahun, aku memiliki wajah yang tampan dengan rambut yang berwarna hitam, bola mataku berwarna hitam, dengan tubuh yang kekar.


Hobiku adalah mempelajari bela diri hingga tahap kesempurnaan, aku sangat senang dalam mempelajari bela diri karena menurutku bela diri bisa membuatku senang dan bahagia.


Teman-temanku menganggapku aneh karena selalu keras dalam mempelajari bela diri, akhirnya aku tidak memiliki teman hingga akhirnya ku memfokuskan diri dalam bela diri, walau tidak memiliki teman, tetapi aku memiliki guru yang sangat luar biasa.


"Ingatlah Rey bela diri tidak hanya untuk kesenangan maupun untuk perkelahian, bela diri adalah jalan yang sangat sulit ditapaki jika ingin mencapai kesempurnaan maka kau perlu 100x lebih memplajarinya ketimbang orang lain" Ujar Guru Rey.


"Baik Guru aku akan 100x lebih memplajarinya ketimbang yang lain" Ujar Rey dengan semangat.


Beberapa tahun setelah kematian Guru Rey.


Rey selalu berlatih keras melebihi orang lain, Rey tidak ingin Gurunya melihat Rey sedih karena kepergian Rey, jadi sebelum meninggal Guru Rey menasehati Rey.


"Ingat Rey waktuku sudah tiba, Aku hanya ingin kau melalukan hal yang menurutmu benar, jangan sedih atas kepergianku Rey, kau adalah Murid kebangganku, jangan pernah menangis atau kau membuat Gurumu ini sedih" Ujar Guru Rey.


"Ba-baik Guru, Rey akan selalu mengingat Guru" Ujar Rey.


Setelah Guru Rey menasehati Rey, nampak gurunya yang sudah tidak bernafas dengan mata tertutup.


"Gu-guru?". Ujar Rey.


"Guru!!!!!" Ujar Rey.


Rey akhirnya tau bahwa Gurunya sudah tiada, ia memakamkan Gurunya dengan layak dan mulai berlatih dengan keras lagi.


"Karena sekarang tidak ada guru aku harus membeli makan dan minuman sendiri huftt, aku akan membeli banyak makanan dan minuman yang banyak, agar tidak perlu turun gunung lagi" Ujar Rey.


Rey adalah anak dari seorang pengusaha sukses yang amat kaya namun mereka sibuk akan dunia mereka hingga melupakan Rey, walau melupakan Rey, mereka terus menerus mentransfer uang kedalam ATM Rey untuk makan dan minum maupun aktivitas lainnya.


Gunung Rey memiliki julukan Gunung Harimau Putih, karena sejarah Gunung Harimau Putih leluhur mereka berhasil menapaki jalan Kesempurnaan dalam bela diri hingga membuatnya di juluki sebagai Harimau Putih.


Sedangkan Guru Rey yang bernama Soy Heden adalah Penatua di dalam Gunung Harimau Putih yang disegani karena sudah setengah langkah menuju kesempurnaan, namun sayangnya telah meninggal.


Di Dunia Rey yang saat ini adalah Dunia tanpa energi, yang sudah modern, oleh karena itu bela diri dianggap sepeleh, karena sekarang senjata sudah modern, bela diri yang sudah mencapai kesempurnaan dalam diliat dengan gayanya, skillnya, dan menghafal semua gerakan yang sudah ia pelajari, maka dapat disimpulkan bahwa Ahli Bela Diri itu sudah mencapai kesempurnaan.


Balik ke Rey, yang saat ini menuju Alfamart untuk membeli makanan yang ia suka dan beberapa minuman.


"Untung Alfamart dekat dengan Gunung Harimau Putih jika jauh mungkin aku akan memakai Mobil, hanya perlu berjalan saja sudah hampir sampai ke Alfamart Hehe" Ujar Rey menyeringai.


Sesampainya Rey di Alfamart, Rey langsung mencari makanan dan minuman yang ia sukai.


"Makanan Mie - Telor memang yang terbaik apalagi ditambah Daging Sapi, membuatku semangat" Ujar Rey.


"Minuman Air Putih selalu dihati agar selalu sehat tubuhku" Ujar Rey.

__ADS_1


"Baiklah aku sudah membeli semua yang kusukai saatnya membayar" Ujar Rey.


Selang beberapa saat Rey sampai di kasir, ia membayar menggunakan ATMnya yang dikasih orang tuanya.


Setelah selesai membayar Rey kemudian keluar dari Alfamart, dalam perjalanan pulang Rey melihat seorang gadis sedang dihadang oleh beberapa orang.


"Hey nona serahkan semua hartamu atau mati" Ujar Orang itu.


"Lebih baik aku melawan kalian dan mati daripada menyerahkan hartaku" Ujar Gadis itu.


Rey yang melihat Gadis itu dihadang 2 orang langsung menghampirinya.


"Baiklah jika keingananmu begitu nona maka aku akan menikmati tubuhmu walau kau sudah mati hahaha" Ujar Orang itu.


"Bedebah kurang ajar" Ujar Gadis itu.


Gadis itu gemetar ketakutan.


"Matilah" Ujar Orang itu menyerang menggunakan pisau.


"Tolongg!!" Teriak Gadis itu.


Rey yang melihat itu langsung memegang tangan Orang itu dan menyerang perutnya hingga menabrak pohon.


Brag!!


"Bajingan beraninya kau menyerang saudaraku matilah" Ujar Seseorang.


Rey yang melihat Seseorang itu menyerang langsung memegangi tangannya, dan memukul perutnya hingga menabrak pohon yang lain, nampak burung burung berterbangan lagi.


"Kau tidak apa apa nona?" Ujar Rey.


"Aku tidak apa apa terima kasih, karena sudah mau menolongku" Ujar Gadis itu.


"Sama sama" Ujar Rey sambil tersenyum.


Rey yang tersenyum membuat Gadis itu merona, karena Rey sangat tampan dan matanya yang indah.


"Kau kenapa nona?" Tanya Rey yang bingung karena tiba tiba Gadis itu melihat kebawah.


"A a-aku tidak apa apa" Ujar Gadis itu.


"Oh ya namamu siapa nona? namaku Rey Fam, aku dari Gunung Harimau Putih.


"n-namaku" Ujar Gadis itu.

__ADS_1


Sebelum menyelesaikan bicaranya Gadis itu berteriak kepada Rey.


"Awas!! Dibelakangmu" Ujar Gadis itu.


Sontak Rey yang sudah mengetahuinya langsung memukul keras orang itu hingga terpental lagi, namun Rey tidak menyadari sebuah bila pisau mengarah kepadanya.


Slepp!!


"Ha? kenapa ada pisau yang menancap kearahku? bahkan aku tidak melihatnya" Ujar Rey kemudian terjatuh.


Rey tidak melihat karena bilah pisau dilemparkan oleh Seseorang lainnya dibelakang Orang itu.


"Apa kau tidak apa apa? Hey" Ujar Gadis itu.


"Apakah aku sudah mati, perlahan lahan kesadaranku hilang, padahal aku masih belum menampaki jalan Kesempurnaan" Ujar Rey dalam hati.


"Jika saja diberi kesempatan aku ingin menampaki jalan Kesempurnaan" Ujar Rey dalam hati.


Rey yang perlahan lahan menutup mata karena darahnya yang terus mengalir.


[Apakah anda ingin mendapatkan kesempatan hidup ke 2?]


Ujar suara yang ada dikepala Rey.


"Apakah aku berhalusinasi karena akan mati" Ujar Rey.


[Apakah anda ingin mendapatkan kesempatan hidup ke 2? ]


"Jika diberi kesempatan aku ingin kesempatan ke dua" Ujar Rey.


[Memulai memindahkan tubuh Master kedunia lain proses 1% 10% 40% 70% 100%]


"Dunia lain? aku tidak tau apa apa" Ujar Rey kemudian perlahan lahan kehilangan kesadaran.


"Hangat dan sangat gelap disini, apakah ini alam kematian" Ujar Rey dalam hati.


Selang beberapa saat Rey mulai melihat sebuah cahaya yang sangat terang.


"Cahaya apa ini sangat menyilaukan apakah alam kematian lagi ada acara hingga sangat terang" Ujar Rey.


[System mengkonfirmasi tubuh Master sudah berada dalam dunia lain]


Rey yang mendengar suara itu kemudian kehilangan kesadaran.


End

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel Saya jangan lupa Like sma Komen ya Readers Makasih 😁😁


__ADS_2