
"Uhuk.., baiklah karena kita sudah berada dikapal yang sama jadi apakah senior punya rencana untuk melawan Klan Kuno?" Tanya Jiang Reixu yang penasaran dengan rencana dari Tan Tian.
"Ini bisa kita diskusikan di lain waktu, hanya saja sekarang pak tua ini kurang layak untuk diskusi semacam ini dan menunggu Pemimpin Fraksi Langit Ungu saja yang memutuskan" Wujud Tan Tian tidak bisa bertahan lama karena Tan Tian hanya sebutir jiwa.
Jiang Reixu memahami keputusan dari Tan Tian, meski Tan Tian Penatua Agung dari Fraksi Langit Ungu, statusnya belum cukup untuk mendiskusikan rencana untuk melawan Fraksi Langit Kuno.
Perlu Penatua Tertinggi dan Wakil Pemimpin setidaknya bila ingin mendiskusikan masalah yang serius seperti melawan Klan Kuno.
(Note : Klan Kuno ada juga yang merupakan anggota dari Aliansi Tujuh Bintang)
Meski Rey tidak memiliki permusuhan dengan Aliansi Tujuh Bintang dan Klan Kuno. tetapi Tan Tian memiliki dendam karena membunuh Klannya dan dirinya hingga hanya tersisa jiwanya.
Juga Rey ingin menemui Klan Fam yang berada di benua utama dan melihat apakah mereka tetap berjalan dijalan yang lurus atau sudah tergelincir ke kegelapan.
Menurut Tan Tian benua utama cukup kacau karena banyaknya Kultivator iblis dan para Kultivator disana sangat kejam. Rey yang mengetahui itu hanya menghela nafas kecil dan ingin melihat seberapa kejam mereka daripada dirinya.
"Mungkin dalam beberapa tahun aku akan mengabari Tetua Jiang untuk membahas rencana kita dimasa depan, sekarang mungkin lebih baik kita kembali ke masing-masing tempat kita karena hari mulai gelap" Tan Tian memandang langit yang mulai gelap.
"Benar, sepertinya kita terlalu lama mengobrol hingga lupa akan matahari yang akan segera tenggelam" Jiang Reixu memandang Jiang Xia yang masih berada didalam pelukan Rey.
"Ekhem.., Xia'er saatnya kita kembali" Jiang Xia terbatuk karena Jiang Xia nona mudanya sekarang malah seperti kucing yang menurut dengan tuannya.
"Baiklah bibi, Rey temui aku di Sekte Hati Es bila kamu ada waktu" Jiang Xia sudah melepaskan pelukannya dan berjalan kearah Jiang Reixu.
"Tentu saja aku akan berkunjung dimasa depan, hati-hati Xia'er" Rey melambaikan tangannya dan tersenyum cerah.
"Senior, Rey, beserta semuanya kami pamit" Jiang Reixu membawa Jiang Xia terbang dengan cepat, penghalang milik Tan Tian sudah hilang dan tidak ada lagi penghalang.
Beberapa menit kemudian setelah Jiang Reixu beserta Jiang Xia sudah pergi menjauh Tan Tian mengeluarkan darah dimulutnya.
__ADS_1
"Uhukk..." Tan Tian melihat bahwa dirinya semakin samar dan akan segera menghilang jika tidak memulihkan energi dalamnya.
"Tetua saya akan membantu anda" Rey dengan cepat menyalurkan energi dalam ketubuh Tan Tian dan berusaha sekuat tenaga untuk membantu energi dalam Tan Tian stabil.
"Bocah energi dalammu cukup unik karena bisa dengan cepat menyembuhkanku dan mungkin butuh satu jam untukku bisa bertahan selama beberapa tahun" Tan Tian memuji energi dalam Rey yang unik dan mengancungkan jempol.
Satu jam kemudian Rey terengah-engah karena energi dalamnya yang terkuras karena menyalurkannya ketubuh Tan Tian dan Tan Tian sendiri merasa lebih sehat.
Untuk seukuran jiwa Alam Kaisar Agung cukup untuk menampung saluran energi dari Kultivator lainnya, bila dibawah Alam Kaisar mungkin saja akan meledak dan memungkinkan untuk menghancurkan meridiannya.
"Baiklah karena Penatua Agung sudah pulih kita akan kembali ke Klan Chen dan membagi rampasan hari ini" Rey memandang cincin spritualnya.
"Baik tuan" Fam Yuan yang sudah lama diam kini mengangguk dan menyuruh anggota Klan Chen bersiap untuk pulang. Tan Tian juga mengangguk dan bersemangat karena sekarang ia tidak perlu berada di cincin spritual terus.
Tan Tian dalam bentuk jiwanya sekarang sudah setara dengan Kultivator Alam Nirvana Bintang Tiga dan bila memakai seluruh kemampuan yang dimilikinya sudah setara Alam Raja Mendalam Orde Ketiga.
~~
Artefak dibagi menjadi Rendah > Menengah > Tinggi :
Kelas Satu / Alam Bintang
Kelas Dua / Alam Bumi - Alam Langit
Kelas Tiga / Alam Surga - Alam Keilahian - Alam Inti Emas
Kelas Empat / Alam Yin dan Yang - Alam Nirvana - Alam Raja Mendalam
Kelas Lima / untuk saat ini belum dijelaskan karena Alam yang lebih tinggi dari Alam Raja Mendalam belum diperlihatkan di sini meski ada beberapa Alam seperti Kaisar yang diperlihatkan namun Alam Kaisar sangat tinggi jadi nunggu ada Alam yang diatasnya Alam Raja Mendalam baru nanti di perbarui.
__ADS_1
~~
Beberapa jam kemudian mereka kini sudah berada di wilayah Klan Chen dan sudah melihat ada Leluhur Chen beserta yang lainnya yang menunggu untuk menyambut mereka.
"Rey, Tetua Yuan dan ?" Chen Rang, Chen Baiu dan Chen Yai melihat Tan Tian yang tidak dikenalnya dan merasakan nafas kuat darinya.
"Ini adalah Penatua Agung Fraksi Langit Ungu, Senior Tan Tian" Rey memperkenalkan Tan Tian dengan sopan dan Tan Tian mengangguk dengan wibawa.
"Chen Rang menyapa Penatua Agung" Chen Rang berlutut satu kaki.
"Chen Baiu menyapa Penatua Agung" Chen Baiu juga berlutut satu kaki.
"Chen Yai menyapa Penatua Agung" Chen Yai ingin berlutut namun Tan Tian tidak mengizinkannya karena Chen Yai merupakan ayah dari Rey.
"Aku Tan Tian Penatua Agung Fraksi Langit Ungu akan menjaga kalian mulai dari sekarang" Tan Tian dengan santai membuat Chen Rang dan Chen Baiu yang berlutut berdiri tegak.
"Penatua Agung sangat kuat, junior akan berada dalam pengawasan anda mulai sekarang" Chen Rang dan Cheng Baiu sangat hormat dengan Tan Tian.
"Rey bagaimana perjalanan di Reruntuhan Kuno?, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Chen Yai dengan kawathir. orang tua mana yang tidak kawathir dengan anaknya yang memasuki sarang singa.
"Tenang saja ayah, aku baik-baik saja dan ini adalah hasil dari kita semua" Rey memberikan sebuah cincin spritual kepada Chen Yai dan menyuruhnya untuk membagi kesemua anggota Klan Chen.
"Terima kasih Rey, kau telah membuat banyak kemajuan untuk Klan Chenku dan aku Patriak Klan Chen tidak bisa untuk tidak hormat kepadamu" Chen Baiu sangat menghormati Rey karena kebaikannya dan tentu saja kekuatannya yang sudah tidak bisa dibaca oleh Chen Baiu.
"Rey kultivasimu cukup menakutkan, beberapa waktu hanya Alam Surga dan sekarang aku tidak bisa melihatnya" Chen Rang tertawa kecil dan tidak bisa untuk tidak malu karena dikalahkan dalam hal kultivasi oleh yang lebih muda.
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁
__ADS_1