System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 58 : Datang Sebagai Pahlawan


__ADS_3

Satu minggu kemudian kini Rey sudah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke Kekaisaran Phoenix Suci dengan membawa kuda perang yang sehat dan kuat.


Angin sepoi-sepoi dengan cuaca yang bagus dan sangat menyegarkan karena banyaknya pohon kini Rey yang bersiap-siap berangkat sedang berpamitan dengan keluarganya.


"Ayah, Patriak, Leluhur, Senior, Guhan, aku pamit dulu kepada kalian dan aku serahkan keselamatan Klan Chen pada kalian" Rey tersenyum cerah dan tanpa ada kesedihan dimatanya, meski ada sedih meninggalkan rumahnya.


"Rey selalu ingat rumahmu dan sesekali kunjungi saudarimu. Chen Fei di Sekte Hati Es" Chen Yai menepuk bahu Rey dengan kesedihan dimatanya.


'Rey sudah besar dan sudah seharusnya berkeliling didunia ini. seorang yang mengejar Dao harus selalu bergerak maju dan tidak diam disatu tempat' Batin Chen Yai menghela nafa kecil.


Bakatnya terlalu buruk hingga hanya bisa sampai ke Alam Surga Bintang Sembilan Puncak dan mungkin dalam beberapa bulan atau tahun akan naik ke Alam Keilahian.


"Baik yah, aku akan selalu ingat rumahku" Rey memeluk Chen Yai dengan penuh kasih dan tidak ada yang namanya Ketidaktulusan.


Setelah Rey selesai memeluk ayahnya, Rey melihat kearah Patriak , Leluhur, Senior dan Guhan dengan tatapan cerah.


"Rey kau harus menjenguk saudarimu di Sekte Hati Es ok" Chen Baiu tertawa dan tidak bisa menahan kesedihannya karena seorang dermawan klannya akan mulai mengembara.


"Baik patriak" Rey tersenyum canggung dengan dua orang yang mengingatkan tentang saudarinya Chen Fei.


"Rey berhati-hatilah dalam perjalananmu dan jenguklah saudarimu Chen Fei" Leluhur Rang tersenyum cerah dan menepuk bahu Rey.


'Chen Fei lagi, setidaknya beri aku beberapa artefak keluarga atau apa' Batin Rey tersenyum kecut.


"Bocah bau yakinlah, Klan Chen akan selalu aman bila ada pak tua ini dan jangan lupa janjimu oke" Tan Tian tertawa kecil dan tersenyum.


"Tentu saja senior, pasti akan kutepati janjiku" Rey mengepalkan tinjunya dan menghormati Tan Tian.


'Apakah ini sikap antara Murid Inti dengan Penatua Agung dari Fraksi Langit Ungu?' Batin Chen Yai, Chen Baiu dan Chen Rang.


Tan Tian mengangguk ringan dan tersenyum lagi dengan ekspresi sedikit sedih. Rey menatap Fam Guhan yang sedikit sedih karena tidak bisa ikut dengan Rey.

__ADS_1


"Tetua kedua mohon menjaga kedamaian Klan Chen" Rey mengepalkan tinjunya dengan semangat dan tersenyum.


Fam Guhan mengangguk dan wajah yang tersenyum dengan sedikit kesedihan.


"Aku pergi semuanya, sampai jumpa beberapa bulan lagi atau beberapa tahun lagi" Rey melambaikan tangannya dan menaiki kuda dengan gagah.


Mereka semua melambaikan tangannya juga dengan wajah sedih namun bahagia dan masuk ke Klan Chen karena Rey sudah sangat jauh.


Rey kini yang sudah sedikit menjauh dari Klan Chen dengan cepat mengganti semua pakaiannya dengan pakaian hitam dan topeng berwarna perak dengan wajah tersenyum beserta mata kiri ada goresan.


[**Ding]


[Misi Darurat : Menyelamatkan Feng Xun dari ancaman bandit // Hadiah : 10.000 Poin XP dan satu Seni Kultivasi Kelas Xuan Tingkat Menengah**]


Seni Kultivasi dibagi menjadi : Huang, Xuan, Di, Tian, Kuno dan Surgawi masing-masing menjadi tingkat Rendah > Menengah > Lanjut > Tinggi > Puncak.


'Tidak buruk untuk mendapatkan Seni Kultivasi Kelas Xuan Tingkat Menengah dan juga system ini jarang memberiku misi' Batin Rey menghela nafas kecil.


[Karena System ini sibuk jadi tidak ada misi yang bagus untuk diberikan kepada Master]


Rey kini dengan cepat mencari Luo Li yang diperkirakan berada dalam hutan sini dan tidak jauh darinya.


~~


Dihutan tidak jauh dari sungai terdapat tiga wanita yang sedang dikepung oleh enam orang dan dua wanita terluka dengan satu wanita yang sedikit luka.


"Saudari junior pergilah terlebih dahulu, aku akan menahan mereka dan kupastikan aku akan selamat" Seorang gadis cantik dengan rambut berwarna merah membara dan wajah yang sangat dewasa dengan payudara yang menonjol bertingkah layaknya pemimpin.


"Kakak senior lebih baik kami yang menahannya dan kakak senior yang akan kabur. juga jangan lupa laporkan kepada Master" Seorang gadis yang juga cantik namun kalah dari yang awal nampak tersenyum kecut.


"Ingin kabur?, apakah kalian sudah bermimpi di siang bolong ini" Seorang laki-laki dengan badan besar sedang menjilati bibirnya dengan mata yang terarah di gunung kembar milik seorang perempuan rambut merah.

__ADS_1


"Klan Hwang benar-benar melakukan tindakan yang berlebihan dengan mengirim salah satu tetuanya" Gadis rambut merah itu mencibir dengan ekspresi jijik.


"Hahaha!!!, kalian sendiri yang berani kabur dan tidak menurut dengan perkataan dari Patriakku. lebih baik kalian menyerah dan biarkan aku menikmati tubuhmu" Tetua Hwang ini tertawa dan sesekali menjilati bibirnya.


"Bajingan cabul, aku akan bunuh diri jika kau berani menyentuhku" Gadis rambut merah dengan gemetar menaruh pedang panjang di lehernya.


"Silahkan bunuh diri, kami tetap akan menikmatimu jika kau mati, malah semakin mudah kami menikmatinya, bukankah begitu Tetua?"


"Benar Tetua".


Mereka tertawa saat melihat gadis rambut merah itu ragu dan tidak jadi bunuh diri. Tetua Hwang dengan santai berjalan kearah gadis rambut merah itu dan menyentuh rambutnya.


Gadis rambut merah itu hanya diam saja karena takdir sudah begini jadi mau bagaimana lagi dan saat Tetua Hwang ingin meletakkan tangannya di payudara gadis rambut merah sebuah pedang dengan cepat memotong tangannya.


"Slash!!!".


"A!!!!!!!!, siapa yang berani menyerangku dengan diam-diam ha!!" Teriak Tetua Hwang kaget dengan serangan sembunyi dan tidak merasakan fluktuasi Qi sama sekali.


Lima orang lainnya dengan cepat waspada dan melihat sekitar sementara tiga gadis bingung namun lega karena ada orang yang membantunya.


"Bukankah cukup buruk untuk menyakiti sebuah giok yang indah?" Rey perlahan-lahan turun dari langit dan menatap gadis rambut merah dengan simpati.


Namun setelah mengalihkan ke Tetua Hwang matanya sangat tajam dan menakutkan hingga membaut Tetua Hwang langsung berkeringat.


"Dari suaramu kau hanyalah bocah biasa, aku akan membunuhmu" Tetua Hwang dengan cepat melesat kearah Rey dengan sebuah bayangan seorang jendral gagah.


"Seorang jendral yang melakukan tindakan cabul disiang hari benar-benar menjijikan" Cibir Rey dengan santai menghindari serangan dari Tetua Hwang.


"Kakak senior pemuda itu sangat kuat bisa menghindari serangan Tetua Hwang dengan santai dan tidak ada kesulitan sama sekali" Gadis cantik itu berkomentar dan takjub dengan Rey.


"Apakah tuhan sedang menyelamatkan kita, ya tuhan terima kasih atas kiriman seorang pahlawan untukku, tapi Tetua Hwang seorang Kultivator Alam Inti Emas Bintang Tujuh, apakah pemuda itu lawannya?" Gadis rambut merah itu masih tidak percaya dengan kemampuan Rey.

__ADS_1


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2