System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 112 :Membentuk Tim Elite Gabungan


__ADS_3

"Bunuh!!" Teriak Rey kemudian para Ahli dari Ras Manusia langsung melesat dan nampak penuh dengan kepercayaan diri.


Fam Zhanze dan Fam San juga melesat. Fam Zhanze melawan Asura perempuan dan Fam San melawan Asura berbadan kekar.


Lima Patriak melawan Asura bermata biru, Wang Du, Xuan Zong dan Cheng Ji melawan Asura bermata merah.


Pertempuran masih terjadi dan terlihat bahwa Ras Manusia berada diatas angin. bukan hanya menang jumlah namun mereka juga menang dalam momentum.


Momentum ini didapat saat Rey mengalahkan Ahli Ranah Saint Heavenly dari Ras Asura dan ini membangkitkan semangat dari Ras Manusia.


Perlahan-lahan Asura abnormal mulai jatuh satu persatuh dan empat pemimpin Asura juga mulai mengalami kelalahan. Fam Zhanze cukup beringas dan bahkan Fam San terlihat sangat


Setelah cukup lama bertempur, para Asura telah dibabat habis hingga tidak ada yang tersisa kecuali Asura perempuan yang terlihat memiliki banyak luka.


Kultivasinya telah disegel hingga hanya menjadi manusia biasa, ia menatap tajam Rey dengan mata membunuh "BUNUH AKU!!".


Asura perempuan itu ingin dibunuh namun Rey tidak membunuhnya karena merasakan garis keturunannya sama dengan Asura perempuan ini.


"Zhanze bawa Asura ini dipenjara, Fam San atur kembali pasukan dan array pertahanan agar tidak ada penyusup" Perintah Rey yang kemudian melesat kearah keaula.


Fam Zhanze langsung membawa Asura perempuan itu pergi, Fam San sendiri langsung memerintahkan para Patriak untuk membuat array dan formasi pelindung.


Setelah selesai Fam San menuju aula bersama dengan Patriak lainnya dan terlihat semua orang telah berkumpul. meski banyak yang terluka dan juga ada yang masih segar.


Semua Patriak sudah duduk ditempatnya, Rey duduk ditengah-tengah dengan wajah santai dan dibelakangnya ada Fam Zhanze beserta Fam San.


Ada juga Fam Xu yang berubah menjadi bentuk manusia, dipihak Rey ada tiga Ranah Saint dan Rey sendiri berada di Ranah Saint King yang sebentar lagi naik ke Ranah Saint Heavenly.


Rey tersenyum "Selamat datang para Patriak".


Semua Patriak membalas salam dari Rey, Rey tersenyum lagi "Selamat karena berhasil menahan serangan dari Ras Asura dan kita harus merayakannya".


Semua Patriak mengangguk, mereka telah bekerja sangat keras dalam tiga hari ini dan tentu saja mereka butuh kesenangan setelah kesengsaraan.


"Para Patriak penuh semangat, sekarang benua tengah telah resmi tidak memiliki batasan, bagi para Patriak yang berada di Ranah Half-Saint sudah pasti merasakan bahwa akan menerobos bukan?".

__ADS_1


Para Patriak saling memandang, mereka mengangguk namun siapa sangka bahwa Rey yang terlihat muda ini cukup jeli dan bahkan tahu tentang batasan yang ada di benua tengah.


"Patriak Gui Chen, Xing Bai dan Cheng Ji yang sudah berada di Ranah Saint" Tiga orang itu langsung terkejut karena Rey mampu untuk menembus penghalang yang ada didalam dirinya.


Cheng Ji terkekeh "Seperti yang diharapkan oleh Ketua Fraksi Langit Ungu yang memiliki mata yang tajam, Cheng Ji merasa terhormat karena bertemu dengan anda".


Gui Chen sendiri hanya tersenyum malu "Padahal saya yakin tidak ada Ahli dibawah Ranah Saint Heavenly yang mampu melihatnya namun siapa sangka bahwa Ketua Fraksi Langit Ungu cukup jeli".


"Benar sekali" Saut Xing Bai dengan wajah sedikit canggung.


Xuan Zong dan Wang Du akhirnya mengerti mengapa beberapa sekte kelas satu mulai menunjukkan kekuatan mereka. rupanya telah menjadi Ahli Ranah Saint.


"Baiklah ini hanya masalah sepele, semua Patriak akan menjadi Ahli Ranah Saint sebentar lagi, jadi menurut para Patriak apa yang harus kita lakukan kedepannya?" Rey menanyai para Patriak untuk menunjukkan bahwa para Patriak dihormati.


Semua Patriak masih berdiskusi, Jiang Xuren akhirnya berdiri "Salam Ketua Fraksi Langit Ungu, saya Jiang Xuren menyarankan agar membuat beberapa pencegahan seperti mengirim beberapa Ahli untuk menelusuri beberapa tempat yang mencurigakan"


"Ataupun untuk membentuk sebuah tim elite gabungan dari semua sekte untuk melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai sisa-sisa Ras Asura yang ada dibenua tengah" Lanjutnya.


Semua Patriak mengangguk ringan, mereka setuju dengan proposal dari Jiang Xuren dan ini juga bagus untuk mencegah terjadinya serangan dadakan.


Fam San tersenyum "Proposal dari anda saya terima, kita akan membuat lima tim elite yang terdiri dari 50 Ahli Ranah Half-Saint dan 1 Ahli Ranah Saint sebagai pemimpin. apakah yang lain setuju?".


Cheng Ji terkekeh "Baiklah saya setuju dengan proposal itu"


"Gui Chen setuju"


"Xuan Zong setuju"


"Wang Du setuju"


"Xing Bai setuju"


"Shou Han setuju"


"Bai Lao setuju"

__ADS_1


"Fam Huang setuju"


"Baiklah karena semua orang setuju minggu depan kita akan bertemu lagi dan membuat rencana kelanjutan tentang pencegahan masuknya Ras Asura"


"Dimohon para Sekte Kelas Satu membuat altar formasi teleport agar jika kalian dalam bahaya saya dapat mengirim pasukan kesana" Lanjut Fam San.


Mereka mengangguk setelah itu para Patriak kembali ke Sekte masing-masing bersama pasukan sisa mereka, hanya ada Rey, Fam Zhanze, Fam San, Fam Xu, Tan Tian, Tan Zhi, Xuan Zong, Wang Du, Fam Huang dan Jiang Xuren beserta Cheng Ji.


Rey masih tidak tahu mengapa mereka masih ada disini, ia membuka mulutnya "Saya tidak tahu kalian punya urusan apa dengan saya namun jika kalian memiliki urusan dengan saya bicaralah".


Mereka saling memandang lalu Cheng Ji maju terlebih dahulu "Salam Ketua Fraksi Langit Ungu, saya Cheng Ji Tuan Tanah Dewa Pedang".


Rey mengangguk dan tersenyum "Saudari Ji bicaralah".


Cheng Ji mengambil nafas dalam-dalam kemudian bertanya "Apa yang ingin anda lakukan terhadap Asura perempuan yang anda tangkap?".


Rey tersenyum dan tertawa "Itu urusan saya dan Saudara Ji tidak perlu tahu".


Cheng Ji menatap tajam Rey namun Rey mengirimkan pesan yang membuat Cheng Ji bergidik 'Terkadang keingintahuan dapat membuat anda beserta rekan anda terbunuh'.


Meski Rey hanya menggertak saja Cheng Ji berkeringat dingin dan mengangguk "Terima kasih Ketua, saya pamit terlebih dahulu".


Setelah itu Cheng Ji dengan dua paruh baya pergi dengan cepat, Jiang Xuren tersenyum "Ketua jika saya boleh bertanya apakah anda kenal dengan Jiang Xia?".


Rey tersenyum "Tentu saya kenal".


Jiang Xuren mengirimkan pesan lewat energi spritual 'Ketua Jiang Xia sekarang dalam keadaan beku karena garis keturunannya apakah anda tidak ingin menjenguknya?'.


Rey membeku sejenak lalu membisikkan balik 'Saya akan datang beberapa hari lagi, tunggu saya di Sekte Hati Es'.


Jiang Xuren mengangguk lalu pergi dengan dua paruh baya perempuan dan menghilang seketika.


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2