System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 71 : Juara 1


__ADS_3

Chen Fei sedukit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Rey dan bahkan paruh baya laki-laki itu lebih terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Rey.


"Bocah hidupmu telah berakhir karena berani membunuh Tuan Muda Klan Hwang" Fam San bahkan lebih menekan auranya hingga membuat paruh baya itu menabrak tanah.


Sekerika sebuah pedang dengan cepat meluncur kearah paruh bayah laki-laki itu dengan sangat cepat "Slep", pedang itu menembus kepala paruh baya itu dengan cepat.


Semua orang terkejut karena melihat bahwa pedang itu merupakan milik Rey, Rey sangat berani membunuh Tuan Muda Klan Hwang jadi tentu saja akan membersihkannya sampai akar-akarnya.


[Membunuh Ahli Alam Yin dan Yang, Memperoleh 1000 Poin XP dan 10.000 XP]


'Hadiah membunuh Alam Yin dan Yang sangat tinggi, apakah karena mereka memiliki domain kecil?'


"Tuan Kota Kuho apa yang anda lakukan?" Tanya Chen Yun dengan wajah sedikit cemas.


"Tenang saja nona kecil Klan Chen, ini hanyalah masalah kecil dan pertandingan masih dapat dilanjutkan" Fam Shui membakar tubuh dua orang Klan Hwang itu dan kembali duduk.


Semua orang menatap ngeri kearah Fam Shui dan Rey yang kemungkinan memiliki siatu hubungan.


"Yah mungkin Kekaisaran Phoenix Suci akan menghadapi bencana seperti beberapa bulan yang lalu"


"Tentu saja, salah satu Tuan Muda Klan Hwang mati dan pasti ada hal yang terjadi"


"Semoga tidak sampai terlalu besar"


Akhirnya Chen Yun hanya menghela nafas kecil karena melihat Tuan muda Klan Hwang mati didepan matanya dan tentu saja yang terkena imbasnya adalah Klan Chen.


"Tenang saja nona kecil Klan Chen, Klan Hwang tidak akan ada lagi di Kekaisaran Phoenix Suci dalam waktu dekat" Chen Yun seketika membeku dengan apa yang diucapkan oleh Fam Shui.


Awalnya Chen Yun dengan penjaganya tidak percaya namun mereka melihat mata penuh percaya diri dari Fam Shui dan ya akhirnya mereka percaya dengan apa yang dibilang oleh Fam Shui.


Kini akhirnya pertarungan antara pemegang tombak dengan pemegang Senjata Abadi. mereka berdua nampak sama-sama waspada dan tentu saja pemegang Senjata Abadi sedikit lebih muda.


Rey sekarang berumur 16 tahun dan pemegang Senjata Abadi itu bahkan berumur 15 tahun yang hampir berumur 16 tahun. Rey cukup terkejut karena ada bakat yang bagus dan tentu saja Rey menyukak bakat yang bagus.


"Anda cukup bagus dalam memakai dua senjata, bagaimana jika senjata anda hilang?" Tanya pemegang tombak dengan wajah serius.


"Tentu saja jika anda bisa menghilangkan dua senjata saya, maka saya otomatis akan menyerah" Pemegang Senjata Abadi menyeringai.

__ADS_1


Apa yang mereka bicarakan adalah jika pemegang Senjata Abadi tidak memakai senjata apakah ia masih kuat? atau malah melemah.


"Baiklah jika begitu aku tidak akan sungkan" Seketika pemegang tombak langsung melesat dengan cepat dan Rey tahu bahwa ia sudah dapat mengendalikan tombaknya dengan baik.


Setiap ayunan sangat tajam dan sangat lentur hingga mudah untuk diayunkan. pemegang Senjata Abadi cukup kesulitan melawan pemegang tombak karena faktor serangan jarak jauhnya.


Pemegang tombak sangat menguasai permainan dalam awal game ini dan terlihat bahwa fisiknya cukup bagus. begitu juga dengan pemegang Senjata Abadi yang cukup terampil namun ditahan karena serangan jarak dekatnya yang pasif.


Namun Rey tahu bahwa pemegang Senjata Abadi merupakan seorang Ahli Alam Keilahian Bintang Dua dan pemegang tombak hanya Ahli Alam Surga Bintang Delapan.


Kekuatan mereka cukup tidak seimbang karena beda satu dunia, jika hanya beda dunia kecil tidak masalah, tapi jika beda dunia besar maka kekalahan akan terlihat jelas.


Itu jika orang biasa namun jika itu Rey tentu saja tidak mungkin buatnya untuk kalah dan pastinya ia yang akan menang.


"Putaran Gelombang" Seketika dua senjata ditangannya langsung berputar dengan ganas dan terlihar seperti ribuan pedang yang mengarah ke pemegang tombak.


"Seni Tombak Ular" Pemegang tombak langsung menyapu dengan sangat ganas kearah gelombang pedang itu dan berhasil menangkisnya.


Namun siapa sangka ada sebuah pedang kecil yang menyelinap kebelakangnya dan berhasil membuat luka dipanggang kanannya "Tidak buruk"


"Ini hanyalah awal" Seketika suara itu jatuh, nampak energi meluap dari tubuh Pemegang Senjata Abadi dan langsung melesat kearah pemegang tombak.


'Sangat kuat!!'


"Bomm!!"


Angin sangat kencang hingga membuat penonton tidak ada yang tahu siapa yang menang karena debu yang menutupi arena pertarungan.


"Siapa yang menang?"


"Tentu saja pemegang tombak"


"Naif tentu saja pemegang dua pedang"


"Pemenangnya pemegang dua pedang"


Semua orang menoleh kearah suara itu dan yang tidak lain adalah Rey yang sudah berada diatas langit. semua orang kemudian mengalihkan pandangannya didepan dan melihat pemegang tombak ditanah.

__ADS_1


Pemegang Senjata Abadi kemudian menatap Rey dengan sedikit kebahagian dan rasa terima kasih. Rey tidak tahu apa yang terjadi namun hanya tersenyum kecil.


"Saya kalah" Pemegang tombak kemudian keluar dari arena dengan wajah sedikit masam dan menatap Chen Yun dengan wajah sedih.


Chen Yun tersenyum dan mengangguk kecil. pemegang tombak langsung senang dan pergi meninggalkan arena dengan wajah sedikit senang.


Rey langsung terjun kearena dan menatap tajam pemegang Senjata Abadi. pemegang Senjata Abadi langsung mengarah kearah Fam Shui.


"Tuan Kota, saya memilih menyerah dalam pertandingan ini" Sontak semua orang terkejut karena pemegang Senjata Abadi menyerah.


"Baiklah jika begitu"


"Saudara apakah anda ada waktu hari ini?" Tanya pemegang Senjata Abadi dengan rasa hormat.


"Tentu saja ada waktu hanya saja saya akan berada di rumah tuan kota, bila saudara ingin bertemu saya maka kita berjumpa di rumah tuan kota" Balas Rey sambil tersenyum.


"Baiklah jika begitu, terima kasih saudara"


"Karena pertandingan telah selesai maka juara 1 adalah tuan misterius, juara 2 pemegang dua Pedang dan juara 3 pemegang tombak" Fam Shui mengumumkan hasilnya.


"Yah tidak terduga namun tidak buruk"


"Yah hasil yang jelas"


"Tuan misterius belum mendapatkan roh bela dirinya dan sudah bisa memasuki final"


"Ya pemegang dua pedang terlihat kelelahan dan tidak bisa melanjutkan pertandingan"


Rey tersenyum dan menuju kearah Chen Yun beserta Fam Shui "Salam tuan Kota"


"Generasi yang bagus, kita akan membicarakannya didalam rumah saya"


"Nona kecil Klan Chen apakah anda mau mampir kerumah saya?"


Tanya Fam Shui.


"Tentu saja bagaimana saya bisa menolak karena Tuan Misterius berada di rumah anda tentu saja saya akan kesana" Chen Yun tersenyum manis.

__ADS_1


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2