System Melawan Takdir

System Melawan Takdir
Ch 93 : Bersama Chen Yun


__ADS_3

Rey merenungkan sejenak karena harganya 1 juta Poin XP yang amat banyak, ia benar-benar tidak bisa asal menghabiskan 1 juta Poin XP karena Poinnya telah menipis.


Namun Rey tahu bahwa teknik Space Tearing ini merupakan teknik yang dapat menyelamatkan hidupnya jika dalam bahaya dan akhirnya ia membelinya dengan berat hati.


'Baiklah System aku akan membelinya'.


...[**Membeli Teknik Space Tearing seharga 1.000.000 Poin XP]...


[Sisa Poin XP 790.000**]


Setelah itu buku hitam muncul ntah dari mana, buku hitam itu melesat ke dahi Rey dan dalam sekejab ribuan informasi langsung kedalam otak Rey.


Pemahaman Space Tearing sangat dalam, Rey yang telah bingung sebentar ia langsung kembali normal dan mencoba untuk merobek ruang.


Siapa sangka Rey sudah bisa langsung merobek ruang, ia bergumam "Untuk sementara aku hanya bisa merobek ruang sampai 100 mill".


100 Mill perpindahan cukup jauh, jika Rey berhasil memahami Space Tearing lebih dalam, mungkin ia bisa berpergian dari timur langsung ke utara dan ini membuat dirinya senang.


Setelah itu dia mulai bermeditasi, ia ingin meningkatkan pemahaman Space Tearing beserta Dao Of Spacenya. setelah bermeditasi lama suara pintu terbuka yang membuat Rey terkejut.


Rey membuka matanya lalu melihat seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Chen Yun, ia berpakaian tembus pandang dibawah bulan yang bersinar dan dia benar-benar terlihat cantik.


Rey membuka mulutnya lalu berkata dengan nada pelan "Yun'er apa yang kamu lakukan malam-malam disini?".


Chen Yun sedikit malu karena Rey menatapnya dengan wajah aneh, ia mendekat kearah Rey lalu duduk disampingnya dan menjawab "Saya tidak bisa tidur Rey".


Suasana sangat canggung, akhirnya Rey berani untuk mengajak Chen Yun, ia berkata "Yun'er tidak baik berada di kamar seorang pria diwaktu malam hari".


Chen Yun tersenyum lalu menjawab "Apakah benar-benar berbahaya?, saya melihat tidak ada bahayanya".


Chen Yun mendekat kewajah Rey, wajah mereka berdekatan dan mereka juga bisa merasakan bahwa nafas mereka berdekatan. Chen Yun lalu memerah dan ingin pergi namun Rey memegangi tangannya.

__ADS_1


"Yun'er karena sudah begini bagaimana bisa kamu begitu kejam untuk pergi?" Melihat bahwa Rey ingin menahannya, Chen Yun lalu tidak jadi pergi dan dia duduk lagi disebelah Rey.


Chen Yun memalingkan wajahnya lalu berkata "Rey sepertinya tidak terlalu baik bagiku untuk terlalu lama dikamar pria".


Rey mendekatkan dirinya kehadapan Chen Yun, ia sangat dekat dan bahkan wajah mereka saling bertatapan. mata mereka saling bertemu, Rey berkata pelan "Yun'er apa kamu punya pacar?".


Chen Yun terkejut dengan perkataan Rey lalu menjawab pelan "Saya tidak punya".


Rey menyeringai lalu berkata lagi "Apakah benar kamu tidak memiliki pacar?".


Rey yang sedikit meragukan membuat Chen Yun menggelengkan kepalanya lalu menjawab "Saya benar-benar tidak memiliki pacar".


Rey tersenyum lalu mengangguk dan berkata "Bagaimana dengan menjadi pacar saya?".


Chen Yun sangat terkejut dengan omongan Rey, jantungnya berdetak dengan cepat dan terlihat bahwa dia sangat memerah. Chen Yun lalu mengangguk pelan.


Rey langsung mencium bibir Chen Yun, sontak Chen Yun terkejut dengan apa yang dilakukan Rey namun ia tidak menolak dan membiarkan Rey **********.


"Rey" Setelah berbicara sebentar, Rey lalu meremas gunung milik Chen Yun yang cukup besar, Chen Yun mendesah pelan "Ah".


Mereka melakukan pemanasan cukup lama, setelah selesai dengan payudara, Rey memainkan gunung lagi.


Rey melepaskan semua pakaian milik Chen Yun, Chen Yun sekarang telanjang, ia menutupi bagian atas dan bawahnya. ia sangat memerah dan Rey juga melepaskan pakaiannya.


Terlihat ada Rey kecil yang sudah berdiri tegak, Chen Yun memerah lagi dan dia hanya terengah-engah. setelah itu Rey mencium bibir Chen Yun lagi dan mendekatkan tubuhnya kearah Chen Yun.


Setelah beberapa saat, sepertinya pemanasan telah selesai jadi Rey berkata pelan "Yun'er saya ingin".


Chen Yun mengangguk pelan, Rey mendekatkan dirinya lalu memasukkan Rey kecilnya dibawah Chen Yun dan setelah memasukkannya Chen Yun merasakan sakit yang luar biasa.


Rey tentu saja berdiam diri sebentar karena melihat cairan merah keluar dari bawah Chen Yun, Chen Yun yang melihat itu lalu berkata "Gerakan sesuai keingannmu Rey".

__ADS_1


Rey mengangguk lalu menggerakkan pinggulnya dengan pelan dilanjut dengan cepat dan Chen Yun terus mendesah. Rey merasakan kenikmatan yang amat membuat dirinya sedikit bernostalgia.


Dia sudah lama tidak melakukan hubungan badan, kini akhirnya ia telah melalukannya dan ya rasanya sangat nikmat. setelah beberapa jam Rey terlihat ingin keluar ia berteriak "Yun'er!!".


Setelah itu cairan putih keluar dari bawah Chen Yun, Rey langsung tumbang dikasur, Chen Yun memeluk Rey dan mereka akhirnya tertidur karena kelelahan.


Mereka benar-benar sangat agresif, mereka melakukan hubungan badan selama lebih dari 3 jam penuh, meski Rey keluar beberapa kali dan tentunya Rey sangat gagah.


Keesokan paginya kepala Rey amat sakit, ia ingat kejadian bahwa ia telah melakukan hubungan badan dengan Chen Yun dan dirinya sangat senang.


Ia melihat kesamping, Chen Yun tertidur pulas dipelukannya meski masih ada bau pandan milik Rey, dibawah kasur juga terlihat noda merah dan putih.


Noda merah ini milik Chen Yun yang merupakan keperawanannya, kalau yang putih ini yogurt milik Rey, setelah itu Rey ingin tidur namun Chen Yun sudah bangun dan menatapnya.


Chen Yun membuka mulutnya lalu berkata "Selamat pagi Rey".


Rey tersenyum lalu menjawab "Selamat pagi juga Yun'er".


Rey memeluk Chen Yun dengan santai, aroma tubuh Chen Yun benar-benar wangi dan Rey juga meremas payudara Chen Yun. Chen Yun tidak melawan dan membiarkan Rey bermain dengan dua gunungnya.


Setelah itu Rey kecil tegak lagi, Rey tersenyum kearah Chen Yun dan Chen Yun berkata "Kemarin kamu sudah keluar berkali-kali dan sekarang ingin bermain lagi".


Rey terkekeh melihat bahwa Chen Yun tidak marah, Rey langsung mendekatkan dirinya ketubuh Chen Yun dan memasukkan Rey kecil kebawah Chen Yun.


Mereka melakukan hubungan badan lagi, suara erangan Chen Yun terdengar cukup keras dan para orang tua hanya menyesap teh dengan bangga.


"Menjadi muda memang yang terbaik".


Setelah 2 jam lebih mereka akhirnya berhenti dan Rey memeluk Chen Yun dengan senang. Chen Yun juga senang dan tidak ada keluhan karena Rey melakukannya lagi.


To Be Continued

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2