
Pertandingan terus saja berjalan tanpa ada hambatan, banyak generasi muda yang sangat bagus dan tentu saja Rey tertarik dengan beberapa.
Contohnya pemegang tombak ini sangat berbakat dipertandingkan kedua lawannya adalah Alam Surga Bintang Dua dan dia bisa dengan mudah melawannya.
Pemegang tombak hanya berada di Alam Surga Bintang Satu dan umurnya kisaran hampir dua puluh tahun cukup berbakat untuk orang diusianya. Rey cukup kagum karena ada orang berbakat di kota kecil.
Setelah awal game tadi ada sedikit perubahan setelah semua orang selesai bertanding, yaitu semua peserta tidak lagi dalam. sistem nomer satu lawan dua tapi diacak.
Peserta lumayan banyak yaitu sekitar 76 dan yang masuk ke tahap selanjutnya adalah 38 orang. Rey sampai sekarang belum. dipanggil namun Rey tetap sabar dan santai.
Rey juga tahu bahwa hadiah juara 1 adalah Pill Kelas Dua Mid-Rank yang merupakan kualitas baik dan bagus untuk kultivator diatas Alam Keilahian.
Jadi Pill ini akan dipakai oleh juara disaat juara itu mencapai Alam Keilahian dan tentu saja cukup lama untuk memakainya. ini bertujuan untuk menarik generasi berbakat.
Akhirnya setelah pertandingan kali ini Rey melihat bahwa nomernya akan dipanggil "Nomer enam lawan nomer sepuluh"
Rey langsung dengan cepat sudah muncul diarena dan membuat semua penonton kaget namun dengan cepat kagum. musuhnya kali ini seorang pria berbadan kekar dan sangat kuat.
"Bocah kau orang yang menarik, biarkan saudara bo ini memberikanmu sedikit permainan" Saudara Bo terkekeh dan bersiap melawan Rey.
Rey tersenyum acuh dan acuh dan tidak memanggil pedangnya karena musuhnya memakai tangan kosong. ya setidaknya bermain fisik.
"Mulai"
Rey dengan santai mengedipkan matanya dan seketika langsung. menghilang dari hadapan semua orang. tidak disangka Rey sudah berada didepan Saudara Bo dan memukulnya.
Saudara Bo langsung menghentikan serangan Rey namun ia terpental beberapa meter dan membuat arena retak hingga penonton langsung terkejut.
"Tidak hanya seni Pedangnya yang bagus tapi fisiknya kuat"
"Benar"
"Sangat Kuat"
"Menakutkan"
Rey tersenyum acuh tak acuh dan tetap memukuli Saudara Bo dengan seluruh kekuatannya. karena Saudara Bo bukan orang dari Klan Hwang Rey masih berbelas kasih.
"Baiklah jika begitu biarkan Saudara Bo serius" Saudara Bo langsung memunculkan Roh Bela Dirinya yaitu King Kong Api.
'Xuan Tingkat Dua'
__ADS_1
Saudara Bo dengan percaya diri melesat kearah Rey dan memukuli Rey namun tubuh Rey sangat kuat hingga membuat Saudara Bo kesakitan.
"Saudara Bo inilah akhirnya" Rey tersenyum dan terbang kelangit.
"Tiger Palms"
Seketika suara itu jatuh bayangan sebuah cakar harimau langsung membuat Saudara Bo menghijau dan sedikit ngeri.
"Saudara Bo menyerah, mohon balas kasih" Daudara Bo mengepalkan tangannya dan sedikit membungkuk.
Rey tersenyum kemudian menghilangkan bayangan cakar itu dan tentu saja setelah itu dia menghilang. Saudara Bo juga sudah pergi dengan wajah sedikit masam.
"Hebat sekali"
"Seperti yang diharapkan dari orang itu"
"Meski kejam dia masih berbelas kasih"
"Tentu saja generasi muda kuat dan baik hati"
Chen Yun yang menatap hilangnya Rey sedikit tersenyum namun ia menyembunyikannya dengan baik dan ada sedikit kekaguman kepada Rey.
Dengan itu para peserta hanya tersisa 19 orang dan karena ada sedikir pergesekan sekarang peraturan dirubah lagi. lima orang akan berada di satu arena dan hanga satu pemenang begitu juga ada yang empat orang.
Kini lima peserta sudah memasuki arena terlebih dahulu, Rey melihat pemegang tombak yang kuat dan dengan mendominasi peserta lainnya.
Rey tahu bahwa pemegang tombak itu sebenarnya berada di Alam Surga Bintang Delapan dan sedikit lagi akan menerobos di Alam Keilahian. Rey hanya tersenyum kecil dan mengamati pertandingan.
Pemegang tombak dengan Roh Bela Dirinya yang seorang manusia dengan perlengkapan dan tombak ditangannya sangat kuat. musuh-musuhnya dengan mudah ia kalahkan.
'Xuan Tingkat Empat tidak buruk'
Setelah tidak butuh waktu lama kini akhirnya giliran Rey dan Rey sedikir beruntung karena ia berada di arena yang berisi empat orang.
"Inilah giliran ahli misterius itu"
"Benar saja"
"Mungkin dia berada di Alam Surga Bintang Tujuh"
"Tidak mungkin di Alam Surga Bintang Delapan"
__ADS_1
Sampai sekarang belum ada yang tahu tentang Kultivasi Rey karena Rey memiliki metodenya sendiri dan hanya umurnya saja yang kelihatan.
Rey sudah berdiri diarena dan melihat tiga orang lainnya menatap tajam Rey dan ada niatan untuk membunuh. Rey hanya tersenyum kecil.
"Jadi kalian maju atau aku yang maju terlebih dahulu" Tanya Rey dengan dingin.
"Sombong, kau pasti mati" Tiga orang langsung melesat dengan Roh Bela Dirinya masing-masing dan sangat kuat.
"Yakinlah kalian akan mati" Rey terkekeh karena tahu tiga orang ini bermarga Hwang dan tentu saja tidak ada tolenransi terhadap Klan Hwang.
Pedang Rey sudah berada di tangannya dan dengan cepat ia langsung melesat ke arah tiga orang itu. tiga orang itu langsung membuat formasi yang sedikit kuat namun hanya kuat.
Rey tahu ini adalah kekuatan spiritual dan Rey sendiri belum membangkitkan kekuatan spiritual jadi dia hanya bisa menerobos dengan paksa.
Semua orang tercengang karena Rey bisa dengan mudah menerobos formasi spritual yang dinilai orang kuat dan Rey langsung dengan cepat memenggal tiga orang itu.
"Tolong!!"
"Ah-"
"Aku tidak mau mati!!"
Teriakan tiga orang itu hanya terdengar sesaat dan tiga kepala sudah menggelinding diarena. semua penonton terkejut dan mengalihkan pandangan mereka ke Rey.
Semua orang bersorak kepada Rey yang bisa dengan mudah membunuh tiga orang dari Klan Hwang dan tentu saja ada beberapa orang yang kawathir.
Bukankah ini secara terang-terangan ingin melawan Klan Hwang dan Rey sendiri sudah menghilang sekarang. seorang pemuda menatap Rey dengan tajam.
"Berani membunuh orangku lihatlah aku akan menginkak-injakmu" Seorang pemuda dengan kipas ditangannya dan menatap Rey dengan niat membunuh yang kuat.
[Misi Takdir : Bunuh Tuan Muda Klan Hwang, Hwang Xiong // Hadiah : 150.000 Poin XP dan Seratus Bahan Pill Kelas Satu - Dua]
'Hahaha!!, ada Tuan Muda Klan Hwang rupanya, baiklah saatnya memanen sedikit hadiah dan tentu saja ini langkah yang bagus' Batin Rey terkekeh.
Jika dia bisa menarik beberapa Penatua Klan Hwang dan membunuhnya bukankah Rey sudah mengurangi sedikit kekuatan dari Kekaisaran Phoenix Suci.
Rey kini sudah menemukan pemuda yang tidak lain adalah Tuan Muda Klan Hwang, Hwang Xiaong yang merupakan Ahli Alam Surga Bintanh Tujuh.
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁
__ADS_1